
Setelah hilang dibalik awan beberapa lamanya, akhirnya di langit kejauhan,nampak tubuh seseorang yang sedang meluncur dengan kecepatan sangat cepat jatuh ketanah.
"Bum!!".
Terdengar suara berdebum nyaring,ketika tubuh kakek tua itu jatuh menyentuh tanah dengan kerasnya.
Tidak ada satu orangpun yang cukup bodoh berani menangkap tubuh yang sedang meluncur sangat cepat ketanah itu.
Debu debu dan pasir berterbangan keudara menutupi pemandangan di halaman rumah makan itu.
Ketika debu dan pasir yang berterbangan sudah mulai reda,kini nampaklah sebuah lobang yang cukup besar dan dalam tercipta hasil dari tubrukan tubuh gemuk sang kakek cabul tadi dengan tanah.
Dan didalam lubang itu terlihat tubuh sang kakek sudah tidak berbentuk utuh lagi.
Tulang belulang sang kakek cabul itu mencuat keluar semua dari kulit tubuhnya yang robek di sekujur tubuh.
Melihat tubuh saudara kembarnya yang hancur tidak berbentuk lagi, bukan main marahnya hati kakek Gunda.
Kedua telapak tangannya ditangkupkan didepan dadanya,sambil mulutnya komat Kamit membaca aji japa mantra.
Tiba tiba tubuh kakek Gunda bengkak membesar,sehingga semua pakaiannya menjadi robek semua tidak mampu menampung tubuh sang kakek Gunda yang membesar itu.
Tubuhnya yang bengkak membesar itu di tumbuhi bulu bulu kasar dan lebat,serta dari mulutnya mencuat empat buah taring yang panjang dan tajam.
Sedangkan dari ujung jari tangan dan kakinya, tumbuh kuku hitam dan runcing pula.
Mata kakek tua itu membesar dan menggantung seperti buah melon dengan sebuah tanduk berwarna hitam mencuat dari dahinya.
"Grogr,grooogr".
Cuma itu suara yang terdengar dari mulut kakek Gunda yang menatap kearah Alex dengan matanya yang merah besar dan agak menggantung itu.
Mahluk itu menyerang Alex dengan ayunan tangannya yang panjang dengan cakar yang runcing dan hitam.
Beberapa kali tangan dan kaki Alex menghantam tubuh mahluk itu,tetapi rupanya tubuh mahluk itu tahan terhadap serangan.
Bahkan beberapa kali tubuh Alex terjajar kebelakang beberapa tindak terkena pukulan tangan mahluk itu.
Selain kebal pukulan, tubuh mahluk itu juga kebal senjata tajam.
Pedang cahaya ditangan Alex beberapa kali menghantam tubuh mahluk itu,tetapi tidak meninggalkan bekas apa apa,bahkan sehelai bulunya saja tidak jatuh.
Melihat itu,Ketua kota, Jalamara tertawa terbahak bahak kegirangan bersama dua orang tua yang juga berpenampilan aneh di dekatnya.
"Ha ha ha ha,lihatlah Dewa sesat dari timur dan kau Dewa Racun dari Utara,betapa senangnya hatiku menyaksikan kejadian ini,sebentar lagi pemuda to**l itu akan binasa,lihatlah berbagai cara sudah dia lakukan tetapi tidak satupun yang berhasil"kata Jalamara dengan suara keras sambil bertepuk tangan kegirangan.
Karena berbagai cara dilakukan tidak satupun yang berhasil,akhirnya Alex melompat mundur beberapa tindak kebelakang.
Melihat itu,ketua kota Masumara,Jalamara menjadi semakin girang dan bertepuk tangan sambil berjingkrak jingkrak.
"Ayo pemuda b**o, apalagi yang akan kau keluarkan,sekarang tinggal sejengkal nyawamu dari kematian" teriaknya sambil bertepuk tangan.
Muka Dewi muyimaeva pun nampak khawatir, melihat kejadian itu.
