Mr Matrix

Mr Matrix
Lima Dewa sesat Rampak baraw.


__ADS_3

Tubuh Rampak sulak terbang hingga tujuh tindak kebelakang.


Walau tidak terluka dalam apapun,tetapi kejadian itu tentu sangat mengagetkan hati Rampak sulak.


Sedangkan Rampak suwang masih terlibat jual beli pukulan dengan serunya, sehingga tidak terlalu memperhatikan apapun yang terjadi dengan Rampak sulak tadi.


Apalagi dengan putri Annchi,putri Dewi Sucitra dan Dewi Ginantari sedang terlibat dengan pembantaian kepada anak buah perampok empat Rampak bersaudara itu.


Kini jumlah anggota perampok itu tersisa tidak sampai dari separonya lagi.


Sedangkan Alex yang sedang melawan Rampak suwang sudah mulai sampai di titik ujungnya.


Pedang cahaya ditangan Alex yang kini bercahaya kehijauan itu berputar sambil memancarkan hawa yang sangat panas, ditambah dengan sembilan langkah Dewa tahap kelima dan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa,membuat tubuh Alex menjadi kumparan cahaya yang tidak bisa dilihat nyata.


Hingga pada satu saat,ketika Rampak suwang itu menyerang Alex dari sisi kana,Alex secepat kilat menghindar kesisi kiri dan terus menyelinap kebelakang Rampak suwang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat lagi karena cepatnya,sambil mengayunkan pedang cahaya ke kepala Rampak suwang.


"Cras!!".


Dan kepala Rampak suwang pun terbelah dua.


Namun sebelum tubuh Rampak suwang terjatuh ketanah,tiba tiba dari kegelapan hutan melesat satu energi sangat kuatnya kearah Alex berada.


"Bum!!".


Energi sangat kuat itu menghantam kearah Alex,tetapi Alex segera menghindar dengan gerakan super cepatnya ketempat lain sehingga serangan itu cuma menghantam ruang kosong selanjutnya meluncur menabrak sebuah pohon yang sangat besar sehingga menimbulkan suara ledakan dahsyat dan pohon itu tumbang dengan pokonya yang hancur berkeping keping.


Bersamaan dengan tumbangnya pohon besar tadi,dari kegelapan hutan,melompat keluar sesosok tubuh manusia yang sangat aneh.


Tubuh manusia laki laki yang melompat keluar dari kegelapan hutan itu bertubuh tinggi besar dan tegap.


Seluruh tubuhnya juga hitam sehitam pantat kuali,tetapi telinganya lancip keatas seperti telinga keledai,dan mukanya bila diperhatikan maka akan terlihat agak memanjang kedepan seperti muka keledai atau kuda dengan giginya yang tonggos, membuat parasnya persis seperti muka keledai.


Meskipun seperti itu,sebenarnya laki laki aneh itu adalah manusia pertama dari lima Dewa sesat dari Rampak baraw,yang biasanya dipanggil Rampak jaran.


Tubuh Rampak jaran tidak mengenakan baju,cuma sebuah cawat yang dia pakai untuk menutupi bendulan keramatnya,tetapi sekujur tubuhnya ditumbuhi bulu bulu berwarna hitam yang panjang.


"Brrrrrrr,hohohoaak".


Terdengar ringkikan dari mulut laki laki aneh bernama Rampak jaran itu menggema membuat kuping yang mendengarkannya menjadi sakit,bahkan ada beberapa anggota perampok itu yang tersungkur tewas dengan kuping yang meledak.


"Brrrrrrrr, hohohoaak, keciprut,keciprut,enak sekali kalian membantai seluruh anggota ku ya, keciprut keciprut,kalian semua harus keciprut keciprut,membayarnya keciprut keciprut dengan keciprut keciprut,eh bukan dengan keciprut tetapi dengan nyawa keciprut kalian semua keciprut"Omelan aneh keluar dari mulut laki laki itu sambil air ludahnya menyebut Kemana mana.


"Hei pak tua keciprut,aku tidak akan membantai semua anggota mu andai saja kalian tidak merampok,tetapi pekerjaan kalian sudah banyak membuat kesengsaraan kepada orang lain pak keciprut" kata Alex sambil berbalik menghadap kearah pak tua itu.


