
Kedelapan orang pengawal pedagang Meng hu dari kota Luon itupun maju mengurung putri Kwan si dan putri Annchi,maksud mareka ingin menangkap kedua orang putri itu terlebih dahulu,sebelum membereskan yang lainnya.
Melihat kedua adiknya melawan delapan orang,putri Giok Lin pun akhirnya turun juga ke arena perkelahian,karena tidak sampai hati membiarkan kedua adiknya berjuang sendirian.
cuma dalam tiga jurus,akhirnya para pengeroyok itu berterbangan kemana mana dengan nyawa yang sudah melayang ke neraka.
Melihat kenyataan itu,pedagang Meng hu amatlah marahnya,ia tidak menyangka bahwa hanya dalam tiga serangan,kedelapan pengawalnya sudah kalah,kini tinggal dua orang pengawal yang juga sudah terluka dalam yang cukup parah.
"Aku cuma memberi mu kesempatan satu kali saja,tinggalkan tempat ini,atau tinggalkan kepalamu"kata putri Annchi
"Tunggulah pembalasan ku,aku tidak akan melepaskan kalian begitu saja,kalian akan merangkak dikaji ku memohon belas kasih dari ku kelak,ingat itu,nama ku Meng hu dari kota Luon"kata pedagang itu sambil menaiki gerobaknya dan berlalu pergi begitu saja.
Kedua pengawalnya yang terluka tidak di hiraukan nya lagi.
"Terimakasih nona, terimakasih atas pertolongannya,pedagang itu baru saja di sini,dia mau memonopoli perdagangan disini dan mengeruk keuntungan yang besar"kata kedua pemburu itu.
"Sudah lah,carilah pembeli yang jujur,jangan mau dengan pembeli yang curang"kata putri Annchi.
"I,iya nona"jawab kedua pemburu itu.
Putri Annchi bermaksut mau mengajak Alex untuk mencari sebuah rumah makan,tetapi sebelum dia bicara,Alex sudah mendahului bertanya kepada kedua orang pemburu itu, "apakah kalian berdua berburu dihutan itu?"sambil menunjuk ke hutan tempat mareka datang .
Kedua pemburu itu menatap kearah yang di tunjukan Alex,lalu menganggukkan kepala nya, "iya tuan,memang disanalah kami berburu, memangnya ada apa tuan?"...
Apakah beberapa hari yang lalu kalian pernah bertemu orang yang bersama seorang gadis cantik keluar dari tengah hutan?"tanya Alex lagi.
"Iya tuan,beberapa hari yang lalu kami bertemu dengan empat orang yang keluar dari dalam hutan itu,dua orang tua,satu pemuda dan satu lagi gadis cantik"jawab salah satu pemburu itu.
"Tahukah kamu siapa mareka?"tanya Alex kembali.
"Tahu tuan,mareka pangeran Teng sau Thiam,putra dari Kaisar Teng sau son bersama dengan kedua orang pengawalnya dan calon istrinya"jawab pemburu itu.
"Ooh ya,terimakasih atas keterangan kalian,semoga kalian beruntung"kata Alex sambil melemparkan dua keping emas kearah kedua pemburu itu.
Alex dan rombongannya meneruskan perjalanan mencari rumah makan.
Tidaklah terlalu sulit mencari rumah makan di desa itu,karena dimana mana ada rumah makan yang buka,maklum desa ini banyak di datangi oleh pedagang dari kota yang ingin membeli hasil perkebunan maupun hasil pertanian yang melimpah.
Disatu rumah makan yang cukup besar,mareka mampir.
ketika mareka masuk,banyak mata memandang takjub pada kecantikan ketiga gadis yang sangat cantik jelita itu,bahkan banyak para pemuda yang ternganga lebar melihat nya.
Mareka duduk dimeja paling sudut sambil menunggu makanan yang dipesan Liong san.
Dipintu masuk lagi seorang pemuda dan empat orang laki-laki tua.
Mareka duduk di meja dekat dengan meja tempat Alex dan rombongannya duduk.
Pemuda itu semenjak masuk tadi, terus menerus memandang kearah ketiga putri cantik itu sambil tersenyum tebar pesona.
