
Merah padam muka tuan ketua kota menahan amarah yang mulai meluap luap.
"Kau berani menentang perintah tuan ketua kota,wali Kaisar yang ada di kota ini,akan kubuat kau menyesali semua tindakan mu kepada putra ku,pasukan panah,habisi pemuda itu,tetapi jangan sampai melukai calon mempelai ku"kata tuan ketua kota.
Satu regu panah sebanyak limapuluh orang prajurit segera menarik tali senar panah dan limapuluh pucuk panah melesat kearah Alex.
Alex sengaja tidak melakukan tindakan apapun sekedar menunjukan kekuatannya kepada tuan ketua kota.
Lima puluh anak panah segera menghujani tubuh Alex.
Namun tidak satupun dari anak panah itu yang mampu melukai tubuh Alex,bahkan merobek bajunya saja tidak ada.
Anak panah itu berpentalan seperti menghantam dinding baja.
Bahkan ada beberapa anak panah yang patah sangkin kuat nya menghantam tubuh Alex.
Setelah tidak ada satupun dari anak panah itu yang berhasil melukai tubuh Alex,kini giliran pasukan tombak yang melemparkan tombak nya kearah Alex.
Tetapi hasilnya tetap sama saja,tombak itu berpentalan jatuh seakan kulit tubuh Alex adalah baja yang sangat keras.
Sangkin kuatnya tombak itu di lemparkan, sehingga mata tombak itu patah terkena tubuh Alex.
Melihat kejadian itu terus menerus,rupanya putri Annchi dan Dewi Paraditha sudah tidak bisa menahan diri lagi melihat sang suami dihujani anak panah dan tombak seperti itu.
Dengan sekali berkelebat, Dewi Paraditha membabatkan pedang inti semesta miliknya kearah para prajurit kota itu.
Dan luar biasanya,tiga orang prajurit tombak langsung tersungkur dengan tubuh putus.
Begitu pula dengan putri Annchi yang mengamuk dengan pedang cahaya ditangannya,beberapa orang langsung tersungkur dengan tubuh robek besar menganga.
Melihat kedua saudaranya mengamuk, yang lainpun tidak ingin ketinggalan pesta pula, melompat ke arena laga dan mengamuk sejadi jadinya.
Sedangkan Dewi Lunar Jena melompat kearah komandan pasukan kota Rutay yang sedari tadi sudah siaga dengan pedangnya ingin membokong salah satu dari ke enam wanita cantik itu.
"Jangan berniat main curang komandan,lihat saja bagai mana prajurit mu dihabisi oleh saudara ku,kau cukup bersenang senang dengan ku saja"kata Dewi Lunar Jena sambil membuka serangan kepada komandan pasukan kota itu.
Komandan kota itu memang bukan orang sembarangan,dengan gesitnya dia menghindar serangan dari Dewi Lunar Jena sambil membalas menyerangnya kembali.
Tetapi semua istri Alex sudah diajarkannya jurus sembilan langkah Dewa dan ilmu meringankan tubuh,sehingga jurus secepat apapun,Dimata mereka nampak sangat lambat dan penuh celah serta kekurangannya.
Ketika Dewi Lunar Jena menyerang dari sebelah kiri,sang komandan pasukan menyerang kesebelah kiri,eh ternyata serangan Dewi Lunar Jena malah datang dari sebelah kanannya lagi
Tubuh Dewi Lunar Jena seperti berubah menjadi sangat banyak sekali dan ada di mana mana.
Sementara pesta pora pembantaian oleh para istri Alex yang lainnya masih berlangsung seru.
Kini lebih dari tigaratus dari enam ratus orang prajurit telah tumbang tak bernyawa dengan tubuh atau bagian tubuh yang terputus.
Melihat kenyataan hal itu,tuan ketua kota bukannya lari,tetapi malah bersemangat menyerang Alex,karena dalam pikirannya,kunci semuanya ada pada Alex, bila Alex bisa di tumbangkan,maka pertarungan itu akan selesai.
Oleh karena itu,maka dengan sepenuh kekuatannya,dia menyerang Alex dengan pukulan tangan kosong yang sudah dilambari pukulan api tingkat empat.
Alex dengan santai menerima pukulan itu dengan jurus api illahi tingkat empat sempurna.
__ADS_1
"Bum!!".
Sebuah dentuman dahsyat terdengar menggema dari pinggir alun alun kota itu,ketika pukulan api tingkat empat dari tuan ketua kota dihadang pukulan api illahi tingkat empat sempurna milik Alex.
