Mr Matrix

Mr Matrix
Di Negeri Darmantian


__ADS_3

Alex berjalan ke arah bukit yang paling tinggi diantara yang lainnya di sekitar situ, dengan harapan,dari atas bukit itu bisa melihat apakah ada perkampungan atau paling tidak rumah di sekitar situ.


Dari arah kanan,Terlihat serombongan burung Phoenix terbang di angkasa dengan suara yang ribut.


"Lihatlah kakak,dugaan ku ternyata benar,kita nyasar ke dunia lain, lihatlah serombongan burung Phoenix itu,mereka Ter bang bebas seperti nya tidak ada yang mengganggu mereka"kata Dewi Araya sambil menunjuk ke udara.


"Woow keren,kita bisa melihat burung legendaris itu di sini, bahkan sangat banyak pula"kata putri Mei Yin sambil bertepuk tangan seperti anak kecil.


"Mungkin di sini juga ada Naga, Kirin, Garuda dan lain nya lagi " kata Ratu Pramestiya menanggapi perkataan adiknya itu.


"Lalu dunia apa ini,semua serba rumput dan gunung gunung,tanpa terlihat hutannya ?" tanya putri Mei Yin lagi.


Akhirnya Ratu Pramestiya cuma bisa mengangkat bahu nya tanpa bisa memberikan jawaban,karena dia sendiri tidak mengerti.


Alex berjalan kearah sebuah bukit yang paling tinggi dari pada yang lainnya, dan cuma dengan sekali genjot,dia sudah berada di puncak bukit itu.


Dari atas bukit itu Alex menatap kesekeliling nya,hingga tatapannya sampai pada sebuah lembah di tepi danau di kejauhan.


Dia tertegun menatap pemandangan didepannya yang luar biasa itu.


Alex tersentak terkejut ketika putri Xiu Ying tiba di sampingnya,menatap kearah tatapan sang suami,dan dia pun akhirnya turut tertegun pula.


"Hei kalian berdua,ada apa sih sehingga kalian berdua tertegun seperti itu ?"teriak Dewi Araya yang agak arogan itu dari kejauhan.


Dewi Araya segera menyusul Alex dan putri Xiu Ying naik keatas bukit di ikuti oleh yang lain nya.


Mereka semua tertegun setelah tiba di atas bukit dan memandang kesebuah lembah di kejauhan.


Dewa Samudra dan Yun Yun serta Dewa Lonceng Kematian yang tiba di tempat itu juga tercengang.


Di kejauhan terlihat bangunan tinggi tinggi menjulang seperti menara yang semuanya ter buat dari pada emas.


"Apakah itu negeri yang hilang itu kak ?"tanya Dewi Amarila sambil menunjuk kearah lembah di kejauhan.


"Aku tidak tahu dan tidak mengerti tentang apa yang kau katakan itu Dewi!" jawab Alex menanggapi pertanyaan dari Dewi Amarila itu.


"Konon dahulu kala,ada sebuah negeri sangat kaya raya,sangkin kaya nya mereka,sehingga bangunan nya saja terbuat dari emas murni, tetapi sangat di sayangkan, banyak negeri negeri lain yang mengincar negeri mereka, hingga pada suatu malam,sebuah cahaya hitam sangat besar menelan negeri itu tanpa tersisa satu pun juga,semenjak itu,tidak lagi terdengar kabar tentang negeri itu hingga kini"Dewi Amarila menjelaskan sebuah cerita kepada sang suami nya itu.


"Maapkan hamba Dewi,sepertinya perkiraan Dewi masuk akal,bisa jadi itu memang negeri yang hilang itu !" Dewa Samudra ikut menyela perkataan dari Dewi Amarila itu.


"Untuk memastikan perkiraan kalian berdua, ayo sekarang kita kesana" kata Alex sambil berjalan menuruni bukit menuju ke lembah di kejauhan itu.


Dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuh, mereka segera berlari menuju ke tempat dimana terlihat bangunan tinggi terbuat dari emas itu.

