Mr Matrix

Mr Matrix
Roh Suci Angin Kehidupan.


__ADS_3

Menjelang Heri ketiga dari perjalanan Alex menuju kota raja, akhirnya mereka tiba juga di gerbang kota raja.


Sebuah kota sangat besar yang luar biasa megahnya,hampir semua rumah dan toko toko serta penginapan dan rumah makan,semuanya bertingkat dua bahkan lebih dari dua.


Jalan jalan yang lebar lebar dengan banyak kereta berserakan di jalan tanpa ada kudanya lagi.


Hampir setiap sisi jalan terdapat cincin ruang berserakan di mana mana,menandakan di waktu kejadian,orang orang kota itu sedang padat padatnya beraktivitas.


Beberapa toko dibiarkan terbuka,dan beberapa cincin ruang berserakan di lantai.


Bahkan ada sebuah gedung tinggi yang megah seperti sebuah bank tempat menyimpan kepingan emas yang terbuka dengan ribuan peti keping emas memenuhi beberapa ruangan.


Setelah mengumpulkan semua keping emas itu, Alex terus bergerak dari satu tempat ketempat lainnya sambil memeriksa setiap ruangan dengan teliti,kalau kalau masih ada sisa sisa kehidupan.


Di tengah tengah kota, menghadap ke arah alun alun,nampak sebuah tembok sangat tinggi mengelilingi sebuah istana sangat mewah.


Di depan nampak sebuah gerbang sangat besar dan tinggi menjulang.


Tanpa membuka gerbang, mereka masuk kedalam komplek istana itu lewat pintu kecil di sisi gerbang istana itu, yang biasanya dipakai oleh para pembantu istana untuk keluar masuk komplek istana.


Di dalam komplek istana itu ternyata sangat besar,dengan taman taman yang sudah tidak karuan lagi bentuknya.


Sedangkan istana itu sendiri adalah sebuah bangunan bertingkat tiga dengan puluhan menara tinggi menjulang dan ornamen ukiran terbuat dari emas murni.


Di tengah tengah taman, nampak sebuah kolam yang sudah tidak ada airnya lagi.


Pintu istana yang terbuat dari emas murni dan lantainya dari batu giok biru muda.


Di aula utama istana nampak sebuah kursi kebesaran terbuat dari emas dan batu permata.


Setiap pintu kamar, terbuat dari hiasan emas murni dan batu batu permata indah.


"Kak,apakah isi istana ini kita kuras juga ?"tanya Ratu Pramestiya pada Alex.


"Apakah bisa istana ini di pindahkan sementara ke dunia dimensi kak,dan nanti kita letakan di dekat istana timur !"kata Dewi Amarila memberikan usul.


"Tentu saja bisa,sebuah kota saja bisa kupindahkan ke dalam dunia dimensi,apalagi cuma sekedar sebuah istana saja "jawab Alex .


"Kalau begitu kenapa tidak kakak pindahkan saja satu kota raja ini ke dunia dimensi ?",tanya Dewi Amarila.


Dengan tertawa geli Alex menjawab, "untuk apa Dewi?,aku tidak tertarik dengan kota yang tidak ada tanaman serta tanahnya ini,semuanya cuma batu berwarna merah membosankan"...


Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya segera keluar dari istana itu.


Setelah berada di luar, dengan sekali kibasan tangan,lenyap lah semua istana megah itu.


Hari itu mereka hampir satu harian cuma untuk membersihkan seisi kota raja saja,sambil melihat lihat kalau kalau masih ada sisa sisa kehidupan di kota itu.


Tetapi hingga hari menjelang petang,tidak di temukan satupun sisa sisa kehidupan di kota itu.


Malam itu mereka menginap di sebuah rumah mewah,mungkin milik keluarga kaya raya kota raja itu.


Malam itu Alex memasak untuk mereka dengan daging yang di bawa dari istana sebagai bekal mereka.


Ratu Pramestiya juga sudah mulai menyesuaikan diri dengan makan makanan biasanya,tidak lagi jamur batu.

__ADS_1


Ke esokan harinya, perjalanan mereka lanjutkan ke arah Utara menuju gunung How Ling.


Gunung How Ling adalah gunung tertinggi di daerah utara benua itu.


