Mr Matrix

Mr Matrix
Dewi Amaria.


__ADS_3

Alex menatap bunga teratai itu dengan kekaguman,betapa indahnya bunga itu.


Sambil mengulurkan tangannya menyentuh tangkai bunga teratai itu, Alex berusaha merenggutnya.


Tetapi ternyata bunga teratai emas itu tidak bisa ditarik seperti memetik bunga teratai biasanya,malah bunga teratai itu berusaha untuk mempertahankan dirinya.


"Sreet!".


Darah memancar dari jari manis Alex yang terluka karena tangkai teratai emas itu.


Tiba tiba darah Alex yang bercucuran keluar seperti diserap oleh bunga teratai emas,lalu bunga teratai emas itu bersinar dengan cahaya kuning keemasan dan melayang di udara terbang kearah Alex.


Alex menerima bunga teratai emas itu lalu menyimpannya di dalam gelang penyimpanannya.


Dihalaman kuil itu ada sebuah batu gurat,yaitu batu alam yang digurat dengan jari berupa gambar ataupun tulisan tulisan.


Tulisan di batu itu menggunakan hurup kuno ribuan tahun yang lalu berbunyi, "Kuil Petir ini aku buat dan persembahkan untuk bidadari ku Dewi Amaria,aku benar benar menyesal telah mengutuk mu,hingga penyesalan ini akan terus menghantui ku seumur hidup.Engkau Dewi tertinggi yang pernah ku kenal,semoga kau tenang di kuil petir ini Dewi,aku yang memuja mu, Zuo Ming Lau.


"kak,bukankah kakak bilang didalam mimpi kakak itu Zuo Ming Lau ini sang Kaisar yang telah mengutuk Dewi Amaria menjadi batu karena menolak dirinya menjadi suami sang Dewi?",tanya Dewi Paraditha.


Alex tidak menjawab,cuma menganggukkan kepalanya saja.


"Dugaan ku semakin kuat kak,bahwa masalah ini terkait dengan kakak sendiri"kata Dewi Lunar Jena.


"Aku tidak mengerti apapun tentang masalah ini,biarlah mengalir seperti air"jawab Alex sambil berjalan masuk kedalam kuil itu.


Ruangan di dalam kuil itu ternyata cukup besar dengan lantai terbuat dari batu giok biru,dan dinding kuil juga dari batu giok biru,sehingga terkesan sangat mewah.


Disebelah Utara menghadap kearah pintu, tepat didekat dinding kuil,berdiri diatas batu giok persegi empat setinggi kurang lebih dua jengkal,berdiri sebuah patung gadis yang memiliki kecantikan luar biasa,dengan tubuh tinggi semampai terbuat dari batu giok biru pula.


Semua istri Alex terpesona melihat patung wanita cantik luar biasa itu,dengan bentuk yang sangat sempurna.


"Kak lihat patung giok ini,seperti hidup, pahatannya sangat halus,apakah ini adalah seorang gadis jelita yang dikutuk menjadi batu,ah kasihan kau dara cantik"kata Dewi Paraditha sambil mengusapkan tangannya pada patung batu giok itu.


Alex mendekati patung batu giok itu serta mengusapkan tangannya kepada patung batu giok itu, "ya,iya,kau benar, seperti mimpi ku itu, inilah patung batu giok itu,seorang gadis berparas sangat cantik jelita bernama Amaria yang secara tidak sengaja dikutuk oleh Kaisar Zuo Ming Lau sehingga menjadi patung batu giok"...


"Ooh,kasihan kau Dewi, tinggal sendirian disini hingga ribuan tahun, kesepian"Dewi Paraditha kembali mengusap tubuh patung itu dengan tangannya.


Semuanya juga melakukan hal yang sama,termasuk Alex sendiri ikut mengusap patung batu giok itu dengan tangannya.

__ADS_1


Tanpa disadarinya,luka di jari manisnya karena tangkai teratai emas tadi kembali terbuka dan mengeluarkan darah.


Spontan saja darah Alex belepotan di tubuh patung batu giok itu.


