
Jendral Maxiulius sangat murka melihat anak buahnya berguguran seperti babi yang sedang dibantai orang.
Komandan kapal perang itu kini tinggal empat orang saja lagi yang tersisa.
Mundur juga tidak ada tempat mundur, sedangkan maju,berarti bertaruh dengan maut.
Tetapi dari pada mati melarikan diri,mending mati dalam arena adu Pati.
Kali ini kelima orang ini maju langsung mengeluarkan senjata mereka masing masing.
Sang jendral armada mengeluarkan sebilah pedang langit berwarna merah menyala berhawa panas.
Melihat itu,Alex langsung masuk ke arena menghadapi sang jendral armada,sedangkan ke empat komandan kapal itu di hadapi Liong san dan Soa Ning saja.
Sementara itu prajurit yang terjun kesungai, semuanya habis di bantai pasukan panah dari sisi kiri dan kanan sungai.
Sang jendral mengayunkan pedang naga apinya kearah kepala Alex,namun dengan gerakan yang sangat cepat,Alex menghindar kesamping kirinya sambil membalas mengayunkan pedang cahayanya.
"Trang!"
Pedang Alex dihadang dengan pedang sang jendral,dua pedang bertenaga tinggi berbenturan menimbulkan bunga api memercik kemana mana.
Alex dan jendral Maxiulius masing masing merasa tangan mereka terasa kesemutan kerena getaran tenaga benturan dua pedang itu
Jendral Maxiulius meningkatkan ritme dan kecepatan serangannya, tetapi Alex tetap saja seperti tidak terjamah sama sekali.
Beberapa kali benturan terjadi ketika Alex mencoba memasukan serangannya kepada jendral Maxiulius.
Alex akhirnya merubah jurus pedangnya menjadi jurus pedang pembasmi iblis tingkat dua, pedangnya berputar putar kesegala arah, seakan akan mengurung tubuh jendral Maxiulius.
Jendral Maxiulius juga tidak tinggal diam,dia menambah kecepatan pedangnya ketingkat maksimal,sehingga pedangnya kini tidak terlihat lagi.
Tetapi Alex menghadapinya dengan ilmu pedang yang cepat ditambah ilmu meringankan tubuh yang sempurna,membuat langkah kakinya susah untuk di prediksi,dan gerakannya pun tidak lagi bisa diikuti oleh mata manusia.
Pertarungan antara Liong san dan Soa ning yang masing masing melawan dua orang,tidak kalah serunya.
Meski di keroyok oleh dua orang berkepandaian tinggi,tetapi Soa Ning yang jelmaan burung Phoenix api itu tetap bisa mengatasi semua sepak terjang kedua musuh nya.
Begitu pula dengan Liong san,manusia jelmaan Naga es itu masih jauh berada diatas kelas musuhnya,sehingga ketika satu saat setelah kedua musuhnya melakukan serangan bersama kearah leher dan pinggang Liong san, saat menghindar,Liong san melihat ada celah dibawah ketiak salah seorang musuhnya yang terbuka,maka secepat kilat kesempatan itu dipergunakan oleh Liong san dengan satu tebasan yang mengakibatkan tubuh musuhnya putus mulai dari ketiak kiri hingga pundak sebelah kanan.
Bersamaan dengan itu,Soa Ning juga berhasil menusukan pedangnya di dada kiri musuhnya ketika kesempatan terbuka sehabis musuhnya menangkis serangan Soa Ning.
Musuh Soa Ning terjungkal ketanah dengan dada yang bolong tertembus pedang Soa Ning.
Sedangkan pertarungan antara Alex dan jendral Maxiulius masih terus berlangsung seru.
Kecepatan Alex sudah tidak bisa di ikuti pandangan mata manusia sangkin cepatnya.
Jendral Maxiulius merasa seolah olah Alex menjadi banyak dan ada di mana mana mengeroyoknya dari segala jurusan.
Hingga satu kesempatan saat jendral Maxiulius bermaksud membenturkan pedangnya dengan pedang Alex untuk kesekian kalinya,tetapi ternyata Alex merubah arah pedangnya secepat kilat.
