
Pagi baru saja hadir menggantikan malam.
Segala aktivitas perkotaan sudah mulai bergulir kembali seperti hari hari yang lalu.
Tetapi ada yang berbeda pada pagi hari ini,terlihat di gerbang kota seribu prajurit sedang berbaris memasuki gerbang kota tanpa ada satupun prajurit kaisar Tai pho yang berusaha menghalanginya,bahkan mereka tampak pun tidak.
Seribu orang prajurit itu berbaris dengan rapi dan gagah berjalan kaki menuju ke arah istana Kaisar.
Nampak di barisan paling depan adalah Kaisar Dewa cahaya dengan gagahnya menaiki seekor kuda berwarna putih.
Sedangkan disampingnya duduk dengan gagahnya diatas seekor kuda coklat tua,sang Jendral Jiang Kai Li sang panglima perang.
Sesampainya didekat istana keKaisaran Matahari,pasukan itu dibagi menjadi empat bagian.
Panglima Jiang Kai Li bersama sang Kaisar Dewa cahaya berada di depan istana berhadapan dengan gerbang langsung dengan duaratus lima puluh prajurit.
Disebelah kanan benteng istana ada pangeran Seng Xiu Huan juga dengan duaratus lima puluh pasukan siap tempur.
Disebelah kiri benteng istana,ada pangeran Seng Kang Jian yang memimpin duaratus lima puluh prajurit siap tempur.
Sedangkan dari belakang benteng istana,ada jendral muda Jiang zi xim yang sudah bersiaga dengan dua ratus limapuluh prajurit siap tempur pula.
Sedangkan di dalam benteng istana,Napak para prajurit kaisar Tai pho sudah bersiaga di posisi masing masing.
Disetiap sudut benteng istana,terdapat lima puluh prajurit pernah yang sudah siap siaga dengan senjata panah diposisi mereka masing masing.
Ketika pasukan Kaisar Dewa cahaya mulai mendekati benteng istana dari depan,dari atas benteng istana meluncur puluhan anak panah seperti hujan menghantam kearah prajurit Kaisar Dewa cahaya.
Ada beberapa orang terluka dan ada beberapa orang yang tewas langsung terkena anak panah itu.
Akhirnya para prajurit penggebrak gerbang, mundur ketempat diluar jang kalian anak panah musuh.
Begitu juga dengan prajurit dari sisi kanan dan kiri,maupun dari belakang istana, semuanya memilih mundur dari pada jadi mangsa anak panah musuh.
Selagi kaisar berbicara dengan para jendral nya untuk memikirkan cara memasuki benteng istana,dari belakang barisan,datang seorang prajurit yang melaporkan bahwa tuan Alex bersama kedua orang istrinya datang ingin menemui sang Kaisar Dewa cahaya.
Mendengar itu,wajah sang Kaisar Dewa cahaya menjadi berseri seri,dia tahu ketinggian ilmu muridnya itu.
"Salam sejahtera Kaisar Dewa cahaya,kami bertiga menghaturkan sembah"kata Alex bersimpuh dihadapan sang kaisar.
'Sudah,sudah,jangan pakai basa basi lagi tuan, ternyata anak durhaka itu telah mempersiapkan semuanya,kita tidak bisa mendekati benteng istana yang dijaga ratusan prajurit panah itu"keluh sang Kaisar Dewa cahaya.
"Tapi guru,biasanya disetiap istana pasti ada lorong rahasia yang berada dibawah istana ekses untuk melarikan diri bila sewaktu waktu istana dalam bahaya" kata Alex kepada Kaisar Dewa cahaya.
Kaisar Dewa cahaya tersentak kaget,dia baru ingat bahwa di bawah istana memang ada lorong rahasia tempat keluarga istana melarikan diri sewaktu waktu ada bahaya.
"Tuan benar,tuan benar,di bawah istana ini memang ada lorong rahasia yang cuma aku yang mengetahuinya, kalau begitu apakah sekarang juga kita masuk?"tanya sang Kaisar Dewa cahaya kepada Alex.
__ADS_1
"Tidak,tidak guru,terlalu berisiko,lebih baik kita beri kejutan nanti malam saja"kata Alex, "sekarang lebih baik kita istirahat saja sambil mengumpulkan tenaga untuk nanti malam"...
Siang itu para prajurit beristirahat sambil terus mengadakan pengepungan istana.
