Mr Matrix

Mr Matrix
Cinta Anitrastaria dan Manikara.


__ADS_3

Pagi menjelang dengan di tandai suara Kokok ayam jantan yang bersahutan.


Alex bangun dari tidurnya,dilihatnya semua istrinya sudah bangun dan sedang sibuk memasak di dapur sambil bercengkrama.


Secangkir teh harum dengan gula aren yang masih panas tersedia di meja kecil di ruang tengah.


Alex tersenyum,hidup seperti itulah khayalan nya waktu masih kecil dulu,hidup sederhana dengan satu orang istri di tengah pedesaan menikmati masa pensiunnya dari ketentaraan.


Tetapi khayalan dan impian cuma tinggal khayalan dan impian saja,kini dia harus menunaikan kewajiban yang baru, kewajiban yang harus dijalankan bila tidak ingin hidup tersia sia dan tidak berguna.


Sedikit demi sedikit dia mengerti,bahwa dia berasal dari dunia paralel yang dititipkan dengan kelahiran pada dunia modern yang lebih maju ribuan tahun dari dunia paralel ini,untuk memimpin satu misi menjadi pemimpin dunia Matrix yang sesungguhnya lebih maju berjuta juta tahun dari dunia Bumi yang paling maju.


Karana bila manusia semesta yang menjadi tuan Matrix, pengetahuannya tidak akan bisa mengimbangi kemajuan dunia Matrix yang sangat maju dan serba canggih itu.


"Kak makan yuk!" satu suara membuyarkan lamunan Alex.


Terlihat Dewi Paraditha mengulurkan tangannya bermaksud menarik sang suami berdiri.


Sebelum berdiri, Alex menyeruput tehnya sampai habis,lalu memegang tangan Dewi Paraditha yang menariknya berdiri.


"Kak,jadi tidak kita kerumah kepala desa nanti?"tanya Dewi Paraditha sambil berjalan bergandengan tangan dengan sang suaminya itu.


Alex menoleh, "memangnya kenapa?"...


"Ah tidak kak,cuma penasaran aja,karena Louw tua yang tadi malam terlihat agak muda dari yang kemarin".


"Iya deh,nanti sebelum pergi,kita sempatkan mampir,sekaligus berterimakasih bila memang yang tadi malam bukan dia" Alex melangkah menuju ruang makan.


"Semoga aja bukan dia,andaikan dia juga, salahnya bersekutu dengan siluman untuk memuja iblis"kata Dewi Paraditha.


Kini mereka sudah sampai di ruang makan,tampak semua istrinya yang lain sudah kumpul,tinggal menunggu Alex saja lagi.


Mereka segera makan sambil sesekali bercengkrama dan bercanda.


Setelah selesai makan,dan mempersiapkan barang barang mereka,akhirnya mereka keluar rumah berjalan menuju ke arah rumah bapak kepala desa kemarin.


Karena di panggil panggil tidak juga menyahut, akhirnya Alex berinisiatif untuk masuk kedalam rumah itu.


Didalam rumah itu ternyata tidak ada siapapun juga.


Beberapa pedupaan bekas pakai yang sudah tidak ada baranya lagi terlihat di sudut ruangan.


Setelah Alex mencium bau dari pedupaan itu,ternyata benar mengandung bius yang sangat kuat.


Alex melangkah memasuki setiap kamar,namun tidak ada siapa pun juga yang tampak.


Hingga sampai di ruang tidur utama,didalam sebuah lemari,Alex melihat sangat banyak terdapat cincin ruang, sekitar seratus buah cincin ruang disitu dengan isi berbagai macan harta seperti koin emas dan perak serta perhiasan milik orang yang sudah di bantai oleh kakek Louw Yu Yang tua .


Setelah menyimpan semua cincin ruang itu di dalam cincin ruang miliknya,merekapun akhirnya turun ketempat penitipan kuda mereka.


Nampak penjaga penitipan kuda itu agak kaget melihat ketujuh orang itu turun dari desa ketempat penitipan kuda.


"Ada apa kah sehingga kamu agak aneh melihat kami?"tanya Alex.


Penjaga tempat penitipan kuda itu membungkukan badannya, "Tidak tuan, maapkan saya,saya cuma heran saja,karena biasanya setiap tamu yang menginap disini menjelang bulan purnama,besoknya pasti akan pergi tanpa berita dan tanpa mengambil kuda mereka kembali"ujar penjaga kuda itu lugu.

__ADS_1


"Lantas kuda kuda mereka kemana?"tanya putri Annchi penasaran.


"Biasanya esoknya akan diambil oleh kepala desa untuk dijual guna kepentingan warga desa kata beliau"ucapan lugu keluar dari bibir penjaga kuda itu.


Karena tidak ingin memperpanjang pembicaraan lagi,putri Annchi segera memberikan penjaga kuda itu dua keping emas sebagai rasa terimakasih mereka karena kuda kuda mereka sudah dirawat selama mereka menginap diatas.


penjaga kuda itu terharu dan berterimakasih atas ketulusan mereka memberikan keping emas kepadanya.