Saat pedang jendral Maxiulius masih teracung keatas,pedang Alex berubah arah secepat kilat membabat leher jendral Maxiulius hingga putus.
Sebelum tubuh Jendral Maxiulius jatuh ketanah,kepalanya terlebih dahulu jatuh menggelinding di tanah dengan mata masih melotot.
Tidak lama setelah kematian jendral Maxiulius di tangan Alex,Soa Ning dan Liong san juga bisa menumbangkan lawannya masing masing.
Liong san mengumpulkan semua prajurit yang tersebar di sepanjang kiri kanan tepi sungai di satu tempat.
Setelah mengumpulkan semua mayat pasukan rambut api dan membakarnya dengan api Phoenix milik Soa Ning hingga hangus menjadi abu,mereka pun kembali ke kota Naulan.
Malam itu ketua kota Naulan mengadakan jamuan pesta sederhana atas kemenangan melawan pasukan musuh yang datang.
"Sesudah ini apa rencana tuan selanjutnya, apa akan menyerang kota kota lainnya?"tanya jendral Meranus kepada Alex.
"Dimanakah kota raja negeri ini,dan berapa jarak dari sini?"Alex balas bertanya kepada jendral Meranus.
"Kota raja di Balagona, dan jarak dari sini satu bulan jalan kaki melewati kota Neverdoxia dan kota Klauxia,sedangkan kedua kota itu sudah di duduki oleh pasukan rambut api,sedangkan pusat pasukan rambut api ada di kota Balagona yang di pimpin seorang jendral besar Aralies yang kekejamannya seperti iblis"kata jendral Meranus.
"Sebaiknya kita bergerak sambil jalan, saya dengan limaratus prajurit bergerak menuju kota raja sekalian membebaskan kota kota yang di lalui,sementara jendral beserta seribu prajurit menyusul kemudian kalau kota kota itu sudah di bebaskan "usul Alex.
"Saya akan mengikuti apa saja keputusan tuan,nanti akan saya tinggal duaratus lima puluh prajurit yang akan dipimpin kepala pasukan Job bairon dengan peralatan lengkap untuk menjaga kemungkinan serangan dari laut" kata jendral Meranus lagi.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu,suruh pasukan bersiap siap,pasukan Soa Ning dan pasukan Liong san serta persiapkan semua perbekalan untuk di jalan,besok kami berangkat menuju kota raja"tegas Alex.
Jendral Meranus dan ketua kota Naulan Josmelias dengan segera mempersiapkan segala perlengkapan untuk pasukan yang berangkat besok hari.
Ke esokan harinya Alex dan rombongan sekitar limaratus orang pemuda yang masuk sebagai prajurit,seratus ekor kuda,dan sepuluh kereta barang berangkat menuju kota raja Balagona.
Ketika sudah jauh meninggalkan gerbang kota Naulan,Alex berhenti sebentar.
Memang berjalan dengan iring iringan prajurit tidak bisa secepat berjalan biasa,oleh karena itu,Alex mempunyai ide untuk menyembunyikan pasukannya di dunia dimensi miliknya.
Didalam dunia dimensi sudah Alex bangun rumah rumah barak prajurit di tempat khusus agak jauh dari rumahnya.
Banyaknya barak yang di bangun bisa menampung prajurit hingga satu juta orang dengan pasilitas latihan sangat lengkap, bahkan menara kultipasi juga dibangun disitu, beserta gudang bahan makanan dan senjata.
Semua prajurit,kuda dan kereta barang semua dimasukan bersama Liong dan dan Soa Ning tentunya.
Selesai memasukan semua prajurit kedalam dunia dimensi miliknya,Alex beserta ketiga istrinya kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Kini mereka memasuki sebuah hutan yang bernama rimba iblis, karena disini sangat banyak binatang siluman yang sering mengganggu manusia.
Biasanya orang orang kalau melewati rimba ini selalu beserta dengan rombongan yang cukup besar untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Mereka memang sengaja tidak mempergunakan kuda,itu bertujuan untuk mempermudah mereka mempergunakan ilmu meringankan tubuh disaat diperlukan.
Hari menjelang sore saat mereka sampai di pinggir sebuah kali kecil di tengah hutan.
