
Hari itu Dewi Chang Mei Hua atau Dewi Bunga menikah bersamaan dengan putri Wang Xiu Ying sang jendral wanita muda nan perkasa.
Dewi Amarila membagikan gaun sutra Dewangga titipan dari Dewi Tara untuk semua adik adik nya.
Gaun sutra Dewangga dari surgawi itu sudah ada nama pemilik masing masing yang di sulam dengan benang emas.
Setelah ketujuh wanita cantik jelita itu mengenakan gaun sutra Dewangga dari surgawi,kini kecantikan mereka seperti batu intan yang di poles menjadi batu permata berlian.
Seluruh mata menatap takjub,bahkan Dewi Xihe sendiri melongo melihat sang putri yang cantik jelita laksana bulan sedang purnama itu.
Sang kaisar sendiri merasa perkawinan putrinya ini adalah perkawinan yang paling istimewa dari seluruh manusia di Benua itu, karena cuma perkawinan putrinya lah yang di hadiri oleh Dewi Xihe sang Dewi matahari itu.
Selama beberapa hari, pesta perkawinan itu di laksana kan di istana negeri Yuo yang besar dan megah.
Sehari setelah perkawinan Alex dan putri Xiu Ying dan Dewi Mei Hua, Dewi Xihe pun pamit kembali ke dunia nya setelah memberikan petuah petuah dan nasihat untuk sang putri tercinta nya itu.
Sedangkan Alex harus menunggu beberapa hari lagi,baru bisa pergi dari tempat itu.
Beberapa setelah nya, pada hari yang sudah di rencanakan, di halaman belakang istana negeri Yuo,nampak serombongan orang yang terdiri dari delapan orang wanita cantik dan enam orang laki laki tampan sedang bersiap siap untuk berangkat.
Sebelum berangkat,putri Xiu Ying terlebih dahulu memeluk ibunda Ratu dan ayahanda Kaisar serta kakaknya sang Pangerang putra mahkota negeri Yuo.
"ibunda,ananda berangkat ya,ibunda jangan bersedih,suatu saat ananda akan mampir kembali ke sini, jaga kesehatan ibunda, ayahanda juga,jangan bersedih,ananda menyayangi kalian berdua, terimakasih untuk segala kasih sayang kalian berdua,juga kakak pangeran,jaga ayahanda Kaisar dan ibunda Ratu baik baik,saya titip mereka berdua pada kakak,jaga kesehatan mu kakak, Ying menyayangi kakak,terimakasih banyak atas limpahan cinta kasih dan perhatian kakak untuk Ying selama ini,semoga di kehidupan lain engkau tetap kakak ku!"kata putri Xiu Ying memeluk ketiga orang terkasihnya itu bergantian.
"Ying er,ibunda ikhlas melepas mu putri ku, ibunda bahagia memiliki dirimu di kehidupan ini, baik baik membawa diri, berbaktilah kepada suami mu,kau tetaplah putri kecil ibunda!"sang Ratu tak kuasa menahan air matanya melepas kepergian sang putri mengikuti suaminya yang entah kapan bisa kembali lagi.
"Putri ku,kupu kupu kecil ayahanda,kau tetaplah kupu kupu kecil ayahanda putri ku,dan setiap kali ketaman istana dan melihat kupu kupu kecil beterbangan di antara bunga, ayahanda pasti akan mengingat Ying er,si kupu kupu kecil ayahanda yang pernah terbang diantara bebungaan di taman istana ini,ayah menyayangi mu bidadari ku"air mata sang Kaisar pun tak kuasa di bendung lagi,menetes mengiringi kepergian sang putri tercintanya.
Sang putra mahkota Pangerang Li Yong memeluk sang adik dengan erat,bayangan sang adik kecil berlarian dan jatuh bangun di antara bebungaan di taman istana pun berputar di kepala nya.