Kini jalan sepi itu kembali diramaikan oleh suara tujuh ekor kuda berpacu dijalan tanah berdebu itu.


Setelah berpacu terus menerus selama beberapa hari tanpa berhenti,kecuali waktu makan tentunya,akhirnya dihari yang kesepuluh mereka tiba disebuah sungai cukup besar serta berarus cukup deras.


Alex menghentikan kudanya di pinggir sungai itu,menunggu tukang rakit yang akan mengantarkan mereka keseberang.


Setelah agak lama menunggu,akhirnya si tukang rakit datang dengan membawa rakit yang tidak terlalu besar,mungkin hanya cukup untuk membawa empat ekor kuda beserta orangnya keseberang.


Jadi mereka harus bergiliran untuk menyeberang sungai itu.


Untuk yang pertama menyeberang,Alex menyuruh Dewi muyimaeva, Dewi Lunar Jena, putri Kayla dan putri Helena untuk menyeberang terlebih dahulu.


Setelah mereka menyeberang,barulah giliran Alex, Dewi Paraditha dan putri Annchi untuk menyeberang sungai itu.


Setelah mereka semua berhasil menyeberang, putri Annchi memberikan tukang rakit penyeberangan itu dua keping emas yang disambut oleh laki laki tukang rakit penyeberangan itu dengan terharu.


Mereka kembali memacu kuda kuda mereka diatas jalan tanah berpasir itu.


Sebelum sore hari, mereka tiba disebuah bangunan tua mirip bekas candi yang agak jauh dari jalan raya.


Candi tua itu sudah sangat tua dan dinding nya dipenuhi dengan lumut,serta lantainya penuh dengan daun kering.


Sedangkan istrinya membersihkan dinding kuil dari lumut.


Setelah lumut dan daun dibersihkan,Alex membersihkan sekeliling candi itu dari tumbuhan merambat serta akar akaran.


Di dinding dalam candi itu terdapat penuh dengan guratan guratan hurup kuno berisi cerita cerita kuno.


Setelah selesai membersihkan candi itu,Alex berniat mencari air di lembah belang candi.


Mungkin karena peristiwa beberapa hari yang lalu tidak ingin terulang lagi,sehingga semua istrinya ikut serta dengan Alex untuk mencari air ke lembah.


Dengan berjalan kaki, Alex dan semua istrinya menuruni lembah yang tidaklah terlalu dalam.


Ternyata dugaan Alex benar,bahwa di dalam lembah itu ada sungai kecil berair bening dan berarus deras tetapi sangat dangkal dan berbatu batu.


Dibeberapa bagian sungai kecil itu ada tempat yang melebar dan agak dalam seperti tampungan air sungai yang mirip kolam kecil.


Di pinggir kolam kecil itu ada sebuah batu tinggi selutut dan diatasnya datar berwarna putih bercorak merah.


Sementara bergantian mandi,putri Kayla duduk diatas batu putih bercorak merah itu.


Tidak ada yang memperhatikan ketika satu cahaya sangat kecil berwarna putih melesat masuk ke dahi putri Kayla.


Tiba tiba mata putri Kayla berubah warna menjadi putih semua dan badannya menggigil.


Mulai dari isakan kecil nyaris tidak terdengar, semakin lama,semaki bertambah nyaring, hingga menjadi tangisan yang sangat memilukan hati orang yang mendengarkannya.

__ADS_1


Kini putri Kayla benar benar menangis sedih,mendayu Dayu membuat siapapun yang mendengar menjadi ikut terhanyut terbawa emosi yang melambung tiba tiba.


Putri Annchi segera mendekat kearah putri Kayla dan memeluk tubuh putri cantik itu.


"Adik,adik,ada apa yang terjadi?,mengapa kau tiba tiba menangis,?" tanya putri Annchi belum mengerti.


Tiba tiba putri Kayla mengangkat mukanya menatap kearah putri Annchi.


Putri Annchi tersentak melepaskan tangannya dari putri Kayla yang nampak sangat berbeda dari semula.


Alex yang baru menyadari ada yang tidak beres dengan istrinya yang satu ini,segera mendekati putri Kayla dan memegang tangannya.


Melihat kedatangan Alex,tangis putri Kayla kian menjadi jadi dan makin nyaring.


"Huu ,huu ,huu,dia suamiku kalian bunuh,dia suamiku kalian bunuh, aku mengutuk kalian demi langit, kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal"racau mulut putri Kayla di sela tangisannya.


Dewi muyimaeva mendekati putri Kayla dan memegang tangannya dengan lembut,tetapi putri Kayla menepiskan nya dengan kasar.


