
Sudah seminggu lamanya Alex kembali Negeri Yuan,mareka berlima dengan Liong san dan Soa Ning yang bertugas sebagai pengawal mareka, sedangkan Dewa cahaya suci tinggal di istana Fangkea yang di kurung tirai gaib itu.
Sementara itu,Dewa bayangan dan Dewi obat,kembali ke pondok mareka di hutan sarang Elang.
Siang itu,Kaisar menerima utusan dari kota Min shin di sebelah timur kota Yuking.
Di sebelah timurnya lagi dari kota Min shin,ada sebuah hutan besar di tepi laut,yang bernama hutan Kerajaan siluman.
Dinamakan hutan Kerajaan siluman,karena banyaknya beraneka macam binatang siluman ada disana.
Konon di sekeliling hutan itu telah dipagari Dengan tirai gaib oleh seorang yang sakti,sehingga tidak ada binatang siluman yang mengganggu manusia.
Cuma gerbang tirai gaib pelindung hutan siluman akan terbuka dengan sendirinya setahun sekali,selama enam hari,yaitu setelah terjadinya gerhana bulan.
Terjadinya gerhana bulan setahun sekali,akan melemahkan segel penguat tirai gaib pelindung hutan, membuat pintu gerbang nya bisa terbuka.
Dan pada saat itulah biasanya,para binatang siluman akan keluar kelayapan di kampung kampung dan kota kota sekitar hutan untuk mencari mangsa.
Namun tahun ini yang terjadi diluar perkiraan, karena segel penguat tirai gaib itu melemah sebelum terjadinya gerhana bulan.
Padahal menurut perhitungan,gerhana bulan masih beberapa bulan lagi,tetapi kali ini binatang siluman itu sudah keluar dari hutan Kerajaan siluman.
Sudah banyak penduduk desa di sekitar hutan yang binasa menjadi korban keganasan dari binatang siluman itu.
Bahkan sudah ada beberapa desa yang penduduknya hampir habis mengungsi keluar desa untuk menghindari serangan binatang siluman itu.
Perlawanan bukannya tidak ada,sudah banyak para pendekar yang mencoba melawan,tetapi hasilnya, mareka yang terbunuh.
Tuan ketua kota Min shin sudah pernah mengirimkan prajurit kota Min shin untuk melawan keganasan hewan siluman itu,tetapi hasilnya juga mengecewakan,pasukannya kembali ke kota dengan sisa pasukan yang tinggal sedikit saja.
Akhirnya Tuan ketua kota memberanikan diri ke kota Raja Yuking untuk meminta bantuan dari sang Kaisar Yuan.
Kaisar menyanggupi memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar hutan Kerajaan siluman itu.
Sebelum mengambil keputusan memberikan bantuan berupa apa, Kaisar terlebih dahulu mengumpulkan para menteri dan pembantu pembantunya untuk bermusyawarah,mengenai bantuan bagai mana yang harus di berikan.
Yang diajak bermusyawarah saat itu termasuk Putri Giok Lin, putri Kwan si dan Alex.
Alex mengusulkan supaya yang pergi terlebih dahulu ke hutan kerajaan siluman adalah dirinya sendiri dahulu sambil melihat situasi disana karena mengingat telah banyak prajurit yang gugur disana.
Kaisar menyetujui usul Alex walau dengan berat hati,tetapi putri Giok Lin Dan putri Kwan si lah yang tidak setuju bila Alex pergi sendirian ke sana.
Ketika mendengar bahwa Alex bermaksud pergi ke kota Min shin cuma bertiga dengan kedua orang pembantunya, marahlah kedua orang putri itu pada Alex.
Akhirnya Alex mengambil keputusan mengajak kedua orang istinya untuk pergi ke hutan kerajaan siluman.
Akhirnya dengan menunggang lima ekor kuda, mareka pergi menuju kota Min shin.
Menjelang Minggu kedua perjalanan,mareka tiba di kota Xinyuan.
Kota Xinyuan adalah kota terbesar kedua setelah kota Raja Yuking,dan di dekat kota inilah markas besar perguruan Mawar Emas berdiri.
Karena besarnya kota ini,sehingga jalan yang menghubungkan antara kota Raja dengan kota Xinyuan ini setiap hari selalu saja ada rombongan pedagang yang lewat.
Kota ini di namakan kota Xinyuan yang membangun kota ini pertama kali adalah leluhur Kaisar Yuan,dan dahulu kala kota ini menjadi pusat pemerintahan Kaisar Yuan sebelum berpindah ke kota Yuking sekarang.
Menjelang sore hari mareka sampai di depan gerbang kota Xinyuan yang megah.
Alex dan rombongan memang sengaja menyembunyikan tingkat kultipasi mareka, sehingga mirip dengan orang orang awam biasa.
