
Alex berjalan santai keluar dari ruangan dapur rumah makan itu sambil menyapukan tangannya yang masih basah ke kain lap tangan yang sudah disediakan rumah makan itu.
Keempat wanita yang sedang duduk di kursi itu tidak terlalu menanggapi kedatangan Alex,kecuali satu orang yaitu Dewi muyimaeva yang matanya sekilas bercahaya biru terang menatap mata Alex,lalu seulas senyuman nan manis menghiasi bibirnya.
"Sudah kakak bayar semua kan kak ?"tanya Dewi muyimaeva kembali matanya berkilat cahaya biru terang tapi cuma sekilas.
Alex tahu bahwa istrinya yang satu ini juga memiliki mata Dewi yang bisa menembus apa saja,dan dia tidak mungkin berdusta didepan nya.
"Sudah,bahkan utang orang kota ini semua sudah ku bayar,mahal memang,tetapi tetap harus ku tagih semua bayarannya,bukankah semuanya harus ada hitungannya Dewi?"kata Alex kepada Dewi muyimaeva.
"Kau benar kakak, semua utang pasti ada bayarannya, meskipun itu dari orang lain,aku akan selalu mendukung keputusan mu suamiku" kata Dewi muyimaeva sambil berjalan keluar rumah makan itu mengikuti Alex.
Mereka mencari sebuah penginapan yang lumayan besar dan nyaman,tetapi memang tidak terlalu banyak orang yang datang untuk bermalam.
Ini mungkin karena prahara yang melanda kota beberapa waktu ini, membuat orang yang ingin mengunjungi kota ini menjadi sangat menurun sekali.
Mereka menyewa dua buah kamar,yang satu untuk Dewi Ginantari dan yang satunya lagi untuk mereka berempat.
Karena terlalu gerah, sebelum tidur Alex pamit mau mencari minuman kepada istrinya.
Ternyata beberapa saat Alex belum juga kembali kekamar mereka.
Hal ini membuat para istrinya menjadi risau, terutama putri Dewi Sucitra.
"Kakak Dewi,sudah selama ini kenapa kakak belum juga kembali ke kamar ini,aku seperti merasa kakak melakukan sesuatu"kata putri Dewi Sucitra kepada Dewi muyimaeva.
Dewi muyimaeva tersenyum menatap madu termudanya itu yang nampak sekali sangat gelisah.
"Tenanglah adik Dewi, tidak akan terjadi apa apa padanya,percaya saja padanya,dia bisa menyelesaikan semua urusannya"jawab Dewi muyimaeva.
Putri itu tenang sesaat, tetapi itu tidak bertahan lama,kembali lagi putri itu bingung mondar mandir di dalam kamar penginapan itu.
"Kakak Dewi,kakak Alex kemana sih,ini hampir tengah malam, kenapa belum juga kembali,aku akan keluar mencarinya"Kata putri Dewi Sucitra bermaksud keluar mencari sang suami.
Tetapi tangannya di pegang Dewi muyimaeva dan disuruh oleh sang Dewi untuk berbaring.
Sang putri berbaring disisi Dewi muyimaeva, tetapi justru matanya yang mengalirkan air mata.
"Adik,apakah kau tidak mempercayai suamimu sendiri?,percayalah kakak Alex bisa mengatasi masalahnya sendiri"kata Dewi muyimaeva menghibur sang adik madunya itu.
Menjelang hampir tengah malam,akhirnya Alex kembali juga kedalam kamarnya.
"Kakak,apakah kakak mencari minum keluar kota?"tanya Dewi Sucitra menyindir Alex dengan pertanyaan.
Mendengar pertanyaan itu,tentu saja Dewi muyimaeva dan putri Annchi menjadi geli.
"Adik Dewi,kakak mencari air ke sungai tempat kita bertempur dengan siluman buaya tempo hari"jawab putri Annchi berseloroh.
"Maap,ada sesuatu yang harus ku kerjakan, ada masalah kecil"kata Alex merasa bersalah, "ayo kita tidur lagi"...
