
Kaisar siluman buaya itu mulai frustasi menghadapi Alex,karena hingga saat ini,jangankan untuk melukai tubuh lawannya,untuk menyentuh saja belum bisa.
Sudah berbagai cara dia lakukan,tetapi hasilnya tetap nihil.
Kaisar siluman buaya ini adalah salah satu dari siluman yang paling ganas di tanah para dewa ini.
Sudah lebih dari lima ribu tahun dia menjadi raja di sepanjang sungai Mruya ini,dan sudah tidak terhitung lagi banyaknya korban yang dia buat, entah itu manusia ataupun hewan.
Mengapa para pendekar berilmu sangat tinggi yang mengaku sebagai dewa tidak ada satupun yang berani mengusik keberadaannya?.
Hal itu terkait dengan seorang Dewa yang bergelar Dewa petir (tentu bukan sebenarnya Dewa,cuma gelar saja, karena mahluk yang sebenarnya Dewa adalah harus dari mahluk suci, bukan manusia,atau paling tidak harus memiliki darah mahluk suci).
Sang Kaisar siluman buaya ini memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita hasil perkawinannya dengan seorang perempuan bangsa manusia.
Kecantikan sang putri Kaisar siluman buaya ini tersiar keseluruh penjuru tanah para dewa, sehingga banyaklah para pemuda yang berlomba untuk mendapatkan sang putri cantik jelita itu.
Hingga adu ilmu kesaktian pun tidak bisa lagi dihindari.
Banyak pemuda dari kalangan dewa yang gugur dalam adu ilmu itu.
Hingga yang keluar sebagai pemenangnya adalah seorang pemuda yang terkenal dengan ilmu petirnya,hingga orang orang menamakan nya dewa petir.
Karena kebiasaan orang orang negeri tanah para dewa ini menamakan seseorang yang hebat itu bukan dengan nama pendekar tetapi dengan nama dewa.
Karena dialah satu satunya yang keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan semua pemuda dari seluruh negeri,maka tidak ada satupun orang yang berani mencoba untuk melawan sang Dewa petir ini.
semenjak saat sang Dewa petir menjadi menantu sang Kaisar siluman buaya,semenjak itu pula sang Kaisar siluman buaya membuat teror bagi siapa saja yang kebetulan melintas di daerah kekuasaan nya.
Bahkan kejahatannya kian menjadi jadi,hingga merambah desa desa disekitar sungai Mruya ini,hampir selalu ada saja anak gadis penduduk desa yang di culik untuk dijadikan mangsa mereka.
Kembali ke pertarungan antara Alex dan Kaisar siluman buaya.
Kaisar siluman buaya itu mulai memprovokasi Alex agar terpancing saling membenturkan tenaga dalam nya masing masing.
Karena dalam perhitungannya,tingkatan Alex yang masih tampak di tingkat Ksatria itu pasti akan mati jika berani berbenturan tenaga dengan nya yang sudah mencapai tingkat Dewa bumi itu.
"Anak muda,ternyata kau cuma miliki sedikit ilmu sihir murahan sudah berani menentang seorang Kaisar siluman buaya,sungguh kasihan "ejek sang Kaisar siluman buaya.
"Benarkah?,apakah kau tidak mengerti mana sihir dan mama yang bukan sihir?"tanya Alex.
"Sudahlah tidak usah banyak bacot lagi,bila kamu memang hebat, coba terima jurus ku, jangan cuma bisanya menghindar saja,atau kau memang tidak memiliki kemampuan" kata sang Kaisar siluman buaya mencoba memprovokasi Alex
"Baiklah bila itu mau mu,kejahatan mu memang sebanding dengan hukuman ku"kata Alex sambil mulai mengerahkan seperempat dari tenaga dalamnya.
Sedangkan sang Kaisar siluman buaya itu telah mengerahkan semua tenaga dalamnya untuk menyudahi perlawanan Alex.
Ketika Kaisar siluman buaya itu mulai menyerang Alex dengan seluruh tenaganya dengan harapan Alex tewas dengan itu.
