Mr Matrix

Mr Matrix
Lawan tangguh.


__ADS_3

Tubuh asli sang ksatria utama Ramondher bergerak kearah kiri mendekati tubuh Alex.


Sedangkan Alex, meskipun dapat melihat tubuh asli sang ksatria utama Ramondher bergerak kearah kanannya,tetapi dia pura pura tidak melihat itu semua.


Alex mempersiapkan jurus sembilan langkah Dewa jurus yang ke lima di kombinasi dengan ilmu meringankan tubuh tingkat sempurna,jurus ini sebenarnya menjadi sangat mematikan.


Ketika bayangan tubuh sang ksatria utama bergerak menyerang,Alex menghindar kekiri menjauhi tubuh asli sang ksatria utama Ramondher itu.


Tubuh asli dari ksatria utama Ramondher nampak kesal karena Alex menghindar kekiri bukan kekanan.


Seandainya Alex menghindar kekanan, tentu tubuh asli dari sang ksatria utama Ramondher akan melepaskan jurus pamungkas yang sudah dia persiapkan.


Kembali tubuh bayangan dari ksatria utama Ramondher yang di gerakan oleh pikirannya itu bergerak menyerang kembali.


Kali ini Alex tidak mau buang buang waktu,saat bayangan tubuh sang ksatria utama Ramondher bergerak menyerang Alex,tubuh Alex tiba tiba menghilang dari hadapan bayangan itu,dan muncul kembali seketika itu juga di belakang tubuh asli sang ksatria utama Ramondher sambil mendaratkan serangan dengan seperempat bagian dari tenaga dalamnya.


"Bum!!".


Sebuah ledakan nyaring terdengar membahana di pinggir sungai dangkal itu,hingga menyebabkan air menyembur keatas setinggi pohon.


Tubuh sang ksatria utama Ramondher terbang kedepan sejauh seratus langkah dan nyangsang diatas pohon setelah menerima serangan secara tiba tiba dari belakangnya.


Salah seorang dari sepuluh ksatria utama yang tersisa itu melompat keatas pohon itu untuk mengambil tubuh temannya.


Setelah diturunkan, ternyata tubuhnya sudah tidak bernyawa lagi karena tulang belakang dan tulang rusuknya sudah hancur semua.


Kali ini kedelapan orang sisa dari sepuluh ksatria utama itu melompat kearah Alex dengan serangan bertenaga maksimal mereka.


Namun sekali lagi,tubuh Alex seperti hilang sirna begitu saja dan diwaktu yang sama sudah berada di tempat lain sambil melakukan serangan balasan.


Seperti sudah terlatih menyerang dengan mengeroyok musuh,kedelapan orang sisa dari sepuluh ksatria utama itu bergerak harmonis mengapung tubuh Alex.


Kemanapun Alex bergerak,melainkan kedelapan orang itu pasti akan mengepungnya kembali.


Akhirnya Alex meningkatkan Tanaga dalamnya untuk bergerak sesuai dengan jurus sembilan langkah Dewa itu.


Hingga pada satu kesempatan,di saat delapan orang ksatria itu bergerak mengepung tubuh Alex,maka dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh mata,Alex bergerak kedepan salah seorang pengeroyok yang terlihat sangat tidak siap.


"Bum!!".


satu ledakan kembali terdengar,dan salah satu tubuh dari delapan orang ksatria utama itu terlempar hingga keseberang sungai dengan kondisi batok kepala yang sudah rengkah dan sudah tidak bernyawa lagi.


Kini ketujuh orang yang tersisa itu seakan tidak lagi memperdulikan keadaan mereka sendiri, kemarahan dan dendam menutupi semua mata dan akal sehat mereka.


Kini ketujuh orang ksatria utama yang masih tersisa itu,seperti bukan seorang pendekar lagi, menyerang dengan menggunakan nafsu membunuh,bukan dengan pertimbangan akal yang matang lagi.


Alex kian meningkatkan kecepatan gerakannya dalam menghindar dan menyerang lawannya, hingga pada suatu kesempatan,


"Bum!!".