Beberapa desa dan kota yang mereka lewati, semuanya sama,sunyi sepi tanpa ada suara kehidupan apapun juga.


Menjelang hari ke empat,mereka tiba di kaki gunung How Ling yang terlihat megah menjulang tinggi.


"Tuan sebaiknya cuma tuan sendiri yang naik menaklukan roh suci angin itu,karena bila sampai roh suci angin itu tahu keberadaan orang lain,niscaya orang itu akan mati tanpa jasad lagi tuan ku"kata kakek Su Lung.


"Baiklah,kalian tunggulah disini,aku sendiri yang akan naik kepuncak gunung itu !" kata Alex dengan keyakinan tinggi.


"Tapi kak!!" kata kata Dewi Amarila dan Ratu Pramestiya berbarengan.


"Tidak,tidak,tidak ada tapi tapian,kalian harus menuruti ucapan ku kali ini,tunggu aku disini,aku pasti akan kembali menjemput kalian"kata Alex tegas.


Kedua orang istrinya itu cuma bisa terdiam tunduk dengan hati risau.


Alex menciptakan sebuah tirai gaib pormasi punggung kura kura untuk melindungi istri dan orang orang nya.


Setelah selesai,Alex langsung melesat terbang menuju puncak gunung How Ling.


Di puncak gunung How Ling itu ternyata ada sebuah kuil Dewa angin yang berdiri megah menghadap ke selatan.


Ketika Alex masuk, sebuah roh suci angin kehidupan berbentuk cahaya biru muda terang bergulung gulung di atas sebuah altar terbuat dari batu giok biru muda pula.


Ternyata roh suci angin kehidupan itu membungkus sebuah guci kecil berwarna putih bergambar bunga teratai berwarna biru dan kuning emas.


Melihat kedatangan Alex ,roh suci angin kehidupan itu tidak mengamuk, tetapi diam tidak bereaksi apapun sambil membungkus sebuah guci kecil itu.


Cahaya biru dari roh suci angin kehidupan itu kini bergerak berputar putar diudara sambil mengangkat guci kecil itu keudara.


"Prang!!".


Tiba tiba guci itu terbanting ke lantai kuil dan pecah berantakan.


Dan dari dalam guci itu keluar seberkas cahaya putih terang mirip asap yang menggumpal membentuk tubuh seorang gadis sangat cantik sekali.


Lama kelamaan gadis itu semakin nyata dan semakin jelas bentuk dan rupanya.


Seorang gadis cantik jelita dengan tubuh tinggi semampai serta rambut yang terurai panjang hingga ke punggung.


"Hei kau siapa,mengapa ada di dalam guci kecil itu ?"tanya Alex kepada gadis itu.


Gadis itu menatap kearah Alex sesaat,lalu menatap kearah roh suci angin kehidupan, "apakah dia Dewa yang kau maksudkan?,mengapa tidak seperti seorang Dewa?tanya gadis itu.


Roh suci angin kehidupan tidak menjawab apapun,hanya bergulung gulung seperti angin ****** beliung.


"Roh suci angin kehidupan,aku datang kesini menjemputmu,ayo masuklah ke dalam tubuh ku"kata Alex pada roh suci angin kehidupan itu.


Tiba tiba terdengar suara dari roh suci angin kehidupan itu, "aku tidak akan bergabung dengan mereka ataupun ikut dengan mu,sebelum kau penuhi satu persyaratan ku"...


"Apakah yang kau inginkan wahai roh suci angin kehidupan?"tanya Alex.


"Kau harus mengawini gadis ini,itulah persyaratan nya,bila kau mau aku bergabung dengan mu"kata suara roh suci angin kehidupan itu.

__ADS_1


"Tetapi apakah dia bersedia menjadi istri ku?"tanya Alex .


"Tetapi aku adalah seorang Dewa,dan aku bukan lah seorang gadis"jawab gadis itu agak judes.


"Dulu kau memang Dewa,tetapi Dewa suci marah dan merubah tubuhmu menjadi seorang Dewi,lihatlah dirimu baik baik,adakah kau dapati dirimu seorang laki laki?"tanya suara dari roh suci angin kehidupan.