Alex menyongsong serangan sang kaisar siluman buaya itu dengan seperempat dari tenaga dalam nya.
"BUM!!!".
Satu ledakan dahsyat terdengar menggema di tepi sungai Mruya itu.
Sangkin dahsyatnya ledakan itu,sampai sampai air sungai ber gelombang besar seperti terkena tsunami.
Sebuah lobang sangat besar terbuka di tepi sungai itu,karena ledakan dari dua tenaga besar yang bertemu.
Alex terjajar dua tindak ke belakang,sedangkan sang Kaisar siluman buaya terpelanting jauh keudara setinggi elang terbang.
Saat tubuh sang Kaisar jatuh menghantam tanah, nampaklah keadaan sang Kaisar yang sangat mengenaskan dengan tulang tulang yang remuk di sekujur tubuhnya.
Alex mencopot mahkota sang Kaisar siluman buaya yang terbuat dari emas dan berlian ini,lalu menyimpannya di dalam cincin ruangnya.
Kembali tangan Alex bergerak,seberkas cahaya putih terlihat berkelebat di udara,dan beberapa siluman buaya berjatuhan tanpa kepala.
Alex memang tidak memberikan kesempatan kepada para siluman untuk melarikan diri.
Setelah semua pasukan siluman habis binasa,kini Alex berdiri tegak menghadap ke tengah sungai.
Kedua tangannya di rentangkan kekiri dan kekanan,setelah beberapa saat,seluruh tubuh ALex bercahaya putih sangat terang dan menyilaukan mata.
__ADS_1
Tubuh Alex berputar seperti baling baling pesawat,makin lama makin cepat,hingga akhirnya yang terlihat cuma pusaran angin bercahaya terang menyilaukan mata.
Lalu cahaya itu melesat kedasar sungai Mruya meninggalkan percikan gelombang Air sungai.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara ledakan sangat besar dari dasar sungai,membuat air sungai menyembur keudara setinggi elang terbang.
Bersamaan dengan ledakan besar itu,hancur pula istana siluman buaya yang selama beribu ribu tahun menjadi momok menakutkan bagi semua orang yang akan melintasi sungai Mruya.
Ketika air yang jatuh dari udara bagaikan hujan itu jatuh bersama serpihan daging para siluman yang mati didasar sungai oleh Alex.
Ketenangan sungai kembali seperti sedia kala,tenang tanpa ada aura kejahatan apapun yang terasa.
Malam itu mereka bermalam di tepi sungai di atas pondok sederhana yang Alex buat tadi.
"Kak kemana kita harus mencari batu mustika serat jiwa itu kak?"tanya putri Annchi sesaat sebelum putri itu tidur.
"Aku tidak tahu,tetapi aku punya seorang guru di alam ini,namanya Seng kai mo bergelar Kaisar Dewa cahaya,kita bisa mencarinya nanti untuk menanyakan dimana batu mustika itu sekarang berada"jawab Alex.
Alex membiarkan keempat orang itu untuk tidur,sementara Alex berusaha berjaga jaga.
Hingga pagi tiba ternyata tidak ada kejadian apapun,semuanya aman.
Setelah sarapan pagi,mereka melanjutkan perjalanan mencari desa ataupun kota yang dapat menjadi patokan arah tujuan mereka nanti.
Mereka berjalan kearah hilir mempergunakan ilmu meringankan tubuh sehingga perjalanan menjadi cepat.
Mereka berloncatan dari satu pohon ke pohon lainnya,dan dari satu dahan kedahan pohon yang lainnya.
Beberapa kali mereka menemukan bekas permukiman manusia menyerupai sebuah desa tetapi sudah tinggal puing puing yang sudah lapuk dan runtuh penuh dengan semak semak.
Dengan mengikuti bekas jalan raya yang sudah penuh dengan semak belukar,pada hari ketiga mereka memasuki wilayah sebuah kota kecil.
Kota itu bernama kota Seba,tidak berada di tepi sungai Mruya tetapi di kaki sebuah bukit yang bernama bukit Seba.