Selama ini baru sekarang sang Dewi ini betul betul khawatir sekali.
Alex yang melompat kebelakang,tiba tiba mengeluarkan sebuah Kuali yang terbuat dari pada emas.
Mata Dewi muyimaeva terbelalak setelah melihat kuali ditangan suaminya itu,kuali yang sangat dia kenal sekali.
"Wahai kuali sakti ku,tolonglah aku,telanlah mahluk itu bulat bulat,dan masaklah sampai matang"kata Alex setelah membuka tutup kuali emas itu.
Alex melemparkan kuali emas itu keudara,dan kuali itupun berputar seperti gasing,sambil terus mengelilingi tubuh mahluk kejadian itu.
__ADS_1
Lalu dari mulut kuali itu, memancar seberkas cahaya bergulung gulung seperti pusaran angin yang membungkus tubuh mahluk kejadian dari kakek Gunda itu.
Dengan sangat ajaib, tubuh mahluk itu tersedot kedalam kuali sakti itu.
Setelah keseluruhan tubuh mahluk itu masuk kedalam kuali sakti,Alex melemparkan tutupnya, dan tutup kuali itupun menyatu dengan badan kuali.
Kuali itu masih tetap berputar seperti gasing saja layaknya,tetapi kini dari tubuh kuali itu memancar cahaya kuning pijar yang sangat panas.
Dari dalam kuali, terdengar suara jeritan pilu seekor mahluk aneh yang mulai meleleh menjadi cairan itu.
Setelah semuanya menjadi cairan,kuali itupun mulai mengurangi kecepatan berputarnya.
Ketika putaran kuali itu sudah benar benar berhenti, tiba tiba tanpa di duga duga,Dewa sesat dari timur bergerak secepat kilat menuju kearah kuali sakti itu, mungkin berniat menguasai sang kuali sakti.
Tetapi secara ajaib,tutup kuali terbang keudara dan mulut kuali secepat kilat membesar sebesar pintu rumah,dan menelan tubuh sang Dewa Sesat Dari timur itu.
Begitu tubuh sang Dewa sesat dari timur itu masuk semuanya kedalam kuali,tutup kuali pun kembali ketempatnya semula, menutup mulut kuali yang kini sudah kembali mengecil seperti semula.
Kuali itupun kembali berdesing nyaring berputar seperti gasing sambil memancarkan cahaya kuning pijar dengan hawa yang sangat panas.
Jeritan pilu sang Dewa serakah yang mengira bisa memiliki kuali sakti itu untuk dirinya sendiri terdengar menyayat hati.
Sebenarnya kuali sakti itu memiliki kehendak sendiri,siapapun tidak bisa menjadi majikannya, kecuali yang disukai oleh kuali sakti itu sendiri.
Dua orang sakti bergelar Dewa kini sudah menjadi mangsa sang kuali emas sakti milik Alex.
Dewa racun Utara dan Jalamara kini mulai gentar melihat kenyataan itu.
Tidak ada lagi suara tawa terbahak bahak dari sang ketua kota,apa lagi suara tepuk tangan dan sorak Sorai nya.
Tetapi karena nafsu dan ambisinya sangat besar, melihat wajah sang Dewi muyimaeva yang luar biasa cantik jelita itu,hilanglah rasa takut dan gentar hatinya,yang ada hanyalah nafsu untuk memiliki sang Dewi bagai manapun resikonya.
"Dewa racun,kau adalah Dewa nya para pengguna racun,cepat kau lumpuhkan pemuda itu,dan buatlah semua gadis cantik itu suka kepada ku,nanti kau akan ku berikan satu"kata ketua kota kepada Dewa racun.
Seperti tidak mengenal rasa takut,Dewa racun bergerak kearah Alex dengan tangan siap menyerang.
Sebenarnya tubuh Alex sudah sangat kebal dengan jenis racun apapun,karena setiap saat dia telah menghisap sari bunga teratai hitam dari sang istrinya.
