Mr Matrix

Mr Matrix
Pertempuran laut terakhir.


__ADS_3

Jendral laut Yusabana mengira bahwa Alex ketakutan melihat armada laut yang dikerahkan kaisar sekarang.


Kaisar memang mengerahkan seluruh armada laut dan pasukannya untuk menaklukan kapal perang milik Alex setelah menerima surat dari ketua kota Guimerd,Max mauron.


"Beri tanda kesemua pasukan agar bersiap, kita serang kapal itu dari segala penjuru,tetapi yang pertama kita lakukan adalah memberi peringatan kepada mereka,suruh kapal terdepan agar mempersiapkan serangan"perintah sang jendral.


Sementara diatas kapal perang milik Alex,Alex dan beberapa orang masih memperhatikan pergerakan armada kapal musuh,ternyata masih melaju dengan kecepatan penuh menuju ke kapal Alex.


"Aktifkan perisai anti serangan"perintah Alex kepada prajurit wanita.


Setelah perisai di aktifkan,di sekeliling kapal terlihat cahaya biru sangat tipis,hampir tidak terlihat.


"Aktifkan roket kecil berpengendali jarak jauh" perintah Alex lagi.


Kembali seorang prajurit wanita lainnya mengutak atik komputer dan dari sisi sisi deck utama terbuka lobang persegi panjang,dan dari lobang itu bermunculan ratusan peluncur roket kecil dengan kondisi siaga penuh.


"Bukankah aku cukup memberikan mereka kesempatan?,tetapi mereka tidak memanfaatkan sebaik baiknya,bila mereka menyerang kapal ku, maka di samudra inilah kuburan mereka beserta kapal kapalnya"kata Alex sambil menatap kearah putri Kayla.


Putri Kayla masih tetap bersimpuh dilantai,ia menggelengkan kepalanya berkali kali, air matanya bercampur dengan Hingis menetes keatas lantai.


"Apa yang harus kulakukan?,tidak ada lagi yang bisa ku perbuat untuk mereka,aku cuma bisa memohon kemurahan hati mu untuk mengampuni ayahanda ku,demi keluargaku yang tidak tahu menahu"kata putri Kayla sambil tersedu sedu.


Putri Kayla tahu bahwa apa yang Alex ucapkan,bukanlah ancaman kosong,tetapi peringatan dari seorang Dewa kematian.


"Bukankah aku sudah berjanji padamu,selama mereka tidak berusaha mengganggu dan mengancam keselamatan orang orang ku,aku tidak akan berbuat apapun kepada mereka,tetapi bila mereka memulai,maka lautan ini adalah kuburan mereka beserta kapal kapal mereka"kata Alex pada putri Kayla.


Dari kejauhan,kini terlihat seratus armada kapal perang Usafia berpencar ingin mengurung kapal milik Alex.


"Jangan ada yang menembakan senjata, kecuali mereka memulainya terlebih dahulu"perintah Alex.


"BUM!!!"


Tiba tiba kapal yang paling besar yang berada di tengah tengah menembakan sebuah meriam besar kearah kapal Alex.


Peluru meriam berbentuk api bulat besar menghantam sisi depan perisai hingga berbunyi berderak,tetapi tidak pecah.


Setelah melihat kapal utama menembakan meriam nya,kapal kapal lainnya yang lebih kecil juga ikut menghujani kapal Alex dengan peluru meriam.


"Lakukan sekarang,tenggelamkan mereka satu persatu agar mereka tahu bahwa ini bukan ancaman kosong"perintah Alex.


Beberapa orang prajurit wanita kembali mengutak atik komputer, dan beberapa roket kecil meluncur dari pelontar roket meliuk liuk diudara, akhirnya turun menuju beberapa kapal musuh yang berbeda.


"Bum!!".


"Bum!!".


"Bum!!".


"Bum!!".


Empat ledakan terdengar bersamaan,dan empat kapal terlihat hancur menjadi kepingan kecil yang berhamburan ke udara,lalu berjatuhan diatas air.


"Hantam kapal terluar dari armada musuh,agar mereka tidak bisa kabur"kembali Alex memberi perintah kepada prajuritnya.


Kembali terlihat puluhan roket melesat keudara, lalu menukik dan jatuh diatas beberapa buah kapal pasukan Usafia.


Beberapa buah kapal itu kembali meledak menjadi puing puing kecil yang berserakan diatas air.

__ADS_1


Armada kapal yang ditengah seperti dikelilingi oleh lautan api saja layaknya.


Putri Kayla menutupi mukanya melihat pemandangan mengerikan itu.


Di sela sela puing puing kapal yang terbang keudara,nampak juga bagian bagian tubuh manusia ikut terbang keudara.


