
Pagi itu istana negeri Maya sibuk sibuk mempersiapkan acara pernikahan antara putri Sucitra dan Alex.
Tubuh sang putri kini mulai berangsur pulih seperti semula.
Tepat ketika hari sudah menjelang siang,upacara dilangsungkan yang dipimpin oleh seorang tetua agama di istana Kaisar.
Setelah selesai upacara keagamaan,pestapun di langsungkan di dalam istana Kaisar.
Meski diadakan agak dadakan,tetapi tetap meriah dan khidmat.
Putri Dewi Sucitra nampak luar biasa cantik dan anggun dengan hiasan pengantin dan memakai gaun sutra biru nya,menambah aura kecantikannya.
Acara pesta malam harinya sangatlah meriah,tetapi Alex sudah tidak lagi pokus pada acara itu.
Lelah jiwa memikirkan kedua istrinya yang berada di tengah hutan,sedangkan raganya lelah setelah menghadapi pesta yang panjang tadi siang.
"Kakak,kenapa kakak sedari tadi pagi hingga sekarang lebih banyak diam ketimbang bicara,apakah kakak tidak suka menikah dengan saya?"tanya putri Dewi Sucitra kepada Alex.
"Bukan itu putri,aku suka menikah dengan mu,tetapi bagai mana aku bisa bahagia bila sekarang kedua istriku sedang berada di tengah hutan,mau tidak mau aku terus kepikiran mereka" kata Alex.
Putri Sucitra menatap wajah Alex,dia melihat di mata laki laki itu nampak banyak masalah yang sedang di alaminya.
"Katakanlah kakak,ceritakanlah semuanya,aku sekarang adalah istri mu,aku akan membantu mu sebisa ku, masalah mu adalah masalah ku juga sekarang"kata putri Sucitra kepada sang suami.
Alex lalu menceritakan semua tentang dirinya kepada putri Dewi Sucitra.
"Aku akan meminta kepada paman Marlen untuk mengembalikan kita ketempat kedua istri kakak itu,bagai mana kakak,apakah kakak setuju?"tanya putri Dewi Sucitra.
"Aku akan mengikuti apa keputusan mu selama disini,terserah kau saja putri"jawab Alex.
Puri Dewi Sucitra bangkit keluar kamar menemui kedua orang tuanya dan Marlen si dukun istana.
Beberapa saat lamanya, putri Dewi Sucitra pun akhirnya masuk ke dalam kamar nya.
Didalam kamar Alex sudah tertidur dengan pulasnya.
"Kak,kakak,bangunlah sebentar, ayahanda dan ibunda ingin bicara dengan kakak"kata Sucitra sambil menggerak gerakan tubuh Alex.
Alex membuka matanya, lalu bangkit dari tempat tidurnya,berjalan di belakang putri Sucitra.
Diruangan tengah,telah menunggu Kaisar dan istrinya,serta Marlen sang dukun istana,dan Dewi Marfiana.
"Duduklah nak,apa benar kau ingin cepat kembali ketempat asal mu?"tanya sang Kaisar kepada Alex.
Alex menganggukkan kepalanya, "iya ayahanda Kaisar,apa bila di ijinkan saya ingin ketempat kedua istri saya,kasihan mereka tinggal di tengah hutan belantara,saya takut terjadi sesuatu kepada mereka"kata Alex.
"Ayah tidak akan menahan mu anakku, tetapi,ajaklah istri mu, jaga dan sayangi dia sepenuh hati mu,dia adalah putri satu satunya milik kami,harta yang paling berharga milik kami,aku tahu nama kalian telah tersurat dalam buku takdir,tidak ada yang bisa merubahnya"kata Kaisar dengan suara bergetar menahan gejolak hatinya.
"Anakku,taati dan turuti apa kata suami mu, jangan membantah,kau kesayangan ibu nak,ibu akan bahagia bila melihat dirimu berbahagia,jangan pikirkan ayah dan ibu,karena kami akan sering mengawasi diri mu dari sini"kata sang permaisuri memberikan wejangan kepada putrinya.
"Tuan muda,bila memang tuan telah siap pergi,hamba akan mengirimkan tuan muda berdua besok pagi"kata Marlen sang dukun istana.
Dewi Marfiana merangkul tubuh sang putri Dewi Sucitra dengan erat,dari kecil mereka berteman baik,hingga sekarang harus berpisah,sungguh terasa berat dihati keduanya.
"Nana,bila ada umur dan nasip baik,kita pasti bertemu,kamu tahukan bahwa impian ku hidup di dunia ini cuma satu,yaitu bisa hidup mendampingi kakak Alex selamanya, aku harus mengikuti kemana saja suamiku pergi,jangan menangis, kau adalah pengganti diri ku,jaga ayahanda dan ibunda ku ya,sering seringlah ke istana menjenguk kedua orang tua ku"kata putri Sucitra dengan berurai air matanya.