Namun untuk jaga jaga,Alex masih menerapkan jurus cahaya illahi tingkat empat yang membuat sekujur tubuhnya bercahaya kuning terang.
Dewa racun kini menyerang dengan racun yang paling mematikan dan tidak ada penawarnya,yaitu racun ular emas salju,ular yang memang sangat langka dan jarang ditemukan itu.
Saat mereka jual beli pukulan,saat itu pula Dewa racun utara secara diam diam menaburkan bubuk racun ular emas salju yang sangat ganas itu.
Alex mundur karena tiba tiba tubuhnya menjadi panas dan sakit.
Melihat racun yang di tebarkannya membuahkan hasil,Dewa racun Utara pun sangat puas,karena bisa dipastikan siapapun yang terkena racun itu,meskipun cuma tersentuh saja,pasti akan mati.
Alex yang merasakan panas di sekujur tubuhnya,segera duduk untuk mengatur pernafasan guna melawan racun yang di tebarkan Dewa racun Utara secara licik itu.
"Ha ha ha ha,kau sudah terkena bubuk racun ular emas salju yang tidak ada penawarnya,riwayat mu pasti tamat"kata Dewa racun Utara.
Rupanya Dewa racun Utara tidak ingin memberi kesempatan kepada Alex untuk bernafas.
Melihat Alex duduk mengatur pernafasan nya,Dewa racun Utara langsung mengambil kesempatan untuk menyarangkan jurus pamungkasnya,jurus Dewa racun memikul gunung.
Disaat saat yang sangat gentong itu,seberkas cahaya sangat putih menyilaukan mata dengan kecepatan luar biasa menghantam perut sang Dewa racun Utara.
Sesaat tubuh Dewa racun Utara yang sudah siap dengan pukulan pamungkasnya itu terpana,matanya berkedip kedip menatap kearah perutnya dengan rasa tidak percaya.
Perutnya sudah bolong sebesar kepala manusia dengan semua isi perutnya sudah hancur berantakan,menyisakan tulang belakangnya saja yang menjadi penopang tubuhnya.
Belum sempat berbicara apapun,tubuh sang Dewa racun Utara akhirnya ambruk terjungkal ketanah.
__ADS_1
Melihat pengawal andalannya semuanya terbunuh,jalamara bermaksud melarikan diri,namun baru beberapa langkah,sebuah pedang putih menembus dadanya.
Pedang baja perak ditangan Dewi Sucitra menusuk jantung Jalamara hingga tembus ke punggungnya.
Sebelum tubuh Jalamara tumbang,pedang itu dicabutnya,lalu ditusukannya lagi hingga tembus kembali,berulang ulang hingga dada Jalamara hancur.
Putri Annchi memeluk tubuh Dewi Sucitra yang masih mengamuk itu sambil berteriak, "adik sudahlah,sudahlah,dia sudah tewas,tidak ada gunanya kau tusuk lagi,sudahlah"...
"Kakak,gara gara dia suami kita kena racun,dia manusia biadab,sudah seharusnya mati"kata putri Dewi Sucitra dengan mata yang basah.
"Tenanglah adik,tidak ada satu racun pun yang bisa mencelakainya,kau harus percaya padaku"kata putri Annchi.
"Bagai mana kakak Annchi bisa yakin bila suami kita kebal racun ?"tanya putri Dewi Sucitra.
"Dia benar adik Suci, suami kita tidak akan apa apa,karena dia sudah menyerap sari bunga teratai hitam yan sangat langka didunia ini,bahkan disemesta ini"kata Dewi muyimaeva.
"Maksud kakak Dewi?"tanya putri Dewi Sucitra.
Dewi muyimaeva sambil tersenyum,menunjuk kearah putri Annchi, "Dia adalah sang Dewi teratai hitam,keturunan langsung dari Dewi teratai hitam yang legendaris itu,bagai mana bisa ada racun yang menyakiti tubuh suami kita,sedang dia sudah mengisap sari bunga teratai hitam, termasuk kita semua juga menjadi kebal racun apapun,karena sari bunga teratai hitam itu telah menyebar kesemua istri istrinya"...
