Mr Matrix

Mr Matrix
Misteri Pulau Naga bagian ke dua.


__ADS_3

Mereka yang mendengarkan Alex bergumam nyaring itu menjadi terdiam sesaat, pikiran mereka berkelana ke macam macam kemungkinan yang telah terjadi.


Apakah sang kehendak suci menginginkan mereka membantu kuil kuil yang dirusak orang ataukah ada tujuan lain dari perjalanan mereka kali ini.


"Seandainya isi kuil ini di rusak,lalu untuk apa?" tanya Dewi Amarila berpikir.


Alex mengangkat bahunya, "entahlah, mungkin ada orang yang tidak suka dengan suku naga yang sangat tertutup itu,aku rasa kuil ini tentu ada hubungannya dengan suku tersembunyi itu"...


"Atau ini semua kerjaan dari anak suku naga yang keluar dan terbuang dari komunitasnya karena mereka marah gara gara di asingkan dan di keluarkan dari suku mereka "kata Dewi Amarila berpendapat.


"Bisa saja seperti itu,tetapi bisa juga kemungkinan lainnya, yaitu orang luar yang merusak karena tergiur benda berharga dari kuil ini misalnya"kata Alex berspekulasi.


"Semua kemungkinan bisa saja terjadi tuan ku, seandainya ada yang sengaja merusak isi kuil ini,tentu orangnya satu orang saja,karena jejak energi yang di tinggalkan semuanya sama"kata Biksu Mata hati berpendapat.


Walaupun mereka sudah menelisik secara teliti jengkal demi jengkal dinding dan lantai kuil itu,tetap saja tidak menemukan apapun juga.


Akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan kuil ke empat itu karena tidak menemukan petunjuk apapun juga.


Mereka kembali meneruskan perjalanan mereka merambah hutan semak belukar mencari keberadaan kuil yang lainnya lagi,barangkali ada petunjuk disana.


Setelah berjalan merambah hutan semak belukar sejauh ribuan langkah,mereka pun akhirnya menemukan sebuah kuil kecil kembali, di tepi sebuah padang rumput.


Kuil kelima ini sangat mirip dengan kuil pertama dan kedua.


Di depan kuil terlihat goresan berbunyi, "Kuil Dewi ke lima adalah kuil putri yang terbuang".


Kuil ini tidak ada bedanya dengan kuil yang pertama dan kedua, bahkan isinya juga sama sama berantakan juga, serpihan batu kecil kecil berserakan di mana mana.


Hingga sore hari,sudah tujuh kuil kecil yang mereka temukan, tetapi kondisi di dalamnya tetap sama saja, berantakan tidak karuan seperti terjadi pertarungan hebat yang terjadi di situ.


Kuil ke tujuh ini terletak tidak jauh dari sungai kecil,yang membuat kuil ini tempat yang cocok untuk beristirahat.


Kuil ke tujuh ini terlihat di depan bertuliskan "Kuil Dewi ke tujuh adalah Dewi kasih sayang"...


Untunglah mereka membawa perbekalan yang cukup dari kota raja Alexia,jika tidak,di hutan semak seperti itu,sangat sulit untuk mendapatkan binatang buruan.


Alex dan pertapa sakti bersama sama membersihkan ruangan dalam kuil kecil itu dari serpihan batu batuan dan juga semak semak kecil.


Setelah membersihkan ruangan dalam kuil itu, Alex berkeliling untuk mencari kalau kalau ada binatang buruan,dan dia cuma mendapatkan dua ekor kancil saja untuk lauk makan sore ini.


Selagi Alex membersihkan kancil buruannya,dan Pertapa sakti mengumpulkan kayu kayu kering, Dewi Amarila mandi di sungai kecil yang ada tidak jauh dari tempat itu.


Setelah selesai mandi,dia membantu memasak nasi di atas tungku batu karang yang banyak terdapat disitu.


Mereka juga menyisakan beberapa sayuran untuk Biksu Mata hati yang tidak makan daging binatang bernyawa.


Makan malam itu lumayan nikmat dengan panggang daging kancil hasil buruan Alex tadi.

