
Hutan kerajaan siluman merupakan sebuah rimba belantara besar yang tidak pernah di masuki manusia,walau binatang buruan sangat banyak terdapat disana.
Rimba ini selalu gelap,karena matahari selalu tertutup rapatnya daun daun pohon besar.
Alex dan Liong san dengan meningkatkan kewaspadaan tinggi, berjalan menyusuri lebatnya hutan belantara itu.
Namun baru saja beberapa ratus langkah memasuki hutan, segerombolan serigala hitam tingkat empat menghadang perjalanan mareka berdua.
Serigala yang paling depan adalah seekor serigala yang paling besar diantara kawanannya,mungkin besarnya seperti se ekor sapi betina,dan sudah pada tingkat lima.
Alex dan Liong san cepat melesat kearah kawanan siluman serigala hitam itu,maka berhamburan lah tubuh serigala itu satu persatu terkena tinju ataupun tendangan dari Alex dan Liong san.
Tetapi tubuh siluman serigala hitam itu seperti tidak mengenal terluka,begitu jatuh dan terguling guling di tanah,mareka langsung bangkit dan menyerang kembali.
Begitulah berulang ulang terjadi,jatuh,bangun,menyerang kembali,terjatuh lagi,bangun lagi dan menyerang kembali hingga berulang beberapa kali.
Akhirnya Alex berinisiatif melakukan serangan mempergunakan jurus tangan api tingkat tiga dari enam tingkat jurus itu.
Tangan Alex berubah menjadi merah menyala seperti besi pijar.
"Buk!!,,Prass!"
Saat tubuh siluman itu terkena tinjunya Alex, tubuhnya langsung terhambur seperti arang terkena batu,tanpa bisa bangkit lagi.
Melihat Alex sukses dengan jurus nya,Liong san pun akhirnya menuruti hal serupa dengan yang dikerjakan oleh Alex.
Sebentar saja kawanan serigala itu berhamburan tidak karuan,dan jumlah mareka langsung berkurang drastis.
Melihat kawanannya banyak yang mati terkena serangan dari Alex dan Liong san, serigala yang paling besar secepatnya melompat ke arah keremangan hutan dan menghilang di kegelapan.
Sementara sisa dari kawanan serigala hitam itu tidak berdaya dan mati satu persatu tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti.
Alex mengumpulkan semua batu energi dari kawanan serigala hitam yang mati.
Setelah menyimpan semua batu energi di dalam cincin ruang penyimpanannya,Alex dan Liong san meneruskan perjalanannya kembali.
Namun belum terlalu jauh berjalan,kembali mareka di hadang lima ekor siluman macan tingkat lima sebesar manusia dengan memperlihatkan giginya yang tajam dan runcing runcing.
Tidak ingin memberi waktu lagi,kelima siluman macan itu langsung menyerang Alex dan Liong san dengan ganasnya.
Cakar siluman macan itu beberapa kali hampir mengenai tubuh Alex dan Liong san,tetapi dengan gerakan sangat cepat, Alex menghindar dengan bergerak kesamping kiri, namun siluman macan yang berada di samping kiri mendadak menyerang juga,hingga;
"Buk!!!" Alex memberikan pukulan keras kearah siluman macan itu,kali ini siluman macan itu terpelanting sejauh lima langkah kebelakang.
Namun yang mencengang kan,tubuh siluman macan tadi kembali lagi bangkit dan menyerang kembali.
Kali ini Alex kembali menerapkan ilmu tangan api tingkat tiga nya untuk menyerang siluman macan itu.
"Bum!!".
Kali ini terdengar dentuman karena bertemunya dua kekuatan,yaitu ilmu tangan api jurus yang ke tiga dengan tenaga dari siluman macan tingkat empat.
Benturan dua tenaga itu menyebabkan tubuh siluman macan itu meledak dan berhamburan kebelakang menjadi serpihan daging kecil kecil.
Kali ini dengan gerakan sangat cepatnya,Alex dan Liong san berkelebat kesana kemari menghantam tubuh siluman macan itu dengan ilmu tangan api nya,sehingga dengan waktu cuma sebentar,lima siluman macan itupun habis mati semua.
__ADS_1
Kembali Alex mengumpulkan kelima batu energi dari kelima bangkai siluman macan itu dan menyimpannya didalam cincin ruang penyimpanannya.
Hingga hari menjelang sore,mareka berhenti disebuah goa yang cukup besar.
Sesudah memasang pormasi tirai gaib pelindung disekitar mulut goa,barulah Alex masuk kedalam goa tersebut untuk beristirahat malam ini.
Alex masih rutin menjenguk kedua orang istrinya di Dunia dimensi untuk menyalurkan hawa murni guna menambah kekuatan kedua istrinya itu.
