Mr Matrix

Mr Matrix
Dunia yang terbuang.


__ADS_3

Setelah semuanya selesai menyerap energi qi murni dari batu mustika kadal raksasa,kini perjalanan mereka lanjutkan kembali dengan kapal menuju kearah selatan yaitu kota Faranos.


Setelah berlayar selama satu hari,kini jauh di ufuk terlihat sebuah pulau besar.


Menjelang tengah hari,tiba tiba awan berarak menutupi matahari,kabut aneh mulai turun menyelimuti kapal mereka.


Beberapa prajurit bergegas mencari keberadaan Alex.


Ternyata Alex sedang berada di deck belakang anjungan utama bersama putri Annchi dan Dewi muyimaeva.


Mereka juga sibuk memperhatikan fenomena yang sedang terjadi ini.


"Tuan,tuan Lau me sedang menanti tuan di ruang kendali"kata prajurit yang sedang mencari Alex itu.


Alex bergegas menuju ruang kendali,disana telah menunggu Lau me, dan beberapa prajurit lainnya.


"Ada apa Lau me?" tanya Alex.


"Maap tuan,ada yang aneh,layar monitor tiba tiba tidak bisa menampilkan apa apa, dan kompas tiba tiba tidak berfungsi"kata Lau me.


Alex menatap kesemua layar komputer,memang semuanya tidak menampilkan apapun, juga kompas berputar tidak karuan seperti baling baling kapal.


Alex menatap keluar,kabut masih menyelimuti kapal, sehingga apapun tidak kelihatan.


Bahkan riak air saja tidak lagi kedengaran seolah kapal sedang berlayar diudara.


"Kita sedang memasuki celah dimensi"tiba tiba Dewi muyimaeva bersuara.


"Hah,celah dimensi?,apa pula itu?"tanya Alex.


"Celah dimensi adalah celah antara dua dunia,itu apabila terkaan ku tidak salah,kita memasuki celah dimensi memasuki dunia yang lain lagi,tapi entah dunia apa itu"kata Dewi menerangkan kepada Alex.


Tiba tiba kapal terhempas seperti di hantam oleh gelombang dahsyat.


Kabut mulai menipis perlahan,dan alam pun mulai terlihat jelas.


Ternyata kini air laut sudah menjadi hitam pekat,dan tidak ada angin apapun di laut ini.


Ini seperti laut yang mati,ya laut yang mati,dengan tidak adanya kehidupan apapun di laut ini,baik ikan maupun burung laut,bahkan angin sekalipun tidak ada.


Diujung cakrawala masih terlihat sebuah pulau besar membentang di ufuk.


"Apakah itu benua tempat mu?"tanya Alex ketika putri Kayla datang bersama dengan putri giok Lin Dan putri Kwan si.


Putri Kayla menatap pulau yang di tunjukan Alex jauh di ufuk langit.


"Sepertinya bukan, benua tempat ku tidak banyak gunung, cuma satu gunung yang tinggi,sedangkan itu banyak gunung gunung yang tinggi"jawab putri Kayla.


Setelah dua hari perjalanan laut,barulah mereka bisa menepi disebuah pantai.


Setelah memasukan semua prajurit nya kembali kedunia dimensinya bersama Lau me tentunya,Alex langsung menyimpan kapal perang itu kembali kedunia Matrix.


Kini tinggal Alex dan kelima wanita cantik jelita itu berjalan menyusuri pantai dengan pasir hitam itu.


Beberapa waktu berjalan, mereka menemukan bekas reruntuhan sebuah kota yang cukup besar berada di tepi sungai yang berair jernih.


Kota ini seperti habis di Landa peperangan hebat,tulang belulang berserakan dimana mana, sebagian dipermainkan anjing liar,sebagiannya lagi terkubur di pasir pantai.

__ADS_1


Sepanjang pantai ini sepertinya tidak ada lagi kehidupan,bahkan pohon pohon meranggas sebagian gugur karena lapuk.


"Sepertinya tugas yang ku hadapi kian berat, mungkinkah aku mampu menghadapi semua ini"gumam Alex pilu melihat tengkorak beberapa anak kecil bertumpuk seperti gundukan,rupanya dahulu di situ tempat pembuangan jasad anak kecil.


Putri Annchi dan Dewi muyimaeva memegang tangan Alex yang nampak bimbang.