Dengan mata berkaca kaca,di ciumnya sang adik dengan perasaan sayang yang luar biasa besar, "selamat jalan bidadari kecil kakak, serasa masih kemarin saat kakak menggendong mu di belakang dan berlarian di taman,tetapi sekarang, kau harus menggoreskan takdir mu sendiri adik ku, semoga di kehidupan lain kau tetap menjadi adik ku,lepas dan terbanglah ke langit bidadari kami, raihlah impian mu,gores lah kisah takdir mu dengan berjuta juta kebaikan,yang kelak akan dibaca dan di ingat oleh segenap umat manusia"...
Alex mengibaskan tangannya,dan sebuah portal dimensi ruang waktu terbuka berwarna putih terang seperti asap.
Satu persatu ke empat belas orang itu memasuki portal dimensi ruang waktu yang Alex buat itu.
Sementara itu di pulau Naga,di dalam kuil ke sembilan belas,sebuah portal ruang waktu tiba tiba terbuka di dinding kuil kecil itu.
Dan dari dalam portal dimensi ruang waktu itu keluar Alex bersama tiga belas anggota rombongannya.
Seperti kuil sebelumnya, kini ruangan kuil ke sembilan belas itu juga sudah porak poranda,dan tiang portal pun sudah tidak berbentuk lagi.
__ADS_1
Hari masih terlalu pagi, Biksu mata hati selaku penunjuk jalan berjalan mengikuti naluri mata hatinya yang lebih terang dari pada mata jahir manusia biasa itu.
Untuk kuil ke dua puluh mereka tidak terlalu jauh berjalan.
Kuil berada tersembunyi di tepi pantai itu sama seperti kuil ke sembilan belas,didalamnya sudah berantakan semua.
Kini menurut perhitungan tinggal satu kuil lagi yang seharusnya mereka cari,yaitu kuil ke dua puluh satu.
Dengan mengikuti langkah kaki Biksu Mata hati,mereka kembali merambah hutan semak belukar serta tumbuhan merambat yang banyak terdapat di pulau naga itu.
Akhirnya setelah sekian lama berjalan,mereka menemukan juga sebuah kuil kecil bertipe sebuah kuil Dewi namun dengan ornamen yang sangat indah.
Setelah membersihkan semua tumbuhan merambat yang menyelimuti seluruh kuil itu,akhirnya mereka masuk kedalam kuil itu.
Seperti sudah di perkirakan,bahwa kedua pilar portal dimensi di kuil ini memang masih utuh.
Kali ini Dewa Lonceng Kematian yang mencoba mengaktifkan portal dimensi ruang waktu di dalam kuil ini.
Rupanya energi dari dewa Lonceng Kematian tidak cukup untuk mengaktifkan portal itu,baru setelah di bantu energi dari dewa Samudra,portal dimensi ruang waktu itu bisa aktif dan menyala berwarna putih terang.
Setelah pintu portal benar benar aktif,barulah mereka masuk kedalam portal itu dengan saling berpegangan tangan, karena mereka belum tahu apa yang ada di dalam ruang antar dimensi itu.
Akhirnya setelah melewati lubang hitam antar dimensi yang mereka sebut lubang cacing itu beberapa waktu,akhirnya mereka melihat di ujung lubang cacing itu ada cahaya redup namun cukup jelas terlihat.
Ternyata kuil itu berdiri di atas sebuah pohon yang luar biasa besarnya, sehingga kuil kecil ini berdiri di pokok cabang pohon,cuma seperti sebuah kotak di letakan di atas sebuah lapangan bola.
Dan entah bagai mana dasar dari pohon ini, karena jauh di bawah sana,cuma hamparan awan putih saja yang terlihat.
Cabang pohon ini selain sangat besar,juga banyak dan berbagai kehidupan ada di cabang pohon ini.
Yang pertama mereka lihat adalah mahluk Nuo, yaitu mahluk kera berbentuk manusia, berjalan dan bersosialisasi sama seperti manusia.
Yang kedua adalah mahluk Lio yaitu makhluk mirip manusia namun bersisik dan berwarna biru seperti naga.
Selama ini mereka memiliki wilayah sendiri sendiri di cabang pohon ini,dan tidak ada konflik yang berarti terjadi antara mereka.
