Mr Matrix

Mr Matrix
Ke Pulau Monster.


__ADS_3

Sangkin asiknya bercengkrama,kedua pemuda kakak beradik itu sampai tidak menyadari dengan datang nya tamu ketempat mereka.


"Selamat pagi tuan tuan muda berdua,bolehkah kami mengganggu sebentar?"tanya Alex kepada kedua pemuda bersaudara itu.


Kedua pemuda itu tersentak dari pekerjaannya,mereka berdua menoleh kearah Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya itu.


"Eh ada tamu rupanya, ada apa tuan muda,apa yang bisa saya bantu?"tanya pemuda yang tertua.


"Begini tuan muda,kami bermaksud menuju pulau Mun ditengah sana, apakah kalian bisa mengantarkan kami kesana?" tanya Alex.


Kembali keduanya tersentak kaget, "apa yang kalian cari disana?"...


"Kami mencari kerabat kami disana tuan muda"jawab Alex.


"Ah kalian,mencari keluarga apa mencari mati tuan?" tanya sang adik pemuda itu.


"Ya,ya,adikku benar,mencari keluarga apa mencari mati disana tuan?"tanya sang kakak nya lagi.


"Kami memang mencari kerabat kami yang ditahan di sana,bisakah kalian mengantarkan kami kesana?"tanya Alex lagi.


Kedua pemuda itu berbarengan bersuara, "tidak,tidak,tidak, maapkan saya tuan,saya tidak berani kesana,di upah betapapun saya tidak berani,sudah banyak masyarakat disini yang tewas ketika terdampar di pulau itu tuan,konon disana itu sarang nya para monster ganas" kata sang kakaknya.


Tiba tiba Dewi Tara mengeluarkan sekantong emas sebanyak dua ratus ribu keping, " ini ada dua ratus ribu keping emas,bisa kalian miliki, asalkan kalian antarkan kami ke pulau itu"...


Mata kedua pemuda itu terbelalak menatap kearah kantong itu, "tetapi tuan"kata sang kakak mulai ragu.


"Apa bila kita berhasil kembali,maka kalian akan mendapatkan sekantong lagi dengan jumlah yang sama seperti itu sebagai bonus,dan kalian bisa membeli perahu besar serta memperbaiki tempat tinggal kalian"kata putri Guan Hong sambil menimang nimang sekantong emas lagi.


Kedua pemuda bersaudara itu terperanjat dan terdiam sesaat,lalu sang kakak berkata, "adik,aku akan menerima tawaran itu, kau carilah tabib di kota Thai Sui,dan obati bapak sampai sembuh,kelak bila dewa masih memberikan kita kesempatan bersama, aku pasti kembali kesini, tetapi bila tidak,maka sampaikan permintaan maap ku kepada bapak dan ibu,aku menyayangi kalian,dan jaga orang tua kita baik baik"...


Pemuda itu berdiri dan memeluk tubuh adik nya,matanya berkaca kaca,cuma ini kesempatan untuk mendapatkan uang guna pengobatan sang ayah yang sakit.


" Kakak,mengapa harus mengorbankan diri seperti itu,lebih baik kita berusaha seperti biasanya,dari pada seperti ini,aku tidak mau sendirian"kata sang adik.


'Tidak,tidak,aku sudah memikirkannya,kalau tidak sekarang,maka tidak ada lagi kesempatan kedua,aku akan membawa mereka ke pulau Mun itu adik" kata sang kakak bersikeras.


Akhirnya dengan perasaan yang sangat sedih,sang adik melepaskan kepergian sang kakak selamanya demi kepingan emas untuk pengobatan sang ayah.


Tidak lupa Dewi Tara menyerahkan tambahan dua keping emas untuk upah menjaga kan si hitam dan Dewa Pegasus serta mencarikan makannya.


Tidak berapa lama, sebuah perahu yang lumayan besar meluncur membelah ombak menuju pulau Mun di tengah laut.


Sesampainya ditengah laut,tiba tiba telinga Alex berdenging,pertanda ada pesan dari Soa Ning.


"Ada apa jendral,apa ada masalah "tanya Alex.