Keesokan harinya,terjadi kegemparan di seantero kota Seba itu.
Cuma dalam satu malam terjadi duapuluh pembunuhan sadis, kepala dan tubuh orang itu putus terpisah.
Yang sangat aneh adalah tubuh yang tanpa kepala itu tidak mengeluarkan darah sama sekali, seperti di tebas dengan pedang yang sangat panas.
Alex mengajak ketiga istrinya dan Dewi Ginantari untuk mengikuti jalan setapak di belakang rumah makan kemarin untuk menuju ke tempat siluman Bajang darah itu bersembunyi.
Ternyata siluman itu bersembunyi di dalam sebuah hutan di sebelah timur bukit Seba,tepatnya di sebuah goa yang sangat besar.
Pimpinan siluman Bajang darah itu mempunyai seratus anak buah yang juga siluman tingkat empat,lima puluh siluman tingkat lima dan lima puluh siluman tingkat enam.
Baru saja mereka memasuki hutan itu,sepuluh siluman kera tingkat empat sudah menghadang mereka.
Dengan menggunakan senjata selendangnya, putri Annchi melawan siluman kera itu seperti seorang penari,dibantu oleh Dewi Sucitra dan Dewi Ginantari.
Baru beberapa siluman kera tingkat empat yang roboh binasa,kini dari celah celah pohon , bermunculan duapuluh siluman laba laba hitam tingkat empat yang ikut menyerang.
Dewi muyimaeva yang melihat kakak,adik serta pengawalnya di keroyok
oleh beberapa puluh siluman,langsung terjun ke kancah pertarungan itu.
Beberapa kali Dewi Sucitra nyaris terkena jaring laba-laba, untungnya Dewi muyimaeva berada didekat nya,sehingga dapat menyelamatkan dara cantik itu.
Melihat istrinya nyaris terkena serangan jaring laba laba, Alex langsung turun tangan membabat beberapa ekor siluman laba laba yang berada di dekatnya.
__ADS_1
Alex bertarung sambil berdekatan dengan putri Dewi Sucitra,karena dia dan Dewi muyimaeva sesekali juga melindungi putri Dewi Sucitra.
Setelah beberapa puluh siluman itu habis,kini datang lagi siluman elang dan siluman kodok tingkat empat.
Alex dan Dewi muyimaeva bertarung sambil sesekali melindungi Dewi Sucitra, sementara itu Dewi Ginantari dan putri Annchi bertarung dengan musuh seperti sand Dewi maut menari.
Setiap tariannya,nyaris satu nyawa siluman yang melayang.
Alex yang bertarung melawan siluman kodok, walaupun kodok kodok sebesar sapi itu berloncatan kesana kemari dengan gesit,tetapi karena gerakan Alex justru seribu kali lebih cepat dan gesit dari mereka, sehingga apapun upaya siluman kodok itu untuk menghindar,cuma sia sia belaka.
Satu persatu siluman siluman itu mulai bertumbangan,bangkai kodok sangat besar berserakan dimana mana,bercampur dengan bangkai siluman elang serta laba laba.
Baru saja para siluman elang dan siluman kodok habis musnah,kini datang kembali sepuluh siluman babi tingkat empat dan siluman api tingkat empat pula.
Pertarungan seru kembali terjadi di dalam hutan itu.
Batang batang pohon bertumbangan terkena Sambaran pedang maupun selendang yang nyasar.
Alex menggunakan jurus esnya untuk melawan serangan siluman api, sehingga beberapa siluman api hancur binasa terkena serangan es dari Alex yang memang tingkatnya berada jauh diatas para siluman itu.
Setelah siluman babi dan siluman api,kini muncul lagi tiga puluh siluman kelelawar tongkat empat.
Kelelawar sebesar manusia dewasa itu menyambar kesana kemari dengan suara yang riuh rendah.
Beberapa pukulan maupun tebasan pedang Alex berhasil mereka hindari dengan sempurna.
Rupanya siluman kelelawar ini lebih gesit dari siluman siluman yang lainnya.
