Mr Matrix

Mr Matrix
Bunga teratai hitam.


__ADS_3

Putri Chu annchi memandang Alex dengan tatapan menyelidiki, seakan langsung masuk kedalam relung kalbu nya.


"pertama saya mau bertanya kepada tuan, apakah tuan tahu mengenai teratai hitam itu?"tanya putri Annchi sambil menatap kearah Alex.


Alex menghela nafas panjang, "saya tidak mengetahui dengan jelas, seperti apa bentuk bunga teratai hitam itu"...


"Yang kedua,saya mau melihat siapa yang sedang sakit itu"kata putri Annchi kembali.


"Yang sakit itu istri saya,dan saya bisa membawa tuan putri sekarang juga melihat istri hamba"kata Alex.


"Baiklah tuan,bawa saya sekarang juga melihatnya"kata putri Annchi kepada Alex.


Alex menyentuh batu permata biru di tengah gelang nya,dan tiba tiba sebuah portal terlihat.


Alex dan putri Annchi memasuki portal itu tanpa ragu ragu.


Setelah sampai di Dunia dimensi milik Alex,putri Annchi sangat takjub melihat pemandangan sekelilingnya,apa lagi melihat sebuah rumah mirip Istana berdiri di dekat telaga,dengan pohon pohon beraneka ragam berjejer di sekeliling Istana itu.


Tercekat lah sang putri Annchi saat mareka memasuki sebuah kamar tidur,diatas tempat tidur, terbaring dua orang wanita cantik dengan muka pucat pasi dan bibir agak membiru.


"putri Lin,putri Si,ini aku datang,aku membawa pemilik bunga teratai hitam kesini,semoga beliau berbelas kasihan kepada kita"suara Alex bergetar menahan gejolak di dalam hatinya.


Sangkin bergetar nya suara Alex,sehingga putri Annchi sendiri jadi menoleh kearah nya,ia sempat melihat dua air bening mengalir di pipi pemuda tampan itu.


Putri Giok Lin Dan putri Kwan si membuka matanya,seulas senyum terukir di bibir mareka yang sudah membiru itu.


"Tidak usah memaksakan diri kakak, bila memang tidak bisa mendapatkan bunga itu,sudahlah,kami sudah ikhlas kok,mungkin takdir kita tidak bisa bersama lebih lama lagi,maapkan kami belum bisa menjadi istri yang berbakti"kata putri Giok Lin lirih.


Meski bibirnya berusaha tersenyum,tetapi air matanya tetap mengalir juga.


Masa kebersamaan yang terasa sangat pendek itu,seandainya bisa meminta,maka dia ingin lebih lama lagi.


"sudahlah kakak,kakak berdua pasti akan sembuh"kata putri Annchi sambil menghapus air mata kedua orang putri cantik itu,lalu berkata pada Alex, "bisakah tuan tinggalkan saya sebentar,saya ingin berbicara dengan kedua putri"...


Tanpa bicara lagi,Alex bangkit keluar dari ruangan itu, meninggalkan putri Annchi bersama kedua orang istrinya.


Alex duduk di ruangan tengah rumahnya, pikirannya melayang kesana kemari.


Hingga beberapa saat lamanya,ia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh putri Annchi dengan kedua istrinya.


Hingga akhirnya pintu kamar pun terbuka,dari dalam kamar keluar putri Annchi dengan senyum manis nya.


Memang dari segi usia,putri ini masih sangat belia,yaitu enam belas tahun,tetapi dari segi kedewasaan berpikir, dia bisa diandalkan.


Bahkan tidak jarang ayahanda nya meminta pendapatnya.


"Tuan,marilah kita kembali menghadap Kaisar "kata putri Annchi di pintu kamar.


Alex kembali membuka portal untuk kembali ke dunia luar,dan di Dunia luar ternyata mareka pergi baru sesaat saja.


Kaisar menyambut putrinya dengan senyum ramah.


"Bagai mana putri ku,bagai mana pendapat mu?"tanya kaisar.

__ADS_1


"Aku sudah melihat kedua istrinya yang sedang sekarat, seandainya tidak ditolong,mungkin besok atau lusa akan meninggal ayah,dan kita akan termasuk orang yang membunuh nya"kata putri Annchi dengan mata yang berkaca kaca.


"lalu bagai mana sikap mu putri ku?"tanya Kaisar lagi.


"Aku akan memberikan teratai hitam ku,tetapi dengan sarat"kata putri Annchi menjelaskan kepada ayahanda nya.


Kaisar menoleh kearah Alex,lalu bertanya, "apakah kau bersedia memenuhi sarat dari putri ku?"...


Alex langsung meng anggukan kepalanya, "hamba bersedia memenuhi apapun sarat dari tuan putri,asalkan saya bisa melakukannya" jawab Alex.


