Mr Matrix

Mr Matrix
Pusara suci tuan Li Chen.


__ADS_3

Motor boat yang Alex naiki merapat di pinggir pantai pulau keramat,di sebuah dermaga kecil yang nampak sangat tua.


Ketika mereka naik ke darat,mereka disambut oleh empat laki laki tua dan dua perempuan cantik yang sebenarnya juga sudah sangat tua.


Dihadapan ke enam orang itu,tiba tiba tubuh Lau me bercahaya putih, lalu perlahan lahan berubah menjadi seekor binatang Kirin yang bercahaya putih terang.


Ke enam orang itu bersimpuh didepan Lau me yang menampilkan wujud aslinya.


Ternyata mereka murid murid dari Lau me,yang ditugaskan menjaga makam suci itu.


Kini Lau me kembali menjadi wujud manusia setengah tua seperti asalnya.


Putri Kayla terdiam heran melihat gurunya bersimpuh dihadapan Lau me yang ternyata Kakek gurunya itu.


"Guru,terimalah sembah Bakti kami guru, maapkan kami yang sempat tidak mengenali guru"kata seorang pria tua berjenggot putih panjang terurai bernama Cupakh,dia adalah murid tertua dari Lau me.


Salah seorang wanita murid dari Lau me, nampak menatap kearah putri Kayla.


Putri Kayla bersimpuh di hadapan wanita cantik itu.


"Maap guru,murid menghadap guru membawa orang yang ingin mengunjungi makam Dewa suci"kata Kayla kepada wanita cantik bernama Kliasanta itu.


Keempat lelaki tua dan dua wanita cantik itu menatap kearah Alex dan ketiga istrinya itu.


"Siapakah pemuda ini guru?tanya orang tua bernama Cupakh tadi.


"Beliaulah tuan muda Alex,majikan saya yang baru,orang yang telah di tunggu oleh tuan Li Chen ribuan tahun yang lalu"jawab Lau me.


Mereka berenam tahu kalau Dewa Li chen sendiri menanti kedatangan Alex ribuan tahun yang lalu,tentu Alex bukanlah orang yang sembarangan.


Lau me membawa Alex dan rombongan memasuki areal makam suci,setelah melewati pintu gerbang, nampaklah sebuah kuil dengan halaman yang sangat luas sekali,di tumbuhi oleh beberapa pohon besar dan rindang


Baru saja mereka masuk, beberapa ekor kadal sangat besar yang berjalan dengan dua kaki serta kaki depan yang kecil seperti kaki cacat menyongsong mereka dengan mulut menganga penuh dengan gigi yang tajam dan besar besar.


Lau me maju kearah kadal raksasa itu berada dan sekali lagi dia merubah wujudnya menjadi Kirin sakti, sehingga binatang kadal raksasa itu menjadi jinak menatap Kirin sakti itu.


Kadal raksasa itu menatap kearah Alex,tiba tiba tubuhnya bercahaya warna biru tua sangat terang,sedangkan tubuh Alex kini berwarna mirip pelangi yang menghisap cahaya yang keluar dari tubuh kadal raksasa itu.


Bersamaan dengan cahaya biru tua dari kadal raksasa itu tersedot ke aura tubuh Alex,tubuh kadal raksasa itu seperti balon yang kehabisan udara,kian lama kian mengecil.


Setelah tubuh kadal raksasa itu tinggal sebesar telapak tangan, tiba tiba tubuh kadal itupun buyar menjadi cahaya meninggalkan batu energi mereka yang telah berevolusi menjadi batu mustika berwarna biru tua.


Seakan menunggu giliran,sembilan ekor kadal raksasa itu kini berjejer mengantri di depan Alex.


Alex memungut batu mustika kadal raksasa itu dan menyerahkannya kepada putri giok Lin.


Satu persatu kadal raksasa itu mengakhiri pengabdiannya di makam suci dengan menjadi batu mustika.


Satu persatu batu mustika itu Alex berikan kepada ketiga istrinya serta Lau me, ternyata mereka cuma sanggup membawa satu saja karena besarnya energi qi positif yang terkandung di dalam batu itu.


