
Sembilan gadis cantik jelita dan seorang pemuda tampan sedang berjalan dibawah rerimbunan pohon, menuruni bukit menuju kearah lembah.
Didasar lembah itu terdapat sebuah sungai kecil berair dangkal dengan bebatuan sebesar kerbau berserakan disana.
Suara air yang mengalir melewati celah bebatuan terdengar menyenangkan hati.
Disebuah tempat yang agak datar,mereka berhenti sambil mengeluarkan perbekalan dari cincin ruang milik Dewi muyimaeva.
Alex berjalan kearah sungai sambil berloncatan diatas bebatuan yang berserakan di dasar sungai itu.
putri Kayla dan Dewi Paraditha mengikutinya dari belakang dengan sesekali berpegangan tangan kepada Alex.
Hingga mereka sampai disebuah Curug yang agak lebar namun masih berair dangkal dan sangat bening dengan batu batu kerikil berserakan sebagai alas sungai itu.
Alex melepaskan baju dan celana panjang nya,lalu dengan cuma memakai celana pendek,dia menceburkan tubuhnya keair.
"Apakah kalian tidak ingin mandi bersama ku?"tanya Alex kepada kedua orang istrinya itu.
Tanpa malu malu lagi, Dewi Paraditha dan putri Kayla melakukan hal yang sama seperti sang suami,lalu turun ke Curug itu untuk berendam membersihkan tubuhnya.
"Bagaimana pendapat kakak tentang putri Helena itu?"tanya Dewi Paraditha kepada suaminya itu.
"HM,cantik,baik hati,lalu apa lagi ya?"jawab Alex.
Dewi Paraditha mencubit pipi sang suami, "bukan itu yang ku maksudkan Ka,kalau masalah cantik aja tuh mata tajam amat,dia ingin menjadi bagian dari kami,lantas tanggapan kakak seperti apa?"...
"Jujur hingga saat ini aku belum memikirkannya, yang terus terpikirkan olehku hanya keselamatan kakak kalian saja,entah nanti, aku terserah kepada Giok Lin saja,aku akan menuruti semua perkataannya"jawab Alex.
"Apapun ?"tanya putri Kayla.
"Ya,apapun yang dia inginkan,akan ku lakukan untuknya"jawab Alex.
"Apakah dia begitu berartinya bagi kakak?tanya Dewi Paraditha sambil memeluk tubuh sang suaminya itu dari belakang.
"Tidak juga,dia sama seperti kalian semua, tidak ada lebih kurang nya,kalian semua sangat berarti,ibarat sebuah bangunan,kalian saling menguatkan,tak ada atap tanpa kaso dan Reng nya,tetapi ibarat rumah, dia mungkin punya kamar tersendiri, maapkan aku bila tidak bisa bersikap adil"kata Alex sambil membalikan wajahnya menghadap kearah kedua orang istrinya itu.
Di sudut matanya terlihat memerah dan basah.
Bila bicara tentang Giok Lin,memang Alex paling tidak pandai menyembunyikan perasaannya.
Putri Kayla mengusap sudut mata suaminya itu dengan ujung jarinya, "tidak apa kak,semua memang harus ada kamar dan tempatnya masing masing,kakak sudah bersikap sangat adil selama ini,karena kakak tidak ingin menyakiti hati istri yang lainnya,makanya hingga sekarang negeri Fangkea tidak memiliki Ratu,padahal kami sangat mendukung kakak pertama menduduki kursi itu,kakak tidak boleh tahu ragu,kesampingkan masalah hati,kedepankan masalah negeri kita terlebih dahulu kak"kata putri Kayla menguatkan hati sang suaminya itu.
Dari cerita putri Giok Lin Dan putri Kwan si,dia tahu siapa Alex sebenarnya,walaupun otaknya otak manusia dewasa,tetapi hatinya masih hati anak kecil, yang bisa labil dan hilang kendali di satu saat.
Untuk itulah diperlukan dua orang wanita lembut keibuan sekaligus untuk mendampinginya,yaitu putri Yuan Giok Lin dan Dewi muyimaeva.
Coba bayangkan bila seorang Alex sampai hilang kendali,mungkin semesta akan hancur berantakan.
Putri Kayla sangat mengerti tentang itu,buktinya beberapa waktu yang lalu,saat Alex terpukul menerima berita istrinya disandera.
Tanpa sadar,hampir hampir saja Alex menghancurkan tatanan semesta,sehingga saat itu dia sempat membuat terguncangnya seluruh semesta raya.