Kapal kapal pasukan Usafia bukannya tidak melawan,mereka juga dengan sengitnya menembakan meriam api kearah kapal Alex,tetapi semua terhalang perisai anti serangan kapal Alex.


Setiap kali peluru roket meluncur,pasti akan ada kapal yang meledak menjadi puing puing.


Ketika kapal yang paling belakang bermaksut mau kabur,tetapi malah kapal itulah yang terlebih dahulu menjadi target dari roket.


Armada pasukan Usafia memang terkenal dengan kegigihannya,terutama jendral laut Yusabana, walau sudah puluhan kapalnya yang Alex tenggelamkan,tetapi jendral ini tetap ngotot menembakan meriam paling besar dari kapalnya ke arah kapal Alex.


Setiap kali peluru meriam api itu mengenai kapal Alex,terdengar suara berderak seperti perisai mau hancur.


"Tujuan,kalau begini terus,saya takut meriam besar itu akan menghancurkan perisai kapal kita"kata Lau me.



"Baiklah kalau begitu,luncurkan roket besar,dan hancurkan kapal itu"perintah Alex.


Beberapa prajurit wanita kembali mengutak atik komputer bersamaan dengan itu,peluncur roket besar berselongsong delapan di deck utama berputar kearah kapal jendral Yusabana,dan dari salah satu lubang nya meluncur sebuah roket sebesar gentong arak.


Roket besar itu meluncur keudara,lalu menukik diatas kapal besar jendral Yusabana.


"BUUM!!!".


Sebuah ledakan dahsyat terdengar dari arah tengah barikade kapal perang Usafia,kapal paling besar milik jendral Yusabana hancur berantakan menjadi serpihan serpihan kecil yang terserak diatas air.


Akibat ledakan dahsyat itu,terjadi gelombang besar melanda kapal disekelilingnya,mengakibatkan ada beberapa puluh kapal yang karam karena dihantam kapal lainnya,sehingga kepanikan terjadi dimana mana.


Cuma dalam waktu tidak sampai setengah hari,seratus armada kapal perang pasukan Usafia habis.


"Lau me,coba suruh mereka melacak,dimana saja pangkalan kapal laut mereka,dan masih berapa armada lagi yang mereka punya"Perintah Alex kepada Lau me.


Lau me memerintahkan beberapa prajurit wanita untuk melacak ada berapa saja pangkalan armada laut pasukan Usafia itu.


Setelah prajuritnya wanita bekerja beberapa saat, "Tuan,sepertinya pangkalan armada mereka ada tiga tuan, pangkalan Utara, tengah dan selatan, armada yang barusan kita musnahkan itu dari Utara,wilayah terdekat dengan kita,sedangkan di pangkalan tengah dan selatan terlihat masing masing sedikitnya ada seratusan kapal lagi yang masih siap berangkat" jawab salah satu dari prajurit wanita itu.


"Baiklah,beri mereka hadiah sikuning masing masing pangkalan dua biji"perintah Alex.



"Siap laksanakan tuan".


Beberapa prajurit wanita kini mulai mengutak atik komputer kembali,dan bersamaan dengan itu,peluncur roket yang besar berselongsong delapan itupun berputar kesatu arah,lalu dua roket besar berwarna kuning meluncur,lalu berputar kembali kesatu arah,dan dua roket besar berwarna kuning kembali meluncur.


Empat buah roket itu meluncur keudara dengan kecepatan suara,setelah sampai di batas maksimal ketinggian,keempat roket itupun mulai menukik ke bawah.


Dua roket besar menghantam pangkalan armada tengah hingga seratus kapal perang yang masih sandar di dermaga,hancur tidak bersisa,cuma meninggalkan cekungan laut membentuk sebuah teluk yang besar.


Begitu juga dengan pangkalan armada selatan,mengalami nasip yang sama,cuma meninggalkan sebuah cekungan laut membentuk sebuah teluk yang besar.


Tigaratus armada laut pasukan Usafia yang selama ini sangat perkasa dilautan,dan di takuti banyak negeri kecil,kini hancur luluh dalam waktu yang tidak sampai setengah hari saja,bahkan dermaga tempat kapal itu bersandar juga tidak lagi nampak bekasnya.


Diatas kapal Alex, nampak putri Kayla bersujud di lantai didepan Alex sambil terisak Isak, "Sudahi kemarahan mu,belum cukupkah nyawa yang melayang sia sia demi kemarahan mu,kenapa kamu suruh aku melihat kekejaman mu,negeri ku kini sudah lumpuh,tidak ada lagi Usafia yang perkasa"...