Setelah kesepuluh kadal raksasa itu lenyap semuanya meninggalkan batu mustika berumur diatas lima belas ribu tahun,mereka melangkah memasuki kuil yang berdiri di tengah tengah pulau itu.


Kuil itu cukup besar dan megah,dengan lantai terbuat dari batu pualam putih serta dinding juga batu pualam putih yang di tumpuk bersusun susun menjadi dinding yang kokoh.


Di dinding paling belakang,menghadap kearah pintu,ada sebuah altar terbuat dari batu giok putih pula,dengan tinggi altar setengah depa,lebar satu depa,dan panjang dua depa.


Lau me dengan sepenuh kekuatannya mendorong batu itu kesisi kanan kuil.


Setelah batu bergeser kesebelah kanan,ternyata dibawah batu itu ada sebuah tangga yang menuju ke ruangan bawah kuil itu.

__ADS_1


Lau me mengajak Alex,putri Giok Lin,putri Kwan si ,putri Annchi dan putri Kayla memasuki ruangan bawah kuil itu.


Di ruangan bawah kuil itu ternyata cukup besar.


Di tengah tengah ruangan terdapat sebuah batu giok berbentuk segi panjang dengan warna bening transparan seperti kaca,dan di dalam batu giok itu terbaring jasad seorang laki laki yang bila dilihat dari rupanya,mungkin baru berumur tiga puluh tahunan,walau sebenarnya semasa hidupnya,orang itu telah hidup ribuan tahun lamanya.


"Tuan,Sebelum meninggal,tuan Li Chen sudah mempersiapkan semuanya,seperti batu giok air ini untuk mengurung seluruh energi dan pengetahuan tuan Li Chen agar satu saat bisa tuan ambil, tetapi sebagian sangat kecil masih merembes keluar,itulah makanya pulau ini penuh dengan hawa qi yang luar biasa padat, tuan, cuma tuanlah yang bisa menampung semua energi tuan Li Chen,apa bila orang lain,maka tubuh orang itu akan meledak tidak mampu menampung besarnya energi itu,berbaringlah diatas batu giok air itu tuan,dan kosongkan pikiran,maka tuan bisa bertemu dengan tuan Li Chen "kata Lau me menyampaikan pesan Li Chen ribuan tahun yang lalu.


Alex melangkah mendekati batu giok air itu,setelah melepaskan bajunya,Alex membaringkan tubuhnya diatas jasad Li Chen yang terbaring di dalam peti batu giok air itu.


Sementara itu Lau me mengajak ketiga istri Alex serta putri Kayla untuk menghindar keluar.


Karena kalau tidak,maka tubuh mereka bisa meledak sangkin kuatnya energi dari tubuh Li Chen yang keluar nantinya.


Mereka menunggu Alex di pura depan gerbang tembok makam.


Tentu saja yang paling gelisah adalah putri Annchi,sedangkan putri Giok Lin lebih bisa menguasai hatinya sehingga tampak lebih tenang,sedangkan putri Kwan si melihat putri Giok Lin tenang,juga ikut menjadi tenang pula.


Yang paling aneh adalah putri Kayla,tanpa bicara dan tanpa kata kata, tetapi mondar mandir tidak karuan,seperti gelisah pada sesuatu.


"Duduklah Kayla,kau membuat adik ku jadi tambah stress melihat kau mondar mandir"kata putri Giok lin.


Putri Kayla duduk di sebelah putri Giok Lin, bersandar ke tembok pura lalu berusaha memejamkan matanya.


Tetapi itu cuma sebentar,kemudian matanya terbuka dan menatap putri Giok Lin.


"Kira kira apa yang terjadi dengannya ya?"gum putri Kayla pelan tetapi masih bisa didengar oleh semua orang.


Putri Annchi menoleh kearah muka gadis cantik itu, "rupanya kau menyimpan perasaan tertentu dengan suami kami ya,katakanlah yang jujur"...