"Kalian sama saja,kau Dewi,dimana kamu disaat suamiku sekarat, saat mereka merenggut kebahagiaan kami,kau dimana Dewi saat itu, mereka bunuh suamiku dengan kejam dan rohnya mereka Kurung di bawah lantai candi itu agar tidak bisa bereinkarnasi lagi,tetapi aku tetap menunggu suami ku meski harus kujalani sejuta tahun berlalu,kalian mengatas namakan dewa,tetapi berpikiran seperti iblis,huu huu huu, suamiku,cepatlah bangkit,sudah hampir sejuta tahun aku menanti mu suamiku"tangis putri Kayla semakin memilukan hati.


"Kau sebenarnya siapa wahai roh pengembara?" tanya Alex.


"Tuan agung para dewa, hamba adalah Dewi Anitrastaria,hamba salah satu dari bidadari alam langit,orang orang yang mengaku para dewa telah berlaku sewenang wenang kepada hamba, suami hamba manusia biasa,karena tidak kuasa menahan rindu seperti Dewi muyimaeva itu, hamba pergi ke alam dunia dan bersatu dengan jodoh hamba, tetapi langit tidak terima dan dunia pun mengutuk kami,suami hamba disembelih seperti hewan diatas batu itu,dengan mengatas namakan keadilan langit,hamba minta keadilan dari tuanku yang mulia,kembalikan suami hamba"ratap dari mulut putri Kayla.


Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena terisak sedih mendengar penuturan dari mulut putri Kayla itu.


"Dewi,maapkan saya yang tidak berdaya menghadapi semuanya, saat peristiwa dirimu terjadi,kami berdua masih bayi kecil,kami cuma mendengar kisah itu dari pengasuh kami,maapkan kami yang tidak berdaya"kata Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena disela Isak tangisnya.


putri Annchi menoleh kearah Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena bergantian, "siapakah yang telah merasuki tubuh adik Kayla ini Dewi?"...


"Dia bernama Anitrastaria seorang bidadari yang dijodohkan oleh kehendak suci dengan seorang pemuda biasa saja tetapi berhati mulia bernama manikara dari bangsa manusia biasa.


Karena kerinduan nya yang tidak lagi bisa terbendung, Dewi Anitrastaria pergi kedunia manusia untuk menemui sang jodohnya, tetapi ternyata itu ditentang oleh para dewa yang iri dengan pemuda biasa berjodoh dengan seorang bidadari.


Dengan berbagai dalih dan alasan,mereka pergi ke alam dunia untuk menemui pemuda itu dan membunuhnya serta memenjarakan rohnya didalam sebuah guci kecil dikubur dibawah lantai candi Manikara itu kakak,dan ternyata sang bidadari tidak terima dengan hal itu dan bunuh diri di dalam candi itu,serta menunggu hingga beratus ribu tahun akan kelahiran tuan agung yang bisa membebaskan roh sang suaminya itu"...


Tiba tiba tubuh Alex terangkat naik keudara, matanya berubah menjadi berwarna putih dengan putik matanya berwarna hijau kekuningan yang indah,dan dari belakang nya tampak seratus sayap yang indah luar biasa.


Tangan kanan Alex bergerak melambai kearah tubuh putri Kayla, dan dari dalam tubuh putri Kayla keluar seberkas cahaya putih yang membentuk tubuh seorang wanita cantik jelita.


"Dewi,mulai hari ini kau kubebaskan,tubuh mu ku kembalikan seperti semula,kau sekarang adalah Dewi kesetiaan" kata Alex kepada wanita jelmaan dari cahaya tadi.


Alex memalingkan tubuhnya menghadap kearah candi,dan tangan kanannya terjulur seperti sedang meminta sesuatu.


Dari Telapak tangannya,keluar cahaya putih yang melesat memanjang kearah candi di atas lembah,setelah tangan itu ditarik dan cahaya tadi kembali,di telapak tangannya sudah ada sebuah guci kecil berwarna putih dengan guratan biru pucat.


Tutup guci kecil itupun terbuka,dan dari dalam guci keluar seberkas cahaya putih mirip asap.


Lalu cahaya itu membentuk tubuh seorang pemuda gagah bertelanjang dada dan mengenakan celana panjang berwarna biru pucat pula.


"Manikara,karena kesetiaan istri mu,dan ke baikan hati mu,tubuh mu ku kembalikan seperti semula,kini kau adalah seorang dewa,ketahuilah Manikara,dan kau Dewi Anitrastaria,segala sesuatu harus lewat proses sebab akibat, karena itu sudah ketentuan dari sang kehendak suci,tidak timbul akibat tanpa sebab,orang suci lahir dari penderitaan diri dan hati,dan seorang dewa lahir dari penempaan diri dalam penderitaan hingga jutaan tahun,baru bisa menjadi seorang dewa sejati,derita membuat seorang Dewa menjadi kuat dan mulia,kalian telah melewati kematian yang menyakitkan dan kepedihan yang memilukan,maka mulia lah bagi kalian"kata Alex yang masih melayang diudara itu.


*********


Udah dulu ya,besok disambung deh.

__ADS_1


__ADS_2