Mr Matrix

Mr Matrix
Elemen Terakhir.


__ADS_3

Alex menatap tulisan kecil di sudut pintu batu itu,"dorongan yang kuat melebihi tenaga Dewa,akan membuka segalanya !".


"Mungkin kau benar Dewa Lonceng Kematian,mungkin aku harus mendorong pintu batu ini dengan kekuatan maksimal ku,agar pintu batu ini bisa terbuka " kata Alex sambil mencoba kembali mendorong pintu batu itu.


Mula mula dengan seperempat kekuatannya, dan pintu batu itu tidak juga bergerak.


Kini dia tambah lagi menjadi setengah kekuatannya,dan terdengar suara berderak,namun pintu batu itu tidak juga bergerak membuka.


Perlahan lahan di tambahnya ke kuatan nya hingga menjadi tiga perempat bagian dari kekuatannya.


Gunung Dewa api itupun berderak seperti di guncang gempa dahsyat, dan beberapa bebatuan bergulung kebawah,dan gunung Dewa api itu seakan akan mau bergeser dari tempat nya.


Perlahan lahan namun pasti,pintu batu itu mulai membuka.


Mula mula kecil,tetapi lama kelamaan kian membesar dan semakin membesar,hingga akhirnya sebuah lorong besar terbuka lebar.


Sepanjang lorong itu terang benderang karena batu di sekeliling lorong itu memijat seperti bara menyala.


Alex beserta Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian bergegas memasuki lorong di perut gunung Dewa api itu.


Setelah seratus langkah berjalan, mereka tiba di sebuah ruangan besar dengan sebuah pintu di Utara ruangan itu.


Alex kembali mendorong pintu itu untuk membuka nya.


Setelah pintu itu terbuka,sebuah lorong menuju ke bawah terlihat membentang di hadapan mereka.


Mereka segera berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruangan bawah.


"Dewa Samudra, sepertinya kita mendatangi tempat yang tepat sekarang !" kata Alex sambil melangkah menuruni anak tangga itu.


"Semoga saja tuan, semoga pencarian kita berakhir di sini,agar kita bisa fokus kepada kemaslahatan umat manusia saja lagi !" jawab Dewa Samudra.


Setelah menuruni anak tangga mengarah ke Utara itu beberapa lama,akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan besar lagi,dan sebuah pintu menuju keselatan terlihat.


Setelah mendorong pintu itu dengan separuh kekuatannya,akhirnya pintu itu pun terbuka.


Ternyata di balik pintu itu ada lorong menuju ke bawah mengarah ke selatan.


Mereka kembali berjalan ke menyusuri lorong itu menuju keselatan dan terus menurun jauh ke bawah perut gunung.


Setelah berjalan menurun selama beberapa saat lamanya,kini mereka tiba di ujung lorong yang tidak sebesar tadi,hanya sekitar satu depa persegi,dengan sebuah pintu kembali mengarah ke Utara.


Setelah pintu itu Alex buka dengan kekuatannya,ternyata di balik pintu itu ada sebuah lorong lagi,tetapi kini lorong itu mendatar tidak menurun seperti tadi.


Setelah mereka berjalan beberapa jauh menyusuri lorong itu, akhirnya mereka tiba di ujung lorong.


Ada sebuah pintu kembali di ujung lorong itu.


Setelah pintu itu di buka, ternyata di balik pintu itu ada sebuah ruangan besar dan tinggi.


Di tengah tengah ruangan itu terdapat sebuah meja batu setinggi paha,dan di atas meja batu itu terdapat sebuah cawan terbuat dari berlian.


Di sekeliling cawan berlian itu memancarkan cahaya biru terang.


Alex berjalan mendekati cawan berlian itu.


Setelah dekat dengan cawan itu, tiba tiba cahaya biru terang dari cawan itu berkedip kedip.


Setelah Alex membuka tutup cawan berlian itu,dari dalam cawan melayang naik ke udara seberkas cahaya api berwarna putih terang sebesar kepalan tangan.

__ADS_1


Alex segera menjulurkan tangannya ke arah lidah api putih itu.


Tiba tiba lidah api bercahaya putih terang itu melesat masuk kedalam tubuh Alex.


