Mr Matrix

Mr Matrix
Diantara dua bidadari.


__ADS_3

Hari tidaklah terlalu pagi,sedangkan kabut yang turun di seputaran hutan kabut juga mulai menipis.


Di bibir jurang kematian, nampak berkelebat tiga orang pemuda melayang naik dari bawah ke atas bibir jurang.


Seorang gadis cantik jelita dengan pakaian biru tua,seorang lagi dengan pakaian hijau menyala juga berwajah cantik jelita namun terlihat lebih muda,sedangkan yang seorang lagi berpakaian putih adalah seorang pemuda tampan dan gagah.


Usia mareka mungkin sekitar dua puluhan tahun dan delapan belas atau sembilan belas tahun bagi yang paling muda.


Mareka bertiga memang Alex dan kedua orang gadis cantik jelita itu adalah putri Giok Lin Dan putri Kwan si yang baru saja naik keatas setelah terjebak selama kurang lebih setahun di dasar jurang kematian.


Baru setelah menguasai ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa dari guru mareka yang bernama Seng kai mo yang bergelar Kaisar Dewa cahaya itulah mareka bisa lolos dari jebakan dasar jurang kematian.


"Kaka Alex,kakak Lin, kita ternyata bisa bebas,kita bebas,kita bebas",teriak Kwan si sambil berjingkrak jingkrak kegirangan.


"Sekarang kita sudah keluar dari jurang kematian,kalian bebas mau pergi kemana pun"kata Alex pada kedua gadis itu.


"Nah,nah,ternyata benar kamu seperti kata adik si dulu"kata Giok Lin menyahuti Alex.


"Kata adik si?,apa an sih?"tanya Alex tak jelas.


"Itu waktu didasar jurang, habis manis sepah di buang"jawab Giok Lin lagi.


"Nah benarkan kata ku, kakak Alex sifatnya seperti itu"kata kata Kwan si menimpali.


"oooh,bukan begitu, maksudku aku tidak akan mengekang kalian,kalian bebas menentukan pilihan,tetapi bila masih berniat mengikuti ku, maka kalian harus tahu bahwa aku seorang pengembara,yang hidup dari satu tempat ketempat lainnya,agar kalian tidak menyesal bila memang bermaksud mengikuti aku"kata Alex pelan.


"Nah dia mulai beralasan kakak Li,bukankah semasa kita sama terjebak dibawah,kita sudah berjanji untuk selalu bersama dalam suka maupun duka?"kata Kwan si lagi.


Alex merasa tidak ada gunanya berdebat dengan kedua orang gadis cantik ini,dia tidak bakalan menang melawan mareka berdebat.


"Baiklah,baiklah,bila itu maunya kalian,aku bisa apa?,tapi sebelum meneruskan perjalanan, aku mau kesatu tempat dulu"kata Alex.


"Kemana,kami ikut kan?"tanya Kwan si yang paling manja diantara keduanya.


Alex menyentuh permata biru ditengah tengah gelang nya,tiba tiba satu gerbang portal terbuka.


"Ayo kita masuk"ajak Alex pada kedua orang gadis itu.


Kedua orang gadis itu masuk ke portal mengikuti langkah Alex.


Sesampainya didalam,mareka berdua takjub terpesona melihat pemandangan Padang rumput yang luas berbukit bukit,dengan sebuah telaga yang berair bening,serta kumpulan hutan rindang di kejauhan.


Di tepi telaga berdiri sebuah rumah bertingkat tiga yang cantik,dengan halaman yang luas serta di kelilingi oleh kebun dan pohon pohon.


"Kita dimana ini?"tanya kedua orang putri itu bersamaan.


"Kita berada di alam dimensi milik ku,alam luas ini akulah pemiliknya"kata Alex.


"waaoooo, luar biasa, apakah kami bisa memiliki semua ini"tanya Kwan si lagi.


"Tentu saja bisa,dengan aku menceritakan pada kalian,berarti aku mempercayai kalian,kalian bisa memiliki ini semua kalau"kata kata Alex mengambang.


"Kalau apa kak?"tanya Kwan si lagi.


Alex tidak menjawabnya,ada rasa ragu juga malu dihatinya.


"Tentu saja kalau kita sudah menjadi isterinya"Giok Lin yang menjawab kini.


"Benar kah?,mau mau mau,kakak Lin juga mau kan?"kata Kwan si cepat,sedangkan Giok Lin cuma mengangguk sambil mukanya di palingkan kearah lain,menyembunyikan merah di pipinya karena malu.


Memang diantara keduanya,putri Giok lin lah yang terlihat lebih dewasa,sedangkan putri Kwan si,lebih bersikap kemanja manja an.


Alex langsung membimbing tangan kedua orang putri itu untuk memasuki rumahnya di Dunia dimensinya.


"Kalian boleh memasak,disini persediaan makanan banyak,sementara aku mau menebang pohon pisang yang sudah masak"kata Alex sambil keluar menuju kebun pisang di belakang rumahnya itu.


Tidak berapa lama,Alex masuk dengan membawa setandan pisang masak di tangannya.


