Mr Matrix

Mr Matrix
Bara di Bumi Angkara bagian dua.


__ADS_3

Ketika sedang asik menikmati air kelapa muda yang dijajakan seorang pemuda dengan bergerobak,tiba tiba dari kejauhan terlihat barisan prajurit sebanyak empat ratus orang prajurit yang dipimpin oleh seorang jendral sedang berjalan kearah mereka.


Melihat hal itu,Alex segera menyuruh putri Annchi membayar harga minuman kelapa muda itu,lalu bergegas pergi kearah tengah alun alun kota raja itu untuk menghindari korban yang tidak perlu.


Melihat Alex yang seolah lari dari mereka,para prajurit itupun bersorak Sorai sambil berlari mengejar kearah Alex.


"Regu panah siap!"teriak sang jendral.


Limapuluh orang regu panah bersiap siaga dengan busur panah yang sudah siap dan tali senar yang sudah di tarik dan anak panah siap dilepaskan.


"Tembak!!"terdengar lagi aba aba dari sang jendral.


Limapuluh anak panah melesat dari busurnya seperti hujan menghantam kearah Alex.


Setelah anak panah itu sudah dekat,Alex menggerakkan tangannya melepaskan pukulan jarak jauhnya kearah panah itu.


Limapuluh anak panah itu berbalik arah menuju kearah sang pemanahnya sendiri.


Terdengar jeritan hiruk pikuk ketika anak panah itu kembali kepada yang empunya dan menembus tubuh mereka sendiri.


Limapuluh orang tumbang seketika tertembus panah mereka sendiri.


"Serang!,serang!"kembali terdengar komando dari sang jendral kepada para prajurit nya.


Tiga ratus lima puluh orang prajurit menyerbu kearah Alex dan istrinya seperti air bah.


Alex dan kedua istrinya mengeluarkan pedang cahaya nya dan membabatkan ke arah para prajurit yang sedang berlarian kearah mereka.


Pedang yang bisa memanjang dan memendek sesuai dengan kehendak hati itupun membuat barisan prajurit menjadi porak poranda tidak karuan.


Sekali diayunkan,puluhan orang prajurit pun tumbang dengan tubuh yang putus terpotong menjadi dua bagian.


Melihat prajurit nya tinggal beberapa puluh orang saja lagi,sang jendral melompat kearah Alex sambil melepaskan serangan jarak jauh nya.


Dengan gesitnya Alex menghindar kesamping kiri sambil mengayunkan pedang cahaya ditangan nya kearah para prajurit itu,dan beberapa orang kembali tumbang ketanah dengan bagian tubuh yang terpotong menjadi dua bagian.


Kemurkaan sang jendral bukan main melihat prajurit nya kini tinggal segelintir orang saja lagi.


Dengan kekuatan maksimalnya,sang jendral Li Kai Fu melepaskan pukulan jarak jauhnya kearah Alex.


Kembali Alex berkelit kesamping kanan sambil membalas serangan jarak jauh itu seadanya.


Alex melemparkan pedang cahaya ditangannya kearah seorang yang sangat dekat dengan nya.


Pedang itu melesat menembus tubuh prajurit itu dan menghilang di udara.


Memang pedang cahaya ini apa bila terlepas dari genggaman sang pemiliknya,dalam beberapa saat dia akan lenyap diudara kembali ke asalnya ditubuh sang pemiliknya.


Kini Alex berhadapan langsung dengan sang jendral Lau Kai Fu yang tangguh dan sakti ini.


Jendral inilah yang telah mengalahkan pasukan Seng Xiu Huan dan memaksa sang pangeran turun tahta setelah sang jendral andalannya tewas ditangan sang jendral Lau Kai Fu.


Jendral Lau Kai Fu sejati nya adalah jendral yang diangkat oleh Kaisar Dewa cahaya sendiri, tetapi karena bujuk rayuan dari sang selir Liang Yuen atas suruhan sang kakaknya.

__ADS_1


Karena skandal itulah maka sang jendral yang asalnya sangat setia kepada sang Kaisar itu menjadi berbalik arah menghianati nya.


Bahkan baru sekarang rahasia besar itu terbongkar jika sang kaisar sekarang adalah putra dari sang jendral hasil selingkuhnya.


Hal itu dikatakan oleh Liang Tian ketika berhasil meracuni Kaisar Dewa cahaya dengan liciknya.


Hal itulah yang membuat hati sang Kaisar Dewa cahaya menjadi hancur, selama ini dia selalu memanjakan sang selir dan putranya dengan berbagai kemewahan dan jabatan yang tinggi,tetapi ternyata cuma kebohongan yang dia dapatkan.