Kembali sebuah ledakan terdengar menggema di pinggir sungai dangkal itu,dan seorang ksatria utama kembali tumbang ketanah diam untuk selama lamanya.


Kini tinggal enam orang lagi yang tersisa dari sepuluh orang ksatria utama Sumeon itu.


Ketika tersisa cuma enam orang lagi yang masih hidup,dari arah kereta,melompat ketengah arena pertarungan empat orang Dewi utama sambil menyerang kearah Alex.


Namun sebelum serangan mereka sampai,sebuah tenaga sangat besar menahannya dan menjadikan serangan keempat Dewi utama itu berbalik ke arah mereka sendiri.


"Hei siapa kau yang membokong diam diam,sungguh pengecut"umpat salah satu dari ke empat Dewi utama itu.


"Membokong bagai mana,bukankah kau yang berusaha membokong suamiku,dan aku cuma mengimbangi serangan mu saja"jawab Dewi muyimaeva.


"Kurang ajar kau, terimalah serangan ku ini"kata wanita cantik itu sambil mengarahkan serangan kepada Dewi muyimaeva.


Sementara itu ketiga Dewi lainnya terus ikut mengeroyok Alex bersama keenam ksatria utama yang tersisa.


pertarungan kembali terjadi dengan serunya antara Alex melawan enam ksatria utama dan tiga Dewi utama.

__ADS_1


Alex terus meningkatkan kecepatan gerakannya, hingga yang tampak cuma tubuhnya yang berpindah kesana kemari seperti menembus dimensi saja layaknya.


Hingga pada satu kesempatan,


"Bum!!".


Kembali sebuah ledakan terdengar ketika satu serangan dari Alex menghantam telak kepada salah seorang ksatria utama.


Tubuh sang ksatria utama melayang membumbung tinggi dan jatuh di depan sang Ratu Helena.


Sedangkan pertarungan antara Dewi muyimaeva dan salah seorang dari empat Dewi utama juga berlangsung seru.


karena pada dasarnya sang Dewi lebih berwelas asih ketimbang sang suaminya,maka dia sangat membatasi tenaga yang dikeluarkannya.


Hingga pada suatu kesempatan,ketika lawannya menyerang Dewi muyimaeva dengan serangan beruntun menggunakan tenaga penuh,sang Dewi menerima benturan tenaga itu dengan seperdelapan dari tenaga dalamnya saja.


"Bum!!".


kembali satu ledakan terdengar hasil dari pertemuan dua tenaga dalam tinggi itu.


Tubuh Dewi muyimaeva bergetar hebat,tangannya sampai kesemutan sesaat,sedangkan lawannya terlempar kebelakang hingga sepuluh langkah jauhnya.


Dari mulut wanita cantik itu mengalir beberapa gumpal darah segar,yang menandakan bahwa wanita itu sedang mengalami luka dalam cukup serius.


Melihat akan hal itu, ketiga temannya yang ikut mengeroyok Alex berpindah kearah pertarungan antara Dewi muyimaeva dan empat Dewi utama yang terluka tadi.


Pertarungan kembali terjadi antara Alex melawan lima orang ksatria utama yang masih tersisa dan Dewi muyimaeva melawan tiga orang Dewi yang tersisa dari empat Dewi utama.


Alex yang bergerak dengan lincah dan tidak bisa diikuti oleh mata itu membuat lima orang ksatria utama yang masih tersisa itu menjadi kalang kabut,hingga pada satu kesempatan,


"Bum!!".


Kembali terdengar sebuah ledakan di tepi sungai itu.


Salah seorang dari tujuh ksatria utama itu tumbang bersimbah darah terkena hantaman dari Alex dengan telak.


Kini tinggal empat orang ksatria utama yang tersisa dari sepuluh orang semuanya.


Sang Ratu Helena yang melihat sepuluh ksatria utamanya kini tinggal empat orang saja dan empat orang Dewi utamanya itu kini tinggal dua orang saja lagi, segera bangkit dan bergerak mendekati kearah Alex.