Alex keluar dari dalam rumah menuju halaman depan,serasa sudah lama dia tidak menjenguk rumah nya di Dunia dimensi nya.


Di kejauhan Alex melihat sekumpulan kuda putih dengan dua sayap ditubuhnya berterbangan di atas rerumputan,ada juga kijang putih dan rusa salju.


Alex heran,sejak kapan semua binatang ini ada di Dunia dimensi miliknya.

__ADS_1


Tiba tiba di telinganya terdengar suara mister Jo, "tuan jangan heran,itu hadiah buat tuan karena telah menyelesaikan misi dari Matrix,kuda itu sangat jinak,bila tuan panggil,mareka akan menghampiri tuan"...


"Hadiah?,seperti sistem dong"kata Alex.


"iya tuan,karena sistem yang tuan maksudkan adalah bagian dari Matrix,matrix lah yang menciptakan sistem itu tuan"jawab mister Jo.


Alex berduit kencang memanggil kuda kuda Sembrani itu.


Tiba tiba kawanan kuda itu dengan jinak nya menghampiri tempat Alex berdiri.


Alex membelai kepala kawanan kuda Sembrani itu dengan lembut.


"Kau karena kau nampaknya pimpinan dari kawanan kuda Sembrani ini,maka kau ku namakan Raja,sedangkan kau bintang,kau angin,dan kau kilat"kata Alex pada kuda kuda Sembrani itu.


Semua kuda kuda itu meringkik senang lalu mengangguk anggukan kepalanya seperti setuju.


Seekor kuda yang bernama Raja merendahkan tubuhnya seolah ingin Alex untuk menaikinya.


Alex menunggangi punggung Raja,lalu dengan sekali sentakan,Raja berlari dan terbang di udara seperti burung dengan kedua sayapnya yang mengepak.


Alex dibawa terbang berputar putar di udara diseputaran hutan.


Ternyata Alam dimensi miliknya ini sangatlah besar,bahkan besarnya melebihi besarnya Bumi.


Setelah puas terbang berkeliling keliling melihat Alam dimensinya itu,Alex akhirnya mendarat di halaman rumah yang mirip istana itu.


Dia masuk kedalam rumah,tapi yang ditemuinya cuma muka masam dari Kwan si yang tampak kesal.


"Lin,kenapa muka adik si seperti di tekuk begitu?"tanya Alex pada Giok Lin


"Kamu pikir adik manja tidak marah setelah melihat kau asik menaiki kuda aneh yang punya sayap dan terbang,sedangkan dia tidak di ajak"kata Giok Lin menerangkan.


"oooh itu toh,Hei adik cantik,mau enggak kakak ajak naik kuda terbang itu?"tanya Alex membujuk Kwan si.


Kwan si cuma melengos, tanpa memandang Alex.


"Tidak kepingin tuh"jawabnya.


Alex memegang tangan Kwan si,gadis itu berontak awalnya, kemudian lalu diam.


Baru kali ini dia memeluk tubuh seorang gadis selain adiknya sendiri dulu di Bumi.


Awalnya Kwan si cuma diam, tapi akhirnya kedua tangannya naik memeluk tubuh Alex.


Alex juga menarik tubuh Giok Lin Dan memeluknya,Giok Lin membalas pelukan Alex.


Giok Lin dara cantik jelita berwatak lembut dan dewasa itu,merasakan keindahan dan kedamaian yang selama ini belum pernah dia rasakan.


Lalu Alex menuntun tangan Giok Lin Dan Kwan si keluar rumah.


Diluar rumah,Alex berteriak memanggil Raja,kuda Sembrani yang paling besar.


Kuda itupun menghampiri Alex seraya merendahkan tubuhnya.


Alex mengajak Giok Lin Dan Kwan si menaiki punggung Raja,dengan posisi Kwan si didepan,Alex di tengah dan Giok Lin di belakang.


Saat kuda itu sudah terbang di udara, Kwan si berteriak nyaring karena takjub dengan indahnya pemandangan yang terlihat dari atas.


Mareka dibawa terbang jauh dan berkeliling keliling wilayah itu.


Tangan Alex memegang bulu Surai Raja, sementara tubuh Kwan si berada diantara kedua tangan nya,sedangkan Giok Lin memeluk pinggangnya dengan erat seakan takut terjatuh.


Setelah berputar putar beberapa kali,akhirnya mareka turun di halaman depan rumah Alex.


"Much,terima kasih kakak"kata Kwan si mencium pipi Alex lantas berlalu kedalam rumah.


Kini tinggallah Alex dan Giok Lin yang berdiri bertatapan,mata mareka bertemu,Giok Lin tersenyum malu sambil menunduk.


"Kenapa tidak seperti adik si?"tanya Alex.


"maunya,tapi malu"jawab Giok Lin pelan.


Alex memegang kedua pundak Giok Lin Dan,

__ADS_1


"cup!"


Sebuah ciuman mendarat di pipinya.


Kini muka Giok Lin tambah memerah seperti kepiting rebus,lantas berlari kedalam rumah.


Makan malam kali ini lumayan mewah,yang di siapkan di meja makan.