Serentak gadis itu melihat kesekujur tubuhnya,serta meraba dada dan perabotannya, dan diapun tersentak sadar bahwa dia kini seorang gadis.


Dengan wajah lesu,gadis itupun berkata, "baiklah, terserah kau saja,aku akan menuruti kehendak mu!"...


"Baiklah,janji mu kupegang,bila sampai kau ingkar,maka tubuh mu akan hancur dan kau tidak lagi bisa terlahir kembali"kata suara roh angin suci kehidupan.


"Iya iya iya,aku yang wanita tetapi kamu yang cerewetnya"gerutu gadis itu.


"Nah mulai sekarang namamu bukan Dewa Aray,tetapi Dewi Araya" kata roh suci angin kehidupan itu.


"Iya iya iya cerewet!" teriak gadis cantik jelita bernama Dewi Araya itu.


Setelah selesai,roh suci angin kehidupan itu bergulung gulung dengan cepat seperti angin ****** beliung dan melesat kearah ubun ubun Alex serta langsung melesat masuk.


Alex berteriak menjerit kesakitan luar biasa ketika roh suci angin kehidupan itu memasuki tubuhnya.


Seluruh persendiannya terasa hancur luluh, semua urat dan otot di tubuhnya menegang hebat seperti mau meledak saja rupanya.


Jubah yang Alex pakai pun kini sudah hilang entah kemana,kini dia berdiri dengan tanpa selembar benang pun.


Tubuh Alex masih kejang kejang sementara dantian didalam tubuhnya beberapa kali meledak membesar, menyesuaikan kapasitas muatan energi yang masuk kedalam tubuhnya.


Lama tubuh Alex mengejang dan mengerang kesakitan,hingga perlahan lahan cahaya putih keluar dari dalam tubuh Alex ,membungkus sekujur tubuhnya.


Setelah cahaya putih tadi membungkus tubuh Alex,secara perlahan ketegangan di sekujur tubuhnya pun mulai mengendur.


Bersamaan dengan pudarnya cahaya putih itu,tubuh Alex pun limbung dan hampir jatuh di lantai kuil.


Secepat kilat Dewi Araya melompat kearah Alex dan merangkul tubuh pemuda itu.


Untuk pertama kalinya Dewi Araya merangkul tubuh seorang laki laki,ada rasa canggung, gugup tetapi sekaligus terasa sangat menyenangkan.


"Huuh,kau sangat menyusahkan aku, seandainya saja bukan suami ku,ku tendang pantat mu biar jauh jauh dari tubuh ku!"kata Dewi Araya menggerutu sambil memeluk tubuh Alex dan membaringkannya di lantai kuil.


"Huuh,mana bugil lagi,pakaian dimana aku dapat pakaian,tetapi lama lama aku jadi suka dengan pemuda ini, setiap kali menatap wajahnya,jantung ku berdetak kencang"kata Dewi Araya dalam hati.


Karena tidak menemukan pakaian,maka Dewi Araya melepaskan selendang yang terikat di pinggang nya dan di tutupi kearah pinggang Alex yang masih pingsan.


Selagi Alex belum siuman, Dewi Araya duduk membelakangi tubuh Alex sambil menatap kearah luar kuil Dewa angin itu.


"Uuh, aduh kepala ku,dan sekujur tubuh ku terasa hancur lebur,aduh!" terdengar suara Alex mengeluh.


"Aku tidak tahu tempat pakaian mu,kau pakailah pakaian mu dulu,baru mengeluh"kata Dewi Araya ketus.


Alex duduk melihat tubuhnya yang polos Tampa selebar benang pun,segera mengeluarkan pakaiannya dari penyimpanan dan mengenakannya.


"Pakaian ku kau apakan he?"tanya Alex sengaja berbuat jahil.


"Hei suami laknat,untung kau suami,kalau tidak, sedari tadi kepalamu rengkah ku getok,aku tidak mengapa ngapain tubuh mu,malah kau tuduh macam macam,kau kira aku doyan wajah pemuda seperti gadis itu?,kalau saja bukan roh angin sialan itu yang sudah menikahkan kita,mana aku Sudi,aku lebih suka muka laki laki yang agak kasar"kata Dewi Araya bersungut sungut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2