"Tenangkan hati mu putri,aku akan sering menjenguk kedua orang tua mu"jawab Dewi Marfiana.
Mereka mengobrol hingga larut malam,dan setelah itu masing masing bubar menuju tempat tidur masing masing.
__ADS_1
........
"Kak,dagingnya sudah matang,ayo bangun kita makan dulu kak" terdengar suara teriakan tidak jauh dari Alex tiduran.
Alex membuka matanya, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat itu.
Cuma kesunyian yang ada,tidak ada riuh rendah kesibukan sebuah istana, apalagi sisa sisa sebuah pesta besar,yang ada sebatang pohon besar yang roboh melintang menjorok ketengah danau yang sangat bening airnya,sementara di sekeliling danau hutan lebat rimba belantara mengelilingi danau.
"Apakah aku benar benar bermimpi,tetapi aku merasa seperti bukan mimpi,tetapi kenyataan aku masih tiduran diatas batang pohon tumbang ini,dan waktunya tidak terlalu lama"kata batin Alex kebingungan.
"Kakak ayo kesini"kini suara seorang wanita memanggilnya.
Alex menoleh kearah suara itu,nampak empat orang gadis cantik sedang mengelilingi api yang terdapat beberapa kerat daging diatasnya.
Dua orang menghadap kearah Alex yaitu putri Annchi dan Dewi muyimaeva serta dua orang lagi membelakangi Alex.
"Ayo kak,sini,daging bakarnya sudah matang" kembali suara putri Annchi terdengar sambil melambaikan tangannya kearah Alex.
Alex bangkit berdiri sambil menggerak gerakan kedua tangan dan kakinya yang terasa kaku karena terlalu lama tertidur.
Setelah sampai ditempat kedua istrinya membakar daging rusa tadi,betapa terperanjatnya Alex menatap salah seorang dari dua orang yang duduk membelakanginya tadi.
Ternyata salah satu dari gadis yang duduk membelakanginya tadi adalah Dewi Sucitra putri Kaisar negeri Maya.
Alex menepuk pipinya dengan telapak tangannya, terasa sakit,berarti dia tidak sedang bermimpi.
"Apakah benar sudah tidak ada batasnya antara mimpi dan kenyataan,sekarang aku yang tidak lagi bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan"kata Alex sambil duduk diantara putri Annchi dan putri dewi Sucitra.
"Baru beberapa saat kakak tertidur di atas batang pohon tumbang itu, kakak sudah mendapatkan satu istri,bagai mana kalau kakak tidur disitu selama satu malam,bisa bisa mendapatkan seratus istri"kata putri Annchi sambil tertawa.
"Tidak ada yang mimpi kak,semuanya kenyataan, kakak mendapatkan kesempatan berwisata ke alam dimensi waktu dan membawakan kami oleh oleh adik cantik" kata Dewi Muyimaeva.
"Kakak,alam dimensi waktu tidak memerlukan waktu yang lama,karena alam dimensi waktu tidak terikat dengan waktu disemesta ini,alam ini adalah kecil tak berujud,dan besar tak bersisi"Dewi Muyimaeva menjelaskan lagi.
"Saat aku tiba disini, kulihat kakak sudah tiba terlebih dahulu dan tiduran diatas batang pohon tumbang itu,aku langsung bergabung dengan mereka kak"kata putri Sucitra sambil memakan sekerat daging rusa,lalu mengambilkan sekerat lagi untuk Alex.
Selesai makan daging rusa,mereka meneruskan perjalanan kembali karena hari masih belumlah sore.
Orang orang dimensi waktu,karena mareka tidak terikat dengan waktu,maka tingkat kultipasi merekapun rata rata tinggi tinggi.
Menjelang sure hari, mereka tiba di tepi sebuah sungai yang besar dan berarus deras.
Mareka berencana bermalam di tepi sungai itu untuk malam ini.
Alex langsung membuat pondok darurat untuk mereka,sedangkan ke empat perempuan cantik itu sibuk bahu membahu bekerja sama memasak masakan untuk mereka makan nanti.
Belumlah selesai para perempuan cantik itu memasak makanan untuk mereka,tiba tiba air sungai itu bergolak seperti air didalam belanga yang mau tumpah.
Semakin lama,gejolak air sungai itu semakin besar hingga memercik sampai tinggi ke udara.
Akhirnya dari dalam dasar sungai itu bermunculan sosok manusia berkepala buaya dan berekor buaya.
Begitu naik ke darat, ratusan siluman buaya itu langsung menyerang kearah Alex dan ketiga istrinya serta dewi Ginantari.
Pertarungan seru terjadi,ratusan siluman buaya melawan lima orang manusia.
Dalam waktu yang singkat,satu persatu siluman buaya itu mulai bertumbangan tewas.