Ketika lidah api bercahaya putih itu masuk kedalam tubuh Alex ,secara ajaib bebatuan yang tadi memijar merah menyala itu, secara berangsur angsur mulai memudar dan ruangan itupun mulai meremang gelap.


Sedangkan Alex sendiri tubuhnya bergetar hebat, seluruh urat dan otot otot tubuh nya menegang.


Sekumpulan energi besar luar biasa masuk dan bergejolak di dalam tubuh Alex ,sehingga tubuh nya bergetar hebat.


Suhu di ruangan itu tidak lagi sepanas tadi,kini sudah mulai dingin.


Sementara itu Alex duduk bersila diatas meja batu itu,berusaha mengendalikan energi besar yang bergejolak liar di dalam tubuh nya.


Tiba tiba dari dalam tubuh Alex melesat keluar tujuh buah cahaya putih terang.


Cahaya putih terang itu perlahan lahan membentuk penampakan tubuh wanita cantik jelita.


Ketujuh orang wanita cantik itu langsung duduk bersila di lantai sambil bersikap sempurna,mengumpul kan hawa murni yang sangat berlimpah saat itu,untuk mengembalikan kekuatan mereka.


Sedangkan Alex masih duduk bersila di atas meja batu itu,sambil mengendalikan energi liar yang memasuki tubuh nya.


Akhirnya,energi liar itupun mulai terkendali dan memasuki dantian nya berangsur angsur.


Semakin lama energi yang terkumpul di dalam dantian nya semakin banyak.


Karena terlalu banyak nya energi yang terkumpul di dantian nya, Alex harus melakukan pelepasan sebagian energi itu.


Alex mengangkat kedua tangannya ke udara,melepaskan sebagian kecil energi nya.


"BUM !!!"...


Setelah sebagian kecil energinya terlepas,kini tubuh Alex sudah menjadi tenang kembali,empat elemen dasar penciptaan kini sudah terkumpul kembali di dalam tubuh nya.


"Kakak !!"...


Terdengar suara panggilan seorang perempuan tidak jauh dari tempat Alex duduk.


Alex menoleh ke arah suara itu,dan kini tampak tujuh orang wanita yang sangat cantik jelita sedang berdiri menatap kearah nya.


"Putri Annchi,Dewi Eva,putri Kayla, Dewi Paraditha, putri Helena, Dewi Lunar Jena,Dewi Amaria,ah syukurlah kalian sudah keluar dari dalam tubuh ku, aku kira aku tidak akan melihat kalian lagi " kata Alex sangat bahagia,bangkit dari duduknya serta melangkah mendekati ke tujuh orang istri nya itu.


Mereka berpelukan haru,karena bisa saling tatap kembali.


"Tuan ku, lihatlah gunung ini telah menjadi sebuah danau terkena hantaman energi tuan ku " kata Dewa Samudra sambil berjalan mendekati mereka.


"Selamat datang kembali para putri dan para Dewi semuanya,syukurlah kalian semuanya sudah kembali seperti semula" kata Dewa Lonceng Kematian menjura.


Alex tersentak sadar bahwa di atas tidak jauh dari tempat itu masih ada para istrinya yang lain lagi yang sedang me nunggu mereka.


"Ayolah kita naik ke atas, aku khawatir dengan keselamatan mereka " kata Alex mengajak ke tujuh orang istrinya itu segera naik ketempat para istri nya yang lain yang sedang menunggu nya.


Dengan mempergunakan ilmu meringan kan tubuh,mereka segera melayang terbang menuju ke arah tadi tempat Dewi Amarila atau Dewi perawan suci menunggu mereka.


Ternyata disana Dewi Amarila atau Dewi perawan suci sudah memasang pormasi gaib untuk menjaga segala kemungkinan yang bakal terjadi.


Seandainya Dewi Amarila atau Dewi perawan suci tidak melindungi mereka semua dengan pormasi gaib,niscaya mereka semua akan mati sewaktu terjadi ledakan besar yang membuat gunung Dewa api menjadi sebuah kawah besar.


" Kakak !!"...

__ADS_1


Dewi Amarila setelah melepaskan pormasi gaib yang dia pasang, berlari kearah putri Annchi dan Dewi muyimaeva.


Mereka berpelukan satu sama lainnya, memperkenalkan diri masing masing.


Sesaat mereka ber cengkerama dan bercanda ria.