Patung batu giok itu menyerap darah Alex seperti kapas menyerap air saja,dalam waktu yang singkat,darah Alex yang belepotan tadi telah bersih terserap batu giok itu.


Beberapa saat kemudian, patung batu giok itu memancarkan cahaya kebiruan yang terang hingga memancar keseluruh ruangan itu.


Perlahan lahan patung batu giok itu berubah mulai dari kaki,terus naik menjalar keatas,seperti api yang memakan kertas.


Hingga beberapa saat kemudian,ketika cahaya biru itu sudah memudar, nampak seorang gadis sangat cantik sekitaran usia tujuh belas atau delapan belas tahun, sedang duduk bersimpuh mempergunakan betisnya dengan dengkul ditekuk kelantai kuil.


"Dewi yang sangat cantik jelita,siapa gerangan engkau?"tanya Dewi muyimaeva kepada gadis jelita itu.


"Maapkan aku Dewi,aku seorang Dewi bernama Dewi Amaria,empat negeri telah mengalami kehancuran karena memperebutkan aku,dan Kaisar Zuo Ming Lau yang keluar sebagai satu satunya pemenang ingin memboyong ku ke istananya,tetapi aku tidak suka dengan sang kaisar yang sudah sangat tua itu,aku ingin mencari jodoh ku sendiri,dan kaisar Zuo Ming Lau marah besar atas penolakan ku,serta mengutuk akui hingga menjadi batu"kata gadis cantik itu.


Ternyata gadis cantik jelita itu memiliki tingkat kultipasi yang sangat tinggi,karena selama berdiam diri menjadi batu giok biru,dia menarik seluruh energi alam yang terdapat di tempat itu selama puluhan ribu tahun lamanya.


"Tuan,karena tuan telah membebaskan saya dari kutukan,maka ijinkanlah saya mengikuti tuan pergi kemana saja"gadis itu masih bersimpuh dihadapan Alex .


"Aku tidak bisa memutuskan tentang hal itu,terserah kepada para istri istri ku saja"Alex menoleh kepada Dewi muyimaeva dan putri Annchi sambil mengangkat bahunya.


"Saudara bagai mana yang Dewi maksudkan, saya kurang paham"kata Dewi Amaria lugu.


"Maksudnya kau menjadi bagian dari kami melayani dia"Dewi Paraditha menyahuti sambil menunjuk kepada Alex.


Dewi Amaria menunduk malu,pipinya bersemu merah,sedang sudut matanya menatap kearah Alex, sambil menganggukkan kepalanya, "iya,iya,saya bersedia Dewi"...


Dewi Amaria sangat heran ketika keluar dari kuil itu dan melihat disekelilingnya cuma lautan awan putih yang terhampar.


Alex dengan ilmu meringankan tubuhnya,kembali melayang berjalan diatas hamparan awan putih itu di ikuti oleh para istrinya.


Dewi muyimaeva menoleh kearah Dewi Amaria, "apakah kau bisa terbang Dewi?"...


Dewi Amaria kembali menganggukkan kepalanya, "iya saya bisa Dewi"...menyahut sambil melayang diantara hamparan awan putih itu.


"Namaku Dewi Muyimaeva, yang itu Dewi Lunar Jena,yang itu Dewi Paraditha,yang itu putri Annchi,yang itu putri Kayla,dan yang itu putri Helena"kata Dewi muyimaeva sambil terbang disisi Dewi Amaria.


"Kalau yang,,yang i tu siapa namanya?"tanya Dewi Amaria ragu ragu.

__ADS_1


"Dia orang pilihan sang Kehendak suci,diatas dari segala dewa,tuan agungnya para Dewa, namanya Alexander agung,laki laki yang akan kita kawal menuju puncak kekuatannya serta menegakan hukum langit yang sudah digariskan oleh sang Kehendak suci "jawab Dewi muyimaeva.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di tebing tempat jalan yang mereka lewati kemarin.


"kakak,kau harus menikahinya,karena kalau kau tidak menikahinya,maka kejadian masa lalu akan terulang kembali korban puluhan ribu nyawa demi hal yang tidak perlu"kata Dewi muyimaeva.