Karena gerbang kota yang menghadap kearah mereka sudah lama ditutup,maks untuk masuk kedalam kota, mereka harus memutar kearah gerbang lain.
Setelah membayar uang biaya masuk kota,mereka berjalan masuk kedalam kota.
Kota ini memang tidak terlalu besar,bahkan bisa dikatakan ini adalah sebuah desa uang ramai.
Yang aneh dari kota ini adalah hampir semua petugas maupun pedagangnya adalah laki laki,tidak ada satupun perempuan yang terlihat di kota ini,kecuali perempuan yang sudah tua.
Bahkan pelayan rumah makan saja semuanya laki laki,tidak ada seorangpun yang wanita.
Mereka berlima memasuki rumah makan itu dengan tatapan aneh dari orang orang yang mengunjungi rumah makan itu.
Setelah menatap aneh kearah Alex dan istrinya serta Dewi Ginantari, mereka berbisik bisik.
Seorang laki laki pelayan rumah makan, menghampiri mereka, "Tuan muda,nona muda, kalian mau pesan makanan apa?"tanya laki laki itu.
"Siapkan makanan ternikmat di rumah makan ini untuk kami berlima"kata Alex.
"I,iya tuan muda,nona muda,silahkan duduk, akan saya buatkan sebentar"kata lelaki itu sambil berjalan masuk kedapur.
Beberapa saat kemudian lelaki pelayan rumah makan itu keluar membawa makanan yang Alex pesan tadi.
Setelah meletakan makanan yang Alex pesan di atas meja maka,lelaki itu berniat berlalu meninggalkan meja itu.
Tetapi sebelum lelaki itu berjalan,putri Annchi memanggilnya, "maap paman,saya mau bertanya,kenapa kota ini tidak ada seorang wanita pun kecuali yang sudah tua dan jompo saja"...
Laki laki itu kembali menatap wajah kelima orang tamu di rumah makannya itu.
"Apakah kalian orang baru di wilayah ini?"tanya laki laki itu.
"Iya paman,kami memang baru sampai di sini,kami dari daerah yang sangat jauh dari sini paman"jawab putri Annchi.
"Begini nak,sudah lebih dari satu tahun ini di wilayah sini kedatangan siluman Bajang darah, setiap malam mereka menculik para wanita muda baik itu cantik ataupun jelek,pokoknya wanita muda,sudah bisa di pastikan akan mereka culik,dan menurut kabar wanita muda itu setelah puas mereka perkosa,lalu mereka bunuh untuk dimakan dagingnya,tidak ada satupun wanita di sini yang selamat,bahkan yang mencoba pergi mengungsi saja mereka culik juga,bahkan mereka selalu tahu kalau disini ada wanita muda"kata laki laki pelayan rumah makan itu sambil berlalu masuk kedapur.
__ADS_1
"Ada yang tidak beres dengan kota ini kakak, sepertinya wilayah sini sedang disatroni oleh siluman yang gemar memakan daging wanita muda,entah untuk apa" kata putri Annchi.
"Biasanya untuk kepentingan ritual atau persembahan kakak Annchi "jawab Dewi muyimaeva menyahuti perkataan putri Annchi.
"Sungguh biadab,kita tidak bisa membiarkan kejadian ini terjadi terus kakak,lihatlah kota ini sudah tidak memiliki wanita muda lagi kak"putri Dewi Sucitra berkata sambil menengok kearah Alex.
Sepintas dia melihat kedua mata suaminya itu berkilat memancarkan cahaya.
Alex cuma tersenyum simpul, "pantas saja para siluman itu bisa tahu kapan kota ini didatangi para wanita muda,ternyata ada mata mata yang mengabari para siluman itu"gumam Alex sambil terus mengunyah makanannya.
Setelah menyelesaikan makannya cepat cepat, Alex bangkit berdiri.
"Kalian tunggu di sini,aku mau kebelakang sebentar,mau buang air kecil"kata Alex sambil berjalan kearah dapur.
Di dapur Alex tidak menemukan pelayan rumah makan itu,maka ia terus masuk ke halaman belakang rumah makan itu.