"Cuih!".


pak tua itu meludahkan air liur yang juga sama merah seperti ludah saudaranya.


"Brrrrr hohohoaaaak, dasar keciprut,namaku Rampak jaran keciprut, bukannya keciprut, keciprut,kalian yang keciprut,dasar keciprut, kalian memang harus keciprut,eh mati maksud keciprut"kata laki laki bernama Rampak jaran itu sambil berkata kata yang susah dicerna akal pikiran.


"Pak tua keciprut, terserah kau saja mau melakukan apa saja lakukanlah selagi bisa, tetapi bila sudah berhadapan dengan Dewa Yamadipati, semuanya harus ada balasannya"kata Alex mulai bosan dengan kata kata Rampak jaran yang aneh itu.


"Cuih!!".


"Bum!!".


Rampak jaran meludah kearah Alex,dan Alex tidak mau gegabah menyambut ludahan Rampak jaran itu dengan jurus cahaya illahi tingkat lima yang disalurkan lewat pukulan jarak jauhnya.


Hasil dari pertemuan antara ludah Rampak jaran dan jurus cahaya illahi tingkat lima itu menimbulkan suara ledakan yang nyaring.


Tubuh Alex terjajar dua tindak kebelakang, sedangkan tubuh Rampak jaran juga terjajar dua tindak kebelakang.


Paras muka Rampak jaran nampak seperti kuda yang sangat kelelahan,dari mulutnya mengalir air liur menjuntai seperti tali.


"Kurang keciprut,ajar keciprut,kau akan menyesal keciprut, terimalah serangan keciprut ku,eh maksud ku pecut ku ini"kata Rampak jaran sambil mengeluarkan sebuah pecut dari lilitan cancut yang melindungi pentol setannya.


"Ctar!,ctar!, ctar!!".

__ADS_1


Terdengar tiga kali suara lecutan pecut ditangan Rampak jaran itu, membuat daun daun kering berterbangan keudara.


Kali ini Alex mundur beberapa langkah,dia langsung meningkatkan jurusnya menjadi tingkat kelima dari jurus cahaya illahi yang ia kombinasi dengan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa,serta pedang cahaya nya.


Pedang cahaya ditangan nya kini tidak berwarna kehijauan lagi,tetapi sudah berwarna biru tua terang.


Sedangkan tubuhnya sudah tidak terlihat lagi,yang tampak cuma kelebatan cahaya biru menyilaukan mata yang berpendar disekitar tubuh Rampak jaran.


Sedangkan Rampak jaran nampak melecutkan pecutnya kesana kemari dan kadang memutar mutarkannya di sekujur badannya,kadang juga diputarkan diatas kepalanya.


Setelah beberapa saat,tubuh Alex yang berkelebat menjadi pendaran cahaya biru terang itu akhirnya berbenturan dengan pecut ditangan Rampak jaran.


"BUM!!!".


Terdengar dentuman keras dan nyaring menggema di hutan Rampak baraw itu, seakan menggoncang semua isi hutan itu.


Terlihat tubuh Alex berjumpalitan kebelakang beberapa puluh tindak,sedangkan tubuh Rampak jaran pontang panting terguling guling kebelakang sejauh puluhan tindak juga.


Dengan susah payah Rampak jaran berusaha berdiri kembali dan menyumpah serapah dengan kata kata yang susah dimengerti.


Kemarahan Rampak jaran kian menjadi jadi setelah dia menyadari bahwa senjata pecutnya itu,kini tinggal gagang nya saja.


Sedangkan pertarungan antara Rampak sulak dan Dewi muyimaeva juga berlangsung seru.


Beberapa kali serangan dari Rampak sulak hampir mencapai sasarannya,tetapi disaat itu pula serangannya seperti menghantam udara kosong belaka.


Tidak ada sesuatu apapun yang terkena serangannya,semuanya seperti menyerang angin saja layaknya.


Rampak sulak nampak seperti melawan mahluk halus,dapat menyerang, namun tidak dapat diserang.


Berbagai jurus dan tipu daya sudah dia lancarkan,tetapi tetap tidak membuahkan hasil apapun juga.