Selesai makan,mareka bertiga duduk di ruang tengah sambil berbincang ringan.


"Jadi semua ini milik kakak?"tanya Kwan si pada Alex.


"Ya,semua ini milik ku,makanya tidak ada satupun manusia disini selain kita"jawab Alex datar.


"Pantesan guru memanggil kakak dengan tuan Agung,berapa banyak dari diri kakak yang kami tidak mengetahuinya?" tanya Kwan si lagi.


"Mati secara pelan pelan kalian akan tahu siapa aku,untuk sementara biarlah seperti ini,karena memang banyak dari diriku sendiri yang tak ku mengerti" jawab Alex.


"Hei kakak Li,kok kakak cuma diam tanpa suara?"tanya Kwan si memandang muka Giok Lin lama, "masa cuma di cium sama kakak Alex sampai segitunya juga kak,biasa aja kali,kita kan sudah setahun bersama,masa masih canggung?" ..


"Hei bungsu,ja,jadi kau ngintip aku ya?"tanya Giok Lin pura pura marah.


"Ampun kak,bukan ngintip,tapi sedikit melihat diam diam,bagai mana kakak ku yang dewasa dan sabar ini menghadapi kakak Alex" kata Kwan si sambil berlari kearah kamar tidur di tingkat dua.


"Awas kamu ya"ancam Giok Lin sambil mengejar ke atas.


Hidup berlalu begitu saja, begitulah mareka menginap di Dunia dimensi milik Alex beberapa hari,hingga akhirnya mareka kembali ke Dunia luar di atas mulut jurang kematian.


Mareka berjalan di kerimbunan hutan,tanpa tahu arah yang pasti.


Hingga akhirnya dihari yang ke delapan mareka tiba disebuah desa bernama desa Kung Kun yang termasuk ke wilayah Negara Song.


Desa ini sebenarnya cukup besar,tapi nampak sangat sunyi,cuma sedikit orang yang berlalu lalang.


Setelah beberapa saat mencari rumah makan yang masih buka, akhirnya mareka menemukan sebuah rumah makan yang buka dengan orang yang lumayan banyak.


Setelah memesan makanan,mareka bertiga duduk disudut rumah makan yang mejanya masih tersisa.


Setelah makanan yang mareka pesan tiba,Alex bermaksut menanyakan kenapa desa ini agak sepi,banyak rumah yang kosong.


Tapi pelayan rumah makan itu bukannya menjawab,tapi justru cepat berlalu dari hadapan Alex.


Orang yang duduk di meja dekat meja Alex tiba tiba bangkit dan mendekat kearah Alex,ia di ikuti lima orang temannya yang nampak sangar sangar.


"Kudengar kau bertanya tentang desa ini ya?tanya lelaki setengah tua itu.


"Iya,aku penasaran dengan desa ini,tampak cukup besar,tapi orang orangnya sedikit"jawab Alex.


"Anak muda,seharusnya kau jangan menanyakan yang bukan urusan mu,karena itu bisa merenggut nyawa mu, tapi melihat teman mu,aku bisa mengampuni mu,asalkan kedua bidadari itu kau serahkan untuk pimpinan ku"kata orang itu sambil memutar mutar kumisnya yang lebat.


Mendengar itu,putri Kwan si sudah mulai naik amarahnya,untung putri Giok Lin menahan tangannya sambil menggelengkan kepala pelan.


"Mareka berdua adalah isteri isteri ku,nyawa mareka adalah tanggung jawab ku,tentu saja tidak akan ku berikan pada kalian"jawab Alex pelan dan sedikit berbohong demi menyelamatkan kedua orang putri yang memang dalam perlindungan nya itu.


Mendengar kata kata Alex,hati Kwan si dan Giok Lin berdetak bahagia sambil memandang kearah muka Alex.


"Ha ha ha,kalau begitu aku akan membunuh mu dan mengambil isteri mu" kata lelaki setengah tua itu mencabut pedangnya dan menyerang kearah Alex.


Namun entah bagai mana mulanya,seolah tanpa bergerak apapun karena cepatnya,tiba tiba kepala lelaki setengah tua itu jatuh kelantai sementara tubuhnya masih berdiri beberapa saat,lalu roboh.


Geger seisi rumah makan melihat kejadian itu,bermacam macam tanggapan orang tentang kejadian itu.


"Celaka pemuda itu,dia sudah membunuh orang orang sekte kelelawar yang terkenal sangat kejam,tentu teman temannya akan mencari mareka buat balas dendam"...


Tapi ada juga yang menyukuri dengan kejadian itu.


"Semoga saja semua orang sekte Kelelawar bisa di tumpas,sekte pemuja setan seperti itu memang selalu meresahkan masyarakat"...


Begitulah tanggapan beberapa orang yang kebetulan juga makan di tempat itu.


Alex acuh saja mendengar tanggapan mareka yang berbagai macam itu,seolah olah tidak mendengar dan asik saja dengan makanannya.


*******

__ADS_1


Mohon dukungan likenya ya,maap bila alur ceritanya tidak sesuai,dengan kalian.


__ADS_2