
Malam ini rombongan Alex sedang bermalam di tepi telaga kecil,yang lebih mirip lobang tanah yang berisi air dari pada sebuah telaga.
Batu inti bintang bersinar menerangi kegelapan malam.
Batu inti bintang adalah batu hasil dari bintang yang menciut dan memadat sehingga tinggal sebesar pergelangan tangan namun mempunyai kepadatan luar biasa.
Alex sedang duduk berjaga jaga ditemani oleh Dewi muyimaeva dan putri Annchi yang selalu setia menemaninya dalam suka dan duka.
"Kalian tidurlah,aku akan berjaga jaga,disekeliling pondok ini telah ku pasang tirai gaib untuk berjaga jaga"kata Alex.
"Aku tidak mengantuk kakak,aku lihat beberapa hari ini kakak juga tidak tidur,tidurlah kak,biar kami berdua yang berjaga jaga"kata putri Annchi.
"Aku tidak apa apa putri, bagai mana bisa aku memejamkan mata ku, bila setiap kali ku pejamkan mata ku,aku mendengar rintihan dan panggilan kakak mu memintaku menolong nya,hatiku benar benar perih,aku tidak berdaya menolongnya"keluh Alex dengan mata yang berkaca kaca.
Melihat itu,putri Annchi dan Dewi muyimaeva memeluk tubuh sang suami dari sisi kiri dan kanannya.
"Cup!".
"Cup!".
Dua kecupan di kiri dan kanan pipi Alex membesarkan hati sang pemuda itu.
"Kita akan berjuang bersama kakak,kami juga kehilangan kakak pertama,kita akan mengadakan perhitungan dengan kaisar gila itu" kata putri Annchi.
Dewi muyimaeva memijat kepala Alex pelan sambil menyalurkan hawa murni kedalam kepala sang suami.
Beberapa saat kemudian Alex tertidur dengan menyandarkan tubuhnya kepada putri Annchi, dengkuran halus terdengar dari mulutnya.
Putri Annchi meletakan kepala suaminya itu ke atas pahanya,di belainya pipi pemuda itu dengan perasaan kasih sayang.
"Kasihan dia,dia berusaha menutupi kedukaan hatinya,tetapi aku tahu betapa dia merindukan putri Giok Lin,sebenarnya hatiku perih melihat dia bersedih,tetapi aku tidak ingin menampakan nya"kata putri Annchi kepada Dewi muyimaeva.
"Kakak putri,kita semua menyayanginya,dan dia juga menyayangi kita semua tanpa berpihak pada siapa pun,tidak ada yang lebih di istimewaan, namun kedudukan kakak pertama memang istimewa di dalam hati nya,gadis pertama yang dikenal nya serta disukainya"Dewi muyimaeva menyentuh pelipis sang suaminya itu,dipijatnya pelan sambil menyalurkan hawa murninya.
Namun baru saja ketenangan terasa oleh mereka,tiba tiba tanah terasa bergetar.
"Apa yang terjadi,apakah ada gempa bumi Dewi?" tanya putri Annchi.
"Tidak kakak putri,ini mahluk Falk namanya, dia sebangsa Monster ganas yang suka memangsa manusia, kakak jagalah suami kita, masalahnya dia tidak akan terjaga meskipun langit runtuh, kecuali besok pagi,aku akan menghadapinya,jangan keluar dari kubah gaib ini"kata Dewi muyimaeva lalu menghilang dari pandangan putri Annchi.
Getaran tanah kian terasa,dan tidak jauh dari tempat itu terlihat nyala api terang kian mendekat kearah tempat mereka menginap.
Mahluk Falk ini sebangsa mahluk besar, setinggi pohon kelapa dengan satu mata yang menyala seperti obor dan kedua tangannya penuh dengan bulu bulu kasar dan hitam serta jari tangan besar dengan kuku kuku yang runcing seperti pedang.
Didalam pondok, putri Helena dan keempat pengawalnya serta putri Kayla dan Dewi Paraditha terbangun dari tidurnya.
Yang pertama kali dilihat mereka adalah tubuh Alex yang terbaring distas paha putri Annchi.
"Apa yang terjadi dengan kakak?"tanya putri Kayla heran.
"Adik Dewi menghipnotis nya agar kakak bisa istirahat,karena sudah beberapa malam ini dia tidak bisa tidur,panggilan kakak pertama terus terusan dia dengar"jawab putri Annchi.
"Lalu kakak Dewi kemana?"tanya Dewi Paraditha.
"Adik Dewi sedang menghadapi mahluk bernama Falk itu,kata adik Dewi mahluk Falak ini sebangsa Monster haus darah,dan kita di suruh jangan keluar dari kubah gaib ini"kata putri Annchi lagi.
