Mr Matrix

Mr Matrix
Akhir Tragedi.


__ADS_3

Setelah ditunggu beberapa saat kemudian,tidak juga terdengar jeritan ataupun teriakan dari siapapun juga,mereka heran, kemana raibnya pisau beracun yang tadi dilemparkan oleh Tai pho itu.


Dipinggir ruangan itu,nampak Alex dan kedua orang istrinya sedang memperhatikan kejadian itu,tetapi yang anehnya ditangan Alex nampak sedang menimang nimang sebilah pisau yang sangat tajam berwarna biru karena sudah dilumuri dengan racun.


"Kau tidak kurang kurang liciknya kaisar palsu, setelah tidak berhasil membujuk Kaisar Dewa cahaya, ternyata kau mempersiapkan serangan untuk melenyapkan putra mahkota dengan melemparkan pisau emas beracun,sungguh licik"kata Alex sambil menimang nimang pisau emas yang sudah berwarna biru karena ganasnya racun yang terdapat padanya.


Wajah Tai pho menjadi pucat pasi memandang kearah Alex, "kau siapa anak muda,kenapa ikut campur masalah orang lain,kau yang pegang pisau beracun,kenapa orang lain yang kau tuduh?"kata Tai pho berkilah.


"Kau memang sangat licik Kaisar palsu,semua orang melihat kau melemparkan pisau beracun ini,malah kau tuduh orang lain,sungguh kelicikan yang tidak bisa diterima akal lagi"Alex menatap Tai pho dengan tatapan geram.


Tiba tiba Tai pho tertawa terbahak bahak sambil menunjuk kesemua orang yang ada di situ, "aku adalah kaisar yang harus kalian hormati,ha ha ha ha,kalian semua harus bersujud di depan ku,Karana aku adalah sang kaisarnya kaisar, Dewanya Dewa,ha ha ha ha"...


"Prajurit,bawa mereka semua dan masukan dalam penjara"perintah sang Kaisar Dewa cahaya.


Beberapa orang prajurit menyeret Tai pho beserta keluarganya ke penjara.


Setelah pangeran Tai pho dimasukan ke penjara, kini sang kaisar memeriksa tiap kamar didalam istana itu, bahkan kamar pelayan pun di periksa juga.


Ketika tiba di kamar utama di istana itu,sang Kaisar Dewa cahaya langsung tertegun menatap siapa yang ada di dalam kamar itu.


wanita cantik didalam kamar itu adalah Liang Yuen mantan selir terkasihnya.


Wanita itu duduk di kursi dan menggunakan meja sebagai penopang tubuhnya,rambutnya tergerai panjang dibiarkan menjuntai kebawah sementara wajahnya membelakangi sang kaisar.


Kaisar memanggil beberapa kali namum jangankan menyahut, menoleh pun tidak.


Akhirnya sang Kaisar Dewa cahaya menyuruh salah satu dari prajurit nya untuk mengangkat tubuh Liang Yuen.


Ternyata tubuh liang Yuen sudah tidak bernyawa lagi,dari mulut dan hidungnya keluar darah.


Liang Yuen mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun,dan ditangannya terdapat selembar surat.


Kaisar Dewa cahaya mengambil surat itu dan membaca nya.


"*Yang mulia Kaisar,aku malu bertemu dengan mu,aku malu menatap wajah teduh mu,aku malu dengan kelakuan ku sendiri,dahulu aku sampah,lalu Kaisar memungut ku dan kakak ku dari kehinaan dan penderitaan hingga kami menjadi orang yang berkelas dan bermartabat tinggi,tetapi aku dan kakakku yang tidak tahu di untung ini menghianati mu,bahkan menghancurkan hidup mu,bukan cuma itu,kami juga merampas hal yang bukan hak kami,untuk semua itu aku cuma bisa meminta ampun dan maap dari mu walau itu sangat mustahil ku dapatkan,biarkan bila ada kehidupan lain setelah ini,aku akan minta terlahir sebagai seekor anjing yang akan berbakti kepada mu sebagai penebus dosa ku.


Yang mulia Kaisar, setelah ini hidup mu akan tenang selamanya tanpa gangguan dari kami yang tidak tahu terima kasih ini,hiduplah dengan bahagia,kau boleh membakar tubuh ku,ataupun membuang ku ke hutan,karena aku sadar aku sudah sangat menjijikan.


Doa ku menyertai langkah mu.


Dari ku yang hina.


liang Yuen*".


Untuk beberapa saat, kaisar Dewa cahaya termenung menatap wajah sang selir kesayangan nya ini.


