
Alex tersenyum menatap kearah pendeta istana itu yang mulai gugup.
Dia sebenarnya tahu dia sedang berhadapan dengan siapa.
Raja beserta kerabatnya cuma diam membisu, nampak sekali jika sang raja ini dibawah kendali sang pendeta istana itu.
"Asura Asura, kini kedok mu mulai terbuka,mereka mulai mengenal siapa pendeta suci yang mereka Dewa Dewa kan selama ini,kau cuma mahluk kegelapan bernama Asura putra dari raja iblis,he he he he, inikah alasan kehendak suci membimbing ku kesini?,menyuruh ku menyucikan tempat keramat ini,agar tidak ada tempat suci yang dijadikan markas iblis" kata Alex sambil tertawa tawa.
Pendeta istana menatap wajah Alex dengan murka nya,dia tidak menyangka jika ditempat yang sangat terpencil di semesta ini masih bisa bertemu dengan Dewa yang satu ini.
Tetapi dia juga tahu bahwa Alex belum resmi menjadi Dewa,apalagi pemimpin para Dewa suci(bukan Dewanya kaisar langit),maka sifat kemanusiaannya masih sangat dominan.
"Prajurit semua,bunuh mereka bertiga"teriak pendeta istana dengan sangat nyaring nya.
Mendengar perintah sang pendeta istana itu,ketiga orang anak beranak itu berpelukan sambil menangis.
Tidak mereka sangka,di saat akhir kehidupan mereka,harus melewati pedang pemancungan.
Tiga orang prajurit segera mengayun kan pedangnya ke leher ketiga anak beranak itu.
"Trang!".
"Trang!".
"Trang!".
Terdengar tiga dentangan berbarengan.
Bersamaan dengan itu,tiga pedang ditangan mereka patah semua, seperti menghantam lempengan baja paling kuat.
Sang Asura paham karena pormasi yang dipasang oleh tuan Agung tidak akan bisa ditembus oleh siapapun, meskipun dia kaisar Dewa suci sekalipun.
Tiba tiba tubuh Alex bercahaya putih kemilau sangat terang,dan satu persatu rantai yang mengikat tubuhnya meleleh seperti lilin terkena panas.
Di tangan kanan Alex tiba tiba muncul sebuah kuali cantik terbuat dari emas murni.
Semua mata yang melihat terpukau,kecuali sang pendeta istana yang tiba tiba badannya menjadi gemetar.
Setelah tutup kuali itu dilepaskan,tiba tiba kuali itu berputar berdesing seperti gasing dan terbang mengelilingi pendeta istana.
Dari mulut kuali keluar semacam uap putih dan memadat menyelimuti tubuh sang pendeta istana.
__ADS_1
Sang pendeta istana yang tidak mau mati konyol itu segera menampakkan wujud aslinya berbentuk seperti seekor kadal besar,tetapi berdiri seperti manusia dengan kedua telinga besar dan lancip keatas.
Tubuh nya bersisik berwarna hijau dan dari mulutnya muncul lidah hitam bercabang dua.
Seluruh yang hadir termasuk sang Raja tercekat memandang wujud sebenarnya dari pendeta istana yang mereka percaya selama ini,sebagai orang suci itu,ternyata cuma seekor mahluk Asura.
Mahluk Asura yang merupakan wujud asli dari sang pendeta istana itu berusaha menggapai kuali emas yang mendesing mengelilinginya sambil berputar seperti gasing itu.
Kuali emas itu berputar sambil mengeluarkan uap putih yang semakin lama semakin banyak dan semakin padat membungkus tubuh sang pendeta istana itu.
Akhirnya kabut uap putih itu membalut seluruh tubuh sang pendeta istana itu mengencang membuat wujud asli dari iblis Asura itu semakin lama semakin menciut dan tersedot kedalam kuali emas itu bersama dengan jeritan panjang dari sang iblis Asura.
bersamaan dengan habisnya tubuh sang iblis Asura itu tersedot kedalam kuali emas,kuali emas itupun tidak lagi terbang berkeliling,tetapi berputar di tempatnya sambil memancarkan cahaya kuning kehijauan yang semakin lama semakin terang.