Alex terpaksa mengerahkan tenaganya hingga duapuluhlima persen untuk mempercepat gerakan meringankan tubuhnya.
Kini tubuh Alex terlihat berpindah pindah dari satu tempat ketempat lainnya.
Dengan kecepatan ekstrim itu,Alex dengan mudah mengimbangi kegesitan gerakan dari siluman kelelawar.
Kini satu persatu siluman kelelawar mulai bertumbangan dengan tubuh yang tidak utuh lagi.
Akhirnya semua siluman tingkat empat habis binasa bertumpuk tumpuk di tempat itu.
Mereka meneruskan perjalanan kembali,kini sudah keluar dari hutan ke Padang rumput yang luas.
Dipadang rumput ini terlihat di kejauhan sepuluh ekor siluman kerbau tingkat lima dan sepuluh ekor siluman anjing tingkat lima pula.
"Iya kakak,jangan khawatir,aku akan melindunginya"jawab Dewi muyimaeva sambil menganggukkan kepalanya.
Alex mengeluarkan jubah berwarna doreng doreng dari dalam penyimpanan nya,dan di lemparkan kepada putri Dewi Sucitra.
"Cepat kau gunakan jubah itu putri"perintah Alex kepada istri termudanya itu.
Dengan berlindung pada tubuh Alex dan Dewi muyimaeva,Dewi Sucitra mengganti pakaiannya dengan jubah yang sama seperti yang digunakan oleh Dewi muyimaeva dan putri Annchi.
Setelah mengenakan jubah itu,Dewi Sucitra merasa tubuhnya menjadi semakin ringan, gerakannya semakin gesit,dan tenaganya semakin bertambah.
Alex melompat kearah siluman kerbau tingkat lima yang sedang berlari kearah nya.
"Tung!".
Terdengar dentuman mendengung ketika tinju Alex bertemu kepala siluman kerbau tingkat lima itu.
Siluman kerbau tingkat lima itu terjajar hingga enam tindak kebelakang, sedangkan Alex cuma bergoyang goyang di tempatnya.
Setelah berputar putar dan berjalan terhuyung huyung seperti orang mabok,siluman kerbau itu menggeleng gelengkan kepalanya sebentar,lalu kembali berlari mengejar kearah Alex.
Dengan kecepatan super cepat,Alex bergerak.
"Sreet!!".
"Moooaaa!".
Siluman kerbau itu menjerit nyaring ketika sebuah luka sangat besar menganga lebar memutuskan semua urat lehernya.
Akhirnya siluman kerbau itu tumbang ketanah setelah berkelojotan beberapa kali.
Sementara itu, pertarungan antara putri Annchi,Putri Dewi Sucitra dan Dewi Ginantari, dengan siluman anjing tingkat lima sangat seru.
Kini gerakan putri Dewi Sucitra semakin gesit dan kian bertenaga menghadapi serangan siluman anjing tingkat lima,menjadi latihan yang ringan baginya.
__ADS_1
Ketiga dara cantik jelita itu seperti bidadari penebar maut saja layaknya,bergerak kian kemari menumbangkan siluman anjing satu demi satu.
Sedangkan Alex dan Dewi muyimaeva bersama sama melawan siluman kerbau tingkat lima itu.
Cuma dalam watu beberapa saat saja,semua siluman kerbau itu semuanya tumbang ketanah dengan leher bawah hampir putus.
Setelah semua siluman kerbau dan siluman anjing telah tewas semua,kini dari pinggir lapangan berlari kearah mereka sepuluh ekor siluman kalajengking, sepuluh ekor siluman kelabang dan sepuluh ekor siluman gagak datang menyerang.
Semua siluman itu berada pada level lima dengan tingkat kepandaian yang setara.
Siluman kalajengking sebesar sapi betina itu menyerang dengan kedua capitnya serta sengat yang ada di ekornya sebesar buah kelapa itu.
Sementara siluman kelabang sebesar tikar pandan itu menyerang dengan cengkraman kedua rahangnya yang seperti pedang,dan sengatannya yang beracun.