__ADS_1
Diluar kubah gaib itu tampak tubuh Dewi muyimaeva bercahaya terang melayang diudara menantang perjalanan mahluk besar itu.
Tubuh mahluk hitam itu ketika melihat Dewi muyimaeva melayang diudara didepan matanya,segera mengayunkan tangan nya untuk meraup tubuh Dewi muyimaeva yang lebih kecil itu.
Namun tidak disangka sangka,tiba tiba tubuh Dewi muyimaeva semakin membesar dan terus membesar hingga sepuluh kali lipat tubuh mahluk Falk itu.
Melihat mahluk cahaya yang besarnya sepuluh kali lipat tubuhnya, mahluk Falk itu berniat untuk pergi melarikan dirinya,tetapi Dewi muyimaeva dengan gerakan sangat cepat menangkap tubuh mahluk itu,tangan kanannya menarik kedua tangan mahluk Falak itu sedangkan tangan kirinya menarik kedua kaki nya.
"Krak!!".
Terdengar suara berderak bersamaan dengan jeritan mahluk itu menembus angkasa, tubuhnya terputus sebatas pinggang dengan isi perutnya yang terburai keluar.
Darah hitam ber bongkah bongkah keluar dari tubuh mahluk Falk itu.
Bersamaan dengan tewasnya mahluk Falk itu,tubuh Dewi muyimaeva pun mengecil seperti semula.
Semua yang terjaga di dalam pondok malam itu terpukau melihat wujud nyata dari tubuh Dewi muyimaeva yang begitu besar.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?"tanya Dewi muyimaeva.
"Tidak adik,kami cuma terkejut melihat wujud mu yang begitu besar,apakah itu wujud asli mu?"tanya putri Annchi.
Dewi muyimaeva tersenyum manis, "tidak kakak,wujud asliku ya yang sekarang,karena aku di ciptakan didunia keabadian,dimana penduduknya adalah manusia seperti kita ini,tetapi aku sebagai mahluk cahaya,aku bisa meniru wujud mahluk cahaya yang asli,dimana bila mahluk cahaya menampakan wujud asli mereka,maka dunia ini sama besarnya dengan biji mata mereka,dan bila kita ke alam para mahluk suci ini,maka bahaya kita bisa terinjak injak mereka sangkin kecilnya kita"kata sang Dewi menerangkan.
Malam itu mereka tidak lagi tidur,kecuali Alex yang memang tidak bisa terjaga kecuali matahari muncul.
Mereka mengisi malam dengan bercengkrama menceritakan pengalaman mereka masing masing.
Ketika suara Kokok ayam hutan jantan terdengar di kejauhan,Dewi muyimaeva segera keluar dari pondok untuk membakar jasad mahluk Falk itu hingga tidak tersisa sedikitpun.
putri Annchi masih tidak bisa bergerak karena paha sang putri cantik jelita itu sedang menyangga kepala sang suami,dia tidak sampai hati memindahkan kepala orang yang paling dicintainya itu kelantai pondok.
Dewi Paraditha dan putri Helena serta putri Kayla lah yang bertugas memasak makanan mereka dibantu oleh empat orang pengawal putri Helena.
Baru setelah cahaya fajar di ufuk timur mulai terlihat,tubuh Alex mulai bergerak pelan.
Alex membuka matanya dan mengedipkan beberapa kali,yang pertama terlihat adalah wajah cantik sang putri Annchi yang tersenyum sangat manis menatap wajahnya.
Kemudian dia baru sadar kalau kepalanya tidur diatas paha sang putri.
"Apakah aku sudah menyakiti mu putri?" tanya Alex sambil berusaha duduk yang dibantu oleh putri Annchi.
"Tidak suami ku,aku tidak merasa sakit apalagi terbebani oleh mu,bagiku ini suatu kesenangan, aku senang melakukannya,maap adik Dewi terpaksa menghipnotis mu,karena kami khawatir sudah beberapa malam kau tidak tidur,janganlah marah,kami cuma tidak mau kau menjadi lemah apalagi sampai sakit karena kurang tidur"kata putri Annchi.
Alex meraih wajah cantik jelita itu,lalu mencium kedua pipinya kemudian dahinya, "bagai mana aku bisa marah dengan kalian semua,kalian tidak salah,aku tahu,maksud kalian baik,aku yang salah,kalian penyemangat hidup ku,di dunia ini aku tidak memiliki siapa siapa selain kalian,kalian adalah keluarga ku"jawab Alex.
Putri Annchi balas mencium kedua pipi sang suaminya itu,juga dahi suaminya, lalu dipeluknya tubuh pemuda tampan di hadapannya itu, "aku terlalu sayang dan terlalu cinta dengan mu suamiku, kesedihanmu adalah kepedihan hatiku, senyumanmu adalah kebahagiaan ku,tetaplah tersenyum matahari ku"bisik putri Annchi lirih di telinga Alex.
