Mr Matrix

Mr Matrix
Siluman Kalong,Pemuja Iblis.


__ADS_3

kedua orang itu terus saja saling mengejek satu sama lainnya,tanpa sadar bahwa tingkah mereka sedang di awasi oleh Alex dan semua istrinya.


"Aku bukannya takut gimbal,aku cuma tidak berani saja "kata laki laki berkepala botak.


Laki laki berambut panjang namun sangat gimbal itu terkekeh mendengar perkataan temannya yang berambut botak itu, "he he he he,itu sama saja botak,takut ya tidak berani,tidak berani ya takut,eh kau tahu kapan tuan Louw Yu Yang membawa persembahan itu kepada yang mulia?"...


"Aku tidak tahu gimbal,tetapi biasanya selepas tengah malam,ini kan baru seperempat malam,biarkan pemuda itu bersenang senang dengan semua istrinya,baru setelah itu dia kita persembahkan untuk santapan yang mulia,dan istrinya menjadi bagian kita"kata laki laki ber kepala botak itu.


"He he he he,ternyata benar kata orang, lelaki berkepala botak n*f*u nya tinggi sekali,ditempat menyeramkan seperti ini saja kau masih mengkhayal istri orang"kata laki laki berambut gimbal itu.


"Itu tandanya aku masih normal,habis kecantikan keenam wanita itu kelewatan sekali,luar biasa cantik,dan bokong nya itu lo"kata laki laki berkepala botak itu.


"Eh,tak,botak,tadi aku tidak melihat tuan Louw Yu Yang,apakah dia sudah pergi ke aula persembahan?"kini si gimbal bertanya serius.


"Iya,tuan Louw Yu Yang sedang mempersiapkan segala sesuatunya bersama yang mulia, inikan malam bulan purnama,saatnya yang mulia melakukan persembahan darah kepada dewa iblis agar diberi kekuatan,dan tuan Louw Yu Yang akan menjadi bertambah muda serta gagah lagi,katanya pedupaan untuk membius pemuda dan semua wanitanya itu sudah diletakan di dekat lobang yang biasanya itu,nanti tengah malam baru kita menjemput pemuda itu,nah itulah kesempatan kita bermain main dengan para wanitanya"kata si botak Sambil mengelus botaknya dengan tangan kanan seraya cengar cengir sedangkan tangan kirinya memegang obor.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka tanpa menyadari Alex dan para istrinya sedang mengawasi mereka berdua.


Dewi Paraditha timbul tingkah jahilnya, tangannya dikibaskan kearah obor kedua laki laki itu.


"Plup!".


Tiba tiba tanpa sebab,kedua obor ditangan kedua laki laki itupun mendadak mati.


"Eh maa,gimbal Atut maa,tolongin gimbal maa gimbal atut"jeritnya sambil memeluk si botak yang tadi diejek nya.


Eh Sompret,sontoloyo, kerbau kentut,kenapa kau main peluk segala bal, aku kan laki laki tulen,tak doyan sama kamu!"bentak si botak yang justru terlihat sedikit berani dari pada si gimbal yang tadi mengejek si botak sebagai si penakut.


Dengan tenang si botak meraba saku bajunya mengeluarkan dua buah batu api lalu menyalakan obor dengan batu api itu.


Obor milik si gimbal menyala,lalu dilanjutkan dengan obor kepunyaan si botak.


Tempat yang tadi gelap gulita,kini menjadi terang kembali.


Namun baru saja mereka hendak melangkah,kedua obor itu mati bersamaan.


"Hua,maa gimbal Atut maa,huu huu,maa tolongin gimbal maa,gimbal Atut"kali ini gimbal benar benar menangis tersedu sedu sambil memeluk tubuh si botak.


"Hei gimbal,diam lah sebentar,katanya paling berani,tadi menertawai aku,sekarang kau yang mewek nangis nangis,nih pegang obor,aku mau menyalakannya"kata si botak jengkel dengan nyali sahabatnya ini.


Diserahkannya obor miliknya kepada si gimbal,karena tadi Tampa sadar,obor di gimbal dilepaskannya.


Setelah obor dipegang oleh si gimbal,di botak pun menyalakan obor dengan mempergunakan batu apinya.


Setelah obor ditangan si gimbal menyala, dipungutnya obor yang tadi dilepaskan oleh si gimbal,lalu dinyalakannya kembali dengan mempergunakan obor ditangan si gimbal.


Setelah obor menyala keduanya,mereka segera bergegas melangkah pergi dari situ.

