
Suara hiruk-pikuk di halaman chong Taijin tiba tiba berubah menjadi sunyi senyap,karena semua prajuritnya pergi melarikan diri masing masing.
Dihalaman rumah kediaman Chong Taijin itu cuma tersisa seorang pemuda berwajah cantik jelita luar biasa yang berjalan santai memasuki kediaman Chong Taijin.
Didalam rumahnya Chong Taijin masih saja marah marah tidak karuan,sampai sampai dia tidak sadar semua prajurit dan pelayan nya sudah pergi melarikan diri dari rumah kediaman nya itu.
Sedangkan Shao Nie juga tidak sadar dengan bahaya,masih saja meratap dan menyumpah serapah tidak karuan kepada orang yang telah membunuh putra nya itu.
Hingga terdengar bentakan dari Chong Taijin kepada Alex, barulah dia tersadar bahwa ada orang tidak dikenal masuk kedalam rumah kediaman mereka.
Chong Taijin yang masih terbawa suasana emosi karena kematian putra semata wayang nya itu, menjadi sangat marah melihat kedatangan Alex dan langsung duduk di ruangan depan itu.
"Hei kau siapa,mengapa masuk tempat orang tanpa permisi heh?,apa kepengen ku remas remas tuh batok kepala renyah mu itu?"bentak Chong Taijin kepada Alex.
"Siapa aku?,tidak perlu kalian tahu,yang perlu kalian tahu adalah ,aku yang telah memecahkan kepala pemuda bejad itu,karena dia tertangkap basah mau memperkosa seorang gadis baik baik!" kaya Alex sambil menunjuk kearah tuan muda Cao ji yang masih terbujur kaku di ruangan depan rumah kediaman Chong Taijin.
Merah padam muka Chong Taijin mendengarkan kata kata Alex.
Ditatapnya wajah pemuda itu,tiba tiba darahnya seperti terkesiap,pemuda berwajah jelita luar biasa.
Ditatapnya wajah pemuda itu dan wajah sang istrinya bergantian, sangat jauh berbeda, setengah persen dari kecantikan wajah pemuda itupun tidak wajah sang istrinya itu.
Sang istri yang merasa di banding bandingkan dengan wajah sang pembunuh putra nya itu,menjadi kalap luar biasa.
Dicabutnya pedang yang tergantung di dinding serta secepat kilat diserangnya Alex dengan senjata itu.
Tetapi sebelum senjata itu mampir di tubuh Alex,sebuah tendangan nya menghantam ulu hati sang istri Chong Taijin.
Tubuh wanita malang berpenampilan glamor itu terbang dan terhempas Kedinding dengan kondisi sudah berantakan.
Chong Taijin menjerit histeris melihat tubuh sang istri yang terjengkang dengan kondisi yang tidak karuan lagi.
Tangan Chong Taijin tiba tiba berubah menjadi berwarna kuning, pertanda Chong Taijin menguasai ilmu tinju api tingkat empat.
"Kau kira bisa merobohkan aku?,tidak akan kaisar mengangkat aku sebagai wakilnya di negeri ini jika aku lemah, akan kubuat kau merasakan bagai mana hidup tanpa kaki dan tangan "kata Chong Taijin sambil menyerang tubuh Alex.
Tetapi Alex dengan jurus sembilan langkah dewa nya,sangat susah untuk di sentuh.
Sumpah serapah Chong Taijin tidak terhitung sambil berusaha menyarangkan serangannya ketubuh Alex.
"Pantas kau di gelari banci,karena kau bertarung seperti banci yang selalu menghindar, tanpa berani adu serangan"kata Chong Taijin memprovokasi Alex.
Dia mengira bila bisa membuat Alex mau beradu serangan,Alex pasti kalah,setidaknya tangannya akan hangus.
Tetapi provokasi itu salah alamat dan kesalahan besarnya.
__ADS_1
"Apa?,kau ingin adu jurus?,oke baiklah Chong Taijin,persiapkan dirimu sekuat mungkin,karena bila pertahanan mu kurang kuat,hari ini hari terakhir kau menjadi manusia" kata Alex tanpa persiapan yang memadai.