Setelah puluhan siluman buaya itu tewas,tiba tiba dari dasar sungai keluar seekor siluman buaya yang sangat besar sekali, mungkin sebesar dua ekor gajah dewasa.
__ADS_1
Siluman buaya yang paling besar itu mempergunakan sebuah mahkota Yeng terbuat dari pada emas dan bertahtakan berlian diatas kepalanya.
Dengan suara yang menggelegar seperti Guntur,siluman buaya itu marah besar dengan menyumpah serapah kepada Alex dan ketiga istrinya yang telah membantai puluhan anak buahnya.
"Sungguh manusia kep*r*t,kalian telah membantai puluhan pengawal ku,kalian harus membayar dengan nyawa kalian"kata Kaisar siluman buaya itu.
"Kalianlah yang menyerang kami terlebih dahulu,kami cuma membela diri kami saja"kata Alex menjawab umpatan Kaisar buaya itu.
"Ini adalah wilayah kami,maka siapapun yang melintas disini, semua harus mejadi mangsa kami,itu sudah ketentuan yang berlaku disini"kata Kaisar siluman buaya itu.
"Baiklah mulai sekarang ketentuan itu ku ubah,kau tidak boleh lagi membunuh siapapun yang melintas di sungai ini"kata Alex.
Kaisar siluman buaya itu tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Alex, seakan ucapan itu cuma sesuatu lelucon yang menggelikan.
"Kau mau merubah ketentuan yang sudah ribuan tahun berlaku,ha ha ha ha memangnya kau siapa anak muda, Dewa?,masih untung kau ku makan sekalian,dari pada kucicil,hari ini kaki kanan mu,besok kaki kiri mu dan seterusnya hingga tubuhmu benar benar habis,untuk keempat gadis cantik itu,biarlah mereka menjadi ratu ku di istana Kaisar siluman buaya"kata Kaisar siluman buaya itu.
"Apakah bukan kau yang lucu siluman rendah,maut sudah di depan mata,nafas tinggal diujung hidung,masih saja berkoar tidak karuan"kata Alex kepada siluman buaya itu.
"Kep\*r\*t,manusia bosan hidup,akan ku buktikan bahwa aku memang penguasa sepanjang sungai ini",kata Kaisar siluman buaya itu sambil menyerang Alex dengan cakaran tangannya dan sabetan ekornya.
Alex melompat tinggi keudara sambil menyarangkan serangan tangan kosong yang berkekuatan sebanyak seperdelapan dari semua kekuatannya.
"Bum!!".
Tanah yang terkena serangan itu menyisakan lobang besar dan dalam di pinggir sungai besar.
Sedangkan tubuh Kaisar siluman buaya,amblas di dasar lobang itu.
Siluman buaya itu melompat tinggi keudara dan mendarat di sisi lobang besar tadi.
"Kau kira serangan lemah macam itu bisa melukai ku?,kau terlalu siang untuk bermimpi anak muda"kata Kaisar siluman buaya itu dengan sombongnya.
Kali ini Kaisar siluman buaya itu kembali menyerang Alex dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan cepat dari serangannya yang tadi.
Kuku kuku tangannya mencuat kemilau terkena cahaya sore,seperti kuku tangannya itu terbuat dari baja saja layaknya.
Ketika cakarnya itu hampir menyobek dada Alex,tiba tiba tubuh Alex hilang dari pandangan sang siluman buaya,dan berpindah kesebelah kanan siluman buaya itu.
Satu sabetan ekor dari siluman buaya itu hampir saja melumatkan tubuh Alex,tetapi kejadian tadi kembali terulang,tubuh Alex tiba tiba menghilang dan tahu tahu muncul begitu saja di sebelah kiri sang siluman buaya itu.
"Buk!!".
Sebuah hantaman kaki Alex menghantam rusuk siluman buaya itu, membuat tubuh siluman buaya itu terpelanting keudara dan nyangsang di atas dahan pohon yang paling tinggi.
Siluman buaya itu melompat kebawah dengan sigapnya,sambil mendaratkan serangan cakarnya yang setajam baja itu ke tubuh Alex.
Namun untuk kesekian kalinya,saat cakar itu hampir mengoyak tubuh Alex,tiba tiba saja tubuh Alex menghilang dari pandangan mata Kaisar siluman buaya itu,dan tahu tahu disaat yang sama sudah berada di tempat lain.
Nampak sekali kalau Kaisar siluman itu mulai frustasi menghadapi Alex, dia kehabisan cara.
"Rupanya kau bisanya cuma menghindar tanpa berani membalas,dasar manusia lemah"kata Kaisar siluman buaya mencoba memprovokasi Alex agar mau membenturkan tenaganya dengan tenaga sang Kaisar siluman buaya.
Alex cuma tersenyum kearah siluman buaya itu, dia sengaja menghindar agar siluman itu semakin frustasi lagi.
*********
__ADS_1