Bahkan ketika hari sudah sore,masih tidak tampak kegiatan dari prajurit diluar benteng istana.
Ketika hari benar benar sudah gelap,terlihat ratusan orang prajurit bergerak perlahan di kegelapan tanpa menimbulkan suara apapun juga.
Mereka bersiap di posisi masing masing di dalam gelapnya malam sambil menunggu aba aba untuk menyerang.
Sementara itu,Alex,dan kedua istrinya serta Kaisar Dewa cahaya bergerak jauh kebelakang benteng istana.
Disebuah semak belukar dipinggir hutan yang lumayan jauh dari benteng istana,sang Kaisar Dewa cahaya mengeluarkan batu persegi enam,dan meletakan batu itu pada sebuah lubang batu yang terdapat di semak semak itu,lalu memutarnya kekanan dan kekiri beberapa kali,lalu sebuah batu yang lainya berderak karena bergeser kekiri meninggalkan sebuah lubang besar yang muat tiga orang berbadan gemuk.
Kaisar Dewa cahaya mengajak Alex dan kedua istrinya untuk memasuki lobang terowongan itu.
Dengan cahaya yang memancar dari batu bintang yang di bawa oleh Dewi muyimaeva, tentu saja mereka tidak memerlukan bantuan obor lagi.
Batu inti bintang sebesar pergelangan tangan dan panjang sejengkal itu memancarkan cahaya yang sangat terang, bahkan lebih terang dari cahaya obor.
Mereka menyusuri lorong bawah tanah yang berliku liku serta banyak terdapat persimpangan untuk mengecoh orang itu.
Setelah beberapa saat berjalan mengikuti di belakang Kaisar Dewa cahaya dari belakang, akhirnya mereka pun tiba di sebuah ujung lorong yang buntu,cuma sebuah tangga saja untuk naik keatas.
Dengan menaiki tangga itu,mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup besar sekitar tiga Depa kali tiga Depa persegi.
Sebuah pintu terbuka menghadap langsung ke arah taman belakang istana.
Tentu saja pintu ini tidak terlihat karena beberapa pohon besar dan semak semak buatan menutupinya.
Ditembok belakang istana ini terdapat sebuah tangga menuju keatas tembok istana,yang dipergunakan oleh prajurit panah untuk berlindung sambil membidik musuh.
Alex dan kedua orang istrinya segara menaiki tangga itu,sementara sang Kaisar Dewa cahaya berlari menuju ke depan istana sambil membabatkan pedangnya kepada prajurit yang ditemuinya.
Para prajurit regu pemanah sangat terkejut dengan munculnya Alex beserta kedua istrinya di tempat itu yang langsung saja menghantam muka mereka dengan tinjunya.
Limapuluh orang regu panah di sebelah belakang habis dalam waktu sekejap saja,Kini sisi sebelah kiri mendapat giliran juga, lalu sebelah depan,dan akhirnya sisi kanan juga mendapat giliran.
Kaisar Dewa cahaya bergerak mendekati pintu gerbang benteng istana, sedangkan para prajurit yang lainnya ber munculan memasuki benteng istana dari semua sisi dengan menggunakan tangga yang mereka bawa.
Beberapa orang prajurit bahkan berhasil menguasai gerbang benteng istana,dan membuka gerbang itu.
Seperti bendungan yang jebol, prajurit yang berada di luar gerbang istana, memasuki istana sambil menebas siapa saja prajurit yang mereka temui.
Di dalam istana nampak kaisar Tai pho bersama dengan keluarganya sedang menerima laporan dari salah satu prajurit nya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi,mengapa diluar sangat ribut?"tanya sang Kaisar Tai pho.
__ADS_1
"Ampun yang mulia,tetapi diluar prajurit Kaisar tua sudah berhasil masuk kedalam benteng istana dari berbagai sisi,dan berhasil menguasai keadaan,sekarang prajurit kita sedang berusaha bertahan semampu mampu mereka"jawab prajurit itu.
"Prang!!".
Sebuah guci antik pecah berantakan di banting oleh sang Kaisar kelantai.
Kaisar Tai pho benar benar mengamuk, memecahkan segala perabotan apa saja yang di temukannya.
Anak,istri serta ibunda Ratu Liang Yuen cuma bisa terdiam membisu, tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Kini menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi,kenikmatan sekejap harus dibalas penderitaan berkepanjangan.
Akhirnya sang Ratu beringsut pergi kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Sedangkan di luar istana, pasukan kaisar Tai pho akhirnya berhasil di taklukan sepenuhnya.