Tubuh Alex bergoyang goyang seperti pohon kelapa terkena angin, sedangkan tubuh tuan ketua kota terjajar hingga enam tindak kebelakang,dari celah bibirnya mengalir darah segar pertanda dia sedang terluka dalam cukup parah.
Ketua kota segera menelan pil penyembuh luka dalam dua butir sekaligus.
"Kau salah dengan melawan ku,pasukan mu tidak berarti bagi kami, seharusnya Sam Qiau Liang yang melawan ku, bukan kau,kau cuma cecunguk tidak berarti bagi ku,untuk teman latihan pun tidak level"kata Alex memprovokasi ketua kota.
Sang ketua kota Rutay menjadi sangat gusar mendengar perkataan Alex yang dia anggap sebuah penghinaan yang sangat keterlaluan.
Karena bagi orang tanah Nirwana ,sang kaisar sama seperti seorang dewa yang layak diagungkan oleh pemujanya.
"Kurang a**r,b*ngs*t,kau kira dirimu siapa?,kau tidak layak bertempur dengan sang Kaisar,kau cuma nyamuk bila dibandingkan dengan sang Kaisar "sahut ketua kota dengan geramnya.
"Layak atau tidak layak sudah bukan urusan mu, karena sebentar lagi kau akan mati ditangan ku"kata Alex kepada tuan ketua kota itu.
"Ha ha ha ha,kau pikir semudah itu untuk membunuh ku,sekarang ku buktikan akulah yang akan membunuh mu"kata ketua kota itu sambil menghunuskan sebuah pedang mustika kelas bumi.
Alex mengeluarkan pedang cahaya dari gelang penyimpanannya, karena pedang mustika kelas bumi setingkat dengan pedang cahaya miliknya.
"Trang!!".
"Trang!!"
"Trang !!".
Adu pedang terjadi beberapa kali,dan setiap kali terjadi benturan,pedang ditangan ketua kota mental berbalik arah.
Kini dia berusaha membuat taktik licik untuk menghabisi Alex.
Ketua kota kini mempercepat gerakannya dua kali lipat dari semula,sehingga pedangnya nyaris tidak terlihat lagi.
Tetapi biar secepat apapun juga,bagi Alex terlihat seperti sangat lambat sekali dan penuh dengan celah yang bisa dimasuki serangan.
Hingga pada satu kesempatan ketika ketua kota Baru saja selesai melancarkan serangan nya kepada Alex,dan tangannya belum kembali siaga seperti semula,kesempatan yang cuma sekejap itu sudah cukup bagi Alex untuk mendaratkan serangan kearah ketua kota.
"Cras!".
mata ketua kota terbelalak melihat tangan kanannya putus sebatas bahu,darah menyembur kemana mana.
"Aku tidak memerlukan kau percaya atau tidak,yang pasti kau bukan tandingan ku, seharusnya kau lari bila bertemu aku,seharusnya kaisar mu yang melawan aku,sekarang percaya pun tidak berguna"kata Alex tersenyum sinis.
"Crass!!".
Satu ayunan pedang mengakhiri perlawanan dari ketua kota,ketika tubuhnya terpotong miring.
Matanya mendelik seakan tidak percaya dirinya dikalahkan seorang pemuda ingusan,yang hidup baru kemarin.
Dan akhirnya nyawa busuknya pun melayang keneraka.
Sedangkan pertarungan antara Dewi Lunar Jena dan komandan pasukan juga telah selesai dengan serangan pedang dari Dewi Lunar Jena berhasil menembus dadanya hingga kebelakang.
__ADS_1
Tubuh sang komandan pasukan kota pun tersungkur ketanah.
Bersamaan dengan tewasnya sang komandan pasukan dan tuan ketua kota, prajurit yang tersisa pun telah dihabisi oleh para istri Alex.
Tiba tiba terdengar suara sorak Sorai dari para penduduk yang kebetulan melihat kejadian itu,mereka bersuka cita melihat manusia manusia biadab yang selama ini menindas mereka bergelimpangan tidak bernyawa lagi.
Dirumah sang ketua kota terjadi kehebohan,empat orang istri ketua kota beserta para selirnya yang se abrek abrek banyaknya itu panik bukan main mendengar kabar dari mata mata bahwa tuan ketua kota sudah tewas.
Penjagaan di gerbang kediaman ketua kota di perketat dan prajurit yang tersisa yang cuma puluhan orang itu dikerahkan semuanya untuk menjaga kediaman ketua kota.
Tetapi itu tidak ada artinya sama sekali bagi Alex dan istrinya,dengan sekali gebrak,pintu gerbang yang sangat kokoh itupun hancur berantakan.