__ADS_1


Tetapi baru saja beberapa langkah,kedua obor itupun mati kembali.


Kali ini ketakutan di hati gimbal sampai pada batas nya,dengan tubuh menggigil ketakutan, gimbal menjerit sambil memeluk tubuh si botak hingga si botak susah untuk bernafas.


Celana si gimbal kini sudah basah semua karena ngompol.


"Huu,huu,maa,tolongin gimbal maa,gimbal Atut,disini ada tetan,maa, tolongin maa,huu huu"tangis si gimbal seperti anak kecil saja.


"Dasar gimbal bodoh, bukannya menolong menyalakan obor,malah mewek seperti gadis dipinang kakek kakek"gerutu si botak sambil menyandarkan obornya kedinding lorong dan menghidupkan obor itu dengan batu apinya.


Kini lorong itu kembali terang oleh cahaya obor yang dinyalakan oleh si botak.


Si Botak menyerahkan obornya kepada si gimbal dan di kembali memungut obor di gimbal yang tadi dilepaskannya begitu saja.


Bau jelaga bercampur dengan bau Pesing membuat mual orang yang menciumnya.


"Huek!" akhirnya makanan yang tadi dimakan putri Kayla keluar semua.


Tanpa menunggu aba aba lagi,si gimbal segera berlari di ikuti oleh si botak ke arah dalam lorong itu.


ke enam istri Alex akhirnya tidak bisa lagi menahan tawanya melihat kejadian tadi.


Mereka berjalan dengan masih mempergunakan ilmu halimun mengikuti alur jelaga dari kedua orang laki laki tadi yang membentang di langit langit lorong itu.


Setelah berjalan berliku liku serta bercabang cabang,akhirnya mereka tiba disebuah ruangan yang sangat luas,dengan ratusan obor menyala mengelilingi ruangan itu.


Diruangan itu terdapat sekitar seratus mahluk manusia kalong yang tinggi besar,dengan seorang pemimpinnya yang bermahkota emas.


Di depan mereka terdapat sebuah altar dari batu hitam dan di atas batu hit itu terdapat sebuah arca manusia kalong yang tinggi dan besar lengkap dengan kedua sayapnya yang terkembang.


Arca manusia kalong itu seperti sedang setengah duduk dengan kaki kiri ditekuk keatas dan kaki kanan diluruskan kebelakang bertumpu pada lututnya,sedangkan kedua tangannya di arahkan kedepan seakan sedang menggapai sesuatu.


Didepan arca itu terlihat seorang laki laki tua sedang berbicara dengan manusia kalong yang memakai mahkota di kepalanya.


Dari sebuah lorong keluar dua buah cahaya obor yang dibawa oleh si gimbal dan di botak.


Alex dan semua istrinya yang mengikuti si botak dan si gimbal masih menggunakan ilmu halimun,sehingga mereka tidak bisa dilihat oleh siapapun juga.


Dewi muyimaeva berkata kepada Alex lewat telepati, "kak bukan kah itu kakek tua yang tadi sebagai kepala desa, tetapi sekarang menjadi lebih muda dan tidak bongkok,terlihat masih gagah tidak seperti tadi agak terseok Seok berjalan nya"...


"Iya,mungkin tadi cuma akting saja,agar kita tidak curiga kepadanya,kita lihat saja apa yang akan mereka perbuat,bersiap siaplah,malam ini kita adakan juga ritual pembersihan iblis"sahut Alex lewat telepati pula.


"Iya kak,aku akan memperingatkan saudara yang lain agar bersiap mengadakan ritual pembersihan iblis"kata Dewi muyimaeva sambil tersenyum geli dengan istilah ritual pembersihan iblis dari sang suaminya itu.


Kakek tua Louw Yu Yang menatap kearah gimbal dan botak yang lari tersengal sengal itu dengan tidak senang.


"Hei kalian berdua kenapa lambat sekali heh,apa yang kalian perbuat,bertengkar lagi?"tanga kakek Louw Yu Yang gusar.

__ADS_1


"Tidak tuan,kami tidak bertengkar lagi,tadi ditengah jalan obor kami mati dan si gimbal menangis ketakutan,setelah kami nyalakan,mati lagi,begitulah hingga berkali kali,dan si gimbal tidak menolong malah menangis meraung Raung"kata si botak menerangkan.


"Tidak seperti itu tuan,dia yang takut dan menangis,kalau saya, tuan kan tahu saya berani"kata si gimbal membalikan pakta.


