
"Maap tuan,meja kami sudah penuh,silahkan mencari meja yang lainnya yang masih kosong"kata Dewi muyimaeva dengan lembut.
Mendengar ucapan Dewi muyimaeva yang indah mendayu Dayu dan nikmat di kuping itu,membuat sang pemuda itu semakin menjadi jadi,seolah olah tidak mampu membendung hasrat hatinya yang semakin kuat.
"Hei kau pengemis, tempatmu bukan disini, cepat angkat kaki keluar dari tempat ini,aku mau berduaan dengan calon istri ku"kata pemuda itu semakin nekat.
"Kau salah sangka tuan, saya sudah punya suami, jangan ganggu kami tuan, kami tidak ingin ada masalah di tempat ini"kata Dewi muyimaeva masih dengan suara ramah dan senyuman di bibirnya.
"Apakah kau kira aku perduli dengan segala suami mu itu,sudah kukatakan aku menyukai mu,aku harus mendapatkan dirimu, tidak perduli bagai manapun caranya"kata pemuda itu menjadi semakin nekat saja.
Matanya memang sudah ditutupi oleh kecantikan Dewi muyimaeva sang Dewi kecantikan dan keluhuran itu.
Mata pemuda itu mendelik kearah pengemis tua yang duduk di sisi antara Dewi muyimaeva dan Dewi Paraditha.
"Hei kau pengemis tua busuk,cepat minggat dari situ,jangan dekat calon istri ku,disitu tempat ku,pergilah sebelum kau ku pukul"kata pemuda itu.
Pengemis itu bermaksud berdiri dan pergi dari situ,tetapi tangan Alex tiba tiba memegang pundaknya dan terasa berat seberat sebuah bukit batu,sehingga pengemis tua itu terduduk dan tidak lagi berani mencoba untuk berdiri kembali.
Melihat sang pengemis tidak jadi beranjak dari tempatnya duduk, akhirnya pemuda itu pun menjadi semakin nekat mendekat dan memegang tangan Dewi muyimaeva dengan maksud menariknya berdiri untuk mencari meja lain yang kosong.
Namun ketika tangannya memegang tangan sang Dewi muyimaeva,tiba tiba energi listrik yang sangat kuat
memasuki tubuhnya, seakan dia sedang memegang biangnya petir saja rasanya.
Tubuh sang pemuda itu berkelojotan terkena setrum dari tangan sang Dewi muyimaeva yang masih saja tersenyum sangat manis.
Setelah beberapa saat berlalu,Dewi muyimaeva mengibaskan tangannya, dan pegangan tangan pemuda itupun terlepas.
Ketika pegangan pemuda itu terlepas,nampak tangan pemuda itu sudah gosong menghitam, sedangkan dari mulut, hidung dan kupingnya keluar tetesan darah segar.
"Tidak seorang pun yang bisa menyentuh tubuhku, kecuali suamiku,dan orang orang ku,apa lagi manusia kotor macam kamu akan langsung hangus bila memaksakan menyentuh tubuhku,bawa temanmu itu,dia menghendaki yang bukan haknya,sukur aku masih tidak menghendaki nyawanya, tetapi entah nanti bila dia masih berambisi memiliki aku,maka bencana bisa saja menimpanya"kata Dewi muyimaeva menyuruh teman dari pemuda itu untuk membawa nya pulang.
Beberapa orang pemuda itu segera membawa temannya pergi dari situ.
Merekapun segera meneruskan makan mereka seperti tidak terjadi sesuatu.
Setelah selesai makan,tidak lupa Alex memesankan makanan yang dibungkus untuk bocah kecil tadi dan untuk pengemis tua itu.
Alex berpisah dengan pengemis tua itu di depan rumah makan, tidak lupa Alex memberikan satu keping emas untuk pengemis tua itu,setelah itu mereka pergi,
Alex mengantarkan bocah itu untuk pulang kerumahnya,ternyata rumahnya tidak jauh dari toko kue tadi,tepat dibelakang toko roti itu terdapat beberapa rumah kecil tempat orang orang miskin berteduh.