Bahkan dirinya beberapa kali harus pontang panting terkena tinju ataupun tendangan dari sang Dewi.


Sementara itu Rampak jaran yang kehilangan senjata pecut kesayangan nya itu,kini mengeluarkan sebuah pedang berwarna putih mengkilap dengan hawa dinginnya.


Tetapi sangat disayangkan,karena Rampak jaran ini belum menguasai jurus inti es secara tuntas,maka dia cuma bisa mempergunakan pedang itu sebentar sebentar saja,atau kalau tidak, tubuhnya sendiri Yang akan membeku menjadi batu es dan hancur.


Pedang inti es ini konon kepunyaan seorang Dewi yang biasa dipanggil Dewi suci,karena hingga usia ribuan tahun,sang Dewi yang cantik jelita ini tetap bisa menjaga kesuciannya.


Konon pula siapapun yang bisa mengambil kesucian sang Dewi dengan suka rela,maka akan menjadi Tuan agungnya para Dewa suci,tetapi bila itu direnggut tanpa keikhlasan dari si pemilik, tubuh orang itu akan menjadi lumpuh dan membusuk sedikit demi sedikit hingga seluruh tubuhnya seperti tubuh mayat busuk yang hidup lagi.


Oleh karena itu,seorang Kaisar tanah Nirwana yang sangat sakti membawa sang Dewi ke tanah Nirwana untuk dijadikan istri,dengan harapan akan menjadi paling kuat,paling sakti,dan menjadi tuan agung para Dewa suci.


Dewa suci adalah memang Dewa yang dipilih dan diangkat oleh kehendak suci sendiri,


bukan dewa dalam gelar seperti ditanah para Dewa ini.


Dan Dewa Dewi seperti itu adalah salah satunya Dewi muyimaeva sebagai Dewinya para bidadari di dunia keabadian yang diturunkan untuk membantu tugas Alex dalam menegakan hukum Kehendak suci.


Karena Dewi suci tidak bersedia menjadi istrinya, dari pada menjadi istri orang lain dan menghancurkan dirinya nantinya,maka tubuh Dewi suci itu disegel menjadi sebuah patung batu giok putih yang dipajang di depan halaman istana nya.


Patung batu giok putih itu akan kembali menjadi Dewi suci seperti semula,jika terkena darah dari sepuluh mahluk utama di semesta ini dan harus di teteskan oleh seorang manusia yang pernah mati yang bukan reinkarnasi,tetapi mati beneran dan hidup lagi.


Kembali ke pertarungan antara Alex dan Rampak Jaran,yang menggunakan pedang inti es,nampak sekali kalau Rampak jaran kekurangan energi dalam mengendalikan pedang inti es itu.


Baru beberapa jurus, muka Rampak jaran nampak memucat dan tangannya gemetaran memegang gagang pedang inti es itu.


Maka untuk mengurangi dampak buruk dari energi dingin yang sangat kuat yang keluar dari pedang inti es itu,sesekali pedang itu harus di masukan kedalam warangkanya.


Alex yang melihat kelemahan dari Rampak jaran yang belum bisa menguasai energi dingin tingkat tinggi itu,segera mempergunakan jurus Badai salju tingkat empatnya.


Tiba tiba alam disekitar situ menjadi dingin sedingin musim salju.


Daun daun dan pepohonan nampak membeku,sedangkan dari atas turun benda putih mirip kapas,tetapi sangat dingin yang terhampar ditanah, menambah dinginnya suasana.


Batin Dewi muyimaeva yang seperti menyatu dengan batin sang suami itu mengerti maksud suaminya.

__ADS_1


Maka dengan satu tarian aneh namun luar biasa indahnya itu,sang Dewi muyimaeva perlahan memanggil semua es dan salju dari semua kutub dunia.


Salju yang tadinya turun perlahan dan sedikit,kini bertambah cepat dan banyak,sehingga alam menjadi semakin dingin saja.


sedangkan putri Annchi, putri Dewi Sucitra dan Dewi Ginantari, karena mereka mempergunakan seragam doreng doreng yang dibuat mirip jubah itu,mereka tidak merasakan dampak apapun dari dinginnya sanju abadi itu.