Pagi berikutnya dihari kedua di dalam hutan kerajaan siluman,Alex kembali berjalan menuju pusat hutan kerajaan siluman.
Dengan sistem pemindai dan prediksi akurat,Alex dan Liong san terus berjalan menembus kerimbunan hutan menuju pusat hutan tempat markas para siluman berada.
Belum terlalu lama berjalan,tiba tiba perjalanan Alex terganggu dengan suara orang bertempur di kejauhan.
Setelah mareka mendekati tempat pertempuran itu, terlihatlah dua orang saudara kembar sedang berkelahi melawan delapan ekor siluman harimau tingkat lima.
Nampak tubuh Liou se tergeletak di tanah dengan kondisi yang mengenaskan,entah masih hidup atau sudah mati,sementara sang kakak juga tidak lebih baik dari sang adik, sekujur tubuhnya penuh dengan luka luka cakaran siluman harimau.
Dengan sisa sisa tenaganya,Liou Thai mencoba melawan sekuat tenaga,tetapi perlawanannya tidak berarti apa apa bagi delapan ekor harimau siluman itu.
Maka ketika suatu kesempatan datang,saat tubuh Liou Thai jatuh terlentang sehabis terkena hantaman seekor siluman harimau,dua ekor siluman harimau yang lain segera menyerang kearah leher Liou thai.
Tidak ada lagi kesempatan baginya untuk menghindar ataupun mempersiapkan diri,karena tenaganya sudah habis terkuras, Liou Thai cuma bisa memejamkan matanya pasrah di akhir hayatnya.
"Bum!!".
"Bum!!".
sebelum taring harimau siluman itu menembus leher Liou thai dan mengakhiri nafas kehidupan nya,dua buah tenaga panas jarak jauh menghantam tubuh kedua siluman harimau itu hingga meledak, melemparkan serpihan daging tubuhnya ke mana mana.
Alex melemparkan se butir pil kearah Liou thai,sementara itu Liong san sudah bertempur melawan enam ekor siluman harimau yang masih tersisa.
Alex menotok beberapa bagian tubuh Liou thai,dan menyalurkan hawa murni ke tubuh pemuda itu.
Setelah selesai dengan tubuh Liou thai di lanjutkan dengan memeriksa tubuh Liou se yang sudah tidak bergerak lagi itu,di totok nya di beberapa tempat di tubuh Liou se yang ternyata masih bernafas itu,lantas di salurkan nya hawa murni kedalam tubuh pemuda Liou se itu.
Pemuda itu perlahan siuman dari pingsannya,matanya terbelalak menatap siapa yang telah menolong dirinya dan kakaknya dari maut itu,ternyata pemuda yang selama ini di remehkan dan di hinanya itu.
Alex menyerahkan sebutir pil kepada pemuda Liou thai setelah menyuruhnya menghimpun kekuatannya kembali.
Di arena kini dua ekor siluman harimau telah tumbang dengan tubuh hangus oleh hantaman Liong san,tinggal empat ekor lagi yang masih hidup.
Alex bangkit berdiri masuk ke arena pertarungan antara Liong san dan empat ekor harimau siluman.
Siluman harimau tingkat lima memang bukan bualan tangguhnya, hantaman jurus tangan api tingkat tiga tidak mampu membunuh mareka, terpaksa Alex menggunakan hantaman jurus tangan api tingkat empat,barulah mampu menghancurkan tubuh siluman itu.
Setelah ke empat siluman itu binasa,Alex mengumpulkan kedelapan batu energi milik siluman harimau itu,dan melemparkan sebutir untuk Liou thai dan sebutir untuk Liou se,dan menyuruh mareka berdua menyerap energi batu itu untuk menambah kekuatan mareka.
Tanpa ber basa basi, Alex dan Liong san cepat menghilang dari tempat itu seperti raib begitu saja,karena Alex memang malas bicara lama dengan kedua pemuda yang sombong itu.
Setelah agak lama berlari masuk ke jantung hutan Kerajaan siluman,kini mareka berdua berada di tengah Padang rumput cukup luas,disana sedang terjadi pertempuran antara para pendekar melawan ribuan siluman tingkat lima dan enam.
Mareka terdiri dari lima ratus siluman serigala hitam tingkat lima,seratus siluman harimau tingkat lima,dua ratus siluman macan tingkat lima,dua ratus siluman kera tingkat lima serta ada ratusan lagi dari berbagai siluman tingkat enam,melawan lima ratusan pendekar tingkat Alam Brahmana.
Kini para pendekar tinggal beberapa puluh saja lagi sisa nya,sudah banyak yang terbunuh dengan tubuh tercabik-cabik kena cakaran atau gigitan binatang siluman.