Rupanya anak itu hidup berdua dengan ayahnya yang sedang sakit dan tidak bisa bekerja.
Alex memberikan beberapa butir pil penyembuh kepada laki laki itu,serta sepuluh keping emas untuk ongkos mereka selagi sakit.
Akhirnya Alex pergi dari rumah itu untuk mencari rumah penginapan.
Sementara itu disebuah rumah yang sangat mewah serta berhalaman luas,nampak sekali rumah ini rumah orang yang paling kaya dikota Li Hua ini.
Rumah itu memang rumah orang yang paling kaya dikota Li Hua bernama Yu jin houw.
Sore itu terjadi keributan Dirumah tuan Yu,karena putra tunggalnya yang bernama Yu min hua dibawa pulang kerumah itu dalam keadaan yang terluka parah,seperti tersambar petir, tangannya gosong, dari mulut,hidung dan kupingnya keluar darah.
Setelah ditangani oleh tabib tabib hebat yang mereka miliki,akhirnya pemuda itu siuman kembali,meskipun jadi cacat,tetapi masih ada harapan hidup.
Tentu saja hati tuan besar Yu sangat marah melihat putra kesayangan nya ini menjadi cacat.
"Min hua,katakan sebenarnya apa yang telah terjadi hingga kau terluka seperti ini?"tanya tuan Yu kepada putranya.
Tadi aku bertemu seorang bidadari sangat cantik ayah,aku jatuh cinta pada wanita itu, tetapi wanita itu menolak ku karena sudah memiliki suami,aku yakin wanita itu tidak akan menolak ku andai saja suaminya sudah tewas ayah,bunuh suami wanita itu untuk ku,dan bawa semua wanitanya kesini"pinta sang putra kepada ayahnya.
Tentu saja tuan Yu yang selama ini mendidik anaknya dengan harta dan kemanjaan itu akan meluluskan kehendak sang putra apapun resikonya.
Setelah keluar dari kamar sang putra,tuan Yu memanggil semua kepala pengawalnya yang berjumlah enam orang itu.
__ADS_1
Ke enam orang itu adalah tokoh tokoh silat ternama di seantero tanah para dewa itu.
Mareka adalah Dewa pedang berlian,Dewa siluman gunung hoa,dua Dewi bukit serigala,dan yang terakhir adalah Bidadari danau Sun Chin.
Masing masing mereka memimpin seratus pengawal sebagai bawahan.
Kalian semua,bawa semua pengawal dan tangkap orang yang sudah mencelakai putraku,bunuh pemuda itu,dan bawa kesini para wanitanya,bagai manapun caranya" perintah tuan besar Yu kepada pengawalnya.
Malam itu juga para pengawal tuan Yu bergerak menyusuri kota Li Hua untuk mencari Alex,semua pengawal disebar keseluruh sudut kita.
Tuan Yu sendiri pergi ke kediaman ketua kota untuk meminta bantuan ketua kota untuk menangkap dan membunuh Alex.
Karena ketua kota takut dengan pengaruh tuan besar Yu,maka ketua kota malam itu juga mengerahkan semua jagoannya untuk mencari keberadaan Alex.
Ketika salah satu pengawal mendengar dimana keberadaan Alex,maka ramai lah seluruh pasukan pengawal itu pergi ke penginapan tempat Alex menginap.
Empat orang kepala pengawal ketua kota masuk ke dalam rumah penginapan itu untuk mencari Alex.
Mereka adalah Dewa tinju besi,Dewa tangan seribu,Dewa pesolek,dan Dewa mata keranjang.
Ketika melihat Alex dan para istri keluar dari kamarnya,Dewa mata keranjang dan Dewa pesolek menjadi geger tidak karuan.
"Duh Dewi,kalau kau mau hidup bersamaku, menjadi istri ku,akan ku bela dan ku selamatkan kau,ayo jadilah istri ku Dewi"kata Dewa mata keranjang.