Dari dalam kuali emas itu terdengar jeritan dari iblis Asura yang histeris kesakitan karena di masak oleh kuali sakti itu menjadi cairan seperti minyak berwarna putih bening.
Kini kuali sakti itu diam tidak lagi bergerak ataupun berputar,dan cahayanya pun mulai memudar.
Alex mengulurkan tangannya,dan kuali sakti itupun mendarat di atas telapak tangan Alex.
Bersamaan dengan itu, semua yang hadir disitu seperti baru tersadar dari mimpi yang buruk.
"A,,apa yang selama ini kita lakukan ?, me,, mengapa semua ini terjadi ?"tanya sang Raja dengan bingung sekali.
"Ketika sang agung melintas dilangit menunggangi kuda emas bersayap dan berapi,saat itulah semua iblis dan siluman akah di panggang hingga menjadi cairan putih"...
Pertapa itu membacakan ayat didalam kitab tua lusuh terbuat dari kulit binatang itu.
Kemudian dia berpaling kearah Alex ,lalu meneruskan bait bacaan kitab Karma semesta Raya itu.
"*Ketika sang Kehendak suci membentang kan semesta raya ini,sang kehendak suci menciptakan pula sebutir permata Illahi paling indah diantara ciptaannya setiap hari selama tiga Minggu,lalu setelah tiga Minggu permata Illahi itu berjumlah dua puluh satu butir,lalu di sebar di seluruh semesta raya ini,
Kelak sang Dewa Agung lah yang bisa mengumpulkan ke duapuluh satu butir permata Illahi itu,apa bila kedua puluh satu permata illahi itu terkumpul,selesailah tugas Dewa Agung dan resmilah Dewa Agung menjadi tuan Agung nya para Dewa*!"...
Alex menatap kearah pertapa itu, "apa maksud dari bacaan kitab mu itu wahai pertapa sakti ?" ...
Pertapa itu menjura dihadapan Alex sambil berkata, "jangan lah tuan memanggil saya pertapa sakti,kerena kesaktian saya tidak ada apa apanya dibandingkan dengan tuan sendiri,saya malu tuan,saya cuma mengingatkan tuan,bahwa kehadiran tuan memang berjuta juta tahun yang lalu sudah di ramalkan,kitab ini adalah kitab petunjuk semesta namanya,siapa yang menyusun kitab ini,tidak ada satupun yang mengetahuinya dan berapa juta tahun umurnya, juga tidak ada satupun yang mengetahuinya tuan, kitab ini menggunakan bahasa Betay dan memakai aksara Monolik yang sudah punah ratusan ribu tahun yang lalu"kata pertapa sakti itu.
"Tetapi aku tidak mengerti permata apa yang kau maksudkan itu pertapa sakti"kata Alex bingung.
"Nanti tuan akan mengerti permata apa yang dimaksudkan didalam kitab ini"jawab pertapa sakti itu sambil berpaling kearah sang Raja dan Ratu serta putra mahkotanya.
__ADS_1
Sambil menjura,sang pertapa sakti itu berkata kepada sang Raja.
"Selamat bertemu kembali tuan ku,apa kabar tuan ku sekeluarga ?" tanya sang pertapa berbasa basi.
"Selamat datang kembali tuan pertapa sakti bintang langit,kabar kami tidak dalam keadaan baik baik saja tuan, setelah kepergian tuan pertapa sakti dulu itu, musibah silih berganti menimpa kami tuan"kata sang Raja dengan suara agak tercekat di tenggorokan.
"Musibah apakah itu tuan ku ?"tanya pertapa sakti bintang langit.
Sang Raja agak sedikit sendu,ada bulir air mata disudut matanya, "awalnya sang putra mahkota terkena penyakit aneh,sekujur tubuh nya terkena semacam kudis yang berbau,pendeta istana bilang itu perbuatan tuan pertapa sakti yang sakit hati karena kata kata tuan saya tolak mentah mentah,dan setelah di obati oleh sang pendeta,kini putra mahkota sudah sehat kembali,tetapi kemudian Ratu ku yang terkena penyakit aneh itu pula,setelah di obati oleh sang pendeta akhirnya juga sembuh,dan yang terakhir ini putri tersayang ku lagi yang terkena penyakit aneh"...