__ADS_1
Apalagi dengan pakaian sederhana yang mareka kenakan,membuat mareka sangat mirip dengan rakyat biasa yang tidak mengenal kultipasi atau ilmu silat.
Setelah mengikuti antrian,mareka masuk ke dalam kota dengan membayar setengah keping emas,atau lima ratus keping perak untuk tiap orang.
Jadi untuk biaya masuk lima orang,putri Giok Lin mengeluarkan dua keping emas utuh dan satu keping emas dengan lobang bolongan ditengah tengahnya senilai setengah keping emas.
Begitu memasuki kota Xinyuan yang sangat sibuk itu,mareka langsung mencari rumah makan yang terkenal di kota itu untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.
Saat mareka masuk,ternyata meja sudah penuh dengan pengunjung yang ingin makan juga.
Alex menatap seorang pelayan rumah makan itu yang sedang sibuk melayani pelanggan yang datang,seraya bertanya, "apakah tidak ada tempat kosong lagi?"...
Pelayan itu menatap lama kearah Alex, kemudian berkata dengan nada cukup ketus, "memangnya kau lihat masih ada tempat ?,sana pergilah cari rumah makan yang lain ,yang sesuai untuk kalian"...
Malas berdebat,Alex berbalik berjalan ke arah luar.
Ketika mareka bermaksut keluar dari rumah makan yang sudah penuh itu,dari arah pintu masuk tiga orang gadis cantik.
"Apakah tuan bermaksut makan disini?"tanya salah satu dari tiga orang gadis itu.
"Ya,"jawab Alex, "kami berlima bermaksud mau makan,tetapi ternyata sudah penuh semua, terpaksa kami keluar, kami akan mencari rumah makan lain yang masih agak kosong"...
"Kalau kalian tidak keberatan,maukah kalian makan bersama kami ?"tanya gadis itu lagi.
"Makan dimana ?,bukankah ruangan ini sudah penuh semua?"tanya Alex heran.
"Tidak,masih ada ruangan khusus,kita bisa membayar uang sewa ruangan khusus sebesar satu keping emas untuk satu meja"jawab gadis tadi sambil berjalan kearah pelayan rumah makan itu.
Melihat gadis itu datang,buru buru pelayan tadi menyambut dengan membungkukan badannya, ,"selamat datang nona muda Ban"..
"Ruangan atas masih kosong kan?"tanya nya.
Tanpa memperdulikan pelayan itu lagi,gadis itu memanggil kedua temannya,dan juga Alex beserta rombongannya untuk naik ke ruangan atas.
Mareka memasuki sebuah ruangan,ternyata di ruangan itu terdapat sebuah tangga ke ruang atas rumah makan itu.
Di ruang atas rumah makan itu ternyata sangat luas,ada terdapat banyak meja,dan tiap meja memiliki delapan kursi, yang masing masing sisi meja ada dua kursi, dan setiap satu meja dipisahkan dengan dinding setinggi orang dewasa berdiri dari meja meja lainnya.
Gadis itu mengajak mareka masuk kesalah satu bilik yang kosong, itu bisa diketahui dari pintunya yang terbuka, kalau Bilik dengan pintu tertutup,itu tandanya didalam ada orangnya.
Tidak lama setelah mareka duduk,masuklah seorang pelayan menanyakan pesanan mareka.
Selagi menunggu makanan yang mareka pesan datang,mareka berbincang bincang sebentar.
"Kalau boleh tahu,tuan tuan dan nona nona mau kemana?"tanya gadis tadi pada mareka.
"Kami bermaksud mau ke hutan kerajaan siluman "kali ini putri Giok Lin yang menjawab.
Mendengar jawaban dari putri Giok lin,ketiga gadis tadi terperanjat kaget.
"Hah,mau ke hutan kerajaan siluman?,jangankan orang biasa,para pendekar saja banyak yang menghindar dari hutan itu,kok kalian malah mendatangi nya,kalian bukan sebangsa siluman kan?,lalu apa kepentingan kalian kesitu"tanya gadis tadi lagi.
"Kami ingin menyelidiki tentang kabar bahwa disana banyak bangsa siluman yang sering mengganggu warga" jawab putri Giok Lin lagi.
Mendengar penuturan dari putri Giok Lin,gadis tadi kembali menatap mareka satu persatu,di pusatkan nya persepsinya,tapi tidak dilihatnya juga tingkat kultipasi orang orang ini.
Gadis itu menarik napas panjang,kemudian berkata, "oh ya,kenalkan nama ku Sin swie dari keluarga Ban,dan ini Ti hwa dari keluarga Kui,ini Mai lan dari keluarga Pan,kami semua murid dari perguruan Mawar emas,kalau kalian siapa?"...