Andai saja pada saat itu Dewi muyimaeva tidak ada,maka kehancuran pasti terjadi.
__ADS_1
Putri Kayla bergidik ngeri bila mengingat saat kemurkaan suaminya itu sudah tidak terkendali lagi.
Setelah selesai membersihkan tubuh, mereka kembali ketempat Dewi muyimaeva dan yang lainnya sedang memasak nasi.
Beberapa daging yang dibekali putri Kwan si kemarin dikeluarkan dari ruang penyimpanan nya.
"Tuan yang mulia kaisar apakah mau hamba buatkan teh?"tanya putri Helena sambil menghampiri Alex.
Alex menatap mata putri Helena lama,seakan membaca apa isi hati gadis itu lewat matanya.
"Duduklah disini,ada beberapa hal yang perlu kukatakan kepada mu"kata Alex kepada putri Helena.
Putri Helena duduk didekat Alex namun lebih rendah.
"Pertama kau tidak boleh memanggilku seperti tadi,apalagi disaat kita sedang tidak berada di istana seperti ini,apa kau mengerti putri?"tanya Alex.
"Hamba mengerti tuan,lantas saya harus memanggil tuan apa?"tanya putri Helena.
"Kau bisa memanggil nama ku saja,atau kau juga bisa memanggilku kakak seperti istri ku memanggil ku"kata Alex.
"Eh i iya kak"kata putri Helena agak canggung.
Putri itu bangkit berdiri lalu pergi kearah Dewi muyimaeva dan putri Annchi yang sedang memasak lauk mereka makan sambil menatap kearahnya dengan tersenyum senyum.
putri Helena membuatkan secangkir teh harum untuk Alex.
"Duduklah disini"kata Alex sambil meneguk teh harum yang di sajikan oleh putri itu.
"Kau seorang ratu dengan begitu besar negeri yang kau pimpin,dan begitu banyak prajurit yang setia kepada mu,tetapi hingga kini aku bingung, mengapa kau mau mengikutiku yang cuma seorang pengelana antar dimensi di semesta ini,bahaya selalu mengintai ku setiap saat?" tanya Alex.
"Haruskah kakak tanyakan hal itu?"tanya putri Helena canggung.
"Tidak harus,tetapi aku penasaran saja"kata Alex sambil tersenyum menatap bola mata hijau itu.
"Aku sudah menemukan arah hidup ku,kemana aku akan melangkah, ternyata bukan jabatan, harta,tahta,kedudukan dan ketenaran yang ku butuhkan,semua telah pernah ku gapai dan ku rasakan,tetapi aku tidak pernah puas dan merasa tenang, berbeda semenjak pertarungan kita dahulu ditepi sungai itu,aku semakin gelisah, hidupku terasa sangat hampa,hara,tahta,dan ketenaran tidak bisa mendatangkan kebahagiaan seperti saat kita bertarung dahulu, lama aku merenung, kemana arah hidup ku, aku harus berani memulai atau tidak sama sekali,menyerah dan pasrah atau berjuang meraihnya"jawab putri Helena.
Alex tersenyum simpul,sejujurnya dia menyukai gadis cantik itu,tetapi itu semua terserah kepada putri Giok Lin nantinya.
"Aku suka wanita dengan tekad yang kuat,kemauan yang tinggi,dan tanggung jawab yang besar,tetapi itu tidak menentukan segalanya,yang menentukan segalanya adalah keputusan putri Giok Lin,kalau dia bilang hitam maka hitam bagiku,dan bila dia bilang putih maka putih bagiku" kata Alex sambil kembali menyeruput teh harum nya.
Putri Helena tersenyum manis,setidaknya dia tahu perasaan Alex kepadanya,meskipun nantinya dia tidak bisa duduk sejajar dengan para istri Alex yang lainnya,setidaknya dia mengabdi kepada orang yang benar dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Cinta tidak harus menjadi suami istri,bahkan merelakan orang yang kita cintai hidup bahagia dengan orang lain juga termasuk cinta.
"Aku cukup bahagia bila bisa selalu berdekatan dengan mu,meskipun tidak menjadi istri mu"kata hati putri Helena.
Seseorang menepuk bahunya,dia menoleh, ternyata Dewi muyimaeva yang menepuk pundaknya.
"Selamat putri,kau kini selangkah lebih maju dari kemarin,tinggal selangkah lagi,yaitu restu dari kakakku Giok Lin, maka perjuanganmu sukses,selamat ya putri"...