Beberapa kali sang jendral Lau Kai Fu menyerang kearah Alex dengan serangan mematikan,tetapi dengan mudahnya Alex menghindarinya serta balas menyerangnya pula.


Jual beli pukulan sudah berlangsung beberapa jurus,tetapi Alex masih belum mau menjatuhkan sang jendral itu.


Akhirnya sang jendral meningkatkan kekuatan pukulannya ke batas maksimalnya,sekujur tubuhnya kini sudah memijat berwarna kuning.


Alex tahu itu epek dari jurus api tingkat empat dari sang jendral Lau Kai Fu.


Sambil bergerak menyongsong serangan itu,Alex menerapkan jurus api illahi tingkat limanya dengan dorongan seperempat dari energinya.


"Bum!!".


Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema hasil benturan dua tenaga api tingkat tinggi itu.


tubuh Alex bergetar beberapa saat,sedangkan tubuh sang jendral terpelanting hingga beberapa puluh tindak ke belakang dengan kondisi sudah tidak bisa lagi dikenali.


Seluruh tubuh sang jendral kini sudah hangus menjadi arang dan nyawanya pun terbang mempertanggung jawabkan perbuatannya selama ini di hadapan Dewa Neraka.


Sedangkan sisa prajuritnya tidak ada satupun yang selamat, semuanya tewas menyusul sang jendral nya itu.


Sore berubah mendung di istana Kaisar Tai pho,empatratus orang prajurit bersama seorang jendral terkuatnya telah tewas di tangan musuh musuh mereka.


Saat sang Ratu Liang Yuen berkunjung, alangkah terkejutnya dia mendapati sang kakak sudah bersiap untuk berangkat pergi.


"Kakak,apa artinya semua ini?"tanya Ratu Liang Yuen kepada kakaknya.


"Artinya?,heh artinya ya?, artinya aku akan pergi sejauh jauhnya dari jangkauan Kaisar Dewa cahaya,membawa semua kekayaan ku yang tidak bisa ku habiskan walau tujuh turunan,silahkan kalian anak beranak menantikan sang kaisar Dewa cahaya untuk memancung leher kalian berdua,aku tidak Sudi menyerahkan hasil kerja ku selama ini kepada siapapun juga,jangan lagi mengikuti ku"kata penasihat agung Liang Tian.


"Kakak,engkau yang mengatur semua ini,engkau pula yang menjadikan aku seperti ini,tega sekali kau setelah menjerumuskan aku,kini bermaksut meninggalkan aku sendirian setelah segalanya kau dapati, sungguh biadab dirimu kak"ratap Ratu Liang Yuen kepada sang kakak.


"Biadab?,apakah aku yang biadab atau kau yang biadab dik,kau dipungut dari sampah oleh sang Kaisar,tetapi apa balasan mu?,kau khianati sang kaisar dengan berselingkuh dengan sang jendral itu, aku cuma berusaha memanfaatkan suasana dan keadaan saja,apa itu salah?,lalu kelakuan mu kah yang benar?"tanya Liang Tian keras kepada adiknya itu.


Liang Yuen melangkah keluar dari kediaman sang kakak dengan menundukkan kepalanya.


Kini kepada siapa lagi dia minta perlindungan,sang jendral telah meninggal, prajurit istana pun kini tinggal enam ratus orang saja,itupun dengan jiwa dan semangat yang sudah mati.


Semua berawal dari ketidakpuasan mendapatkan dunia,dan menghendaki dunia yang lebih besar lagi.


Dahulu dia mengemis dipinggir jalan dan kadang kadang menipu orang bersama sang kakak untuk bertahan hidup.


Tatkala dia mendapatkan kehidupan yang layak setelah dipungut oleh sang kaisar sebagai selir,nafsu ingin mendapatkan yang lebih pun muncul pula.


Dari ketidakpuasan menjadi selir,timbul niat dihatinya untuk menjadi permaisuri,hingga terlintas niat menjadi ratu.


Akhirnya dengan jalan merayu sang jendral tangguh itu menjadi kekasihnya,hingga membuahkan seorang putra,dan akhirnya diperalat oleh sang kakak liang Tian untuk mencapai maksud terselubung sang kakak.

__ADS_1


Sesampainya di istana, sang Ratu Liang Yuen terduduk lemas di kursinya.


Air matanya menetes satu demi satu,menyesali apa yang telah dia lakukan,cuma karena sang Kaisar sudah tua,dia tergoda dengan pemuda gagah berpangkat jendral saat itu.