__ADS_1


Malam itu mereka bermalam di dalam kuil ke tujuh,yaitu kuil Dewi kasih sayang.


Dalam waktu waktu senggang seperti ini, biasanya Alex bercerita tentang masa lalunya kepada orang orang dekatnya.


Ke esokan paginya, setelah sarapan,mereka segera meneruskan perjalanan mencari kuil kecil selanjutnya,yaitu kuil kedelapan.


Disuatu tempat,setelah mencari kesana kemari, akhirnya mereka menemukan sebuah kuil agak besar dari sebelumnya,dengan ukiran juga mewah yang sudah di selimuti oleh tumbuhan semak menjalar.


Setelah di bersihkan dari semak semak menjalarnya,akhirnya tampak jika kuil itu sangat cantik dengan ukiran ukiran indah menghiasi seluruh dinding kuil.


Di depan kuil tepat di atas pintu bertuliskan, "Kuil Dewi ke delapan adalah Kuil Ratu".


Untuk beberapa saat Alex termenung berpikir, seperti ada sesuatu dengan nama kuil kuil itu,tetapi sesuatu itu apa ?.


Setelah mereka memasuki ruang dalam kuil kecil itu,ternyata hasilnya tetap sama,ruangan yang berantakan dengan serpihan serpihan batu batu kecil berserakan.


Meskipun tiap jengkal seluruh lantai dan dinding di periksa,tetapi hasilnya tidak ada petunjuk apapun juga.


Dengan perasaan kecewa,Alex dan istrinya keluar dari kuil itu di ikuti oleh Pertapa sakti dan Biksu mata hati.


"Sabarlah tuan ku,hamba merasa semua ini ada hubungannya dengan diri tuan ku sendiri,entah apa hubungannya,hamba belum bisa mengetahuinya"kata Biksu Mata hati menghibur hati junjungannya yang terlihat mulai ragu ragu itu.


"Mungkin memang benar bahwa telah terjadi sesuatu dengan isi kuil antik ini,sehingga yang tersisa cuma serpihan batu batu belaka"kata Alex mulai merasa hatinya tidak nyaman.


Dewi Amarila yang mengetahui perasaan sang suaminya itu, menggenggam jemari sang suami dengan erat, "sabarlah kak,kita tidak tahu apa yang telah terjadi dengan kuil kuil ini,sebaiknya kita terus bergerak hingga menemukan ke dua puluh satu kuil itu,barulah kita berkesimpulan kak"...


Hingga matahari condong ke barat,mereka menemukan kembali kuil ke empat belas.


Tiga belas kuil terdahulu isinya sama persis, berantakan dengan serpihan batu kecil kecil berserakan.


Entah batu itu bekas apa,tidak ada yang mengetahuinya,mungkin isinya semacam emas dan di ketahui oleh penjahat lalu di ambil setelah petinya di pecahkan.


Setelah semak belukar dan tumbuhan merambat di bersihkan dari kuil kecil itu,kini terlihat model kuil ini mirip dengan kuil ke empat,ke tujuh,ke sembilan,ke sepuluh,ke dua belas,dan ke tiga belas.


Di atas pintu di luar kuil tertulis "Kuil Dewi ke empat belas adalah Kuil Dewi perawan".


Ketika mereka masuk ke dalam kuil itu,ternyata isinya juga sama seperti terdahulu,yaitu berantakan tidak karuan, dan lantainya dipenuhi dengan serpihan serpihan batu batu kecil berserakan.


"Tuan ku,disini ada terasa satu keanehan dari sebelumnya,hamba merasa energi aneh yang tersisa disini masih sangat banyak yang berarti isi kuil ini hancur tidak terlalu lama waktunya,mungkin cuma beberapa Minggu yang lalu saja" kata Biksu Mata hati kepada Alex.


"Aneh!,tetapi biarlah,sekarang marilah kita bersihkan tempat ini,karena kita akan bermalam di sini malam ini"kata Alex sambil membersihkan puing puing serpihan batu batu yang berserakan.


Kembali malam itu Alex dan istrinya serta pengawalnya bermalam di kuil kecil itu.


