
Pemuda Mo Liong memandang kearah kedua orang wanita cantik itu dengan tatapan kagum dan nafsu ingin memiliki nya.
"Nona muda ber dua,ku mohon ikutlah bersama ku,kita hidup bersama jauh dari keramaian orang,dan kita akan membesarkan anak anak kita bersama sama"kata Mo Liang tanpa malu malu.
"Engkau membuat standar diri mu terlampau tinggi tuan muda Mo,padahal kau tidak lebih dari pada penjahat rendahan biasa tuan muda Mo,dan kami tidak pernah bisa bersanding dengan seorang penjahat, betapapun tinggi ilmu nya"kata Dewi Tara menanggapi tawaran dari Mo Liang dengan tertawa tawa menertawai pemuda Mo Liang.
"Baiklah nona nona muda yang cantik,bila aku tidak bisa memiliki diri mu, maka orang lain pun tidak boleh memiliki diri mu juga,akan ku buat kau tidak bisa di sentuh oleh siapapun juga"kata Mo Liang mengancam kedua wanita cantik itu.
Mo Liang menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada serta mulutnya komat kamit membaca sesuatu ajian.
Dari kedua telapak tangannya,keluar asap hitam berbau sangat busuk.
Kedua tangannya di hempaskan kedepan,dan dua arus asap hitam melesat kearah kedua wanita cantik jelita itu.
Dewi Tara menarik tubuh putri Guan Hong kedekat dirinya,kemudian dari dalam tubuh Dewi Tara memancar cahaya putih kemilau,cahaya khas para Dewa Dewi suci.
Lesatan asap hitam berbau busuk yang merupakan wujud dari satu ilmu mirip teluh paling ganas itu berhenti ketika terkena hawa cahaya putih tadi,dan seperti mengerti keadaan,kedua cahaya itu berbalik pergi kearah Mo Liang.
"Dum!".
"Dum!".
Dua kali dentuman terdengar ketika kedua asap hitam berbau busuk itu menghantam ke arah pemilik nya sendiri.
Terdengar suara Mo Liang melolong lolong berteriak histeris,ketika dua ilmu teluh iblis nya berbalik kepada dirinya sendiri.
Kulit tubuh Mo Liang tiba tiba berubah menjadi membusuk dan berbau tidak sedap.
Kini Mo Liang yang semula tampan dan ganteng,berubah drastis seperti monster mengerikan.
Sementara itu,di buritan kapal,terlihat Dewi Teratai putih dan pertapa sakti sedang terbang kearah kapal perompak yang mengejar di belakang mereka.
Di atas kapal perompak itu nampak seorang laki laki tua berambut dan ber alis panjang yang putih semua,dialah Mo Gau adik dari Mo Gui sang pimpinan perompak.
Dewi Teratai putih ketika mendarat di atas kapal perompak itu,langsung mengamuk menghantam para perompak itu dengan selendang nya, sehingga membuat geger para perompak itu.
Melihat pembantaian yang dilakukan oleh Dewi Teratai putih,laki laki tua itu segera melompat ke arah Dewi Teratai putih berada sambil menyarangkan sebuah serangan ke arah nya.
Pertapa sakti yang melihat hal itu segera menyambut serangan itu dengan lecutan cambuk sakti di tangannya.
"Ctar!".
"Ctar!".
Dua kali lecutan cambuk terdengar menggelegar, membuat laki laki tua itu harus berjumpalitan untuk menghindari lecutan cambuk itu agar tidak mengena ke tubuh nya.
"Kurang ajar!,curang!,kau laki laki apa banci yang bisanya menyerang secara curang dan culas seperti itu ?"sumpah serapah dari mulut laki laki tua itu berhamburan keluar.
__ADS_1
"He he he he,pak tua,apakah kau tidak curang ?,apa membokong seorang wanita dari belakang itu perbuatan ksatria ?, aku cuma mengimbangi kecurangan mu saja pak tua"kata Pertapa sakti sambil tertawa.
