
Kakek tua itu menatap kearah Alex dengan tatapan tidak senang mendengarkan kata kata Alex tadi.
Karena selama ini dia sudah tahu jika tindakan putranya sudah keterlaluan,tetapi jangankan menegur,malahan dia sendiri ikut menikmati hasil dari kejahatan putranya itu.
Gemeretak giginya menahan amarah yang sudah memuncak itu.
"Masabodoh,karena kebenaran adalah menurut aku,aku jauh lebih lama hidup dari mu,tidak usah kau mengajari aku tentang kebenaran segala,akulah kebenaran itu,yang menurut ku benar,ya benar,yang menurut ku salah,ya salah"kata kakek tua itu.
"Kalau begitu tidak usah berdebat lagi,aku tidak akan menuruti sedikitpun kata kata mu,kau dan anakmu sama saja, majulah bersama,tidak usah sungkan dengan maju satu satu membuat kematian kalian jadi jauh lebih cepat "tantang Alex.
"Kau terlampau sombong dan jumawa dengan kesaktian mu,tetapi hari ini kubuka mata mu siapa yang lebih sakti dari mu"kata kakak tua itu sambil mempersiapkan jurus serangannya.
Kakek tua itu segera menyerang Alex dengan jurus inti api tingkat lima menengah,sedangkan Alex menyambutnya dengan jurus api lagi tingkat lima sempurna.
"Bum!!".
Sebuah ledakan dahsyat terjadi menyebabkan tanah dan debu berterbangan ke udara.
Setelah debu reda,terlihat Alex bergetar ditempatnya,sedangkan kakek tua ayah dari ketua kota itu terjajar sepuluh tindak kebelakang, segumpal darah segar mengalir dari sela kedua bibirnya.
itu baru seper delapan dari tenaganya,seandainya dia memakai separo dari tenaganya,mungkin tubuh kakek tua itu akan terlempar keluar angkasa jauhnya.
"B*ngs*t, j*h*n*m,aku benar benar akan mengadu nyawa dengan mu kali ini!"kata kakek tua itu sambil mengeluarkan sebilah Sabit terbuat dari emas, itulah sabit emas bulan berdarah,senjata kelas pusaka langit milik Dewa Twa pek kong,yang entah bagai mana bisa berada ditangan kakek tua itu.
Ketika Sabit itu diayunkan,terdengar suara mendesing seperti ribuan tawon menyerang.
Pada saat itu keenam istri Alex keluar dari kediaman ketua kota.
Chi Quon dan Chi Yuen terbelalak melihat kecantikan paras dan keindahan tubuh semua istri Alex itu.
Seumur hidup baru sekarang dia melihat kecantikan yang begitu paripurna sekali,seakan tiada celah untuk di cela.
Mulut kedua bersaudara itu ternganga hingga air liur mereka menetes menjijikan.
Dengan sekali genjot, tubuh mereka berdua terbang mendekati Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena yang kebetulan berjalan didepan.
"Duhai jagat Dewa Batara,seumur hidup baru sekali ini aku melihat wanita yang benar benar sempurna,baik kecantikan maupun keelokan bentuk tubuh, kemarilah bidadari ku, kita hidup bersama,aku sangat mencintai mu"kata laki laki yang sedikit agak muda bernama Chi Quon sambil merentangkan tangannya ingin memeluk Dewi muyimaeva.
Tinggal beberapa jengkal saja lagi kedua tangan Chi Quon dari tubuh Dewi muyimaeva,tiba tiba dengan kecepatan luar biasa, Dewi muyimaeva mengangkat tangannya lurus,dan serangkaian energi dahsyat keluar dari telapak tangannya yang halus mulus dan berjari kecil kecil itu menghantam tubuh Chi Quon.
"Bum!!".
Terdengar dentuman nyaring menggema dihalaman kediaman ketua kota itu.
Tubuh Chi Quon terlempar jauh menyeberangi halaman yang luas itu serta mendarat diseberang jalan raya dengan nafas tinggal satu satu.
Melihat tubuh sang adik yang terlempar sangat jauh itu, Chi Yuen pun mengeluarkan pedang nya dan langsung menyerang kearah Dewi muyimaeva dengan serangan ganas dan mematikan.
Tetapi tentu saja Dewi muyimaeva tidak merasa kesulitan sedikitpun menghadapi jurus pedang dari Chi Yuen itu,baginya jurus itu sangat lambat dan penuh dengan celah yang bisa di manfaatkan.
Sementara itu tubuh Chi Quon yang tadi mendarat diseberang jalan,segera duduk bersemedi sebentar setelah meminum pil penyembuh luka dalam.