Putri Kayla menggelengkan kepalanya gelagapan,seperti seorang pencuri yang kedapatan mencuri, "tidak,siapa bilang aku ada perasaan dengan lelaki kejam seperti dia,kau salah sangka" kilahnya.Sementara mereka menunggu diluar tembok makam,didalam tembok makam sendiri Alex setelah merebahkan tubuhnya di atas batu giok putih transparan tepat diatas tubuh Li Chen yang terbaring.


Bersamaan dengan itu,memancar pula energi yang sangat besar dari tubuh Li Chen memasuki tubuh Alex.


Sementara itu kesadaran Alex seperti berada diatas ruang kegelapan, tak ada cahaya kecuali sekumpulan bintang bintang dan berjuta juta galaksi.


Ya inilah ruang semesta raya,semua galaksi nampak kecil dihadapannya.


Didalam kegelapan,seberkas cahaya datang menghampirinya.


Setelah cahaya itu dekat,nampaklah seorang laki laki usia tiga puluhan tahun yang sama persis dengan wajah yang ada di dalam peti batu giok air itu.


"Apakah kau tuan Li Chen?"tanya Alex.


Lelaki itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Alex, "ya,kau benar,kini tubuh mu sedang menerima energi kehidupan ku,sementara itu akan ku ajarkan kau berbagai ilmu"...


Di ruang tanpa waktu,benda dan masa itu,Alex menerima gemblengan berbagai macam ilmu,hingga ilmu ruang dan waktu.


"Kini semau pengetahuan ku telah ku wariskan kepada mu,juga semua energi kehidupan ku telah ku berikan pada mu,kini tibalah waktunya aku menuju ke alam keabadian menemui keluarga ku yang sudah lama menunggu ku,selamat berpisah Alex,selamat berpisah tuan agung,selamat berpisah tuan Matrix,kelak kita pasti berjumpa lagi"kata Li Chen setelah selesai mengajarkan Alex berbagai ilmu pengetahuan.


Kemudian tubuh Li Chen melesat kesatu arah dengan kecepatan luar biasa cepatnya,lalu hilang di kegelapan semesta raya.


Alam yang tadinya gelap gulita penuh dengan bintang dan berbagai galaksi itu perlahan berubah menjadi sebuah ruangan dengan cahaya yang agak suram,dengan sekelilingnya dinding terbuat dari batu pualam putih.


Bersamaan dengan itu, cahaya biru keunguan yang memancar dari jasad Li Chen perlahan mulai memudar,dan energi yang memasuki tubuh Alex sendiripun mulai berhenti.


Entah sudah berapa kali ledakan teredam di dalam tubuhnya terjadi,Alex tidaklah mengetahuinya,karena watu itu dia dan kesadarannya berada jauh di sesat raya.


Namun kini yang dia rasakan adalah adanya energi sangat besar mencoba menerobos dantiannya dan merayapi segenap urat tubuhnya.

__ADS_1


Alex bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kuil itu menuju kesebuah puncak bukit yang agak jauh dari situ.


Ternyata jarak yang cukup jauh itu cuma sekali lompat,seperti dia melompati sebuah parit kecil saja rasanya.


Sesampainya di atas puncak bukit itu,Alex merentangkan kedua tangannya keatas, melepas semua energi yang mendesak seakan mau meledakan tubuhnya itu.


Tiba tiba langit berubah, awan awan berputar cepat diatasnya seperti ada sebuah pusaran angin saja layaknya.


Bersamaan dengan itu,petir berwarna biru terang menghantam tubuhnya,membuat kulit serta pakaiannya menjadi hangus.


Ternyata petir biru terang itu gabungan beberapa petir yang menghantam bersamaan.


Tetapi Alex tatap tegak berdiri dengan tangan terangkat keatas,seluruh kulit tubuhnya kini telah terkelupas semua meninggalkan warna merah kehitaman serta tetesan darah di sekujur tubuhnya.


Tapi petir kesengsaraan belum juga berhenti berdentum,pembaptisan belumlah selesai.