Sedangkan Dewa pesolek,masam mesem mematut matutkan dirinya sambil menatap kearah Dewi muyimaeva.
"Hei kau keluarlah untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan mu"kata seorang laki laki berbadan tinggi besar bertenaga kuat,bernama Dewa tinju besi.
"Kalau dia tidak mau keluar,seret saja dia Tinju besi"kata Dewa tangan seribu.
Sedangkan dewa mata keranjang tidak bisa berkedip menatap muka Dewi muyimaeva.
"Dewi,maukah kau hidup bersama ku,akan kubuang semua Perempuanku,demi kamu seorang"kata Dewa mata keranjang sambil tangannya berusaha meraih tangan sang Dewi.
"Prak!".
Jeritan dari Dewa mata keranjang terdengar hingga sampai keluar rumah penginapan itu.
"Bug!".
"Bug!".
Dua kali tendangan beruntun masing masing kepada Dewa pesolek dan Dewa mata keranjang,membuat tubuh mereka berdua terbang menabrak pintu rumah penginapan itu hingga jebol.
"Kurang ajar kau,sungguh mencari mati ya"kata Dewa tinju besi dan Dewa tangan seribu serentak sambil bergerak menyerang kearah Alex.
Tangan Dewa tinju besi berubah sekeras besi ketika menyerang Alex,sedang kan Dewa tangan seribu bergerak sangat cepat seolah olah tangannya menjadi sangat banyak sekali.
Tetapi bagi Alex, gerakan seperti itu masih belum bisa membuat Alex gentar.
Dimata Alex gerakan itu masih sangat lambat sekali,sehingga beberapa celah masih terlihat terbuka.
"Bug!".
"Bug!".
Dua suara bergedebug terdengar nyaring, bersamaan dengan tubuh kedua Dewa tua itu terbang kearah luar rumah penginapan itu.
Kedua Dewa tua itu jatuh tunggang langgang ditanah kering halaman penginapan itu.
Dewi Ginantari melompat ke halaman penginapan itu dan di sambut oleh dua orang Dewa pesolek dan Dewa mata keranjang.
Tanpa basa basi lagi, Dewi Ginantari langsung menyerang kedua manusia cabul bergelar Dewa itu.
Sedangkan Alex menghadapi keroyokan Dewa tinju besi dan Dewa tangan seribu.
__ADS_1
Selagi mereka bertarung,tiba tiba dua orang wanita cantik melompat mendekati kearah Dewi muyimaeva berdiri.
"Duh Dewi yang cantik jelita,kasihan bila sampai muka mu yang cantik jelita itu cacat karena ku robek dengan cakar ku, sebaiknya kau ikut kami ke kediaman tuan besar Yu untuk dikawinkan dengan putranya,selain kau selamat,hidup mu enak sebagai menantu orang terkaya"bujuk kedua Dewi itu.
"Kau salah alamat berkata seperti itu,tidak ada secuil pun terlintas di hatiku untuk menghianati suamiku,bila memang kau mampu,maka majulah mengeroyok ku" kata Dewi muyimaeva kepada kedua wanita bergelar dia Dewi bukit serigala itu.
Akhirnya perkelahian antara Dewi muyimaeva dan dua Dewi bukit serigala itupun tidak bisa dihindarkan lagi.
Seorang pengawal wanita berwajah sangat cantik yang tadi diam berdiri menonton perkelahian itu,tiba tiba maju mendekat kearah Putri Annchi dan putri Dewi Sucitra serta Dewi Paraditha.
"Kalian bertiga sebaiknya ikut aku saja ke kediaman tuan besar Yu untuk di kawinkan dengan putra beliau,Disamping keselamatan kalian terjamin,kalian juga akan menjadi orang yang kaya raya"bujuk wanita bernama Bidadari dari danau Sun Chin itu.