"Benar kak,kau harus mengakhiri peperangan memperebutkan hal yang tidak perlu itu"Dewi Lunar Jena ikut memberikan sarannya.


"Aku sendiri takut kalau kalau masa lalu terulang kembali,korban ribuan jiwa cuma karena aku kak"kata Dewi Amaria memohon kepada Alex.


Alex masih belum menanggapinya,ia menatap istrinya yang lain satu persatu, "aku tidak ingin menjadi seorang suami yang sekedar mengambil kesempatan,katakanlah pendapat kalian tentang hal ini"...


"Kakak dalam mendampingi mu, bukannya kami tidak mampu,kehendak suci melakukan ini pada kita Tantu ada alasannya, bukan sekedar mengumpulkan wanita wanita cantik dan hebat saja kak,kakak tentu lebih tahu dari pada kami,musuh kita yang sebenarnya belum bertemu kak,kita belum tentu mampu menghadapi istana langit yang selama ini mendominasi hukum dan aturan mengatas namakan aturan langit, seolah olah itulah aturan suci dari kehendak suci, padahal mereka menegakan aturan cuma sesuai dengan nafsu dan ambisi pribadi mereka sendiri,kaisar langit bukanlah utusan kehendak suci seperti kakak,tetapi cuma seorang kaisar biasa yang memiliki kekuatan berlebih dari manusia biasa,tetapi dengan entengnya mereka mengatas namakan kehendak suci demi ambisi mereka sendiri tanpa didukung oleh dewa suci satupun juga,beda dengan kakak yang hampir semua dewa suci mengenal kakak,karena sebelum kelahiran kakak,ramalan tentang kakak sudah ada, saran kami berjalanlah sesuai arus yang sudah di atur sang kehendak suci untuk kita"kata putri Annchi mewakili semua saudaranya.


"Baiklah bila kalian semua meminta seperti itu,aku mengikuti kalian saja"ucap Alex singkat.


Maka pagi itu diadakan upacara suci secara sederhana yang di pimpin oleh Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena di dalam goa buatan tempat mereka tidur tadi malam.


Selesai upacara suci,jamuan sederhana pun dilakukan sekaligus sarapan pagi.


Setelah sarapan sebentar, akhirnya mereka meneruskan perjalanan kembali.


Berhubung mereka memiliki kuda yang pas Pasan,maka Alex kembali berkuda bersama Dewi Amaria yang merangkul pinggang nya dari belakang.


Dewi Amaria memeluk pinggang Alex sedangkan mukanya ditaruh diatas pundak kanan Alex,nampak sekali sang Dewi sedang berbahagia,beberapa kali ia mengambil kesempatan menempelkan pipinya pada pipi Alex sambil tersenyum bahagia.


"kak apakah kakak terpaksa mengambil aku sebagai istri?"tanya Dewi Amaria di telinga Alex .


"Utuk semua istri ku,aku tidak pernah merasa terpaksa"jawab Alex, "Dewi sendiri bagai mana?,apakah kau terpaksa?"kini Alex lah yang bertanya.


"Tidak kak,aku sudah hapal wajah kakak, selama dalam tidur ku ribuan tahun,entah sudah berapa ribu kali aku bermimpi tentang kakak yang akan datang membebaskan aku dan mengajak aku berkelana ke seantero semesta raya,jadi aku tidak terkejut lagi setelah bertemu kakak "jawab Dewi Amaria ditelinga Alex .


Mereka terus berkuda,dan cuma beristirahat saat makan siang saja.


Sambil berkuda,Alex menceritakan semuanya juga tentang tujuan perjalanan mereka saat itu untuk mencari keberadaan putri Giok Lin yang di sandera oleh kaisar tanah Nirwana.


"Kak,sekarang aku istri mu,aku akan mendukung dan membela mu dengan taruhan nyawa ku,itu janji ku juga kewajiban ku kepada mu,aku mencintai kakak jauh sebelum kita bertemu tadi,dan aku mengenal kakak jauh sebelum kita bertemu kak"kata Dewi Amaria sambil mempererat pelukannya di pinggang Alex .


*********

__ADS_1


__ADS_2