Petir berikutnya berdentum menghantam tubuh Alex,kini darah di tubuhnya pun telah menghitam karena gosong,tetapi Alex masih tetap tegar berdiri.


Petir ke empat,kelima hingga keenam menghantam tubuh Alex, kini tubuhnya benar benar seperti panggang kegosongan,dari rambut hingga kuku kaki cuma arang yang tampak.


Tiba tiba seberkas cahaya putih turun dari langit bersamaan dengan hujan deras.


Tetapi yang aneh adalah hujan itu hanya diseputaran tubuh Alex saja,tidak di tempat lainnya.


Bersamaan dengan turunnya hujan bercahaya putih itu,kulit Alex yang mengeras seperti arang itu mulai terkelupas dan jatuh keatas tanah satu persatu.


Tanpa Alex sadari,diatas langit,ada seorang Dewi yang cantik luar biasa sedang menuangkan sebuah kendi sakti ketubuh Alex sambil tersenyum simpul.


Air yang tercurah dari kendi sakti itulah yang Alex kira air hujan.


Setelah hujan itu selesai,tubuh Alex kini kembali seperti sedia kala,bahkan menjadi lebih tampan lagi dengan kulit yang putih bersih. Rambut dua warna nya pun kembali seperti semula,untung cuma bola matanya yang dua warna,bukan bulu mata dan bulu keningnya.


Gadis cantik luar biasa itu turun didepan Alex sambil menenteng kendi sakti yang terbuat dari emas tadi.


Alex terperanjat melihat putri itu turun begitu saja di depan Alex yang sedang polos itu karena celananya hangus,sambil melindungi harta berharganya,Alex tergagap bertanya, "kau,kau siapa?"...


"Nama ku Dewi muyimaeva,aku dari golongan mahluk suci, tetapi sang kehendak suci menjadikan aku berbeda dengan bangsa ku,aku terlahir sebagai seorang wanita bangsa manusia,Kehendak suci menciptakan aku sebagai pendamping mu" kata gadis itu sambil mengulurkan sepasang pakaian berwarna putih.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu tadi"kata Alex setelah selesai mengenakan pakaiannya.


"Maksudku adalah bahwa aku ini sebenarnya bangsa mahluk suci,tetapi aku berbeda wujud dengan mereka,bila mahluk suci itu tidak ada laki laki dan perempuan,serta tidak memiliki nafsu kelawan jenis,tetapi aku terlahir berbeda,aku di jadikan sebagai wanita,dan diberi rasa senang kepada laki laki,tetapi selama hidup ku,setiap malam aku selalu bermimpi tentang diri mu,walau aku tidak pernah bertemu kamu"kata gadis itu lagi.


"Baiklah,marilah kita menemui istri ku,aku takut mereka khawatir kepada ku"kata Alex ingin melompat seperti tadi.


"Tunggu,dengan tingkatan mu sekarang yang berada pada Dewa Cahaya tingkat empat, kau bisa melayang diudara tanpa harus melompat lagi"kata Dewi muyimaeva sambil menarik tangan Alex.


Tubuh Alex benar benar melayang diudara sesuai dengan keinginannya.


Mereka berdua melayang menuju kearah kuil dimana ketiga istrinya dan Puri Kayla serta Lau me sedang menunggu dirinya.


Putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi keheranan melihat Alex datang menggandeng seorang gadis sangat cantik dan bercahaya putih itu.


"Siapa dia kak,saudara kami yang baru?"tanya putri Annchi yang paling cerewet dari pada saudaranya yang lain.


"Aku tidak tahu putri,tetapi air dari dalam kendi saktinya itulah yang telah menyembuhkan tubuhku yang gosong semuanya karena Sambaran petir kesengsaraan tadi,lagi pula dia adalah bangsa mahluk suci yang terlahir dengan tubuh manusia" kata Alex menjelaskan.


Ketiga putri itu tidak mempermasalahkan tentang keberadaan gadis itu bagi mereka yang paling penting adalah keberadaan Alex yang selamat.


********

__ADS_1


__ADS_2