Meskipun beribu kebencian menumpuk menjadi satu,namun juga tidak bisa dia pungkiri, cintanya kepada sang selir juga sebanyak itu.


Satu persatu bayangan menggelayut didalam pikirannya,masa masa indah bersama sang selir kesayangannya itu.


Beberapa tetes air mata jatuh membasahi pipi keriputnya.

__ADS_1


"Yuen er,bagai manapun kesedihan dan kepedihan hidup ku karena mu, tetapi aku tidak bisa membenci mu,kasih sayang ku terlampau banyak melebihi kebencian ku kepada mu, aku mengampuni mu dan memaafkan kamu"


Kata kata sang kaisar terdengar lirih ditelinga, lalu dengan kedua tangannya,diraihnya jasad Liang Yuen dan didekapnya erat erat.


Hari itu juga diadakan upacara penguburan untuk sang selir tercinta Kaisar Dewa cahaya serta pembersihan seluruh istana dan semua bilik kamarnya.


Setelah semuanya selesai di bersihkan,sang Kaisar Dewa cahaya mengajak Alex dan kedua orang istrinya untuk masuk keruangan pusaka yang terletak di bawah istana itu.


Kaisar Dewa cahaya mendorong sebuah lemari besar kesamping, di balik lemari itu terdapat sebuah pintu yang menuju keruangan bawah.


Diruangan bawah itu terdapat banyak sekali lemari berjejer kiri dan kanan,serta Dida lamanya terdapat benda benda pusaka dan kotak kotak berisi beberapa macam batu mustika.


Kaisar Dewa cahaya mengambil sebuah kotak kecil terbuat dari kayu berwarna hitam dari lemari penyimpanannya.


Setelah kotak kecil itu di buka,terlihatlah sebuah batu berwarna biru muda seperti berembun di dalamnya.


Kotak itu diserahkan kepada Alex dan kedua orang istrinya.


"Inilah batu mustika serat jiwa itu tuan,bawalah sebagai rasa terimakasih saya kepada tuan, ambilah"kata Kaisar Dewa cahaya kepada Alex.


Alex menyerahkan kotak itu kepada Dewi muyimaeva untuk menyimpannya.


Hari itu seluruh negri bersuka ria dengan kembalinya sang Kaisar mereka.


Banyak diantara masyarakat yang kaya mengadakan pesta perayaan.


Setelah mendapatkan batu mustika serat jiwa, maka beberapa hari kemudian,Alex dan kedua istrinya berpamitan untuk pulang ke tempat asal mereka.


Dengan berat hati,sang Kaisar Dewa cahaya melepas kepergian ketiga orang yang paling dihormatinya itu,kendati Alex adalah muridnya, tetapi sekaligus juga junjungannya sebagai tuan agung para Dewa.


Kini Seng kai mo resmi tidak lagi memakai embel embel Kaisar, tetapi Dewa cahaya saja.


Sang Dewa Cahaya berniat mengabdikan dirinya kepada sang tuan agungnya yaitu Alex di Dunia Bulan biru,maka dia berencana beberapa hari lagi akan pergi menyusul Alex.


Tetapi belum juga Dewa cahaya berangkat,Istana dikejutkan dengan kedatangan lima orang gadis cantik dari negeri Sumeon.


Kelima orang gadis itu adalah Ratu Helena,Dewi Arashi,Dewi Suli,Dewi Zuhaili dan Dewi Candrani yang menanyakan tentang Alex dan ketiga istrinya.


"Maapkan kami kaisar Dewa cahaya,kedatangan kami ini sekadar ingin menanyakan apakah tuan Alex masih berada di negeri ini,karena kata mereka,mereka mencari batu mustika serat jiwa,dan setahu saya,tuanlah satu satunya yang memiliki batu mustika itu"kata Ratu Helena kepada Kaisar Dewa cahaya.


Dewa cahaya tersenyum memandang gadis cantik jelita itu.


"Sangat disayangkan tuan agung sudah pergi ke dunia mereka beberapa hari yang lalu,oh ya mulai sekarang aku tidak lagi bergelar Kaisar Dewa cahaya, karena anakku telah menggantikan kedudukan ku sebagai Kaisar,kau boleh memanggilku kakek tua Kai mo,karena mulai sekarang,itulah panggilan ku,oh ya,ada hal apa sehingga sang Ratu cantik ini mencari tuan agung?"kata kakek tua Kai mo balik bertanya.


Sebelum Menjawab pertanyaan itu,muka Ratu Helena nampak memerah karena malu.