"Oh maap,kenalkan nama ku Giok Lin dari kelurga Yuan,ini adik madu ku namanya Kwan si dari keluarga Song,dan ini Alex suami kami, sedangkan itu Liong san dan Soa Ning,pengawal kami"jawab putri Giok Lin.
__ADS_1
"Ja,,jadi kau tuan putri Giok Lin,maapkan hamba yang tidak langsung mengenal kalian, terimalah hormat hamba tuan putri berdua dan pangeran"kata Sin swie berdiri sambil membungkukan badannya,yang di ikuti juga oleh dua orang temannya.
"Sudahlah tidak usah terlalu banyak basa basi,bersikap biasa aja"kata Putri Giok Lin sambil mempersilahkan ketiga gadis itu untuk duduk.
Tidak lama,makanan pesanan mareka datang,mareka makan sambil terus mengobrol.
Ban sin swie adalah putri dari Ban bok tong ketua kota Xinyuan,di usianya yang kesembilan belas tahun ini,dia baru satu tahun keluar dari perguruan Mawar emas.
Perguruan ini berisikan murid perempuan semuanya,tidak ada laki laki satupun.
ketua perguruan ini adalah seorang wanita cantik yang bergelar Dewi seribu mawar yang berkepandaian tinggi.
Selesai makan,Alex dan kedua istrinya beserta kedua pengawalnya, mencari sebuah penginapan yang baik dan memesan tiga buah kamar,satu untuk dia dan kedua istrinya,dan dua buah kamar untuk kedua orang pengawalnya.
Ketika pagi tiba,barulah Alex tahu,bahwa bukan cuma mareka yang bermaksud pergi ka hutan Kerajaan siluman, tapi juga ada beberapa rombongan yang bermaksud pergi kesana,rata rata mareka para pendekar kultipator berkemampuan tinggi.
Akhirnya perjalanan itu seperti serombongan besar orang yang akan berpergian.
Diantara rombongan,ada dua orang pemuda yang bernama Kauw Thian Bun dan Xiouw min,yang sedari awal bertemu, selalu memperhatikan Alex dan kedua istrinya itu dengan tatapan mata yang tajam memandang.
Awalnya Alex tidak menghiraukan mareka, tapi ketika putri Kwan si mengatakan sesuatu, barulah Alex menjadi tertarik untuk memperhatikannya.
"Kakak Lin,coba kakak perhatikan lelaki yang pendiam itu,mukanya mengingatkan dengan muka siapa?"tanya putri Kwan si tiba tiba
Alex dan putri Giok Lin menoleh kearah yang dimaksud oleh putri Kwan si.
Jantung putri Giok Lin berdetak kencang setelah memandang lelaki yang dimaksudkan oleh putri Kwan si.
"Tuan muda Xiouw, sepertinya ada yang dia rencanakan,entah apa,kita harus berhati hati kak Alex,adik Si"kata putri Giok Lin.
Perjalanan yang mareka lalui melewati beberapa desa,masih dua kota lagi yang harus dilewati, barulah sampai di kota Min shin,dan memerlukan perjalanan dua hari dari kota Min shin ke arah timur untuk mencapai hutan Kerajaan siluman.
Dua Minggu berkuda dengan kecepatan sedang,barulah mareka sampai di kota Dangean.
Kota Dangean lebih kecil dari pada kota Xinyuan,sekitar tiga perempat dari kota Xinyuan,tapi jangan salah,di kota ini pejabat ketua kota tidak berpengaruh,yang paling berpengaruh adalah para geng yang berbentuk klan klan.
Ketua kota hanyalah alat bagi orang orang klan untuk mendukung usaha mareka.
Tiga klan yang selalu bersaing untuk melebarkan pengaruh mareka adalah Klan Rao,dengan Rao si fan sebagai patriak nya.
Lalu klan Taow dengan patriak nya adalah Taow ma Li.
dan klan Shin dengan patriak nya adalah Shin de yun.
Tiga klan inilah yang teratas,terkuat,dan paling banyak anggota klan nya, dan juga yang paling sering berantem sesama mareka.
Sore itu Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya masuk kesebuah rumah makan yang tidak terlalu besar,tetapi terlihat rapi dan bersih,dan orang orang yang makan tidak terlalu banyak juga.
Mareka mencari tempat yang agak nyaman di sudut ruangan menghadap kearah jendela,sedangkan berjarak beberapa buah meja kosong,duduk pula sekelompok anak muda sebanyak tujuh orang yang sedang makan pula.
Dari tampilan mareka, nampak sekali kalau mareka adalah orang orang yang kaya.
Seorang pemuda berdiri memanggil pelayan untuk memesan arak kembali.
Dengan ter gopoh gopoh pelayan tadi mengambilkan satu guci arak untuk mareka.
Saat pesanan mareka datang,Alex langsung menyantap nya.
saat mareka makan, pemuda tadi minum arak sambil tertawa tawa dan bercanda.
__ADS_1
*****