"Tidak tuan,kami cuma mengabarkan bahwa pendudukan kota Sakeva sukses tuan,korban dipihak kita nihil, sedangkan sepuluh ribu prajurit Nirwana hampir semuanya tewas,dan sekarang sesuai instruksi dari Kaisar,kami bergerak ke arah kota Nirvana dan yang tinggal di kota Sakeva ini perwira Zhuang Hao cun bersama lima ribu prajuritnya tuan" kata jendral Soa Ning melaporkan.


"Baguslah jendral,nanti di jalan persimpangan ke kota Nirvana, kalian tunggu pasukan jendral Liong san dan bergabunglah dengannya menuju ke kota Nirvana" kata Alex.


"Baiklah tuan ku!"kata jendral Soa Ning.


Setelah beberapa waktu berlayar kearah pulau Mun di tengah laut, akhirnya perahu mereka menepi disebuah pantai yang sepi di pulau Mun itu.


Sebelum menutupi perahu dengan tirai gaib tempurung kura kura, Alex berpesan kepada pemuda tukang perahu itu, "dengarkan lah,demi keselamatan mu, janganlah kemana mana, kalau kau tetap di perahu ini,dan perahu ini tetap berada di tempat ini,kau akan tetap selamat meski apapun yang terjadi"...

__ADS_1


"Baiklah tuan muda"kata pemuda itu sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding perahu.


Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya itu segera melompat kedarat setelah tirai gaib tempurung kura kutanya diaktifkan.


Alex melangkah hati hati masuk ke dalam pulau Mun itu.


Ternyata pulau itu cukup besar juga dengan tebing tebing terjal menjulang disekeliling pulau itu.


Meskipun se terjal apapun juga,hanya dengan sekali lompat saja, mereka sudah berada di atas tebing itu.


Di atas tebing itu Alex melihat masih ada bentangan hutan yang sangat lebat dan rapat menghadang perjalanan mereka.


Mereka berjalan melewati celah celah pohon yang tumbuh menjulang tinggi.


Setelah berjalan cukup jauh melewati dasar hutan rapat,akhirnya mereka tiba disebuah jalan yang agak lebar berkelok kelok.


Di sebuah tikungan jalan yang agak lebar,mereka bertemu dengan seekor kepiting sebesar pintu rumah,dengan sepasang capit terbuat dari baja serta enam buah kaki yang tajam seperti pedang.


Ketika melihat kearah Alex dengan kedua matanya yang timbul tenggelam di tubuh nya, monster kepiting itu mencapit capit kan capit nya seolah sedang menggertak.


"Sreng!".


"Sreng!".


"Sreng!".


Begitulah suara Cait kepiting itu saat di gerak gerakan.


"Ctar!".


"Ctar!".


Kedua capit kepiting itu retak besar,sehingga tidak bisa di gunakan lagi.


Dewi Teratai putih yang sudah siap dengan selendangnya,namun kalah cepat, memancungkan bibirnya tanda protes ke pada pertapa sakti.


Tetapi pertapa sakti pura pura tidak melihatnya, terus saja menyerang monster kepiting itu.


Tentu saja monster kepiting itu bergerak mengayunkan kaki kakinya yang setajam silet itu untuk menyerang pertapa sakti.


Kembali pertapa sakti melecutkan cambuk sakti di tangannya ke arah kaki kaki kepiting itu.


"Ctar!".


"Ctar!".


"Ctar!".


Kembali tiga ledakan cambuk terdengar menggema di hutan itu,saat cambuk sakti di tangan pertapa sakti menghantam kaki kaki kepiting sebesar pintu rumah itu.


Tiga buah kaki monster kepiting itu patah, kemudian di susul dengan dua kaki yang lainnya.


Sebagai serangan pamungkas,sebuah lecutan cambuk menghantam celah antara kedua mata kepiting itu,yang membuat kepiting itu meregang nyawa karena nya.


Setelah kepiting itu mati, Alex segera membakar ke potong itu dengan api illahi tingkat tiga nya, yang membuat daging kepiting raksasa itu matang mengeluarkan aroma yang harum.

__ADS_1


Alex segera mengambil sebuah capit kepiting yang sebesar tubuh sapi itu,lalu dengan sekali tepuk, pecahlah cangkang kepiting yang sangat keras itu.