"Tuan pasti bisa memenuhi sarat dari saya,sarat yang harus tuan penuhi sebelum saya memberikan teratai hitam milik saya kepada tuan,yaitu, tuan harus bersedia menikahi saya" kata putri Annchi sambil menunduk,sedang pipinya kini merah merona.


"Me,,,nikah?,bagai mana mungkin?,kenapa saya harus menikah demi sekuntum bunga?" tanya Alex bingung.


"Kenapa?,kalau tuan mau tahu jawabannya,ikuti saya tuan"kata putri Annchi kepada Alex sambil berjalan kearah sebuah ruangan.


Alex menoleh pada Kaisar,namun Kaisar menganggukkan kepala nya,tanda memberi ijin.


Alex dan putri Annchi memasuki sebuah ruangan yang ternyata sebuah perpustakaan itu.


Disana sangat banyak terdapat buku buku bermacam ragam judul.


Putri Annchi mengambil sebuah buku tipis terbuat dari kulit hewan yang dibuat setipis mungkin, dan di sampul luar tertulis "Kisah teratai hitam".


Putri Annchi menyerahkan buku itu kepada Alex, "bacalah buku ini,agar tuan tahu apa sebenarnya bunga teratai hitam yang tumbuh di tengah telaga itu,dan bagaimana ritual penyembuhan nya"kata putri Annchi sambil duduk disebuah kursi.


Alex pun duduk pula sambil memulai membaca buku tua itu.


Bermula puluhan ribu tahun yang lalu,seorang gadis dari ras Bidadari yang memiliki ilmu pengobatan tingkat Dewi itu bernama Bidadari teratai hitam.


Konon bidadari ini mempunyai ke istimewaan khusus,yaitu di bawah pusarnya ada tanda lahir berbentuk bunga teratai berwarna hitam,dan mempunyai khasiat khusus,yaitu bisa mengobati racun yang sudah tidak ada obat penawarnya.


Apabila yang terkena racun itu laki laki,maka cara mengobatinya adalah dengan mengawini si bidadari, tetapi bila yang sakit itu perempuan, maka suami si sakit yang mengawini si bidadari dan menularkan khasiat bunga teratai hitam itu lewat perkawinan pula.


Mulai saat itu,teratai hitam itu akan menghinggapi setiap keturunan perempuan dari bidadari teratai hitam tadi.


Jadi sebenarnya teratai hitam cuma simbol keperawanan dari keturunan bidadari teratai hitam turun temurun,bukan bunga teratai secara harafiah.


"Bagai mana tuan, apakah sekarang tuan mengerti apa itu teratai hitam sebenarnya?"tanya putri Annchi.


Alex menganggukkan kepalanya,tanda mengerti, "saya mengerti putri,saya tidak menolak pernikahan itu,dan saya juga tidak mengerti kalau teratai hitam itu bukan bunga teratai seperti imajinasi saya,tetapi saya cuma petualang yang tidak memiliki tempat yang pasti untuk singgah,lagi pula saya sudah memiliki dua orang istri tuan putri"jawab Alex.


"itu semua terserah tuan,bila tuan sayang sama istri tuan,kawini saya,saya tentu saja tidak akan memberikannya pada orang lain yang bukan suami saya,saya orang baik baik dan keturunan orang baik baik tuan"kata putri Annchi sambil berdiri, "bagai mana tuan,keputusan tuan menentukan hidup mati kedua istri tuan,setiap saat sangat berarti tuan"...


"Baiklah,baiklah,saya bersedia"kata Alex tanpa berpikir lagi,baginya keselamatan kedua orang istrinya diatas segala gala nya.


Akhirnya mareka keluar dari ruang perpustakaan menuju tempat Kaisar menunggu mareka.


"Bagai mana putri ku,apakah sudah selesai?"tanya Kaisar.


Putri Annchi mengangguk sambil tertunduk malu, "aku tidak menyalahkan sikap kakak kakak ku,karena kebanggaan seorang wanita adalah mempersembahkan mahkotanya untuk sang suami ayahanda, seandainya bunga teratai yang dimaksud adalah bunga teratai biasa yang tumbuh di danau,atau di telaga seperti teratai pada umumnya,tentu kakak kakak ku semua dengan senang hati memberikan,tetapi ini lain,telaga yang lain ayahanda,telaga yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain sang suaminya,jadi ananda mau memberikan bunga teratai itu asalkan resmi menurut hukum Tuhan dan hukum Kaisar".kata putri Annchi.


Kaisar tersenyum bahagia,putrinya ini biarpun paling bungsu,tetapi pikirannya setara dengan kakaknya sang pangeran yang sudah berusia tiga puluh tahun.