Melihat itu, Chong Taijin tertawa bangga,merasa provokasi nya berhasil, dan Alex mau meladeni tantangan adu jurus nya,nampak sekali jika Alex tidak punya persiapan apa apa .
"Ciaaaat!!".
Sambil mulutnya berteriak, Chong Taijin menyerang Alex dengan jurus api tingkat empatnya.
Hati Chong Taijin tertawa bahagia melihat serangannya sudah setengah jalan,namun Alex masih tidak mempersiapkan apa apa untuk menyambut serangan nya.
Namun kebahagiaan Chong Taijin tidak berumur panjang,karena ketika kepalan tangannya yang berwarna kuning itu hampir sampai di dada Alex,tiba tiba tubuh Alex muncul api berwarna biru tua pertanda dia sudah menerapkan jurus api ilahi tingkat enam,dua tingkat di atas tingkatannya .
Chong Taijin terkesiap, dia ingin menarik jurusnya tetapi sudah tidak ada kesempatan lagi,akhirnya;
"Bum!!".
Sebuah dentuman terdengar nyaring hingga menggetarkan rumah kediaman Chong Taijin itu.
Tubuh Chong Taijin terlempar menghantam dinding rumah lalu jebol dan terlempar kehalaman luar dengan kondisi sudah gosong.
Setelah itu,Alex memeriksa setiap ruangan didalam rumah Chong Taijin itu.
Ternyata sang istri Chong Taijin itu seorang pengoleksi perhiasan mahal,karena hampir disetiap kamar,banyak terdapat perhiasan emas berlian.
Di ruang bawah tanah nya,Alex menemukan tumpukan keping emas dan perak dalam karung peti hingga hampir memenuhi empat buah kamar itu.
...----------------...
Jauh dari kota Rembulan,sekitar sepuluh Li dari pinggiran kota Rembulan,ada sebuah perguruan silat yang sudah ternama ke mana mana,yaitu perguruan silat singa emas dengan hampir seribuan murid luar dan dalam nya.
Sedangkan panatua perguruan disini ada dua belas orang dengan enam orang panatua luar dan enam orang panatua dalam serta seorang patriak perguruan bernama Duo Lai.
Duo Lai ini berusia sekitar delapan puluh tahun memiliki putra berusia sekitar dua puluh tahun bernama Duo Luan hasil dari perzinahan terselubung dengan murid perempuannya.
Hari itu perguruan singa emas geger gempar karena kedatangan beberapa orang murid dalam yang membawa jasad Duo Luan dan tiga orang yang lainnya dalam keadaan telah tewas mengenaskan dengan pinggang yang terputus .
Melihat tubuh sang putra yang tewas mengenaskan itu, Duo Lai meraung menangis sedih.
Sedangkan panatua Fu Cai menangis memeluk tubuh Fu Jiao putra nya.
Panatua Gau Jie memeluk Gau Ju putranya,dan panatua Pan Diao memeluk tubuh Pan Tai putranya.
Tangis dan raungan kesedihan terdengar di dalam perguruan itu.
"Katakan kepada ku,siapa yang telah membunuh anakku beserta murid murid perguruan singa emas heh,katakan !"jerit Duo Lai meraung disela kesedihannya.
__ADS_1
"Kami tidak tahu patriak, waktu kami temukan, jasad tuan muda berada ditepi danau rembulan bersama dengan seratus orang prajurit dan Zhi Ciangkun yang lukanya hampir sama semua nya" kata salah seorang murid senior.
Panatua Fu Cai,Gau Ji dan Pan Diao bangkit berdiri, "Tidak!!,bagai manapun juga pembunuh itu harus membayar semuanya dengan mahal sekali,tubuhnya harus kita potong potong lalu berikan kepada serigala di hutan"...
"Ya,aku sendiri yang akan menuntut balas kepada si pembunuh itu, tunggulah saatnya akan tiba,pembalasan akan terjadi"kata Duo Lai sangat marah.
Dia memang sangat menyayangi Duo Luan sang putra semata wayang nya semenjak ibu kandung Duo Luan mati bunuh diri karena tidak sanggup menahan aib nya.