"Aku sangat beruntung memiliki kalian semua,aku menyayangi dan mencintai kalian semua,terimakasih atas pengorbanan kalian semua"balas Alex.
Wajah putri Annchi nampak tersenyum bahagia sehingga kecantikannya seakan bertambah berkali kali lipat.
Mereka turun dari pondok sederhana itu menuju ke telaga kecil untuk mencuci muka mereka.
Selesai makan dan mengisi tempat minum, mereka memberikan minum kuda mereka masing masing,lalu mulai menuju ke arah jalan raya kembali.
__ADS_1
Pagi pagi sekali,sepuluh ekor kuda berlari di jalan tanah kering berbatu itu.
Debu mengepul mengikuti di belakang kuda mereka.
Menjelang siang mereka keluar dari hutan lebat,kini dikiri kanan jalan tidak lagi nampak pepohonan yang tinggi menjulang,tetapi sudah berganti dengan pohon pohon pisang,pir,dan lain lain yang menandakan bahwa disitu sudah mendekati permukiman manusia.
Hingga menjelang tengah hari,mereka sudah memasuki sebuah desa yang tidak terlalu sepi,namun juga tidak terlalu ramai.
Dari tulisan digerbang desa,bisa diketahui bahwa desa itu berna desa ujung,yang memang kedudukan desa itu diujung jalan dimana tidak lagi ada sebuah desa pun sesudah desa ujung itu.
Umumnya orang yang singgah di desa itu cuma para pemburu ataupun tengkulak hasil bumi.
Hasil bumi yang paling banyak dicari di desa itu adalah bahan langka untuk obat obatan ataupun pil.
Tidak ada rumah makan di desa itu,yang ada cuma beberapa warung makan yang lebih kecil lagi dari rumah makan.
Mereka mencari warung yang agak sepi dari pengunjung agar tidak menimbulkan kehebohan.
Didekat sebuah persimpangan empat,ada sebuah warung makan yang lumayan besar dan nyaman,cuma memang karena penduduk desa itu yang agak sepi, makanya tidak banyak orang yang berkunjung.
Setelah menambatkan kuda mereka masing masing,mereka kemudian masuk kedalam warung makan itu.
"Selamat datang tuan muda dan nona nona muda,mau pesan makanan apa?"tanya penjaga warung itu yang sekaligus pemilik ya.
"Makanan yang paling lezat di tempat ini, buatkan untuk sepuluh orang juga minumannya teh harum yang hangat" pinta Alex,
Sambil menganggukkan kepalanya,pemilik warung makan itupun masuk kedapur untuk menyiapkan hidangan yang mereka pesan.
Tidak berapa lama teh harum yang hangat segera datang ke meja mereka.
"Oh iya bu,kala ke kota raja itu berapa lama lagi ya?"tanya Alex.
wanita setengah tua pemilik warung makan itu menatap muka Alex heran, "Kotaraja apa ya tuan muda,disini ada ratusan negeri,ada keKaisaran, ada kerajaan dan ada juga negeri yang cuma punya kepala negeri saja,yang tuan muda maksudkan negeri apa?"...
"Kami mau ke kotaraja negeri tanah Nirwana,apa ibu tahu dimana tempatnya?"tanya Alex.
Kini wajah ibu pemilik warung makan itu berubah agak canggung mendengar perkataan Alex.
"Maap tuan muda,kalau boleh tahu,ada perlu apa tuan muda mau ke kotaraja Nirwana itu?"tanya pemilik warung lebih hati hati lagi.
"Kami semua ingin mengadu nasip menjadi prajurit di kotaraja itu Bu"jawab Alex sedikit berdusta.
"Eh,be begini tuan muda,benua ini memiliki ratusan negeri,tetapi semua negeri itu tunduk dibawah pemerintahan negeri Nirwana,dan kotaraja negeri Nirwana berada di kota Rembulan yang cukup jauh dari sini"jawab pemilik warung makan itu.
"Lalu kota yang terdekat dari sini berapa jauh jaraknya Bu?"tanya Alex lagi.
"Kota yang terdekat dari sini bernama kota Lombeng,yang berjarak sekitar tiga hari perjalanan berkuda ke timur,dari kota Lombeng masih harus keutara lagi tuan muda "jawab ibu pemilik warung makan itu.
Setelah selesai makan,putri Annchi membayar harga makana mereka dua ratus keping perak,karena makanan satu orang seharga dua puluh keping perak.
Tidak lupa putri Annchi memberikan satu keping emas atas keterangan yang diberikan Ibu pemilik warung makan itu.
Setelah semuanya selesai,mereka langsung melanjutkan perjalanan kearah yang sudah dikatakan ibu pemilik warung tadi.
*********
__ADS_1