__ADS_1


"Aku tidaklah kejam, tetapi aku menjaga umat manusia lain dan negeri lain dari kekejaman ayahanda mu,selama masih ada armadanya, ayahanda mu pasti akan terus menduduki negeri orang lain dan membunuhi orang orang yang tidak bersalah,toh janjiku kepada mu masih ku pegang dengan tidak memusnahkan ayahanda dan keluarga mu,semoga ini akan menjadi peringatan bagi ayahanda mu,jangan sewenang wenang dengan negeri yang lebih lemah"kata Alex.


Ketiga istrinya serta para prajurit yang lain cuma bisa terdiam menyaksikan apa yang terjadi,mereka merinding melihat kerusakan akibat dari perbuatan Alex, dermaga sangat besar yang bisa memuat kapal bersandar hingga ratusan itu musnah menjadi sebuah teluk cuma dalam sekejap di tangan Alex.


"Kau memang sakit, kau maniak berdarah dingin,dapat membunuh ribuan orang dalam sekejap tanpa rasa bersalah" kata putri Kayla di sela Isak tangisnya.



"Ya,kau benar,aku bisa saja membunuh ribuan prajurit tanpa rasa bersalah bila mereka mengancam keselamatan orang orang ku,dan satu hal harus kau tahu,nanti setelah kita sampai di negeri mu,kau harus angkat kaki dari kapal ku,karena setelah menemukan makam Dewa Li Chen,kami akan meneruskan perjalanan kami,ingatlah itu baik baik nona"kata Alex sambil berlalu pergi dari situ ruangan itu.



"Aku tidak mau!!"kata putri Kayla dengan berteriak.


Alex hanya menyahut sambil terus berlalu, "aku tidak perduli"...


Putri Giok Lin Dan putri Kwan si memegang kedua tangan putri Kayla, mengajaknya kembali ke kamar,sedangkan putri Annchi berlari keluar ke arak Alex pergi tadi.


Beberapa saat akhirnya perjalanan pun mereka lanjutkan kembali.


.............


Pada saat yang sama,di istana negeri Usafia, nampak Kaisar terduduk lemas,dengan muka yang pucat pasi,tubuhnya gemetaran.


Dihadapannya,panglima jendral Mugenom dan jendral Yubandana serta putra mahkota terdiam tidak berani berkata apapun.


Beberapa saat kemudian Kaisar mengangkat kepalanya dan menatap kearah panglima jendral Mugenom, "siapakah laki laki itu jendral,cuma dalam waktu sekejap, seluruh armada kita yang paling ditakuti orang, musnah tidak bersisa,itu baru dengan satu kapal, bagai mana bila ada sepuluh atau bahkan lebih, kapal seperti itu yang datang menyerang kita,aku yakin tidak sampai satu hari,negeri ini akan berubah menjadi lautan semuanya"...


"Lantas apa yang akan kita lakukan sekarang yang mulia?"tanya jendral Mugenom hati hati.



"Tidak,tidak ada yang kita lakukan sekarang, kita telah di lumpuhkan, aku yakin pasukan jendral Yusabana juga sudah di kalahkan, bahkan mungkin sudah di musnahkan, perintahkan semua prajurit yang tersisa untuk mengibarkan bendera putih di setiap pantai yang ada permukiman penduduk, kita cuma bisa menantikan apa yang akan dilakukan kapal itu selanjutnya"titah sang Kaisar.


Hari itu beberapa ratus prajurit bertugas mengibarkan bendera putih disetiap pantai yang ada permukiman penduduknya,sebagai tanda takluk.


..............


Sementara itu kapal Alex telah sampai disebuah pulau kecil berbukit bukit dengan hutan yang lebat.


Kapal Alex tidak bisa kepinggir pantai,tetapi berlabuh di tengah laut.


Alex,ketiga istrinya,Lau me dan juga Kayla menaiki motor boat untuk mencapai pulau itu.


Menurut Lau me,di pulau itulah Li Chen dimakamkan,tetapi menurut putri Kayla,pulau itu bernama pulau keramat,dan di dalam pulau itu ada makam Dewa,oleh karena itu makam itu di beri nama makam suci.


Di tengah makam itu ada sebuah kuil yang di sekeliling kuil itu di jaga oleh sepuluh ekor kadal raksasa yang sangat ganas.


Disekeliling kuil itu ada tembok batu yang tinggi,dan di depan pintu gerbang terdapat satu bangunan mirip pura kecil.


Duaratus langkah kearah pantai,ada beberapa rumah penunggu makam dan sebuah kuil lagi.


Disalah satu rumah itulah Kliasanta seorang wanita yang menjadi penunggu makam juga guru oleh putri Kayla tinggal bersama beberapa orang lainnya.


Putri Kayla sering berkultipasi di dalam pura kecil di depan gerbang sampai dia mendapatkan tingkatan sekarang.


memang di pulau itu semakin kedalam areal makam,semakin kental hawa qi murni nya.

__ADS_1


***********


__ADS_2