Jubah doreng doreng dari Matrix itu memang sanggup menahan serangan apapun dari luar,baik senjata,maupun cuaca yang sangat ekstrim sekalipun.


Gerakan dari Rampak sulak nampak mulai terganggu dengan dinginnya cuaca disitu.


Sedangkan para anggota perampok yang masih tersisa hidup,kini sudah tidak bisa bergerak lagi, tubuh mereka membeku seperti patung yang terbuat dari es.


Mereka telah mendahului ketuanya menghadap Dewa Yamadipati.


Rampak sulak bergerak dengan gerakan agak kaku karena terkena serangan hawa dingin yang luar biasa itu.


Gerakannya tidak lagi pokus kepada lawannya,karena tubuhnya lebih banyak bergetar karena kedinginan dari pada melawan musuh nya.


Seperti biasanya,Dewi muyimaeva yang berhati bersih ini tidak tega bertindak kejam kepada lawannya,sehingga dia lebih banyak menghindar dari pada melawan.


Putri Annchi yang tahu gelagat adik madunya itu,segera turun tangan.


Maka dengan satu kibasan tangan kanannya, Selarik warna hijau melesat kearah kepala Rampak sulak yang memang sudah sulit mengerjakan anggota tubuhnya karena sudah mulai kaku karena terdampak hawa yang sangat dingin itu.


"Prok!".


Terdengar suara benda pecah,ketika selendang di pinggang putri Annchi bergerak menghantam kepala Rampak sulak sehingga pecah.


Tidak ada suara keluhan apapun dari mulut Rampak sulak ketika kepalanya pecah berantakan.


Tubuhnya tersungkur ketanah dengan posisi yang sudah kaku seperti patung batu pualam.


Sementara itu Rampak jaran yang melihat satu persatu saudaranya tewas menjadi sangat marahnya.


Sekali lagi dia mencabut pedang inti es dari warangkanya dengan maksud menyerang Alex dengan jurus terakhir menggunakan pedang inti es nya itu.


Tetapi rupanya itu suatu kesalahan yang sangat patal yang dia lakukan.


Ketika pedang inti es dicabut dari warangkanya,hawa dingin luar biasa diluar, bertemu dengan hawa dingin luar biasa dari dalam pedang inti es itu, membuat cuaca menjadi dingin berkali kali lipat.


Tubuh Rampak jaran spontan langsung diam membeku menjadi patung es abadi.


Alex mengambil pedang inti es dari tangan Rampak jaran dengan mematahkan jari jari tangannya yang membeli itu,lalu memasukannya kedalam warangkanya.


Sedangkan Dewi muyimaeva menarik kembali jurus pemanggil saljunya,sehingga perlahan lahan cuaca kembali seperti semula.


"kakak kau simpanlah pedang itu,karena pedang itu milik Dewi suci Kwan er,dan yang berhak mempergunakan nya cuma kakak putri Kwan si saja sebagai cucu murid dari Dewi suci dan telah menguasai semua jurus Dewi es"kata Dewi muyimaeva kepada Alex.


Alex memasukan pedang inti es itu kedalam gelang penyimpanannya.


Setelah beristirahat sejenak, Alex mengajak istri dan pengawal ya untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Kuda mereka kembali dibawa berpacu membelah hutan,turun dan naik gunung serta menuruni lembah dan menyeberangi sungai


Tanpa terasa,sore kembali datang menjelang.


Alex mencari sebuah sungai ataupun pancuran air yang ada untuk tempat beristirahat malam ini.


Ternyata tidak jauh dari jalan raya itu ada sebuah telaga yang tidak terlalu besar,namun mempunyai pemandangan sangat cantik dengan batu batu sebesar kerbau atau gajah berserakan di sekitar pinggir telaga itu.


Tidak jauh dari telaga itu ternyata ada sebuah kuil yang tidak terlalu besar juga,namun cantik dengan ukiran yang indah.


Alex turun dari kudanya dan menambatkan kudanya di dekat rerumputan.


Dibiarkannya kuda itu melahap rumput segar didekatnya.


Begitu pula dengan ketiga istrinya dan seorang pengawal setianya,menambatkan kudanya seperti Alex agar kuda kuda itu punya kesempatan untuk maka.

__ADS_1


*********


__ADS_2