
Setelah berkuda di kegelapan malam dengan cuma mengandalkan penglihatan dari Alex, Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena,selama hampir setengah malaman,maka ketika sudah lewat tengah malam, barulah mereka sampai di pertigaan kemarin.
Setelah keluar dari jalan lebar itu,kini mereka menuju jalan yang agak sempit serta di kiri kanan ditumbuhi rumput ilalang yang tinggi.
Dewi muyimaeva menoleh ke arah jalan yang mereka tempuh tadi sore,lalu dengan sekali mengibaskan tangannya, secara ajaib hutan dikiri kanan jalan menyempit dan akhirnya jalan kemarin sudah hilang sama sekali menjadi hutan biasa lagi.
Mereka terus berkuda menebus kegelapan malam yang pekat.
Setelah merasa lumayan jauh,Alex berhenti dan melihat kesekeliling nya,lalu mencari sebuah tempat agak datar untuk tempat beristirahat malam ini.
Alex memilih tempat yang agak jauh dari jalanan,lalu memasang kubah gaib sebagai pelindung sementara dari hujan dan binatang buas.
Akhirnya Alex dan semua istrinya menghabiskan sisa malam dengan tiduran diatas rerumputan di pinggir huta.
Menjelang pagi,mungkin karena terlalu cape berkuda hampir semalaman,akhirnya mereka terbangun agak kesiangan,setelah sinar matahari menghangatkan muka mereka,barulah mereka bangun.
Yang pertama Tama Alex cari adalah air,untunglah didekat mereka istirahat terdapat sebuah lembah yang tidak terlalu dalam, sehingga tidak terlalu sulit mencapai lembah untuk mencari air.
Setelah berjalan beberapa saat,akhirnya mereka menemukan sebuah telaga kecil dengan sebuah air terjun yang tidak terlalu tinggi.
Alex dan semua istrinya segera menambatkan kuda kuda mereka di bawah pohon dekat dengan Padang rumput.
"Aku ingin mandi dulu,dari kemarin belum mandi"kata putri Helena sambil turun kearah pinggir telaga,sementara itu yang lainnya juga mengikuti turun kearah pinggir telaga.
Sementara semua istrinya mandi,Alex berkeliling disekitar telaga,mencari binatang buruan atau sayur sayuran hutan.
Setelah berjalan beberapa saat,akhirnya Alex mendapatkan seekor rusa gemuk dan beberapa pucuk palm hutan untuk dimakan.
Sementara itu di pinggir telaga,keenam istri Alex sudah selesai mandi dan sedang bersama sama memasak nasi untuk mereka makan.
Namun tidak berapa lama,dari arah jalan raya datang serombongan orang orang yang juga bermaksud menuju telaga kecil itu.
Rombongan itu terdiri dari lima belas orang pemuda dan lima orang tua usia enam puluhan tahun yang semuanya mengenakan pakaian biru bergambar singa yang disulam dari benang emas.
Kalau dilihat dari gerak gerik mereka,mereka itu para murid perguruan dan lima orang guru mereka yang sedang dalam perjalanan.
yang paling menonjol dari mereka semuanya adalah seorang pemuda tampan berkulit putih yang selalu diikuti oleh sembilan orang pemuda lainnya sepertinya dia seorang tuan muda.
Pemuda itu memang seorang tuan muda dari keluarga Gong bernama Fu Yue dari kota Rembulan.
Keluarga Gong terkenal sangat kaya raya di seluruh negeri Padang api,bahkan bisnisnya hingga mencapai Kotaraja Phang Yung.
Namun satu hal yang membuat keluarga Gong sangat dibenci orang adalah sifat arogan dan semena mena nya kepada orang lainlah yang tidak mereka sukai.
__ADS_1
Rombongan ini baru saja pulang dari Kotaraja Phang Yung untuk mengikuti satu turnamen antar perguruan silat yang diadakan setahun sekali.
Tuan muda Fu Yue ini sedari kecil tidak pernah merasakan arti sebuah kegagalan dan kekecewaan,karena apapun yang dia inginkan,akan selalu dituruti oleh kedua orang tuanya.