Duo Luan ia gadang gadang sebagai calon penggantinya kelak sebagai patriak perguruan singa emas.
Kasih sayang yang dia berikan kadang juga keterlaluan,bila tuan muda Luan berantem dengan murid perguruan, patriak Duo Lai selalu membela sang putra, sehingga kepribadian Duo Luan menjadi tidak stabil,suka marah seenaknya,main pukul sana sini sekehendak hatinya.
Di Perguruan itu dia tidak banyak mempunyai teman,kecuali ketiga orang putra panatua perguruan yang wataknya setali tiga uang dengan tuan muda Duo Luan,serta seorang murid lagi putra seorang pembesar dari negeri Nirwana bernama tuan muda Cao ji yang juga murid perguruan singa emas itu putra dari Chong Taijin.
"Bagai mana dengan putra Chong Taijin itu,apakah dia selamat?" tanya Duo Lai.
"Maap patriak perguruan, tuan muda Cao ji telah tewas terlebih dahulu dari keempat orang tuan muda itu patriak"jawab murid senior tadi.
"Lalu apa tindakan dari Chong Taijin,apakah dia sudah tahu siapa pelaku nya?...
"Kami kurang tahu patriak,karena Chong Taijin beserta istrinya juga telah ditemukan tewas di rumah kediamannya patriak"...
"Hah?,sebegitu serius nya kah masalah ini, jangan jangan ini bersangkutan dengan urusan negeri,biarlah,kita tunggu hasil penyelidikan para Telik sandi kita di kota Rembulan itu"kaya patriak perguruan Duo Lai.
Tidaklah terlalu lama, datang tiga orang dengan menunggang kuda dari kota Rembulan.
Mereka adalah para Telik sandi yang ditugaskan menyelidiki masalah pembunuhan itu.
"Jadi apa yang kalian temukan disana?"tanya patriak perguruan singa emas itu kepada tiga orang teliksandi perguruan itu.
Perguruan singa emas mempunyai murid beribu ribu yang tersebar di mana mana,jadi sangat mudah untuk sekadar mencari berita atau sekedar menjadi teliksandi.
"Ampun patriak,menurut keterangan yang kami kumpulkan,pelaku pembunuhan ini adalah seorang pemuda umur dua puluhan tahun saja patriak,memiliki wajah cantik bak bidadari, semula berawal dari semua tuan muda perguruan ikut serta dengan tuan muda Cao ji bermaksud memperkosa seorang gadis di sudut taman,tetapi kebetulan pemuda itu ada,lalu terjadilah pembunuhan itu,tuan muda Cao ji tewas,dan keempat tuan muda perguruan lari ke rumah kediaman Chong Taijin, Chong Taijin sangat marah besar dan mengutus Zhi Ciangkun untuk menangkap pemuda itu,tentu saja bersama keempat tuan muda perguruan,tetapi sayang, Zhi Ciangkun dan pasukannya bukan lawan pemuda itu,mereka semua tewas termasuk semua tuan muda perguruan,dan setelah itu,chong Taijin juga habis dibantai oleh pemuda itu Patria "kata murid senior mengakhiri keterangannya.
Lama sang patriak perguruan termenung mendengar berita itu, Chong Taijin dan Zhi Ciangkun telah tewas di bantai seorang pemuda berwajah cantik bak bidadari.
Masygul wajah sang patriak perguruan singa emas,mendengar berita kedua sahabatnya itu telah tewas .
Pelipisnya berdenyut memikirkan hal itu, teringat pula dia dengan putra semata wayang nya yang telah tewas,api dendam dan amarah bergelora didalam dadanya.
"Kalian semua persiapkan semua senjata,pasukan panah juga bersiap ,kita sambut dan beri pemuda itu kejutan terakhir untuk nya, dia pasti menyambangi perguruan ini,ayo cepat bersiap!" perintah sang patriak perguruan singa emas.
Beberapa prajurit senior yang sudah setingkat guru dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Alex.
Tidak lupa sepasukan murid senior yang bersenjatakan panah disuruh bersiap diposisi tersembunyi disekitaran halaman perguruan itu.
__ADS_1
...****************...