Tetapi ketiga gadis cantik itu tidak menggubris kelakuan pemuda itu,terus saja ngobrol dengan Alex ,Soa Ning,seolah tidak melihat apa pun.
__ADS_1
Karena merasa tidak mendapatkan respon apapun,akhirnya pemuda itu bangkit berdiri dan berjalan menghampiri meja Alex.
"Nona nona jelita, kenalkan nama ku pangeran Teng sau cin, aku ingin menjadikan kalian bertiga sebagai istri ku,dan marilah kita duduk di meja ku"kata pangeran Sau cin tanpa basa basi lagi.
"Maap tuan,kami semua sudah mempunyai suami,ku harap jangan ganggu kami"kata putri Annchi kepada pemuda itu.
pangeran Sau cin tertawa terkekeh kekeh hingga air mata nya keluar.
"Nona,kau kira aku perduli dengan semua itu,masabodoh dengan segala suami mu, sekarang aku benar benar jatuh cinta dengan kalian bertiga,aku harus bisa memiliki kalian,aku belum pernah melihat gadis secantik kalian, ayolah nona nona"kata pemuda itu semakin mendekat lagi.
"Tuan,menjauhlah dari istri ku selagi masih bisa,karena penyesalan kemudian tidak berguna"kata Alex berusaha menahan kemarahan hatinya.
Namun pemuda itu bukannya mundur,tetapi malah semakin mendekati kearah putri Annchi.
"Ha ha ha,dia suami mu?,apa yang bisa kau banggakan di hadapan ku,aku seorang pangeran Negeri ini,apa yang aku mau,harus kudapatkan, aku mau istri mu, maka kau harus menyerahkannya beserta nyawa mu"kata kata pemuda itu kian pongah membanggakan statusnya sebagai seorang pangeran.
pemuda itu kini sudah berada di dekat putri Annchi,dijulurkannya tangannya hendak memegang pundak putri Annchi,namun tidak pernah kesampaian, karena tahu tahu tangan itu sudah jatuh kelantai dengan putus sebatas siku.
Tidak ada yang tahu kapan Alex bergerak membabat putus tangan pemuda itu,tahu tahu sudah buntung saja,dan Alex seolah tidak bergerak apa apa,duduk dengan tenang.
Jeritan pemuda itu mendadak menggemparkan pengunjung yang sedang menikmati makanan di meja mareka.
Ke empat orang tua pengawal sang pemuda segera melompat kearah meja Alex,salah satu dari mareka menotok urat disekitar tangan buntung pemuda,untuk menghentikan pendarahan.
"Kurang ajar,kau sudah melukai pangeran Teng sau cin,kau tahu apa hukuman yang pantas bagi mu?,akan ku putuskan kedua tangan mu,dan ke dua kaki mu,lalu kuberikan kepada anjing liar,baru kau ku bunuh"maki lelaki tua itu sambil menyerang kearah Alex dengan tenaga penuh.
"BUM!!!".
Tubuh Alex tergetar sesaat,sedangkan tubuh orang tua itu meluncur menabrak dinding hingga hancur berantakan, namun tubuhnya terus meluncur melewati halaman yang cukup luas itu,menabrak dinding belakang sebuah kedai hingga tembus kedepan kedai,akhirnya berhenti diseberang jalan setelah menabrak seekor Yhoke hingga mati.
Tubuh lelaki tua itu diam tidak bergerak gerak lagi,entah pingsan,entah sudah mati.
Ketiga teman nya sangat marah melihat teman mareka kalah cuma dengan satu jurus saja.
"Kurang ajar,kau sudah merobohkan salah satu dari empat iblis gunung Hoang,kau memang pantas mati"bentak ketiga orang tua itu.
Sebenarnya keempat iblis gunung Hoang bukanlah lawan yang lemah,karena tingkat kultipasi mareka sudah berada di tingkat Dewa laut,yang mana pada tingkat itu sudah sulit untuk mencarikan tandingan yang sepadan, cuma orang tua yang sudah ratusan tahun berkultipasi saja yang dapat mencapai tingkat itu.
Tetapi sialnya kali ini mareka bertemu dengan Alex yang sudah memasuki tahap ketiga, yaitu Dewa perunggu tingkat lima.
Tentu saja laksana bumi dan langit jauh perbedaannya.