Alex yang duduk mengatur pernafasannya, merasakan hawa dingin yang kuat timbul dari bawah pusarnya dan menyebar keseluruh tubuhnya mendesak keluar hawa panas yang tadi menyerang nya.
Kini panas dan sakit di sekujur tubuhnya sedikit demi sedikit mulai berkurang,hingga akhirnya hilang sama sekali.
Setelah merasa kesehatannya sudah pulih kembali seperti sedia kala,Alex berdiri dan berjalan ke arah ketiga istrinya,menarik tangan ketiganya mengajak pergi mencari penginapan.
Malam itu mereka menginap disebuah penginapan yang tidak jauh dari rumah makan tempat mereka makan siang tadi.
Sementara itu di tempat tinggal ketua kota, nampak orang orang sibuk berlalu lalang.
Seratus limapuluh prajurit siap siaga di halaman depan. sedangkan diruang tengah,nampak putra sulung dari ketua kota bersama dua orang tua berambut putih yang dikenal dengan Dewa kipas perak dan Dewa arak sedang berbincang.
Sedangkan diruang depan,nampak tersusun lima mayat di tutupi kain.
Putra sang ketua kota Jalamara bernama Jalasena,kakak dari Jaladanda yang mukanya telah menjadi muka kera itu,mengamuk dengan membanting segala macam keramik pajangan yang mahal mahal.
Dari mulutnya keluar berbagai macam sumpah serapah yang kotor kotor.
Sedangkan di halaman belakang nampak seekor kera besar dengan seorang pemuda bertangan satu dan berwajah kera.
Kera besar itu cuma bisa ber haha huhu saja tanpa ada satupun yang bisa dimengerti,sedangkan sang pemuda yang berwajah kera itu masih bisa berbicara bahasa manusia.
"Prang!".
Sebuah pas bunga dari keramik yang mahal melayang menghantam lantai batu pualam.
"Dewa arak,Dewa kipas perak,malam ini juga kita habisi pemuda itu,karena kudengar dari mata mata tadi,pemuda itu telah terkena racun ular emas salju milik kakek Dewa racun Utara,seingat ku,racun itu tidak ada obatnya,ayo persiapkan pasukan,kita serbu penginapan tempat mereka menginap,
Setelah semua persiapan sudah kelar,maka penyerbuan pun di mulai.
Di Penginapan tempat Alex menginap,Alex dan ketiga istrinya baru saja selesai mandi,dan sedang duduk duduk sambil berbincang bincang mengenai peristiwa sore tadi.
Dikamar sebelahnya, Dewi Ginantari dan Dewi Paraditha juga baru saja selesai mandi dan sedang duduk duduk di tempat tidur berbincang masalah sore tadi.
Selagi Alex dan ketiga istrinya sedang asik berbincang bincang,tiba tiba pintu kamar di gedor orang dari luar sambil berteriak teriak kasar.
Ketika pintu kamar di buka,nampaklah empat orang prajurit kota memegang tombak ditangan dan pedang tergantung di pinggang sedang berdiri di depan pintu.
"Kalian semua disuruh tuan muda Jalasena untuk keluar semuanya, tidak terkecuali,untuk menerima hukuman dari tuan Jalasena"kata prajurit itu dengan sikap yang sangat angkuh sambil menunjuk nunjuk muka Alex.
"Kau berani menunjuk nunjuk muka suamiku, kau cuma anjing ketua kota yang hina,sungguh besar nyali mu"kata putri Dewi Sucitra sangat marah melihat muka suaminya di tunjuk tunjuk oleh prajurit itu.
"Ya,kalian cuma pendatang hina yang sudah membunuh ketua kota,maka kalian akan menerima kemarahan dari tuan muda Jalasena yang tampan dan perkasa"kata prajurit itu lagi sambil telunjuknya masih menunjuk nunjuk kearah Alex.
__ADS_1
*********