Didalam cangkang keras itu, terlihat daging kepiting yang berwarna putih bersih siap di santap.


"Uh,uh,uh,ternyata daging kepiting ini sangat enak,dan bergizi juga,ayo coba makanlah,enak kok" kata Alex sambil terus memasukan daging kepiting panggang tadi kedalam mulutnya.


Melihat tingkah Alex, kedua orang istrinya tidak tahan juga,lalu mencomot satu daging kepiting dan memakannya.


"Ooh iya, iya, enak, manis, gurih dan empuk,dan harum pastinya"kata Dewi Tara.


Putri Guan Hong tidak lagi berbicara,tetapi sibuk mengunyah daging kepiting bakar itu.


Sedangkan pertapa sakti dan Dewi Teratai putih sibuk mencopot salah satu capit kepiting yang lainnya,lalu memanggang dengan jurus api mereka berdua hingga terlihat matang.


Setelah matang mereka berdua mulai mencomot daging kepiting itu sedikit demi sedikit.


Setelah merasa kenyang,mereka masing masing memasukan sebagian besar daging kepiting itu kedalam cincin ruang mereka masing masing untuk di makan nantinya.


Setelah beristirahat cukup,mereka segera melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Kali ini jalan semakin membesar,dan akhirnya sampai disebuah lapangan terbuka yang sangat luas sekali.


Di tengah tengah lapangan itu terdapat sebuah pagoda dengan sembilan tingkat,serta di sekelilingnya di jaga oleh sepuluh Monster aneh.


Yang pertama adalah Mantikora,monster seperti Spink ini berbadan singa merah dan berkepala seorang laki laki setengah tua.


Yang kedua adalah seekor ular berkaki empat dengan tubuh perempuan cantik memegang pedang.


Yang ke tiga dan ke empat sepasang monster Gorila botak dan Gorila gondrong.


Yang ke lima adalah Monster elang,yaitu burung elang sebesar dua ekor gajah.


Yang ke enam adalah Monster Kalong Gorila,alias tubuhnya seekor kalong tetapi kepalanya gorila lengkap dengan kedua tangannya yang kuat dan berkuku tajam dan runcing.


Yang ke tujuh adalah Monster lebah,inilah monster ketiga yang paling ditakuti di seputar pula Mun ini,karena seekor lebahnya saja sama besarnya dengan ayam jago yang paling besar.


Yang ke delapan adalah Monster laba laba beracun.


Yang kesembilan adalah Monster batu,tubuh raksasa setinggi pohon kelapa ini adalah batu,inilah monster tingkat pertama yang paling di takuti orang.


Dan yang kesepuluh adalah Monster nyamuk, Monster ini paling ditakuti kedua karena nyamuk sebesar ayam jago ini menyerang dengan kawanan yang sangat banyak.


Baru saja mereka berjalan mendekat, segerombolan nyamuk besar besar mulai menyerang.


Alex dengan gerakan sembilan langkah dewa tingkat enam,di kombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa nya, membuat gerakan nyamuk yang super cepat itu terlihat seperti gerakan lambat saja.


Akhirnya nyamuk nyamuk itu berjatuhan seperti air hujan dengan tubuh yang sudah terpotong potong.


Baru saja serangan nyamuk itu selesai,kini dari atas langit terdengar suara seekor burung elang raksasa,burung sebesar dua ekor tubuh gajah dewasa dan rentangan sayap hampir dua buah rumah itu menukik ingin menyambar tubuh Dewi Teratai putih,tetapi dengan cekatan pertapa sakti menghantamkan cambuk saktinya ke kepala Monster elang itu sambil merangkul tubuh Dewi Teratai putih dan melompat menjauhi tempat itu.


"Sungguh pasangan yang serasi guru,ayo semangat guru,aku mendukung mu!"seru putri Guan Hong kepada Pertapa sakti gurunya itu.


"Ayo Dewi,aku juga mendukung mu, semangat!"teriak Dewi Tara sambil menghantamkan jurus tangan kosong kepada Monster nyamuk yang masih ada walau satu satu saja.


Dewi Teratai putih menundukkan kepalanya, karena malu mendengar candaan dari kedua orang junjungannya itu,tetapi sejujurnya hatinya juga berdebar debar.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2