__ADS_1


Kaisar memandang ke arah Alex dan bertanya, "bagai mana dengan mu anak muda,apakah kau bersedia?"


"Hamba bersedia Kaisar,hamba akan menikahi putri Annchi terlebih dahulu"jawab Alex.


"Tetapi tuan",sela putri Annchi lagi, "maukah tuan berjanji pada saya dan ayahanda Kaisar, setelah menikah, tuan tidak akan meninggalkan saya,tuan akan mengajak saya kemanapun kalian pergi seperti kedua kakak itu?"tanya nya.


"Tentu saja saya berjanji tidak akan menyia nyiakan putri,dan akan selalu bersama kemana saja saya pergi"kata Alex.


Maka demikianlah,karena putri Annchi mengetahui terbatasnya waktu yang dimiliki kedua istri Alex, maka hari itu juga pernikahan dadakan itu di laksanakan di Istana Kaisar Chu Shao sheng.


Malam harinya,ritual penyembuhan pun dilakukan,putri Giok Lin Dan putri Kwan si di keluarkan dari Dunia dimensi dan di baringkan di atas tempat tidur di kamar pengantin bersama putri Annchi,dan ritual pun di mulai dari tubuh putri Annchi ke tubuh Putri Giok Lin,kemudian dari tubuh putri Annchi ke tubuh putri Kwan si.


Pagi hari ke tiga setelah ritual tiga hari tiga malam di lakukan tanpa henti,berhenti cuma ketika mareka mengisi perut saja.


Saat bangun pagi pada siang harinya,Alex tidak mendapati seorang pun didalam kamarnya.


Dengan tubuh yang letih luar biasa,Alex duduk bersila diatas tempat tidur,menghimpun hawa murni untuk memulihkan tenaganya,kemudian meminum obat penambah stamina tubuh,Alex ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian,Alex keluar kamar,bertanya kepada pelayan dimana istri istrinya.


Setelah mengetahui bahwa ketiga istrinya sedang berada di taman belakang istana,maka Alex segera menuju taman belakang Istana diantar oleh seorang pelayan.


Di taman belakang Istana itu telah berkumpul ketiga orang istrinya bercengkrama sambil bercanda gurau.


Melihat Alex datang,ketiga wanita cantik itu langsung berdiri,sedangkan putri Annchi menunduk dengan pipi merah merona karena masih malu.


Sedangkan putri Giok Lin Dan putri Kwan si,nampak segar bugar seperti sediakala sebelum kena racun jamur jari iblis.


"Bagai mana keadaan kalian?,apakah sudah sehat?"tanya Alex bahagia melihat kedua istrinya kembali sehat seperti sedia kala.


"Kami sekarang sudah sehat kakak,kata adik Annchi,kini tidak ada lagi racun yang bisa mencelakakan kita karena bunga teratai hitam itu telah terserap kedalam tubuh kita"kata putri Giok Lin


Alex memandang putri Annchi,lalu memegang kedua tangan nya, "terimakasih putri,kau sudah menyelamatkan kedua istri ku,mulai sekarang kau bagian dari hidup kami,bersama kita arungi semesta raya ini, kita jemput takdir kita"...


Putri Annchi menempelkan kepalanya di dada Alex sementara tangan kanan dan kirinya memeluk putri Giok Lin Dan putri Kwan si,inilah lelaki yang sering hadir disetiap mimpinya dulu,yang datang menyapa hampir disetiap malam,ternyata kini benar benar hadir di kenyataan hidup nya.


"Apakah masih ada yang dirasakan sakit?" kini Alex bertanya kepada putri Kwan si.


"Saya sudah sehat kakak, terimakasih ya kak atas upaya yang kakak lakukan demi kesehatan kami"kata putri Kwan si,sifat manjanya kini mulai muncul kembali.


Alex kembali memandang ke wajah putri Annchi,mengangkat dagunya agar tidak menunduk, "apakah kau tidak keberatan bila kita jalan jalan menikmati kota raja yang ramai ini,?"tanya Alex.


"Kalau kakak menghendaki seperti itu, baiklah,kami akan bersiap,,,ayo kakak kita bersiap"putri Annchi menarik tangan kedua madunya itu ke kamarnya untuk bersiap siap.


Ketiga putri yang memang sudah cantik jelita itu,kini nampak sempurna dengan dandanan mareka.


Pagi itu mareka berjalan jalan di kota raja Jiang se yang selalu penuh dengan hiruk pikuknya manusia yang berlalu lalang itu.


Kini hari hari Alex terasa berwarna kembali,tidak sia sia perjuangannya hingga sampai ke Dunia para Bidadari ini,Dunia yang di penuhi dengan kecantikan dan ketampanan ini.


********


Terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


Dukung terus dan mohon like nya biar tambah semangat lagi.


__ADS_2