Halaman belakang rumah makan itu lumayan besar,dan di sebelah halaman itu ada rumah bedakan berjejer empat pintu.
Di belakang pintu kedua dari kanan,telinga Alex yang tajam bisa mendengar ada dua orang sedang bicara dengan berbisik bisik.
"Cepat kamu laporkan pada ketua,dikota kedatangan empat orang wanita muda yang cantik rupawan,ketua pasti senang,dan kita pasti mendapatkan imbalan hadiah"kata suara seorang laki laki.
"Iya kak,aku akan berangkat sekarang,agar bisa sebelum malam sudah kembali"suara seorang laki laki lain menyahut.
"Langsung lewat belakang saja dik,biar lewat hutan tetapi lebih aman"suara laki laki pertama kembali terdengar.
Sebenarnya Alex dengan mata Dewa nya,walau dibatasi dinding,tetap bisa melihat siapa siapa yang bicara itu.
'Hm,ternyata kecurigaan ku benar, mata mata siluman itu sudah menyebar di kota ini"Alex bicara sendiri di dalam hati.
Sekali ber gerak,tiba tiba tubuhnya sudah hilang dari tempatnya tadi.
Dibelakang rumah bedakan itu ada hutan semak yang tidak terlalu rapat tumbuhnya.
Seorang pemuda keluar dari pintu belakang bedakan dan langsung berjalan menuju kearah kudanya di tambatkan.
Setelah melepaskan ikatan tali kekang kuda,pemuda itu melompat naik ke punggung kudanya dan berjalan perlahan memasuki jalan setapak di sela sela semak belukar.
namun belum jauh kuda itu berjalan memasuki semak belukar,pemuda itu menarik tali kekang kudanya,dan kuda itupun berhenti berjalan.
"Si,,siapa kamu!".
Tanya pemuda itu kepada Alex yang berdiri ditengah jalan tempat pemuda itu lewat.
"Aku Dewa Yamadipati, Dewa pemutus segala kenikmatan dunia, putusan ku adalah mutlak tidak bisa di ganggu gugat lagi"kata Alex dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti mata manusia,dia sudah berada di depan pemuda itu.
Alex menjulurkan tangannya dan menyentuh kepala pemuda itu dengan kecepatan luar biasa cepat.
Seberkas cahaya keluar dari tangan Alex seperti menyedot sesuatu dari kepala pemuda itu.
Alex sedang menyedot seluruh ingatan pemuda itu.
Cuma sekilas,setelah selesai,sekelebat cahaya putih memisahkan kepala pemuda itu dengan tubuhnya,dan sebelum tubuh pemuda itu jatuh ketanah,tubuh Alex sudah hilang dari tempat itu.
Laki laki pelayan rumah makan itu melangkah memasuki dapur rumah makan dari pintu belakang.
Namun ketika sampai di tengah tengah ruangan dapur,laki laki itu tertegun berdiri menatap keatas meja,beralaskan sebuah piring, tampak kepala seseorang pemuda menatap kearahnya tanpa mempunyai badan lagi.
"A,,adik,siapa yang telah melakukan ini pada mu dik?"dengan gemetar laki laki itu bertanya kepada kepala adiknya, seolah kepala tanpa tubuh itu masih bisa menjawab.
Tentu saja kepala itu tetap ternganga dan diam seribu bahasa.
"Kau terlalu banyak menjual nyawa wanita muda kepada siluman paman,aku Yamadipati tidak lagi bisa menunda maut untuk mu"kata Alex di belakang laki laki itu.
Laki laki itu membalikan tubuhnya,dan tepat dihadapannya telah berdiri laki laki yang tadi makan bersama empat orang gadis cantik.
"Rupanya kau,,kau".
Laki laki pelayan rumah makan itu bermaksut melayangkan serangan tiba-tiba kearah Alex, tetapi gerakan Alex lebih cepat dari pada gerakannya,dan tahu tahu kepalanya sudah jatuh kelantai mendahului tubuhnya.
__ADS_1
********