Sedangkan siluman gagak menyerang dari udara dengan kedua cakar dan paruhnya yang kuat seperti baja pemotong.
Beberapa kali tinju dan tendangan dari Alex mendarat di tubuh kalajengking dan tubuh kelabang,binatang itu meskipun terpental beberapa kali,tetapi masih bangkit dan menyerang kearah Alex dan Dewi muyimaeva kembali.
Seakan akan kulit binatang ini terbuat dari besi saja layaknya.
Sambaran dari siluman gagak juga menambah kerepotan bagi mereka, karena Alex tidak bisa bebas menyerang balik, sebab serangan gagak selalu menggagalkan serangan baliknya.
Akhirnya Alex mengeluarkan pistol cahaya miliknya dari penyimpanannya untuk menghadapi serangan siluman burung gagak.
"siu!"
Satu lesatan cahaya menghantam tubuh seekor siluman burung gagak.
"Duar!!".
Tubuh siluman burung gagak itu meledak seperti cairan.
Kini satu persatu siluman gagak itu berguguran dari udara dengan tubuh meledak dan meleleh seperti air.
Sedangkan siluman kalajengking dan siluman kelabang nampak mulai gentar melihat siluman burung gagak satu persatu berguguran dengan tubuh terurai menjadi cairan busuk.
Mereka mulai mundur, tetapi Alex dan semua istrinya serta Dewi Ginantari tidak memberikan kesempatan lagi.
Maka satu persatu siluman tingkat lima itu bertumbangan dengan tubuh yang tidak utuh lagi.
Setelah semua siluman tingkat lima habis tewas, dan setelah menunggu agak lama tidak juga ada serangan lagi, Alex memutuskan untuk terus mencari sarang siluman Bajang darah itu.
Ditepi hutan dipunggung bukit Seba itu ternyata ada sebuah goa dengan pintu goa yang tidak terlalu lebar dan di pintu goa dijaga oleh sepuluh ekor siluman gorila tingkat enam.
"Grook,,grook!".
Terdengar suara sang gorila memperlihatkan gigi giginya yang tajam seperti gergaji itu sambil memukul mukul dadanya sendiri seolah olah sedang menantang.
"Putri,mundurlah kearah tepi,kau Dewi Ginantari,jaga istri ku,masalah gorila itu biar aku dengan Dewi muyimaeva yang akan menghadapinya"kata Alex memberikan perintah.
"Baiklah tuan,ayo tuan putri berdua,kita berlindung dibalik batu besar itu"kata Dewi Ginantari mengajak kedua dara cantik itu berlindung di balik batu.
Tanpa aba aba kesepuluh siluman gorila sebesar empat ekor gajah itu menyerang kearah Alex dan Dewi muyimaeva.
Suara telapak kakinya saja serasa membuat tanah bergetar seperti ada gempa bumi.
Dari ujung jarinya terlihat kuku kuku yang panjang dan runcing serta hitam,serasi dengan giginya yang kuning dan kehitaman itu.
Seekor gorila yang terdekat dengan Alex, mengayunkan tangannya mencakar tubuh Alex.
"Buk!".
Alex menyabetkan pedang cahayanya ketubuh siluman gorila itu,terdengar suara berdebug saat pedang cahaya berbenturan dengan tubuh sang siluman gorila itu.
Tubuh siluman gorila itu jangankan terluka, tergores saja tidak, bahkan sehelai bulunya saja tidak ada yang jatuh.
Begitupun dengan serangan dari Dewi muyimaeva kepada siluman gorila itu seperti tidak meninggalkan bekas apapun.
Bahkan tenaga dalam tingkat tinggi saja tidak berdampak apa apa pada tubuh gorila itu.
Segala cara sudah di lakukan tetapi siluman gorila itu tetap tidak bisa terluka.
Akhirnya Alex menyimpan senjata cahaya nya,dan mengeluarkan mustika pedang bintang miliknya.
Pedang yang terbuat dari baja bintang yang sangat langka itu mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
*********
__ADS_1