"Kalau begitu kita sama tuan Kai mo,mulai sekarang jangan memanggilku Ratu,karena sudah beberapa waktu yang lalu aku menyerahkan jabatan Ratu kepada Helesia adik ku,dan aku akan pergi bersama keempat pengawal ku ini, mulai sekarang panggil aku putri saja tuan"jawab putri Helena sambil tersenyum malu malu.


"Tentang pertanyaan saya tadi putri,ada hal apakah yang membuat putri mencari tuan agung itu?"tanya kakek tua Kai mo.


Kembali sang putri menundukkan kepalanya,wajahnya bersemu merah tanda malu.

__ADS_1


"Sa,,saya mau mengabdikan hidup saya kepadanya,biar jadi apa saja saya mau asalkan saya bisa berdekatan dengannya"kata putri Helena agak malu.


"Sungguh disayangkan kalian terlambat,tuan agung pergi kedunia asal mereka beberapa hari yang lalu"jawab kakak tua Kai mo.


Nampak mendung duka dan kesedihan bergelayut di mata sang putri cantik ini.


Dia menarik nafasnya sangat dalam lalu menghempaskan nya,seperti dia ingin menghempaskan segenap kepedihan hatinya saat itu.


"Di dunia mana tempat mereka berada,dan bagai mana caranya agar kami bisa kesana?"tanya putri Helena kepada kakek Kai mo.


"Nama dunia mereka adalah Dunia Bulan biru,yang berada di pinggir semesta ini,untuk bisa kesana kalian harus bisa mengaktifkan portal yang berada di dalam kuil di tengah hutan belantara lebat",jawab kakek tua Kai mo.


"Kami akan kesana apapun yang akan terjadi"kata putri Helena berkeras hati.


"Kalau begitu tunggulah beberapa hari lagi,kalian bisa pergi bersama sama kami,aku dan istri ku berencana akan pergi kesana juga tetapi beberapa hari lagi"kata kakek tua Kai mo.


Mendengar akan hal itu, wajah putri Helena menjadi berseri seri, semangatnya bangkit kembali.


"Baiklah tuan,terima kasih bila tuan berkenan bersama kami kesana"...


Betapa senangnya hati sang putri mendengar perkataan kakek tua Kai mo itu.


Sementara itu perjalanan Alex dan kedua istrinya tidak mengalami hambatan yang berarti.


Dengan menggunakan portal dimensi waktu, Alex kembali ke dunia asalnya.


Awal mulanya dia cuma mencoba coba,karena dia sudah bisa menembus ruang di satu dunia,jadi kali ini dia mencoba menembus ruang antar dunia.setelah membayangkan tempat mereka tiba,Alex langsung menggerakkan kedua tangannya ke depan dengan mengerahkan sebagian dari energi kekuatannya.


Sebuah lubang dimensi waktu terbuka,Alex langsung menarik tangan kedua istrinya masuk kedalam lubang dimensi waktu itu.


Setelah mereka masuk kedalam lubang dimensi waktu itu,lubang itupun menciut mengecil lalu menghilang.


Disisi timur hutan larangan negeri Fangkea, sebuah lobang dimensi waktu tiba tiba terbuka, dan dari dalamnya keluar tiga orang.


Ya,mereka adalah Alex dan kedua istrinya yang baru datang dari dunia tanah para Dewa.


"kita sekarang dimana kak?"tanya putri Annchi.


"Kalau aku tidak salah, kita berada di timur hutan larangan,kita perlu berjalan sedikit kebarat untuk sampai kekota raja Fangkea"jawab Alex.


"Ayolah kak,biar tidak terlalu siang kita tiba di istana,aku sudah rindu dengan kakak putri Giok Lin"kata Dewi muyimaeva.


Dengan menggunakan ilmu meringan kan tubuh tingkat Dewanya,mereka segera mencapai gerbang kota raja Fangkea sebelah timur.


Di depan gerbang kota raja nampak beberapa pasukan prajurit lengkap sedang bersiaga penuh.


Sang komandan pasukan itu sangat terkejut melihat sang Kaisar mereka yang datang itu.


Serentak seluruh prajurit yang bersiaga bersujud di hadapan Kaisar mereka.


Dua orang prajurit segera menunggang kuda dan memacunya menuju komplek istana sambil berseru, "Yang mulia Kaisar datang!,yang mulia Kaisar datang!,yang mulia Kaisar datang!"...

__ADS_1


Sepanjang jalan orang orang menjadi riuh rendah mendengar pengumuman dari prajurit tadi bahwa Kaisar mereka telah datang setelah bepergian sekian lamanya.


*********


__ADS_2