"Untuk apa saya bohong tuan,saya tidak terkencing kencing di celana tuan,si gimbal lah yang terkencing kencing di celana"kata si botak membongkar pakta yang membuat di gimbal tertunduk malu tanpa bisa membela diri lagi.


"Sudahlah jangan di perpanjang lagi,nanti tengah malam,kalian jemput pemuda itu kesini,ikat dia erat erat dan bawa kesini,yang perempuannya jangan diapa apakan,itu bagian ku,kalau kalian sampai berani menyentuh nya,maka nyawa kalian akan ku cabut"kata kakek tua Louw Yu Yang nampak ganas,hilang sudah sikap lemah lembutnya tadi.


"Iya tuan,iya,kami akan membawa mereka kesini dan tidak akan berani berbuat macam macam"kata gimbal buru buru.


"Ingatlah jangan sampai gagal Louw Yu Yang, kalau gagal maka nyawa mu akan ku cabut!"kata siluman kalong yang memakai mahkota di kepalanya.


"Iya yang mulia,seperti biasanya kan tidak pernah gagal hamba persembahkan persembahan kepada yang mulia Dewa iblis, tenanglah hamba pasti berhasil yang mulia kaisar siluman kalong"kata kakek Louw Yu Yang.


"Harus berapa persembahan lagi yang harus kita lakukan hingga semua ilmu dan kesaktian kita miliki yang mulia?"tanya Louw Yu Yang kepada kaisar siluman kalong itu.


"Kalau tidak ada halangan dan kegagalan maka dua puluh kali lagi maka kita akan mendapatkan apapun yang kita inginkan"jawab kaisar siluman kalong itu.


Ketika rembulan sudah mendekati puncaknya, Louw Yu Yang segera menyuruh gimbal dan botak menjemput sang persembahan untuk Dewa iblis.


Gimbal dan botak segera berlalu,pergi menjemput sang korban persembahan itu.


Setelah beberapa lama kedua orang ini pergi,akhirnya merekapun tiba kembali ke aula itu,tetapi tidak ada siapapun yang mereka bawa.


"Mana pemuda itu gimbal,botak?"tanya Louw Yu Yang .


Dengan tubuh gemetaran,gimbal dan botak pun menyahut, "maap tuan,dikamar itu tidak ada siapapun juga tuan,jangankan sang pemuda,para wanitanya saja tidak ada satupun" kata si botak dengan gemetaran.


"B*d*h,aku sudah membius mereka dengan bius yang paling kuat,dua hari saja mereka tidak akan bisa bangun dari tidurnya,tidak mungkin cuma dalam beberapa saat saja sudah bisa pergi,tidak masuk akal sama sekali"kata kakek Louw Yu Yang geram sekali.


"Tetapi botak benar tuan,ketika kami tiba di kamar itu,lemari itu sudah bergeser,dan mereka satupun tidak tampak lagi tuan "kata si gimbal membenarkan keterangan si botak.


Dengan muka merah dan perasaan yang sangat gusar, Louw Yu Yang segera melesat menuju ke lorong dan berlari dalam lorong itu dengan dibantu lampu obor.


Beberapa saat terasa hening,tidak terdengar suara apapun,bahkan ******* nafas saja nyaris tidak terdengar.


Dari dalam lorong terlihat nyala obor bergerak yang menandakan Louw Yu Yang sudah tiba kembali ke tempat itu.


Setelah sampai di aula yang luas itu,Louw Yu Yang bersimpuh di depan kaisar siluman kalong.


"Ampun yang mulia Kaisar,mereka memang sudah tidak ada lagi,sepertinya mereka masuk ke tempat ini lewat belakang lemari"kata Louw Yu Yang.


"B*ngs*t,kali ini kau tidak becus bekerja Yu Yang, kalau sampai gagal persembahan kali ini,kita harus mulai dari awal lagi untuk mengumpulkan darah seratus pemuda,ayo anak anak cari mereka di semua lorong,jangan ada yang terlewat,seret mereka kemari bila bertemu "kata Kaisar siluman kalong itu kepada anak buahnya.


Serentak seratus siluman kalong itu melesat berterbangan di seluruh lorong itu mencari keberadaan Alex dan istrinya.


Beberapa saat Alex memang masih bersembunyi,tidak mau menampakan dirinya.

__ADS_1


Dia masih menantikan apa yang akan dilakukan oleh para siluman kalong itu.


*********


__ADS_2