"Karena tugasmu sangat berat,maka Kehendak suci mengirim orang orang hebat untuk mendampingi dan menemani mu"kata Dewi muyimaeva menguatkan hati Alex laki laki yang sebatangkara di semesta ini.


Berbeda dari gadis lainnya,Dewi ini sebelum bertemu Alex,dia sudah tahu siapa Alex sebenarnya.


Setelah dia sering memimpikan Alex hampir setiap malam,lalu Dewi ini menanyakan kepada Kaisar siapa Alex sesungguhnya.


Setelah menanyakan ciri ciri Alex yang dimaksud, berambut dan bola mata beda warna,Kaisar mengambil sebuah buku di dalam lemari di kamarnya,dan menyerahkannya kepada Dewi muyimaeva.


Buku itu sampulnya bergambar lukisan seorang pemuda dengan rambut dan mata berlainan warna,


Setelah melihat lukisan wajah pemuda itu di sampul buku,Dewi muyimaeva ingat memang pemuda itulah yang selalu datang didalam mimpinya, membuat makannya tak enak dan tidurnya tak nyenyak.


Di sampul buku itu tertulis "Tuan agung semesta".


Kian hari nampak sakit batin Dewi muyimaeva kian menghawatirkan,dia membawa buku bergambar lukisan wajah Alexander kesana kemari sambil mengajak lukisan itu bicara.


Karena sudah sangat menghawatirkan,maka suatu saat,Kaisar mahluk suci memanggil gadis cantik luar biasa itu,dan menugaskannya memandikan tubuh Alex selepas pembaptisan petir kesengsaraan.


Tentu saja dengan perasaan senang dan bahagia luar biasa,dia menyanggupinya.


Kaisar juga berpesan agar Dewi jelita itu menjaga dan membantu Alex dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh Kehendak suci kepadanya.


Sudah menjadi takdirnya,bahwa mahluk suci akan jatuh cinta cuma sekali dalam seumur hidupnya.


"Kau tidak boleh berkecil hati,kami semua akan membantu mu sekuat daya"kata Dewi Muyimaeva sambil menatap mata pria yang sangat dikaguminya itu.


"Aku tidak mengerti, iblis macam apa yang sudah memangsa mereka,hingga anak anak turut menjadi korban nya" keluh Alex.


"Ayolah kita susuri jalan raya dari kota ini kearah hulu sungai,siapa tahu kita menemukan penduduk yang selamat" kata putri Giok lin,sambil menarik tangan Alex.


Sepanjang perjalanan di kota itu,yang tampak hanyalah kehancuran semua,serta tulang belulang yang berserakan dimana mana.


Nampaknya tidak ada satupun bangunan yang masih utuh,semuanya hancur setelah semua isinya dijarah.


Yang juga memilukan adalah,diantara tulang belulang itu banyak terdapat pakaian wanita, yang menandakan bahwa tulang belulang itu milik seorang wanita.


Alex mempercepat langkahnya meninggalkan kota itu menyusuri jalan raya yang sudah hampir tertutup rumput semua.


Ketika hari telah sore,mereka sudah cukup jauh meninggalkan kota mati yang penuh dengan sisa sisa bangkai manusia.


Mereka bermalam di sisi hutan mati,hutan yang meranggas dan sebagiannya hancur karena lapuk.


Sejauh jauh mata memandang,cuma pepohonan yang mati yang terlihat mata.


Alex tidak habis berpikir,setan atau iblis semacam apa yang telah menghancurkan negeri ini sedemikian kejam.


Malam itu mereka tidur di ruang terbuka,karena tidak di temukan sebuah goa pun,sedangkan mau bikin pondok,tidak ada daun sehelai pun jua.


Alex berjaga bersama Dewi muyimaeva sedangkan putri yang lainnya,sudah tertidur pulas.


"Apakah sekarang kau tahu susahnya mengikuti ku,tanpa tujuan pasti, tidur ditempat terbuka" kata Alex kepada Dewi muyimaeva

__ADS_1


Dewi muyimaeva menatap wajah Alex, senyum merekah menghiasi bibirnya, kecantikan yang belum pernah ada di dunia.


"Justru sekarang aku semakin menyayangi mu, ingin selalu bersama mu"jawab Dewi muyimaeva.


Alex tidak menjawab, cuma menatap wajah Dewi muyimaeva yang bercahaya putih kebiruan itu lalu tersenyum simpul.