Ternyata itulah yang memupuk sifat arogannya menjadi semakin parah,apapun yang dia inginkan,akan selalu tersedia dan terpenuhi.
Hali ini ditambah lagi dengan tuan muda yang selalu berteman dengan para pemuda yang senang memperalat dirinya untuk kepentingan mereka sendiri,dengan jalan menjilat sang tuan muda agar mendapat tempat dalam berteman dengannya serta keluarganya yang semuanya berpengaruh itu.
Bersama para pemuda itu terdapat lima orang tua usia enam puluh tahunan yang terdiri dari empat orang laki laki dan seorang wanita serta lima orang wanita muda cantik cantik yang merupakan murid dari sang wanita tua tadi.
Tuan muda Fu Yue ketika melihat ada enam orang wanita cantik jelita luar biasa,spontan sifat arogan nya pun bangkit bergairah.
Tanpa harus mengikat kudanya lagi,tuan muda Fu Yue langsung melompat mendekati enam orang wanita jelita itu.
Bahkan dengan rasa percaya diri yang begitu tinggi,dia langsung
menyapa ke enam orang wanita cantik jelita itu.
"Hai,nona nona yang sangat cantik jelita, kenalkan namaku Fu Yue,tuan muda dari keluarga Gong di kota Rembulan,semua orang pasti tahu,karena keluarga Gong adalah keluarga terkaya di negri ini"kata tuan muda Fu Yue memperkenalkan dirinya.
Keenam wanita cantik itu cuma diam saja tanpa menghiraukan ucapan dari tuan muda Fu Yue itu,mereka masih menyibukkan diri dengan memasak.
Karena merasa diacuhkan oleh keenam wanita yang luar biasa cantik itu,membuat tuan muda menjadi semakin penasaran.
Dia mendekati Dewi muyimaeva,"Hai nona, kalian tidak tuli kan, kenalkan namaku Fu Yue,kalian semuanya siapa?"tanya tuan muda Fu Yue.
Melihat senyuman Dewi muyimaeva,jantung tuan muda Fu Yue serasa mau meledak rasanya .
Sembilan orang pemuda pengikut sang tuan muda itu segera mendekati kearah tuan muda mereka itu.
"Tuan muda Yue,kau jangan terlalu serakah, kau pilih salah satu,lalu sisanya berikan kepada kami,kami juga kepingin punya istri yang cantik jelita juga "kata salah satu dari sembilan orang pemuda itu.
"Aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka, biarlah keenam enamnya akan aku ambil menjadi istri ku semuanya,kalian tidak boleh mengambil punya ku"jawab tuan muda Fu Yue.
Muka kesembilan orang pemuda itu menjadi nampak sangat kecewa sekali,tetapi mereka tidak berani membantah lagi,selain karena ilmu sang tuan muda yang tinggi,mereka juga kalah status dari tuan muda.
"Aku bersungguh sungguh nona,aku akan memperistri kan kalian semua,apapun resikonya, kalau kalian minta kekayaan ataupun harta, semua akan aku berikan asalkan kalian mau menjadi istri ku, percayalah,kalian akah bahagia bersama ku"tuan muda bermaksud mau memegang tangan Dewi muyimaeva,tetapi sang Dewi segera menghindar.
"Tuan sudahlah,jangan diteruskan lagi,kami semua sudah memiliki suami,sebaiknya tuan tidak mengganggu kami"kali ini putri Annchi yang berbicara.
"Suami?,mana?,mana?,kalian cuma ber enam, mana ada laki laki lain disini selain kami,kalian jangan mencoba membohongi aku,aku tidak perduli,pokoknya aku jatuh cinta kepada mu,dan kalian harus menjadi istriku semuanya"penasaran hati tuan muda Fu Yue semakin menjadi jadi.
"Kakak,pemuda seperti ini tidak bisa diberitahukan secara baik baik,harus kita pisahkan tubuh dan kepalanya,baru dia akan menurutinya"kali ini putri Kayla yang berbicara sedikit lebih keras.