__ADS_1


Setelah beberapa lamanya mereka berlari, akhirnya merekapun tiba di depan gerbang kota itu.


Gerbang itu terbuka lebar dengan dua orang penjaga gerbang yang duduk dengan terkantuk kantuk di tempat nya.


Ketika melihat Alex dan rombongannya datang, nampak wajah kedua nya seketika menjadi berseru seri.


"Selamat pagi tuan tuan dan nona nona,apa kah kalian ingin masuk kedalam kota ?"tanya penjaga gerbang itu kepada Alex.


"Iya,benar,kami tersesat hingga sampai disini, kami ingin menginap beberapa hari di kota ini, bolehkah ?"Alex balas bertanya kepada penjaga gerbang itu.


"Silahkan tuan tuan, silahkan masuk!"kata penjaga gerbang itu dengan ramah.


Mereka segera berjalan memasuki kota emas itu.


Di sekeliling kota itu di buat tembok beton yang tinggi,sehingga tidak memungkinkan ada seekor binatang buas pun yang bisa masuk.


Ternyata kota ini tidak memiliki satu pun penginapan, meskipun kota ini terlihat sangat padat dan ramai sekali.


Sedangkan rumah makan,sangat banyak bertebaran di mana mana,dari yang kecil hingga yang besar semua ada.


Di sebuah rumah makan yang tidak terlalu sederhana, namun terlihat banyak pengunjungnya, disitulah Alex dan rombongannya makan.


Ketika mereka masuk,dua buah meja langsung terisi penuh oleh mereka.


Di sebelah meja mereka,nampak seorang laki laki muda sekitar usia dua puluh lima an dan seorang laki laki tua kurus sedang makan juga.


"Hari empat saat bintang Jung bersusun empat dan bersamaan dengan bulan purnama empat belas guru,ada apakah kau menanyakan itu?"tanya sang pemuda berbicara pelan namun agak sedikit lebih kencang dari suara gurunya.


"Sst!, pelan kan suara mu, jangan sampai didengar orang,bisa geger,lihatlah di meja sebelah kita itu,bukan kah mereka orang baru di kota ini ?"tanya sang guru lagi sambil memencongkan sudut bibir nya sebagai pengganti telunjuk yang menunjuk kearah meja Alex.


Sang pemuda mengerti dan melirik dengan sudut matanya ke arah meja yang di maksudkan,dan benar,dia melihat orang orang yang baru dia kenal semua nya.


"Kau benar guru,setiap hari kita ke tempat ini,dan baru sekarang saya melihat orang orang ini,hampir seisi kota aku kenal guru,tetapi orang orang ini, aku baru melihatnya !"kata pemuda itu berbisik di telinga sang guru.


Alex yang mendengar percakapan mereka, segera pasang sikap waspada,walaupun dia seolah olah biasa biasa saja.


Rupanya tidaklah terlalu lama,guru dan murid itupun akhirnya pergi setelah selesai membayar harga makanan yang mereka bayar.


Sepeninggal kedua laki laki guru dan murid itu, Alex berbicara kepada Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian.


"Rupanya sudah ada sebagian warga kota ini yang sadar dengan kehadiran kita,apakah tidak pernah ada pendatang yang datang ke kota ini ya,sehingga bila ada pendatang, mereka seperti heboh ?"tanya Alex .


"Tuan,bila benar ini negeri yang hilang itu,maka rasanya tidak mungkin ada yang datang dan pergi dari sini sesuka hati,karena bila ada yang pernah datang kesini,maka kabar tentang negeri yang hilang sudah di ketemukan itu pasti tersebar kemana mana"kata Biksu Mata hati membenarkan junjungan nya.

__ADS_1


Berselang beberapa saat kemudian,mereka selesai makan dan minum, dan setelah membayar harga makanan dan minuman, mereka pun keluar dari rumah makan itu.


Namun belumlah jauh mereka meninggalkan rumah makan itu,di depan mereka nampak empat orang laki laki berpakaian seperti seorang pembesar istana, bersama dengan pemuda yang tadi makan di rumah makan dan gurunya.