Baru keesokan harinya setelah sarapan,mereka melanjutkan perjalanan mereka mencari kuil yang ke lima belas.


Setelah berjalan cukup jauh menyusuri kaki bukit,barulah mereka menemukan kuil ke lima belas.

__ADS_1


Seperti halnya kuil terdahulu,kuil ke lima belas inipun penuh dengan semak belukar dan tumbuhan merambat pula.


Setelah membersihkan sekitaran kuil dari semak dan tumbuhan merambat, Alex dan istrinya serta pengawalnya masuk kedalam ruangan kuil itu.


Ternyata didalam ruangan kuil itu tidaklah berantakan seperti terdahulu,di situ ada dua pilar berdiri kokoh dengan atas pilar disatukan dengan sebuah batu berukir persis seperti sebuah pintu gerbang.


Di pilar sebelah kanan terdapat sebuah meja batu yang menyatu dengan batu pilar.


Di atas pilar terdapat gambar telapak tangan seperti bekas telapak tangan pada tanah yang lembek.


"Ini seperti sebuah gerbang portal,tetapi kemana ?" tanya Alex bingung.


"Seandainya kita masuk melewati portal ini,lalu ada yang menghancurkan pilar portal ini,apakah kita masih bisa pulang ketempat ini kak ?"tanya Dewi Amarila.


"Tentu saja bisa,asalkan aku pernah ketempat itu,aku bisa membawa kita semua ke situ!" jawab Alex.


"Kalau begitu,tidak ada salahnya kita ikuti arah gerbang portal ini membawa kita ke mana"kata Dewi Amarila.


"Baiklah kalau begitu, tingkatkan kewaspadaan, karena kita tidak tahu apa yang akan kita temukan ditempat itu " kata Alex sambil menempelkan telapak tangan nya di tempat gambar tangan diatas batu persegi empat itu.


Gerbang pilar itupun memancarkan cahaya putih kebiruan berkedip kedip,seperti ada kabut memenuhi gerbang itu.


Alex segera mengajak istrinya dan pengawal nya untuk memasuki gerbang itu.


Setelah mereka masuk dan menghilang dibalik kabut putih itu,gerbang diantara dua pilar itupun kembali seperti sedia kala.


Sedangkan Alex dan istrinya serta pengawalnya saat memasuki kabut di gerbang portal itu,seperti mengambang rasanya beberapa saat tanpa berpijak apa pun juga.


Setelah beberapa saat, kaki mereka terasa menginjak sesuatu kembali.


Dan setelah kabut putih itu sirna,mereka ternyata berada di sebuah Padang tandus yang dipenuhi dengan batu batu berwarna merah dan kuning,sehingga sinar mata haripun terlihat berwarna kuning pula


Tetapi tempat itu sangatlah sunyinya,tidak ada satu suara pun yang terdengar meski suara serangga sekalipun.


Sangkin sunyinya,bulu kuduk pun merinding karena teringat dengan didalam kuburan yang sunyi sepi seperti itu.


Jangan kan mahluk manusia,seekor semut saja tidak ada di situ.


Di atas langit,mata hari terlihat besar,mungkin empat kali lebih besar dari mata hari la'jim nya, sedangkan cahayanya redup memerah seperti mata hari senja.


Alex mencoba mengedarkan persepsinya dan pemindaiannya sejauh jauh mungkin,tetapi tidak dia lihat ada satu mahluk pun disitu,sepertinya memang disitu tidak punya kehidupan sama sekali.


Alex melirik kekanan dan kirinya,terdapat dua pilar persis seperti di dalam kuil tadi.


"Apakah kau merasakan ada energi aneh disini Biksu?"tanya Alex .


"Iya tuan ku,ternyata sisa sisa energi yang hamba rasakan beberapa waktu ini adalah sisa sisa dari energi portal itu tuan,tadi ketika tuan ku mengaktifkan portal itu hamba merasakan nya kembali tetapi dengan bentuk yang sangat besar, sedangkan energi lain,hamba belum merasakannya" kata Biksu Mata hati sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2