Yang ke tiga dan ke empat adalah elang dan rajawali,namun kedua jenis burung ini berada di cabang paling atas di pohon ini.
Para kesatria dari kedua ras ini biasanya memiliki seekor naga kecil atau yang mereka namakan liung.
Liung ini tidak seperti naga besar (Liong) yang seperti ular berbentuk panjang dan besar,tetapi lebih kepada seperti kadal besar dengan dua buah sayap di tubuh nya.
__ADS_1
Untuk para kesatria yang ingin memiliki naga kecil sebagai tunggangan, mereka harus mengalahkan dan menundukkan naga tersebut terlebih dahulu,baru mereka bisa berlatih menunggangi nya.
Dalam menundukkan sang liung ini,tidak sedikit para kesatria yang terjatuh kealam bawah (dasar pohon) dan sebagian besar nya mati dengan tubuh hancur.
Ketika mereka keluar dari kuil itu,mereka melihat sejumlah mahluk atau manusia Lio menatap kearah mereka dengan tatapan heran,karena mereka tidak pernah melihat ada mahluk apapun yang keluar dari dalam kuil itu.
Beberapa orang kesatria datang kearah mereka dengan menunggangi liung terbang berwarna abu abu.
Memang para kesatria ini menunggangi liung terbang berwarna abu-abu,karena cuma liung dari golongan warna itulah yang bisa di taklukan,selebihnya liung warna merah, hijau,dan kuning bahkan warna pelangi,belum ada satupun yang bisa menundukkan mereka.
Liung pelangi ini sangat cantik,sudah beberapa orang yang mencoba menundukkan nya,tetapi tidak berhasil,yang ada mereka mati terjatuh karena liar nya liung Pelangi itu.
Sangat jarang ada orang yang melihat liung pelangi ini,karena liung ini jarang menampakan dirinya.
Namun beberapa hari ini,secara aneh,liung ini terus menerus menampakan dirinya terbang di sekitar kuil Dewi ini.
Seperti siang ini,sedari pagi sang liung pelangi ini terus berputar putar disekitar kuil Dewi ini.
Seorang pendeta dari bangsa Lio ini mengatakan bahwa sang liung dewa ini sedang menantikan tuan nya yang sudah ratusan ribu tahun terpisah.
Karena itulah,maka ketika rombongan Alex keluar dari kuil Dewi itu,baru saja mereka menginjakan kaki di luar kuil,dari angkasa terdengar suara pekik nyaring khas seekor liung.
"Kheaaak, kheaaak, kheaaak!!".
Seekor liung sekira kira besarnya dua ekor gajah dewasa dengan tubuh dan sayap nya berwarna pelangi,tiba tiba menukik kedekat Alex dan rombongannya.
Naga kecil atau Liung itu menatap kearah Alex sangat lama,seakan mengingat sesuatu,lalu dari mulut sang liung itu terdengar jeritan nyaring, bersamaan dengan sang liung berlari mendekat kearah Alex.
Alex diam tidak bergerak,cuma dalam sikap waspada.
Namun sang liung itu ketika sudah dekat,cuma menggosokkan kepalanya ke tubuh Alex, Sabil bersuara tidak karuan.
Alex melihat mata binatang surgawi itu basah,rupanya sang Naga kecil sedang menangis.
"Tuan ku,ini adalah liung Dewa,dahulu kala binatang ini peliharaan tuan ku di masa lalu,dan sekarang binatang ini masih mengenal jiwa tuan ku,meskipun raga tuan ku berubah"kata Dewa Samudra menjelaskan.
Alex memeluk kepala liung itu,memang dia merasa seperti memiliki ikatan batin dengan binatang surgawi itu.
"Tuan ku,hamba sudah sangat lama menantikan kedatangan tuan ku!"tiba tiba teling Alex seperti mendengar perkataan dari liung Dewa ini.
"Apakah kau yang berbicara liung Dewa?" tanya Alex .
__ADS_1
"Iya tuan,hamba berbicara langsung ke dalam hati tuan ku, karena hamba cuma bisa berbicara bahasa manusia lewat dalam hati saja tuan"kata liung Dewa itu.
...****************...