"Berhenti!!,mundurlah kalian semua,biarkan aku yang akan melawannya", kata sang Ratu itu menyuruh semua pengawalnya untuk mundur.


Ketika semua pengawal sang Ratu mundur semua,Dewi muyimaeva juga mengambil sikap mundur mendekati tiga orang saudaranya yang lain.


"Kau sudah membunuhi banyak pengawal utama ku,kau harus membayarnya dengan sangat mahal sekali"kata sang Ratu kepada Alex.


Alex tersenyum melihat kearah sang Ratu itu, "aku sudah meminta secara baik baik,bahkan aku memohon untuk memberikan kami jalan untuk lewat,tetapi pengawal mu terlalu merasa paling hebat,paling segalanya, sehingga tidak mau memandang orang lain dengan setara,mereka merasa memiliki jabatan tinggi,lalu dengan sombongnya menatap orang lain dengan hina dan merendahkan"...


"Apakah aku memerlukan pendapat mu?,atau saran dari mu?,apakah kau sudah memikirkan siapa diri mu dan siapa aku,seribu kali omongan mu benar,orang tidak akan perduli,tetapi sekali saja aku bicara,orang akan membenarkannya meskipun yang kukatakan salah"kata Ratu Helena kepada Alex.


Diam diam Alex memang mengakuinya,bahwa di dunia ini berlaku hukum seperti itu secara tidak langsung.


Kata kata dari seorang yang memiliki jabatan seperti aturan meski salah dan ngawur,tetapi kata kata dari orang biasa meski sebenar apapun juga,tak akan di gubris oleh orang lain.


"Aku tahu bahwa kata kata dari mu adalah aturan yang harus ditaati oleh orang lain meskipun salah,dan kata kata dari orang biasa tidak akan digubris oleh orang lain meskipun itu benar,tetapi itu bagi orang lain,bukan bagi ku,aku tidak perduli meski pun dia Dewa langit sekalipun,bila dia salah,maka tetap salah di hadapan ku"jawab Alex.


"Ho ho,kau sangat yakin dengan kata kata mu,apakah kau bisa meyakinkan aku bahwa kata katamu bukan cuma bualan seorang pemuda penghayal belaka"tanya Ratu Helena dengan sinisnya.


"Tentu saja aku tidak mampu karena kekuatanmu sudah melebihi kuatnya seorang Dewi,kehebatan mu melebihi hebatnya Kaisar Dewa sekalipun, tetapi sebagai seorang lelaki,itulah prinsip hidupku yang tidak akan ku ubah walau apapun resikonya"kata Alex agak menyindir sang Ratu


"Kata kata mu pedas dikuping ku,aku tidak setinggi dan sehebat apa yang kau sebutkan itu,tetapi kalau cuma untuk menyumbat mulut seorang pemuda sombong seperti mu,tidak sulit bagiku"kembali Ratu Helena menyahut omongan Alex.


"Kalau begitu mengapa tidak di buktikan saja dari pada repot ngomong kesana sini menghamburkan energi dengan membual saja" Alex sengaja memprovokasi perasaan hati sang Ratu itu.


Muka sang Ratu Helena kini nampak merah padam menahan amarah di dalam hatinya.


"Jadi kau anggap aku membual?janganlah menyesal pemuda, berhati hatilah kau sekarang"kata sang Ratu sambil mempersiapkan serangannya kepada Alex.

__ADS_1


Sang Ratu bergerak dengan kecepatan sangat luar biasa cepat dan tenaga yang besar pula.


Sedangkan Alex juga menggunakan hampir seluruh tenaganya untuk bergerak kesana kemari mempergunakan jurus sembilan langkah Dewa milik nya.


Kini kedua orang itu bergerak terlihat cuma dua buah cahaya yang saling berkejar-kejaran, kadang saling berbenturan sehingga menimbulkan suara dentuman yang nyaring.


Beberapa kali terjadi benturan dua tenaga besar terjadi, menyebabkan tanah bergetar sesaat dan air sungai dangkal itu muncrat keudara setinggi pohon kayu.


Tubuh Alex dan tubuh Ratu Helena sama sama terjajar kebelakang sejauh tujuh tindak.