Memang jalan yang di buat membelah rimba iblis menjadi dua bagian,yaitu bagian Utara dan bagian selatan.
Bahagian Utara lebih luas dari pada bahagian selatan.
Bahagian Utara dihuni siluman rubah ekor ganjil,dan siluman luak, sedangkan bahagian selatan dihuni oleh siluman Serigala kuning.
Karena sempitnya wilayah selatan,siluman serigala kuning sering memasuki wilayah Utara dan membunuhi setiap binatang maupun siluman apapun yang mereka temui.
Seperti malam itu, sebanyak tigaratus siluman serigala kuning menyerang wilayah Utara dan membantai setiap binatang maupun siluman yang mereka temui.
Pertempuran pun terjadi, tigaratus siluman serigala melawan seratus lima puluh siluman luak dan seratus limapuluh siluman rubah.
Siluman luak tidak memakan daging,tetapi buah buahan,makanya mereka terkenal dengan julukan petani hutan yang handal,karena dengan adanya luak,keaneka ragaman hutan akan terjaga.
Kini siluman luak yang tinggal hanya seratus ekor itu termasuk betina dan anak anak.
Siluman rubah masih mending daripada siluman luak,anggota mereka yang mati cuma lima belas ekor,itu karena siluman rubah memiliki tubuh dan tenaga yang lebih besar dari pada siluman luak.
Namun begitu, menghadapi siluman serigala yang sebesar sapi memang sangat menyulitkan mereka.
Pemimpin siluman luak terdesak dan tersudut di sebuah batang pohon besar,di kiri kanan dan depannya tiga serigala mengepung.
Ketika serigala yang didepan nya menerkam,sang pimpinan luak itu memejamkan matanya, seolah pasrah dengan ajal yang sebentar lagi akan menjemputnya.
Namun sebelum ajal benar benar datang,tiba tiba terdengar lengkingan sang serigala seperti sedang mengalami kesakitan yang amat sangat.
Pimpinan siluman luak memberanikan diri membuka matanya,dia melihat serigala yang tadi didepannya berniat menerkamnya kini terbaring di tanah dengan perut yang hancur terburai di tanah.
Seorang pemuda dan tiga orang gadis cantik masih duduk di sebuah gubuk di pinggir jalan seolah tidak terjadi sesuatu apapun.
Namun pandangan kedua serigala yang di sebelah kiri dan kanan menatap pemuda itu tanpa berkedip.
Kedua serigala itu kemudian maju mendekati Alex sambil moncongnya terus menyeringai memperlihatkan taring taring nya yang besar dan panjang.
"Manusia,kenapa kau ikut campur urusan kami,urusan yang bukan urusan mu,kau bunuh saudara kami,maka kau harus menjadi santapan kami"kata salah satu siluman serigala itu.
"Memang benar kata orang serigala adalah binatang yang paling rakus,kalian tidak bisa hidup damai dengan mahluk lain,serakah"kata Alex.
"Kami adalah mahluk tertinggi,terkuat,terhebat,bahkan manusia saja kalaaaaaa"di penghujung kata katanya berubah menjadi jeritan panjang ketika putri Annchi menghantam perutnya dengan pukulan cahaya putih nya.
Perut serigala itu hancur berserakan di tanah dengan tubuh yang masih tegak berdiri seakan tidak percaya dengan nasip dirinya.
Putri Annchi adalah putri yang paling cepat marah diantara kedua saudaranya, apalagi berhubungan dengan penghinaan kepada suaminya.
__ADS_1
Melihat saudaranya tewas satu lagi,serigala di depan mereka yang masih tersisa satu itu sangat marah, moncongnya diangkat keatas dan dia melolong panjang,di ikuti lolongan lain yang bersahutan dari dalam hutan.
Namun juga tidak berlangsung lama, lolongan itu berubah menjadi jeritan menyayat ketika jurus badai salju milik putri Kwan si menghantam dirinya.
Tubuhnya diam tak bisa digerakkan ,mematung bagai patung es,lalu retak dan hancur.
Bersamaan dengan hancurnya tubuh serigala itu,dari dalam hutan bermunculan ratusan serigala kuning sambil memperlihatkan taring taringnya yang besar dan mengerikan.