Kini rupa Alex kembali ke rupa semula,wajah seorang pemuda gagah dan tampan serta berwibawa tinggi.


"Tuan,apakah kita akan kembali ke istana sekarang juga ?"tanya putri Ju Hua kepada Alex.


Semuanya menoleh kearah putri kembar itu.


"Tunggu,aku seperti mengenal kalian,tetapi dimana ya,aku lupa!" kata Dewi muyimaeva.


"Oh iya Dewi,kenalkan kami saudara kembar, saya bernama Ju Hua, sedangkan saudara kembar saya itu bernama He Hua,kami berdua bermarga Shen, Dewi" kata putri Ju Hua memperkenalkan diri.


"jangan panggil saya Dewi,panggil saja kakak Eva, aku merasa ada sesuatu dengan kalian berdua,aku seperti mengenal kalian berdua sudah sangat lama,tetapi aku tidak tahu dimana " kata Dewi muyimaeva sambil merangkul kedua saudara kembar itu.


"Kau benar Eva,aku juga merasa seperti sudah lama mengenal mereka, tetapi aku tidak ingat dimana" kata Dewi Lunar Jena.


Seperti kita ketahui bahwa Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena adalah teman semenjak kecil.


"Bersiaplah,sekarang juga kita akan kembali ke istana dan menyelesaikan janji ku dengan sang Raja, sesudah itu barulah kita pulang ke Alexia,ayo berkemas "kata Alex kepada semua istrinya itu.


Alex bahagia karena hari ini dia telah menuntaskan tugas dari Matrix dengan sempurna.


"Kita kekurangan kuda tuan,dengan tambahan tujuh orang,kereta kita pun tidak akan muat " kata putri He Hua.


"Iya benar tuan muda, kalau harus berjalan kaki,berapa purnama kita baru sampai ?"kata putri Ju Hua membenarkan saudara kembarnya itu.


"Dengarlah adik ku,bagi kakak Alex ,dengan berjalan kaki saja tidak akan memakan waktu sepenanak nasi kok " kata Dewi muyimaeva memberitahukan kepada kedua putri kembar itu.


Kedua putri kembar itu nampak sangat bingung sekali mendengar pernyataan dari Dewi muyimaeva itu.


"Sudahlah,tidak usah bingung,ayo ber siap saja lah,kita akan segera kembali" kata Alex sambil membuka lorong ruang waktu.


Sebuah lubang besar bercahaya putih ber asap agak tebal muncul di atas tanah.


Yang pertama melangkah adalah Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian, barulah di ikuti oleh para istri Alex dan para pengawal lainnya,dan terakhir adalah Alex sendiri.


Di halaman istana Darmantian yang luas itu,tiba tiba sebuah lubang cahaya muncul, dan dari dalam lubang cahaya itu keluar Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian,lalu disusul dengan para wanita wanita cantik jelita dan para pengawalnya serta yang terakhir adalah Alex sendiri.


Kini para prajurit jaga menjadi kaget dan kegemparan pun terjadi karena kemunculan rombongan Alex yan tiba tiba keluar dari sebuah lubang cahaya itu.


Beberapa orang prajurit langsung melaporkan masalah itu ke pada sang Raja,dan Raja pun langsung melihat ketempat kejadian.


"Ayah !"...


"Ayah !"...


Dua orang gadis kembar yang cantik keluar dari salah satu kereta kuda langsung memeluk sang Raja.


"Uh ternyata kalian, pantas saja para prajurit geger karena tiba tiba saja ada sebuah lobang cahaya dan dari dalam lobang cahaya itu keluar orang orang,eh ternyata orang orang itu kalian?,ayo, ayo kita masuk"ajak sang Raja kepada rombongan itu.


Alex setelah selesai memasukan kuda Dewa Pegasus ke dunia dimensi nya,segera menyusul rombongan nya ke dalam istana.


...****************...


Novel ini tidak lama lagi akan tamat,terima kasih atas dukungan kalian semua,jangan lupa baca juga novel ke dua saya yang berjudul "Jiwa Naga Sejati" yang mengisahkan tentang perjuangan seorang anak manusia yang terbuang dari keluarga,di ejek,di hina dan di musuhi, namun dia tetap tegar melangkah, hingga takdir mengantarkannya ke puncak kejayaan.

__ADS_1


__ADS_2