"Maap aku tidak berminat kepada putra tuan besar mu itu,biar kau saja yang melayani dia,karena aku sudah punya suami"jawab putri Annchi tanpa menoleh kepada wanita cantik itu.
"Baiklah bila itu mau mu, jangan salahkan aku bila bertindak kejam kepada mu"kata wanita cantik itu sambil menyerang kearah putri Annchi.
Sedangkan putri Dewi Sucitra dan Dewi Paraditha,nampak berdiri saling berdekatan untuk saling menjaga diri.
Alex yang menghawatirkan keselamatan Dewi Paraditha dan putri Dewi Sucitra,segera menerapkan jurus sembilan langkah Dewa tingkat lima dan Dewa cahaya tingkat lima seta di kombinasi dengan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa nya.
Kini tubuh Alex tidak terlihat lagi,cuma cahaya hijau yang berpindah pindah saja yang tampak Dimata.
Karena terlalu sibuk dengan pertarungan mereka masing masing,tanpa mereka sadari,salah seorang dari pengawal utama tuan besar Yu yang bernama Dewa siluman gunung hoa,tiba tiba menghilang dari pandangan mata mereka.
Tidak lama setelah Dewa siluman gunung hoa itu menghilang,tiba tiba tubuh putri Dewi Paraditha dan Dewi Sucitra melorot jatuh ketanah terkena totokan dari orang yang tidak kelihatan dan langsung di sambut oleh seorang pengawal utama tuan besar Yu,dan dibawa kabur di kegelapan malam.
sedangkan tubuh yang satunya lagi,tiba tiba juga menghilang dari tempat itu.
Alex yang menghawatirkan keselamatan kedua wanita itu,segara mempercepat gerakannya.
"Bum!!".
"Bum!!".
Dua kali dentuman terjadi saat pukulan Alex yang di lambari jurus Dewa cahaya tingkat lima itu menghantam dada kedua orang tua pengawal utama ketua kota itu.
Tubuh kedua pengawal ketua kota itu melayang jauh dan jatuh dengan posisi pantat mereka terlebih dahulu.
Tetapi tidak ada rintihan ataupun sumpah serapah,karena dada keduanya sudah hangus bolong sebesar buah semangka.
Alex secepat kilat melompat kearah salah seorang prajurit kota dan menotok tubuhnya.
"Katakan dimana kedua gadis yang tadi berdiri di sini?"tanya Alex dengan mengancam kepala prajurit itu.
Prajurit itu gemetar ketakutan mendapatkan ancaman dari Alex.
"Maap tuan,sepertinya kedua gadis itu di culik oleh Dewa siluman gunung hoa dan Dewa Angkara,karena yang bisa menghilang cuma Dewa siluman gunung hoa saja,mungkin sekarang mereka berdua sudah di bawa kekediaman tuan besar Yu"jawab prajurit itu dengan gemetaran.
Setelah bertanya dimana kediaman tuan kota dan tuan besar Yu,Alex berpesan kepada Dewi muyimaeva agar segera menyusulnya ketempat kediaman tuan besar Yu.
Gerakan Alex tidak terlihat sangkin cepatnya.
Dengan menggunakan mata Dewanya, kegelapan bukanlah masalah bagi Alex.
Sedangkan didepan penginapan,Dewi muyimaeva yang mendengar bisikan dari suaminya lewat telepati, segera meningkatkan serangan nya juga.
Tiba tiba tubuh Dewi muyimaeva bercahaya putih terang menyilaukan mata.
Gerakan sang Dewi seperti menari,dan selendang putih cerahnya seperti bayangan sangat indahnya.
"Ctar!".
"Ctar!".
Dua ledakan terdengar, dan tubuh kedua Dewi dari bukit serigala itu tumbang dengan lobang sebesar kepalan di dada kedua nya hingga menembus ke belakangnya.
__ADS_1
Dua orang Dewi dari bukit serigala itu telah tewas tanpa ada darah setetespun yang keluar.
*********