__ADS_1
"Jangan kakak putri,sebaiknya tangan dan kakinya saja yang kita copot,baru asik"Dewi Paraditha ikutan mencelutuk .
Lima orang gadis cantik bersama seorang guru mereka,merasa hati mereka tiba tiba berdesir aneh setelah mendengar kata kata Dewi Paraditha tadi.
Seakan mereka merasa itu bukan cuma ancaman kosong belaka.
"Guru,sebaiknya kita mencari tempat lain saja, saya tiba tiba merinding mendengar perkataan gadis barusan guru"kata salah satu murid perempuan.
"Iya,benar guru,jantung saya juga tiba tiba berdetak kencang mendengar kata kata gadis tadi"kata temannya ikut menimpali.
"Ayolah kita ke sudut sana untuk memasak" kata sang guru sambil mengajak kelima muridnya yang cantik cantik itu untuk mencari tempat lain.
Dari balik pepohonan, seorang pemuda berjalan sambil menggendong seekor rusa jantan dan satu umbut pucuk palm hutan.
Dengan perasaan gembira,keenam wanita cantik jelita itu menghampiri Alex sambil setengah berlari, "kakak, kau berhasil mendapatkan rusa dan sayuran ya "putri Helena menyambut tubuh rusa dari atas pundak sang suami nya itu.
Sementara istri Alex yang lainnya sibuk dengan pekerjaannya masing masing,ada yang mengumpulkan kayu bakar,ada yang mengiris daging rusa,bahkan ada juga yang menghidupkan api serta membersihkan sayur yang Alex bawa tadi.
Kini tuan muda Ter abaikan oleh mereka dengan kesibukan mereka masing masing.
Melihat hal itu,alangkah panasnya hati sang tua muda Fu Yue,karena seumur hidup dia tidak pernah diabaikan apa lagi sampai di tolak seperti saat sekarang.
"Ooh jadi ini suami mu itu hingga kalian berani menolak ku ya?,huh cuma seorang pemuda hina yang tidak memiliki apa apa,hei pemuda,aku menantang mu bertarung,bila kau kalah maka semua wanita mu itu harus kau serahkan kepada ku"tantang tuan muda Fu Yue kepada Alex.
Alex menatap pemuda itu dan melihat tingkat kultipasinya baru di tingkat Alem Raja saja sudah berani petantang petenteng di depannya.
"Maap tuan muda,saya tidak punya kepandaian apa apa,dan saya tidak bisa bertarung,janganlah tuan memaksa saya"kata Alex sambil pura pura merendah.
"Kalau begitu sudah nasip mu,aku tidak akan menyakiti mu,asalkan dengan suka rela kau serahkan semua istri mu untuk ku dan kau segera pergi sendirian dari sini "kata tuan muda Fu Yue semakin arogan karena merasa kian diatas angin.
Sementara itu,keempat orang tua yang sedari tadi cuma diam,mencoba mementau sejauh mana tingkatan kultipasi Alex ini,tetapi dia tidak melihat apa apa,dia seperti melihat sebuah samudra yang penuh dengan air tanpa tahu lagi sebanyak apa takaran air itu sendiri.
Berulang kali mereka berempat mencoba memindai tingkat kultipasi Alex,tetapi mereka tetap seperti melihat hal yang sama,yaitu sebuah samudra yang penuh air tetapi tidak tahu sampai seberapa banyak isi samudra itu sendiri.
Namun secara samar,mereka cuma melihat aura putih kebiruan membias dari tubuh Alex.
Bias cahaya itu tipis, sangat tipis,sehingga nyaris tidak terlihat.
*********
mohon maap kepada penikmat novel yang budiman,beberapa hari ini author lagi sibuk sibuk nya dengan pekerjaan, jadi tidak sempat untuk menulis.
Tetapi author mencoba untuk meneruskan cerita ini hingga tamat,meski dengan sedikit agak lambat.
__ADS_1
Maapkan author ya.
Tetap berikan dukungan untuk author berupa like agar tambah bersemangat lagi .