Kawanan serigala itu mengepung Alex dan ketiga istrinya dari segala penjuru.
Ketiga istri Alex mengeluarkan pedangnya masing masing,siaga dengan segala kemungkinan.
Sedangkan Alex mengeluarkan pistol cahaya miliknya dari penyimpanan nya.
Tentu saja ketiga istrinya heran dengan senjata yang Alex keluarkan, karena seumur hidup mereka belum pernah melihat yang namanya pistol,apalagi pistol laser.
"Siuu!".
"Siuu!".
"Siuu!".
tidak ada ledakan yang terdengar ketika senjata itu di tembakan Alex tiga kali,cuma suara siulan pendek yang terdengar, barulah ketika peluru yang di tembakan itu mengenai tubuh serigala,suara ledakan terdengar,dan tubuh serigala itupun hancur berterbangan kemana mana.
Ketiga putri itu tercengang melihat senjata yang baru Alex keluarkan itu,ternyata sangat banyak dari Alex yang belum mereka ketahui.
Dalam sekedipan mata,tiga serigala besar mati dengan tubuh meledak hancur berhamburan.
Ratusan siluman serigala yang lain,berlompatan menerkam Alex dan ketiga istrinya dengan moncong terbuka.
Namun baru saja siluman serigala itu melompat, seberkas cahaya putih dari moncong pistol Alex menyambar tubuh serigala serigala itu hingga meledak.
Sebentar saja ratusan siluman serigala itu musnah menjadi daging cincang yang terhampar disekitar tempat itu.
Sehingga tempat itu menjadi hamparan daging siluman serigala saja layaknya.
Melihat ratusan taman mereka musnah dalam sekejap saja,kawanan yang lain menjadi ciut nyalinya dan memilih lari kedalam hutan mencari selamat.
Yang tertinggal kini siluman luak yang masih kaget dengan kejadian barusan.
Sang pimpinan siluman luak tiba tiba berdiri dengan kedua kaki belakangnya,dan tubuhnya perlahan berubah menjadi tubuh seorang anak laki laki seumuran tujuh atau delapan tahun lengkap dengan pakaian kebesarannya.
Di depan Alex,laki laki berujud anak kecil itu bersimpuh, "terimakasih tuan atas bantuan tuan, seandainya tidak ada tuan,maka tamatlah riwayat saya dan juga mungkin riwayat seluruh bangsa siluman luak tuan"...
Alex menatap laki laki berujud anak kecil itu dengan seksama,hatinya iba melihat nasip siluman luak yang malang itu,padahal luak sangat di perlukan hutan untuk menjamin keberlangsungan hutan itu sendiri.
"Siluman luak yang lain di mana,kenapa cuma kamu sendirian yang tampak?"tanya Alex.
"Iya tuan,rakyat hamba bersembunyi disebuah goa tidak jauh dari sini,rencananya kami akan keluar dari hutan ini malam ini untuk mencari hutan lain yang lebih aman, rakyat hamba tinggal seratus ekor saja tuan,tiap hari diburu oleh siluman serigala"jawab pemimpin dari siluman luak itu.
Tiba tiba putri Annchi menyela pembicaraan mereka, "kakak,setahu Annchi siluman luak tidak memakan daging, mereka memakan buah buahan, menyebarkan bijinya ke seantero hutan agar keberlangsungan hutan terjaga,bagai mana kalau semua luak ini kita suruh hidup di hutan alam dimensi kita?"...
"Ya,usul adik Annchi sangat baik,dihutan itukan sangat banyak buah buahan beraneka macam ragam"kata putri Kwan si membenarkan usul adiknya itu.
"Mereka sekaligus menjaga kelestarian hutan dan semua tanaman langka yang ada di dalamnya Kaka"putri Giok Lin ikut berbicara.
"Baiklah pimpinan siluman luak,aku punya tempat yang bagus buat kalian,tempat yang nyaman dan sangat aman,panggil semua kawanan mu sekarang, akan ku bawa ketempat itu"kata Alex pada pimpinan siluman luak itu.
"Terima kasih tuan,saya percaya kepada tuan,akan saya panggil semua rakyat saya"kata pimpinan siluman luak itu sambil berlalu dan menghilang di kegelapan malam.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1