Inilah realita kehidupan, salah langkah diawal, berakibat sesal belakangan.


Hidup tidak bisa diputar balik ke awal kembali,lalu diulang dan diperbaiki.


Hidup akan terus berjalan dan tetap berlalu,tidak perduli kita berbuat kebajikan atau kejahatan, menyesali atau menikmati.


Memang tepat orang bijak berkata,berpikir seribu kali dan bertindak sekali jauh lebih baik ketimbang bertindak sekali menyesal beribu kali.


Sore belumlah lagi menjadi gelap,dan matahari masih tinggi sepenggalah di ufuk barat,ketika enam buah kereta kuda beriringan meninggalkan gerbang kota raja dikawal sejumlah pengawal kelas satu.


Namun belumlah lama mereka meninggalkan gerbang kota,tepat diperbatasan kota dan hutan,dua kelebatan bayangan putih dan satu bayangan hijau berkelebat dengan sangat cepatnya sehingga tidak ada Maya manusia yang mampu menangkap kelebatan cahaya itu apa.


Tahu tahu puluhan pengawal kelas satu itu telah tewas semua dengan leher terputus.


Yang lebih membingungkan adalah, semua penumpang kereta itu telah tewas dengan leher terputus.


penasihat Liang Tian bersama semua istri,anak dan cucu cucunya tewas.


Serta seluruh harta bawaan mereka raib semuanya,baik yang sudah dimasukan dalam beberapa cincin ruang penyimpanan dan dimasukan lagi dalam satu cincin,ataupun yang dipakai dan dibawa anggota keluarga lainnya,semuanya raib entah kemana.


Kegemparan kembali terjadi di istana setelah beberapa prajurit datang membawa jenazah penasihat agung Liang Tian beserta keluarganya serta pengawal kelas satunya yang semuanya tewas dengan leher yang terputus.


Sang Kaisar tidak bisa berbicara apa apa lagi, ingin marah tetapi kepada siapa?,minta pertolongan dengan siapa?.


Akhirnya sang kaisar mengambil keputusan untuk menarik semua prajurit yang menjaga gerbang kota untuk dipusatkan di lingkungan kompleks istana saja.


Itu adalah pemikiran sang kaisar,tetapi itu pulalah yang menjadi kesalahannya kelak.


Sementara malam berlalu dengan berbagai bayangan kegelisahan dan ketakutan di lingkungan istana, tidak seberapa jauh dari lingkungan istana, disebuah rumah penginapan,nampak Alex dan kedua istrinya baru saja selesai mandi,dan kini sedang menikmati hidangan teh harum yang tadi mereka pesan.


Kedua wanita jelita itu nampak telah berdandan rapi dan cantik luar biasa.


"Kasihan guru Kaisar Dewa cahaya,hidup dalam kebohongan selir dan kakak iparnya,hidup dalam kepura puraan" kata Alex.


"Ya,semoga aku tidak seperti itu ya kak,aku jatuh cinta kepada Kaka jauh sebelum kita bertemu"kata putri Annchi sambil bersandar di dada sang suami nya.


"Lebih lebih lagi aku kakak putri,aku menantikan kakak Alex ribuan kelahiran,namun tidak juga bertemu,aku tahu siapa suami ku, bagai mana wajahnya sikapnya,tingkah lakunya, namun tidak dapat bertemu,memandang dari dekat,berbicara,itu sungguh menyiksa ku kakak"kata Dewi muyimaeva menyahut perkataan putri Annchi.


"Menurut kalian,apakah kaisar Dewa cahaya besok akan tiba di kota ini?"tanya Alex kepada kedua istrinya.


mungkin selepas tengah hari baru mereka tiba kak,mengingat berjalan dengan pasukan itu tidak secepat kita jalan tanpa pasukan"jawab putri Annchi.


"Saat saat seperti ini,aku rindu kakak Giok Lin Dan kakak Kwan si,semoga mereka tetap sehat selalu"kata putri Annchi sambil menatap keatas,pikirannya menerawang kepada kedua kakak madunya itu.


"Ya,aku juga rindu dengan mereka berdua, kesabaran kakak Giok Lin Dan ketegasan kakak Kwan si"Dewi muyimaeva menimpali perkataan madunya itu.


Malam berlalu sebagai mana biasanya,namun maknanya yang selalu berbeda.


Bulan dan bintang pun akan tetap setia menemani,betapapun yang kita rasakan,apakah bahagia ataukah sedih.

__ADS_1


*********


__ADS_2