Para prajurit yang mencoba menahan hanya sia sia belaka,satu demi satu pun berjatuhan.
Alex menyuruh istri dan semua selir ketua kota untuk pergi dari tempat itu dengan membawa harta secukupnya saja,tidak boleh berlebihan,karena semua harta itu di kumpulkan secara tidak syah dan tidak benar,dirampas dari masyarakat secara semena mena.
Alex mengumpulkan semua harta benda milik ketua kota untuk dibagi bagikan kepada orang erang miskin.
Malam itu juga semua istri dan selir ketua kota pergi dari kediaman ketua kota dengan membawa harta seadanya sebagai bekal mereka hidup kelak.
Malam ini Alex tidak tidur di penginapan,tetapi di rumah mantan ketua kota yang sudah terbunuh itu.
Namun kedamaian malam itu terganggu dengan terdengarnya bentakan bergema dari arah halaman kediaman mantan ketua kota.
Sangkin kuatnya energi bentakan itu,sehingga keramik yang terpajang di lemari lemari semuanya hancur berderai.
"Hei pemuda sombong,kami tahu kalian ada didalam, jangan pura pura tuli,atau rumah ini kami ratakan dengan tanah!!" bentakan dari luar terdengar kembali menggema di keheningan malam.
Alex melangkah santai keluar dari rumah ketua kota.
Diluar berdiri tiga orang laki laki,yang seorang sudah sangat tua berkumis dan berjenggot putih dan sangat panjang.
Yang dua orang lainnya berusia sepantaran tuan ketua kota atau lebih tua sedikit,bermuka sangar,berjenggot hitam pendek.
"Hei orang orang gila mana yang malam malam begini teriak teriak tidak karuan?"tanya Alex.
"Hei anak muda,punya sedikit kepandaian malah membunuhi orang seenak perut mu sendiri, apakah kamu kira sudah tidak ada lagi orang yang bisa membunuh mu heh?"bentak kakek tua itu dengan muka bengisnya .
Walaupun sudah sangat tua,tetapi terlihat bahwa kakek ini masih sangat kuat sekali.
Kakek tua,apakah kita punya urusan yang harus diselesaikan malam ini juga?"tanya Alex kepada kakek tua itu.
"Ya,dengarkanlah agar kau tidak mati penasaran,aku Chi Kiok Tai,ayah dari Chi Siong sang ketua kota,dan mereka berdua adalah putra ku Chi Quon dan Chi Yuen kakak dari ketua kota,kau sudah membuat cacat cucu kesayangan ku,dan kini membunuh ketua kota anakku,kalau kau tidak membunuh dirimu sendiri,maka aku yang akan mencabut nyawa mu"bentak kakek tua itu.
"Kakek tua dengarlah, pertama aku tidak perduli siapa diri mu,kedua aku tidak pernah menuruti semua perintah mu, ketiga tidak ada selembar bulu ditubuh ku bergetar takut kepada mu,dan keempat,bila kalian tidak segera pergi,maka aku yang akan mencabut nyawa kalian"bentak Alex dengan suara menggelegar sehingga nampak tubuh ketiga laki laki itu terhuyung sesaat terkena bias energi dari suara Alex.
Sedangkan laki laki tua itu nampak tersentak kaget,baru sekali ini dalam hidupnya merasakan tindihan energi begitu kuat cuma dari suara membuat jantungnya berdegup super kencang dan terasa dadanya sakit sekali.
Dengan memegang dadanya,kakek tua itu berkata, "kau terlalu jumawa dengan kekuatan mu anak muda, sehingga kau membunuh orang seenak perut mu, bila hari ini dewa tidak menghukum mu,maka aku yang akan menjadi dewa yang akan menghukum diri mu"...
Alex tersenyum sinis menatap kearah kakek tua itu.
"Kakek tua,kau mencap aku terlalu jahat dengan membunuh putra mu,sekarang aku bertanya dimana posisi mu ketika putra mu mengobrak Abrik negeri orang,membunuh orang yang tidak bersalah, merebut anak maupun istri orang yang dia senangi serta membuat sengsara suami atau orang tuanya,merampoki harta benda rakyat,untuk kepentingan dirinya sendiri,dan saat itu kau dimana pak tua?,atau jangan jangan kau juga punya andil ikut serta melakukan pekerjaan yang kalian anggap mulia itu,iya?,jawab!!"suara Alex semakin menggelegar,kini dari bibir kedua orang yang lebih muda mengalir darah segar pertanda dia terluka dalam terkena serangan suara dari Alex.
__ADS_1
*********