"Kalau begitu,kau yang harus mati terlebih dahulu!"kata pak tua Mo Gau adik dari Mo Gui.
Sementara itu di kapal perompak yang berada didepan,terlihat Alex sedang melakukan pembantaian habis habisan,sehingga dalam waktu yang singkat saja, kerusakan parah terjadi pada kapal perompak yang berada di depan itu.
Api sudah menyala di sana sini,serta mayat para perompak pun bergelimpangan tak tentu arah.
Melihat kejadian itu,seorang laki laki tua yang tadi berdiri di haluan kapal segera melompat kearah depan Alex sambil melayangkan serangan berbahaya nya.
"Bum!".
Sebuah ledakan besar terdengar nyaring membahana,ketika Alex menyambut serangan laki laki tua itu dengan jurus api illahi tingkat tiga nya.
Untuk sesaat,kapal perompak sungai itu bergoyang goyang keras seperti dihempaskan oleh sebuah badai topan yang kuat.
Terlihat tubuh Alex bergetar sesaat, sedangkan laki laki tua itu limbung seperti jalan seorang pemabuk berat.
"Cuih !,jadah !,akan ku lumatkan tubuh mu itu anak muda kurang ajar!" kata Mo Gui sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya,seraya mulut nya berkomat kamit membacakan mantera mantera berbunyi aneh.
Orang tua itu sedang membacakan mantera selimut Iblis,ilmu hitam yang paling berbahaya dan jarang ada yang selamat dari ilmu hitam ini.
Kali ini kedua telapak tangan laki laki tua itu mengeluarkan asap berwarna hijau tua yang sangat berbau busuk itu.
Asap itu terbang kearah Alex berdiri,meskipun tubuh Alex mengeluarkan cahaya putih kemilau pula,tetapi kedua asap dari kedua telapak tangan Mo Gui itu tidak lah berbalik,tetapi tetap menyelimuti tubuh Alex seperti selimut iblis.
Ketika asap hijau beracun ganas itu menyelimuti tubuh Alex secara menyeluruh, terdengar suara tawa laki laki tua itu tergelak nyaring.
Tiba tiba tubuh Alex berpijar warna pelangi sangat indah namun mengerikan sekali.
Dan secara luar biasa, asap hijau itu di balut oleh cahaya pelangi warna warni tadi, kemudian terjadi seperti perkelahian antara cahaya pelangi warna warni dengan asap hijau itu.
Akhirnya asap hijau itu terdesak dan segera melesat secepat kilat kearah tubuh Mo Gui yang masih tertawa tawa dan tidak pernah menyangka jika jurus selimut iblis milik nya harus berbalik secepat kilat kearah dirinya sendiri.
"Bum!".
Asap hijau itu meledak dan segera membalut tubuh pemiliknya yang kelojotan .
Setelah asap itu hilang,yang tampak kini tubuh Mo Gui yang sudah tanpa kulit lagi,sekujur tubuhnya cuma daging busuk berbau menyengat kehidung dengan cairan yang menetes ke lantai kapal mereka.
Ilmu hitam setiap gagal membinasakan musuhnya,pasti akan menghantam ke pemiliknya sendiri.
Dengan lolongan yang nyaring dan panjang, akhirnya Mo Gui ambruk kelantai kapal,mengakhiri petualangannya di dunia kejahatan di tangan Alex dan rekan rekan nya.
Alex segera melompat pergi dari kapal perompak yang terbakar parah itu ke atas kapal yang dia naiki semula.
Di situ dia melihat kedua istrinya juga sudah menyelesaikan pertarungan dengan tuan muda Mo Liang yang kini sudah tergolek tidak jauh beda dengan keadaan sang ayah.
__ADS_1
Sementara itu pertarungan antara pertapa sakti dan Mo Gau juga sudah hampir sampai titik puncaknya, ketika cambuk sakti sang pertapa sakti berhasil menghantam dahi Mo Gau,laki laki tua itu terjengkang kebelakang dengan kepala yang sudah pecah terkena cambuk sakti.