"Terimakasih Dewi, sungguh semua istri Alex adalah wanita pilihan kehendak suci yang berhati dan berjiwa hebat,aku harus banyak belajar dari kalian"kata putri Helena tersipu.
Acara makan dipinggir sungai kecil itu berlangsung singkat, tidak terlalu banyak pembicaraan lagi.
__ADS_1
Setelah makan,mereka meneruskan perjalanan mereka kembali.
Namun belum terlalu jauh mereka berjalan menyusuri jalan itu,di depan mereka terdapat sebuah pos penjagaan yang berisi sekitar dua ratus orang prajurit yang dipimpin oleh seorang kepala pos jaga.
Ketika melihat sepuluh orang datang dari arah kuil Dewa,mereka tahu bahwa itu para pelintas ruang waktu,maka sang kepala pos jaga itu segera berdiri ditengah jalan sambil berteriak lantang.
"Hei!,berhenti,kalian mau kemana?"tanya kepala pos jaga itu.
"Maap tuan,kami mau ke kota raja,tahukah tuan kemana arahnya?"tanya Alex.
"Tidak!,tidak!,kalian tidak boleh meneruskan perjalanan kalian,kalian harus ditahan semuanya, ayo prajurit semua, tangkap mereka, terutama yang wanitanya,kalau yang laki lakinya,silahkan bunuh saja"kata kepala pos jaga itu memerintahkan kepada para prajurit nya.
Segera saja duaratus orang prajurit jaga segera mengapung Alex dan rombongannya.
Putri Kayla,Dewi Paraditha,dan keempat orang pengawal setia putri Helena segera maju menyambut serangan para prajurit itu dengan gagah beraninya.
Karena prajurit penjaga ini bukanlah standar musuh mereka,maka dengan sekejap saja duaratus orang itu habis tewas ditangan para wanita itu.
Melihat dua ratus orang prajurit nya habis tewas semua,sang kepala pos jaga berniat melarikan diri dengan memacu kudanya,tetapi sebuah belati dari cahaya melesat dari tangan putri Annchi dan menembus leher kepala pos jaga itu.
Kepala pos jaga itu tersungkur ketanah dengan kondisi leher yang hampir putus.
Ternyata di belakang pos jaga itu terdapat sebuah kandang kuda yang berisi puluhan ekor kuda.
Alex memilih sepuluh ekor kuda yang berbadan paling tegap dan paling kuat untuk tunggangan mereka nanti,serta melepaskan sisa kuda itu untuk lepas kedalam.
Mereka menunggangi kuda untuk meneruskan perjalanan mereka menuju ke kota raja.
Setelah berkuda hingga hampir sore hari,mereka belum juga bertemu dengan sebuah desa pun,bahkan keluar dari hutan itu saja belum,di sisi kiri dan kanan jalan cuma rimbunan pohon yang terlihat.
Alex turun dari kudanya dan menuntun binatang itu memasuki sebuah hutan disisi kiri jalan itu.
Alex tidak ingin mengambil resiko membuat gaduh bertemu dengan para prajurit di jalan malam malam.
Setelah berkuda memasuki hutan beberapa saat lamanya, akhirnya di tepi sebuah telaga kecil mirip lobang air dihutan itu Alex berhenti dan menambatkan kudanya.
Para wanita yang lainpun mengikutinya menambatkan kuda mereka masing masing.
Alex segera mem bikin pondok sederhana dari pohon kecil serta kulit pohon sebagai lantainya,dan daun daun salak hutan sebagai atapnya.
Sedangkan para istrinya seperti biasanya saling bahu membahu untuk memasak makanan untuk mereka makan malam ini.
Alex segera memasuki hutan untuk mencari binatang buruan yang bisa di makan.
Tidak memerlukan waktu lama,seekor banteng muda dia bawa ke tempat mereka ber istirahat.
Putri Annchi dan Dewi muyimaeva segera membantunya membersihkan daging banteng muda itu di bantu oleh putri Helena.
Nampak sekali putri Helena sangat menikmati semua ini, karena seumur hidupnya baru sekarang dia merasakan sensasi menjadi rakyat jelata, yang semuanya harus dikerjakan sendiri.tidak ada yang menyediakan seperti selama ini.
Betapa kekagumannya kepada para putri dan Dewi istri Alex,mereka juga merenggut dan mencampakkan Tiara diatas kepala mereka demi mencintai seorang pemuda.
*********
__ADS_1