Ketiga orang tua itu mengeluarkan senjata pedang iblis nya, dari penyimpanan,spontan saja aura hitam hawa yang sangat jahat merebak disekeliling mareka.
Serempak mareka menyerang Alex dari tiga sudut,namun sebelum pedang itu menyentuh tubuh Alex,tiba tiba saja tubuh Alex menghilang dari pandangan mareka,dan tahu tahu sudah berdiri dengan tenang di belakang mareka.
Ketiga orang tua itu kembali berbalik kebelakang dan menyerang lagi dengan sangat ganas,namun kembali tubuh Alex menghilang dari pandangan mareka, setelah mareka berpaling kebelakang, nampak Alex tersenyum di belakang mareka.
"Apakah kebiasaan mu cuma menghindar saja, kau tidak ubahnya seperti tikus"umpat salah satu dari tiga orang itu.
Alex tertawa, "baiklah bila kalian ingin melihat aku membalas,tetapi jangan menyesal,karena menyesal pun tidak ada waktu'...
__ADS_1
Alex mengerahkan seperempat tenaga nya dan diarahkan kepada ketiga orang tua itu.
Gerakan Alex yang super cepat,tidak ada waktu untuk mengelak,cara satu satunya cuma pengerahan hawa sakti untuk melawan jurus dari Alex.
Ketiga orang tua itu mengerahkan seluruh tenaganya yang dialirkan ketangan untuk menghadang hantaman tangan Alex.
Mareka bertiga cukup yakin dengan tenaga tiga orang pasti bisa mengalahkan Alex yang sendirian.
"BUM!!!".
"BUM!!!".
"BUM!!!".
Tiga ledakan bersamaan terjadi,tubuh Alex bergoyang goyang ditempat terkena hawa ledakan,sedangkan tubuh ketiga orang tua itu melayang keluar rumah makan sejauh seratus langkah,kemudian berhenti setelah menabrak pohon.
Tangan ketiga orang itu remuk hancur beserta pundak dan dadanya.
Melihat hal itu,pangeran Teng sau cin berlari keluar rumah makan untuk melarikan diri.
Tetapi belum sempat menyeberang halaman rumah makan itu,tubuhnya keburu terputus menjadi dua bagian sebatas bawah rusuk.
Geger lah seluruh orang yang berada di rumah makan itu,mareka tidak menyangka sang pangeran terbunuh di desa mareka,cuma karena masalah perempuan.
Memang pangeran Sau cin sering berkunjung ke desa itu,hal itu karena di desa itu terdapat gadis yang cantik bernama Cang Bao yu putri dari kepala desa Cang mo boi.
Pangeran Teng sau cin ini putra kedua Kaisar Teng sau son,dan adik dari Teng sau Thiam.
Tetapi kelakuan kedua pangeran ini sama,yaitu doyan perempuan cantik,bahkan banyak istri orang yang diambil sekedar untuk memuaskan nafsu mareka saja,setelah bosan perempuan itu akan menghilang tak tau rimbanya.
Masyarakat tidak berani melawan,karena sang kaisar sendiri kelakuannya tidak lebih baik dari sang putra.
Selirnya saja lebih dari seratus orang banyaknya, itupun belum termasuk yang di sembunyikan oleh nya.
Namun akhir akhir ini sang Kaisar sudah tidak pernah terlihat lagi,konon katanya ada salah satu selirnya yang memberikan racun yang sangat berbahaya kepada nya,sehingga sang Kaisar tidak lagi bisa tampil dimuka umum.
Alex melemparkan sekantong keping emas ke arah pemilik rumah makan yang dindingnya rusak itu sebagai ganti rugi.
Juga pemilik kios di pinggir jalan yang dindingnya rusak,mendapatkan ganti rugi dari Alex.
Akhirnya Alex tidak jadi makan ditempat itu,ia mencari rumah makan yang agak sepi dari pengunjung,agar kejadian tadi tidak terulang lagi.
Alex sendiri tidak menyangka bila tenaganya ternyata luar biasa besar.
Selesai makan,mareka menginap di penginapan yang terdekat dengan rumah makan itu.
*********
Jangan lupa kasih like nya ya.
Terimakasih bagi yang sudah memberikan dukungannya.
__ADS_1