__ADS_1
.Alex dan Liong san langsung menerapkan jurus tubuh api tingkat tiga,dimana tubuh keduanya menyala merah membara seperti lahar gunung berapi yang siap meletus,dan siapa saja yang terkena anggota tubuh keduanya ini,pasti akan menjadi arang gosong.
Tidak begitu lama,pasukan siluman yang berjumlah ribuan itu kini tinggal beberapa ratus saja lagi sisanya.
Bangkai binatang siluman bercampur dengan tubuh manusia yang tercabik cabik menumpuk membentuk gundukan besar dan tinggi.
Namun belumlah habis jumlah binatang siluman yang hidup,dari dalam hutan bermunculan kawanan binatang siluman yang baru datang sebanyak ribuan pula.
Alex sambil menerapkan jurus tubuh api tingkat tiga nya,mengeluarkan dari dalam gelangnya sebuah senapan berwarna putih seperti susu bercahaya kemilau, senapan serbu mirip dengan yang di pergunakan nya dulu di Bumi,tetapi kini terbuat dari cahaya,dan sebagai peluru nya adalah cahaya laser yang tidak bakalan habis walaupun tanpa di isi ulang.
"Tiu!,Tiu!,Tiu!,Tiu!, Tiu!, Tiu!,".
Begitulah suara yang dikeluarkan senjata Alex,dan setiap satu lesatan cahaya laser super cepat itu,satu tubuh Siluman akan meledak.
Bagi Alex,urusan senjata bukanlah barang baru, karena dulu dia didik dengan senjata senapan meski berbeda pelurunya, tetapi masih sama guna dan fungsi nya.
Kali ini Alex menyetel fungsi pada senapannya menjadi mode roket, maka lesatan cahaya yang keluar dari ujung laras senapan nya menjadi membesar di udara sebesar pohon kelapa dan melesat jatuh ketengah tengah pasukan siluman berbagai jenis itu.
"BUM!!!".
"BUM!!!".
"BUM!!!".
Tiga ledakan besar terdengar,tanah sampai berguncang hebat,pohon pohon dalam radius beberapa ratus langkah dari pusat ledakan berterbangan seperti daun daun tertiup angin kencang.
Berpuluh puluh pendekar yang masih tersisa mengikuti Liong san berlindung dibelakang Alex karena takut terkena dampak ledakan hebat itu.
Cuma dalam tiga ledakan itu,ribuan anggota pasukan siluman yang tadi menyerang kini habis menjadi abu.
Begitu pula dengan pasukan siluman,begitu ribuan habis binasa, muncul kembali ribuan pasukan penggantinya, hancur kembali,dan datang lagi pengganti baru.
Hingga kini mungkin lebih dari dua juta anggota pasukan siluman yang harus binasa ditangan Alex karena terkena keganasan senjata senapan laser itu.
sedangkan pohon pohon yang hancur menjadi abu mungkin sudah seluas dua buah kota, menyisakan pemandangan hamparan abu yang sangat luas.
Cerita keganasan Alex di peperangan melawan jutaan pasukan siluman ini akan menjadi legenda turun temurun di kemudian hari,bahwa ada seorang pahlawan bergelar Alexander agung,sendirian membunuh jutaan anggota pasukan siluman tingkat lima dan enam semudah membunuh se ekor nyamuk yang hinggap di kaki.
Sebenarnya Alex sendiri baru kali ini menyaksikan keganasan senjata pemberian Matrix untuknya,seandainya dia mau,dengan seorang diri, dia mampu memusnahkan sebuah benua tanpa kesulitan yang berarti.
Menjelang petang hari,tidak ada lagi anggota pasukan siluman berbagai ras yang muncul di sisi hutan,entah karena takut atau memang sudah mati semua.
Sedangkan di Padang terbuka yang di tutupi. abu tebal itu tidak menyisakan satu bangkai siluman maupun jenazah manusia,semuanya hancur menjadi abu yang berserakan terhampar seluas mata memandang.
Untuk malam ini Alex berserta tiga puluh anggota pendekar yang tersisa,menginap di situ,di alam yang terbuka.
Mareka tidak membuat pondok darurat atau apapun,karena seluas mata memandang,tidak di temukan satu pohon kecil pun yang masih tumbuh,semua telah menjadi abu.
Malam itu tugas jaga di atur oleh pria yang dianggap paling tua disitu,mareka bergiliran jaga hingga pagi hari.
********
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua,dukung terus biar author jadi tambah semangat menuangkan imajinasi author menjadi cerita yang layak di baca.
mohon maap juga atas kekurangan dan ketidak sempurnakan nya.