"Itulah mereka yang kami maksudkan !"kata laki laki tua guru dari sang pemuda.


Seorang laki laki yang nampaknya memiliki jabatan tertinggi di kota itu maju kedepan, menjura kepada Alex dan rombongannya, "apakah tuan tuan dan nona nona adalah orang baru di kota ini ?" ...


Alex balas menjura pula, "kau benar paman,kami baru saja tiba pagi ini di kota ini,entah bagai mana, sehingga kami bisa tiba ditempat ini"...


"Kalau begitu,kalian ikutilah kami ke istana, karena Raja kami sudah menantikan kalian lama sekali "kata lak laki itu lagi.


"Ada apakah sehingga Raja kalian ingin bertemu kami ?"tanya Dewi Amarila.


"Nanti kalian akan mengetahui nya juga, yang pasti negeri kami membutuhkan bantuan kalian, nanti biarlah sang Raja yang bicara langsung dengan kalian, tidak patut bila saya mendahului sang Raja"jawab laki laki itu.


"Baiklah, baiklah, kami akan ikut kalian"kata Alex menyanggupi untuk memenuhi undangan sang Raja.


Mereka akhirnya mengikuti orang orang yang berpakaian pembesar kerajaan itu ke istana.


Sepanjang perjalanan mereka melihat rumah rumah dengan hiasan terbuat dari emas murni.


Setelah berjalan cukup lama,akhirnya mereka tiba di sebuah gerbang benteng istana yang terbuat dari besi berhias kan emas pula.


Ketika gerbang itu di buka,terlihatlah sebuah halaman istana yang sangat luas berumput dan di sana sini di tumbuhi oleh pohon Tao yang tidak terlalu tinggi namun berbuah banyak.


Di sebelah Utara alun alun atau halaman besar istana itu,berdiri sebuah bangunan istana nan megah bertingkat empat dengan berhiaskan batu permata mutu Manikam.


Di halaman istana itu ada beberapa puluh orang prajurit sedang bertugas menjaga keamanan.


Di teras depan istana itu,nampak sudah berdiri menunggu seorang laki laki setengah tua bersama seorang wanita setengah tua namun masih sangat cantik,sementara di belakang mereka berdiri seorang wanita muda bersama seorang pemuda dan seorang anak kecil,lalu seorang pemuda tampan dan dua orang gadis kembar yang juga cantik jelita itu.


"Selamat datang tuan muda,hamba sudah sekian lama menantikan kedatangan tuan muda,terimakasih sudah bersedia memenuhi undangan kami,ayo silahkan masuk tuan muda "kata laki laki setengah tua itu dengan hormat nya.


Alex segera berjalan mengikuti Langkan laki laki setengah tua itu masuk kedalam istana yang di ikuti oleh semua istri dan pengawalnya.


Di ruang tengah,mereka duduk diatas tikar karpet hijau yang indah.


"Maapkan kami tuan muda, bila sudah mengganggu perjalanan tuan muda beserta rombongan,perkenalkan nama saya Shen Ju Siang, sebagai pemimpin atau Raja di kota ini,sedangkan yang tadi mengundang tuan muda adalah seorang wakil hamba yang bernama Cen Di Dou, saya adalah pemimpin generasi yang ke seratus dari dinasti Shen yang menguasai kota ini tuan muda"kata sang Raja Ju Siang menerangkan.


"Terimakasih atas undangan nya tuan Raja,perkenalkan saya Alexander sebagai pemimpin rombongan ini,dan mereka adalah istri istri saya serta pengawal saya tuan Raja, ada apakah gerangan sehingga tuan Raja berkenan mengundang kami kesini,adakah hal yang bisa kami bantu ?, kami akan membantu apa bila kami bisa membantu " kata Alex sambil mengatupkan kedua telapak tangan nya di depan wajah nya.


Sang Raja beserta kerabat dan keluarganya juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Alex .

__ADS_1


Begitupun dengan para istri Alex beserta para pengawalnya,melakukan hal yang sama untuk menghormat sang Raja.


...****************...


__ADS_2