Kini Keduanya kembali meningkatkan kekuatan mereka masing masing, secara bertahap.


Kilatan kilatan cahaya kembali terjadi saling kejar saling susul dan saling tabrak.


Ketika terjadi tabrakan kembali antara dua energi besar itu,suara dentuman besar kembali terdengar mengguncang daerah sekitar itu.


Tubuh keduanya sama sama terjajar kebelakang sejauh sepuluh tindak.


Alex kembali mempergunakan jurus sembilan langkah Dewa tingkat keenam di tambah dengan ilmu meringankan tubuh tingkat sempurnanya.


Sedangkan sang Ratu juga tidak mau kalah,dia meningkatkan serangannya kelevel berikutnya di imbangi dengan pengerahan tenaga dalam yang tinggi.


Kembali keduanya saling serang seperti dua cahaya yang saling serang saling jegal,dan saling hantam dengan serunya.


Dewi muyimaeva dan Dewi Ginantari membuat kubah gaib perlindungan untuk kedua saudaranya itu agar tidak terkena imbas dari serangan yang dilancarkan oleh Alex maupun sang Ratu Helena.


Kini Alex telah mengerahkan setengah dari tenaga dalamnya untuk menyerang kearah sang Ratu.


Sedangkan sang Ratu juga mengerahkan setengah dari tenaga dalamnya untuk menyerang kearah Alex.


Kilatan cahaya putih dan biru kembali saling hantam,saling jegal dan akhirnya saling tubruk.


Kembali terdengar dentuman nyaring menggema di tepi sungai dangkal itu,saat dua energi sangat besar saling berbenturan.


Kali ini suaranya sangat nyaring sehingga tanah berguncang hebat dan pohon pohon bertumbangan.


Tubuh Alex dan tubuh sang Ratu sama sama terpental sejauh lima belas tindak kebelakang dan jatuh jumpalitan diatas tanah.


Dewi muyimaeva melompat kearah sang suami yang jumpalitan ditanah.


Alex berusaha berdiri di bantu istrinya,beberapa tetes darah mengalir dari bibirnya.


Sementara itu dengan sang Ratu juga mengalami nasip yang sama dengan Alex.


Dari sela bibirnya juga mengalir darah segar pertanda dia juga mengalami luka dalam lumayan serius.


Dibantu oleh dua orang pengawal pribadinya, Ratu Helena bangkit berdiri sambil berjalan terhuyung huyung.


Dua orang Dewi yang masih tersisa dari empat orang Dewi utama itu memapah sang Ratu dari kiri dan kanannya.


Mereka mendudukkan sang ratu di atas rerumputan tidak jauh dari pinggir sungai itu.


Sang Ratu duduk bersila diatas rumput sambil mengumpulkan hawa murni.


Sedangkan Alex,sambil di gandeng oleh Dewi muyimaeva,diam diam sang Dewi menyalurkan hawa murni ketubuh sang suami.


Akhirnya ketika dia bisa berdiri dengan sempurna, tenaganya sudah pulih kembali seperti semula.


Dewi muyimaeva memasukan sebutir pil penyembuh luka dalam kedalam mulut Alex, sambil menyeka sisa darah yang mengalir di bibir suaminya itu.


Sang Ratu Helena bangkit berdiri setelah beberapa saat duduk menghimpun hawa murni,lalu memasukan sebutir pil penyembuh luka dalam kedalam mulutnya.


"Pergilah,kau boleh meneruskan perjalanan mu sekarang ,atau kalau kau belum puas,kau boleh mengambil nyawa ku"kata sang Ratu Helena kepada Alex.


"Tidak ada yang harus menjadi korban sia sia lagi,kau salah satu wanita paling tangguh yang pernah ku temui, semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu bukan sebagai musuh"kata Alex sambil melompat keatas kudanya.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali dengan menyeberangi sungai dangkal itu.

__ADS_1


Berbagai perasaan berkecamuk di dalam hati sang Ratu yang cuma dia sendiri yang mengetahuinya.


*********


__ADS_2