Yang masih tersisa dilucuti dan kemudian dimasukan kedalam penjara.
Ketika sang Kaisar Dewa cahaya masuk kedalam, ternyata di situ masih ada sang Kaisar Tai pho bersama dengan anak dan istrinya dalam keadaan berlutut.
"Ampuni kami ayahanda Kaisar,hamba memang salah,tetapi ini semua karena hasutan paman Liang Tian dan ibunda Liang Yuen kepada hamba,sehingga membuat hamba khilaf dan melakukan kesalahan kepada ayahanda Kaisar,harap ayahanda Kaisar bijaksana didalam menjatuhkan hukuman"kata sang Kaisar Tai pho bersujud sambil terisak Isak dihadapan sang Kaisar Dewa cahaya.
"Tai pho,bukan aku tidak bersedia mengampuni mu,tetapi sekarang aku bukan lagi sang Kaisar,karena jabatan Kaisar telah ku wariskan kepada anakku Seng Xiu Huan,aku akan mengampuni mu bila dia juga mengampuni mu,tetapi aku tidak bisa bicara apa apa lagi bila dia tidak memberikan ampunan kepada mu"kata Kaisar Dewa cahaya.
"Ayahanda,apakah ayahanda lupa masa kecil ku dulu,dimana ayahanda selalu memanjakan aku, membela aku bila aku bertengkar dengan saudara saudara yang lain,apakah kasih sayang ayah sudah hilang kepada ku"rayu Tai pho kepada Kaisar Dewa cahaya.
Tetapi orang tua itu tetap bermuka datar,seolah hatinya sudah benar benar membeku.
"Ya Tai pho,itu dulu sebelum aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya, aku sangat menyayangi dirimu dan ibu mu,tetapi kalianlah yang sudah menyalah gunakan kasih sayang dan kepercayaan ku,bahkan kau bersama dengan paman dan ibumu bersekongkol untuk meracuni ku,dan membuang ku ke menara api,untunglah di dalam menara api itu aku bisa menghilangkan hawa racun kalian,kalau tidak,aku bisa mati saat itu"kembali suara sang Kaisar Dewa cahaya bergema didalam ruangan itu.
"Ayah,demi hubungan baik antara ayah dan anak,tolong ampuni kami ayah,saya akan keluar dari istana ini dan pergi sejauh jauhnya agar tidak lagi kalian mendengar nama kami disebut"kata Tai pho terus merayap di depan sang kaisar.
Kaisar Dewa cahaya menoleh kearah pangeran Xiu Huan, "anakku,kini engkau adalah seorang kaisar, walaupun belum diresmikan,tetapi setidaknya engkau adalah pengganti ku, segalanya kuserahkan kepada dirimu,bila kau berkenan mengampuninya dan melupakan kesalahannya,maka akupun akan mendukung mu, tetapi bila engkau tidak berkenan mengampuninya,maka keputusan ada pada mu anak ku,bertindaklah sebaik mungkin jangan sampai kau menyesal di kemudian hari"...
"Adik Xiu Huan,walaupun kadang aku sangat kasar kepada mu,tetapi sebenarnya aku sangat menyayangi mu,maapkan lah aku adik,ampuni semua kesalahan ku"kata Tai pho sambil bersujud dihadapan Xiu Huan.
Namun itu cuma tipuan belaka,karena disaat saat semua orang lengah,Tai pho segera menghunus pisaunya dan melemparkan nya kearah pangeran Xiu Huan.
"Kalau aku tidak bisa menjadi Kaisar,maka putramu juga tidak boleh menjadi Kaisar"kata Tai pho sambil melemparkan pisau beracunnya kepada sang pangeran Xiu Huan.
Tidak ada yang mengira serangan yang mendadak itu,sehingga segala tindakan sudah terlambat.
Para prajurit menjerit melihat kejadian itu mereka berpikir,bahwa pangeran Xiu Huan sang putra mahkota pengganti Kaisar akan berakhir hari itu.
Bahkan ada beberapa prajurit yang menutup mukanya karena tidak sampai hati melihat kejadian itu.
Namun setelah ditunggu beberapa saat,tidak terdengar keluhan ataupun jeritan siapapun juga,mereka heran kemana sirna nya pisau yang tadi dilemparkan pangeran Tai pho atau kaisar Tai pho itu.
__ADS_1
*********