Sang Raja menghela nafas panjang,berat rasanya bila mengingat derita sang putri yang tiada habisnya itu.
"Penyakit apakah itu tuan ku ?"tanya sang pertapa sakti lagi.
"Pada suatu sore,saat kami sedang bercengkrama di ruang belakang istana,tiba tiba putri ku menjerit,dari hidung dan mulutnya keluar darah segar, setelah itu,sang putri tidak pernah lagi tersadar dari pingsan nya hingga kini,dan yang aneh sekali, perlahan lahan tubuhnya menjadi kaku,lalu menjadi batu giok yang terbujur di pembaringan hingga sekarang"kata sang Raja.
"Kalau tuan ku masih percaya pada hamba atau apabila tuan ku masih menganggap saya pelakunya,setidak tidaknya tuan ku percaya kepada seorang Dewa tuan,biarkan kami menjenguk putri tuan ku,putri tuan ku akan menjemput takdirnya menjadi salah satu bintang penerang jagat raya dan menjadi pendamping sang utama"kata pertapa sakti itu.
Sang raja merenung sesaat,lalu memandang kearah Ratu dan sang putra secara bergantian.
Kedua orang dekat nya itu menganggukkan kepala nya,sebenarnya mereka sudah sejak lama tidak mempercayai sang pendeta istana itu,karena pernah satu ketika kedua nya memergoki sang pendeta sedang merayu sang putri,tetapi secara halus ditolak oleh sang putri, hingga keluar ancaman dari sang pendeta istana bahwa bila dirinya tidak bisa memiliki sang putri,maka tidak akan ada satupun di dunia ini yang bisa memiliki sang putri.
Akhirnya sang Raja memperkenankan sang pertapa sakti dan Alex untuk melihat keadaan sang putri.
Didalam sebuah kamar yang luas,diatas pembaringan besar berkelambu yang berhias indah serta siang malam di jaga oleh dua orang pelayan wanita cantik secara bergantian, nampak sosok gadis cantik jelita luar biasa, dengan kulit putih susu,tubuh yang tinggi semampai dan bentuk tubuh yang aduhai, membuat mata tidak akan beralih memandang sebentuk keindahan itu.
Bibirnya yang merah merona tertutup rapat, serta bulu mata lentik yang lebat alami itu memang daya pikat luar biasa kuat nya bagi lawan jenis.
Bahkan Alex pun sempat terpukau sejenak menatap keindahan illahi itu.
Andai kata tidak ditegur oleh Dewi muyimaeva di dalam pikirannya,niscaya dia terlena dengan pemandangan indah itu.
Sang pertapa sakti menoleh kepada Alex lalu berkata, "tuan,inilah permata kesebelas itu, inilah takdir tuan ku, pendeta palsu itu telah menyihir nya dengan sihir paling jahat pemangkas wanti,sehingga masa hidup putri ini bisa disingkat dan jasadnya di buat menjadi batu,hanya dengan darah dari dewa Agung lah yang bisa menyembuhkan tubuh tuan putri ini tuan"kata pertapa sakti itu.
Alex berjalan mendekati pembaringan,dan memegang tangan sang putri,memang sudah keras seperti batu giok yang paling keras.
Alex mengigit jari manis sebelah kanannya,lalu darah itu dia teteskan di antara kedua mata sang putri batu ini.
Secara ajaib,darah itu mulai menyebar,dan terus menyambar keseluruh tubuh sang putri,sehingga tubuh yang tadinya putih pucat,kini berangsur menjadi kemerah merahan.
Darah Alex yang tadi diteteskan itu terus sara merembes keseluruh tubuh putri ini hingga kini tubuhnya menjadi putih kerah merahan dan lentur tidak kaku seperti tadi.
__ADS_1
...****************...