__ADS_1
Dia menyeka darah yang mengalir dari sela dua bibirnya,matanya nampak berapi api penuh dengan dendam kemarahan.
Setelah beberapa saat, dia bangkit dan berjalan kembali menuju arena laga didepan pintu kediaman ketua kota.
Pandangan matanya penuh kemarahan menatap kearah Dewi muyimaeva yang sedang bertarung dengan Chi Yuen itu.
Dengan senjata yang sudah tergenggam ditangan,dia memperhatikan pertarungan antara Dewi muyimaeva dengan Chi Yuen,menantikan saat yang tepat untuk melakukan bokongan dari belakang.
Tetapi tanpa dia sadari, Dewi Lunar Jena sudah memperhatikan dirinya sejak lama dan siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Sedangkan pertarungan antara Alex dan kakek tua Chi Kiok Tai juga berlangsung seru.
Dengan mempergunakan senjata sebuah sabit emas dari Dewa Twa pek kong itu,Chi Kiok Tai menyerang Alex dari segala penjuru.
Tetapi semakin dia meningkatkan daya serang jurusnya,semakin banyak pula terlihat tubuh lawannya itu.
kini tubuh Alex seperti berada dimana mana.
Kemana saja dia menghindar,selalu Alex sudah berada di situ dengan serangan yang siap dilancarkan.
Hingga akhirnya,tanpa bisa lagi dihindarkan, sebuah hantaman tinju menghantam tengkuk Chi Kiok Tai.
"Prak!!".
Tubuh kakek tua Chi Kiok Tai tubuh tersungkur dengan leher dan tengkuk yang hancur.
Alex segera mengambil senjata sabit emas dewa Twa pek kong itu dan menyimpannya didalam gelang penyimpanannya.
Jerit Chi Yuen melihat sang ayah yang tersungkur tertelungkup ditangan dengan tengkuk dan leher yang sudah hancur.
Kelengahan yang cuma sesaat itu harus di bayar oleh Chi Yuen dengan sangat mahal,karena pedang cahaya ditangan Dewi muyimaeva telah menembus lehernya dan memutuskan urat serta tenggorokannya.
Darah Pun menyembur seperti seekor sapi yang disembelih.
"Ngoooooh,ngoooooh!!".
Cuma itu suara yang keluar dari mulut Chi Yuen yang menggelepar gelegar sebelum nyawanya benar benar melayang.
"Ayah!,kakak!!"seru Chi Quon menerjang kearah Dewi muyimaeva yang sedang memperhatikan tubuh Chi Yuen yang menggelepar tadi.
"Trang!!".
Ketika pedang ditangan Chi Quon tinggal sejengkal dari tubuh Dewi muyimaeva,sebuah pedang putih memapaki serangannya tadi.
Pedang di tangan Chi Quon langsung buntung tinggal tiga jari dari gagang nya.
Belum hilang rasa kaget di hati Chi Quon,sebuah hantaman pedang putih, pedang inti semesta di tangan Dewi Lunar Jena membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
Tubuh Chi Quon berkelojotan sebentar sebelum benar benar terdiam untuk selama lamanya.
Kini habis sudah generasi Chi yang pernah merajai kota Rutay beberapa puluh tahun lamanya,dan menindas masyarakat dengan semena mena.
__ADS_1
Bahkan para pengusaha pun bila ingin membuka usaha di kota itu,dikenai pajak yang sangat tinggi serta biaya yang tidak masuk akal.
Malam itu Alex memeriksa segenap sudut rumah kediaman ketua kota itu,dan mengumpulkan semua harta benda berharga milik ketua kota itu.
Ternyata memang selama ini ketua kota selalu bergelimang dengan harta benda hasil pajak dan rampasannya.
Timbunan harta yang terbanyak adalah di ruang ruang bawah tanah milik ketua kota itu.
Hampir semua kamar diruang bawah tanah itu berisi harta benda yang tidak ternilai harganya, seperti tumpukan perhiasan berupa emas, perak dan permata serta berlian.
Sedangkan di ruangan lain terdapat beberapa ruangan yang penuh dengan koin emas dan perak.
Setelah mengumpulkan semua harta benda itu kedalam cincin ruang, Alex dan semua istrinya melanjutkan istirahat mereka kembali.
Pagi pagi setelah sarapan, Alex menyempatkan diri berkeliling sebentar untuk membagikan uang rampasan dan sedikit harta benda kepada semua pengemis dan orang miskin yang mereka temui di jalan.
Setelah selesai membagikan uang dan harta benda, Alex dan semua istrinya pergi ke penitipan kuda kemarin untuk menjemput kuda mereka.
Tetapi saat mereka tiba di tempat penitipan kuda itu,terlihat orang banyak berkerumun di tempat penitipan kuda itu.