Alex sengaja memasang tirai gaib disekitar tempat mereka tidur, menjaga hal hal yang tidak baik datang tiba tiba,karena Alex belum tahu apa yang menyebabkan kota kota bisa musnah bersama manusianya.


Ketika malam mulai larut, Dewi muyimaeva melihat sebuah kunang kunang aneh sedang terbang mengitari seputar tirai gaib yang Alex pasang.


"Kakak,apakah kau melihat sesuatu yang aneh dari tadi?"tanya Dewi itu berbisik ditelinga Alex.


Alex menggelengkan kepalanya, "tidak,aku tidak memperhatikan keanehan apapun"...


"Coba kakak lihat kunang kunang itu,perhatikan apakah ada yang aneh dengan kunang kunang itu"kata Dewi sambil menunjuk kearah kunang kunang itu dengan sudut bibirnya.


Alex menoleh kearah yang dimaksudkan oleh Dewi,ternyata benar ada seekor kunang kunang besar,berputar putar di sekitar tirai gaib yang dipasang oleh Alex, seakan ingin masuk.


Alex meningkatkan persepsinya,dan terlihatlah bahwa itu bukan kunang kunang, tetapi manusia kecil yang bersayap empat dan memegang semacam obor dari batu yang bercahaya berkedip kedip.


"Itu bukan kunang kunang,tetapi manusia kecil yang bersayap empat buah"kata Alex.


"Kak,tahukah kau,kalau itulah mahluk peri, mungkin dahulu hutan ini tempat kerajaan peri berada"kata Dewi.


"Maukah kau membawanya kesini,aku ingin tahu apa yang terjadi dengan negeri ini" kata Alex memohon kepada Dewi.


Dewi mengangguk, kemudian berlalu keluar dari tirai gaib buatan Alex.


Tidak lama Dewi kembali dengan menenteng sang peri di tangan kanannya.


Dewi muyimaeva meletakan peri itu di depan Alex,nampaklah bahwa peri itu seorang wanita yang cantik sebesar jempol kaki dewasa.


"Katakan siapa kamu, dan apa tujuan mu sebenarnya?"tanya Dewi muyimaeva kepada peri itu.


Peri kecil itu nampak ketakutan hingga tubuhnya gemetar, "ampun kan saya Dewi, nama saya Friender, saya peri yang setiap saat mengawasi hutan ini, kebetulan malam ini saya melihat ada cahaya api unggun,yang menandakan ada orang yang bermalam disini, saya mau masuk, tetapi tidak menemukan pintu masuknya"...


"Ada apakah,sehingga kau mau menemui kami?"tanya Dewi lagi.


"Sudah sangat lama kami mencari dimana keberadaan manusia, kami sudah menyebar kemana mana di hutan ini,tetapi tidak satupun manusia yang kami temui,dahulu hutan ini sangat subur,dan berbagai kehidupan ada di sini"kata peri kecil itu.


"Siapakah yang menyebabkan kehancuran seperti ini?"tanya Alex pada peri Friender.


"Beratus tahun yang lalu,dunia ini kedatangan pasukan asing yang datang begitu saja entah dari mana,mereka membunuh,memperkosa, menjarah harta benda manusia,menghancurkan batu mustika jambrut sakti,yang dijaga oleh bangsa peri,sehingga semenjak saat itu,dunia ini menjadi dunia yang mati,dinamakan dunia yang terbuang,"jawaban dari peri kecil itu membuat Alex terdiam.


"Apakah benar tidak ada manusia lagi yang tersisa?"Alex kembali bertanya.


"Setidaknya di hutan ini tidak lagi pernah saya jumpai bangsa manusia selama berpuluh puluh tahun sudah"jawab peri kecil di tangan Dewi.


"Sekarang bangsa kalian dimana?"tanya Dewi muyimaeva kepada peri Friender.


"Bangsa kami bersembunyi di dalam sebuah goa di tengah hutan mati ini,kalau tuan berkenan,saya bisa mengantarkan kalian menemui sang ratu peri" kata peri kecil itu.


"Apakah bisa kita pergi besok pagi?"tanya Alex lagi.


"Bisa tuan,besok saya antar tuan menemui sang ratu di persembunyian kami"jawab peri kecil bernama Friender itu.


********

__ADS_1


__ADS_2