Dewi Teratai putih pun telah selesai membersihkan semua kawanan perompak yang tersisa di tempat itu.
Kebakaran hebat terjadi di kedua kapal itu beserta kapal pendampingnya.
Tidak terlalu lama,ke enam kapal perompak sungai itu pun tenggelam perlahan lahan kedasar sungai bersama semua kisah perompak sungai yang sangat di takuti oleh semua kapten kapal.
Akhirnya kisah ke pahlawan Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya itu menjadi cerita dari mulut ke mulut yang terbawa angin berhembus ke mana mana.
Sejarah kelam perompak sungai yang terkenal sangat kejam dan ganas itu selesai sudah dengan sungai Mun kanan di muara sungai Kui sebagai pusara terakhir mereka.
Kapten kapal berserta para penumpang sangat berterimakasih kepada Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya, karena berkat jasa mereka,semuanya selamat.
Akhirnya perjalanan merekapun diteruskan kembali menuju muara sungai Mun menjelang sore hari nya.
Malam hari hingga pagi tidaklah ada gangguan apapun juga,kapal berlayar dengan tenang melaju mengikuti arus air sungai menuju muara.
Pagi menjelang siang,mereka sudah tiba diperbatasan negeri Marmoa dan negeri Nirwana,semua pelintas di haruskan turun menjalani pemeriksaan oleh para prajurit
Perbatasan negeri Nirwana ini di jaga dengan sangat ketat, seolah olah akan ada perang saja.
Perbatasan negeri ini dijaga sekitar dua ribu prajurit bersenjata lengkap di kiri dan kanan sungai Mun.
Seorang kepala pasukan berpangkat punggawa (perwira di bawah jendral) menjadi pemimpin tertinggi di pangkalan prajurit ini.
Akhirnya kapal menepi di Dermaga pangkalan prajurit penjaga perbatasan itu.
Terlihat empat buah meriam saling berhadapan di kiri dan kanan sungai Mun ini.
Tembok tinggi terlihat terbentang di kanan dan kiri sungai sepanjang ratusan Li jauh nya, dengan para prajurit berlalu lalang diatas nya dengan senjata terhunus.
Sebenarnya pemeriksaan tidak terlalu lama,hanya saja ketika sampai giliran Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya, terasa ada kesengajaan untuk memperlambat dan mempersulit urusan. (mungkin di sana sudah ketularan istilah kalau bisa dipersulit, kenapa mesti di permudah).
Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya disuruh menunggu di sebuah ruangan besar, sementara para prajurit yang bertugas, memeriksa para penumpang yang lainnya.
Seorang punggawa yang menjadi pimpinan di pangkalan ini bernama Jiang Dong datang menemui mereka di ruangan itu.
Untuk sejenak punggawa prajurit itu terpaku menatap kearah Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya itu, mengukur batas kultipasi Alex,tetapi yang dia lihat cuma kekosongan,jelas jelas pemuda di depannya itu adalah manusia biasa yang tanpa kultipasi sama sekali.
"Kemanakah tujuan tuan dan nona sekalian pergi ?"tanya punggawa prajurit itu.
Kota Thai Sui tuan,ada kerabat yang harus kami kunjungi "kata Alex berusaha berdusta.
Lama punggawa itu terdiam sambil menatap kearah Alex dan kedua istrinya itu, maap kalian tidak boleh memasuki wilayah Nirwana,kau dan kau boleh kembali ketempat asal mu,tetapi mereka bertiga kami tahan di sini,ini aturan dari Kaisar tuan,harap tuan memakluminya"kata punggawa itu.
"Maap tuan,mereka berdua adalah istri ku,dan mereka berdua adalah pengawal pribadi ku,tidak ada yang lebih berhak terhadap mereka selain aku,meskipun itu kaisar Nirwana sendiri tidak berhak mengatur hidup ku"kata Alex mulai emosi.
__ADS_1
"Kau membuat aku berada di posisi serba salah tuan,pergilah, sebelum semuanya menjadi terlambat!"kata punggawa itu juga mulai emosi.
...****************...