Ternyata disitu ada empat mayat laki laki tergeletak dengan tulang rusuk yang sudah hancur, serta seorang penjaga yang sedang terluka bersandar di sebuah kandang kuda.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?"tanya Alex kepada pemilik penitipan kuda itu.
Maap tuan muda,tadi malam ada perampok kuda yang berniat merampok kuda di penitipan kuda ini,yang mereka incar adalah kuda warna emas milik tuan kemarin,petugas jaga mencoba melawan,tetapi kalah dari perampok kuda ini,sehingga terluka parah,tetapi ketika kuda berbulu emas milik tuan mau dibawa,kuda itu mengamuk dan menewaskan semua perampok kuda itu tuan muda.
Alex menatap kuda Pegasus emas miliknya itu dan bertanya, "benarkah yang dia katakan dewa Pegasus?".
Namun tiba tiba kuda itu menggelengkan kepalanya, "tidak sepenuhnya benar tuanku,tentang keempat perampok itu adalah benar tuan,tetapi semua perampok itu anak buahnya sendiri tuan, menurut pembicaraan mereka tadi malam, sudah banyak kuda kuda bagus yang berhasil mereka rampok tanpa ada gugatan dari si pemilik kuda,karena mengira memang terjadi perampokan kuda, makanya mereka menyisakan penjaga kuda agar bisa meyakinkan orang orang banyak bahwa memang terjadi perampokan kuda"kata kuda emas dewa Pegasus.
Semua mata terbelalak mendengar kuda itu bicara bahasa manusia dan jelas didengar oleh semua yang hadir saat itu.
"Jadi ini semua cuma akal akalan mu Wang Zhi?,dan empat ekor kuda yang dulu ku titipkan disini untuk ku jual kembali cuma akal busuk mu saja ya?,terlalu kau Wang Zhi,dengan sahabat mu sendiri kau tega berbuat begitu"kata salah seorang yang kebetulan juga melihat kejadian itu.
"Tidak Chu eng,kau jangan percaya kata kata kuda aneh itu,itu cuma karangan nya saja,mana mungkin aku menipu diri mu"kilah Wang Zhi membela diri.
Alex menghampiri penjaga kuda yang sudah sekarat itu,meraba setiap bagian tubuhnya,lalu memasukan sebutir pil penyembuh ajaib ke mulut laki laki penjaga kandang kuda itu.
Sesaat kemudian,laki laki penjaga kandang kuda itu bergerak membuka matanya,menatap ke sekelilingnya,lalu menatap kearah Wang Zhi sang pemilik penitipan kuda itu.
"Hatimu sungguh keji tuan,aku menjaga kuda yang dititipkan orang kepada mu dengan taruhan nyawa ku,tidak tahunya kau pimpinan dari perampok kuda yang sesungguhnya,kau tega menyuruh orang mencelakai aku yang bekerja pada mu cuma gara gara tidak mau bekerja sama dengan mu dalam melakukan kejahatan"kata pemuda penjaga tempat penitipan kuda itu.
"Tidak!,itu fitnah,itu tidak benar,aku orang yang selalu jujur, percayalah, mereka bersekongkol memfitnah dan merusak reputasi baik ku,jangan percaya kata kata pemuda tidak tahu rasa terimakasih ini,dia ku pungut dari kemiskinan,dan ku pekerjakan,tetapi apa balasannya pada semua jasa ku,dia memfitnah ku,kalian bekerja sama dengan kuda sialan itu untuk menjatuhkan aku"kata laki laki pemilik tempat penitipan kuda itu.
Seorang laki laki setengah tua maju kedepan dengan wajah bengis, "kau pikir kami percaya kepada mu Wang Zhi?,setahun ini saja sudah terjadi perampokan kuda ditempat mu tidak kurang dari sepuluh kali,dan itu terjadi jauh sebelum keda berbulu emas itu tiba di sini, sekarang kau mau bilang apa Wang Zhi?,kau sendiri yang merusak reputasi mu sendiri"kata laki laki itu dengan bengisnya.
Semula Alex tidak bernafsu untuk ikut campur masalah perampokan kuda itu,tetapi hal itu langsung diubahnya setelah mendengar ucapan yang Ter lepas dari mulut pemilik tempat penitipan kuda itu.
"Kalian tidak bisa menyakiti ku,percayalah, karena aku mata mata ketua kota ini dan bekerja untuk kaisar tanah Nirwana yang selalu melindungi ku,bila kalian menyakitiku,maka kalian dan keluarga kalian akan dibasmi oleh kaisar tanah Nirwana yang terkenal sakti itu"kata laki laki itu menerangkan jati dirinya untuk menakuti semua penduduk.
*********
__ADS_1