
Dinamakan Negeri Padang api bukan sekedar nama belaka, karena tanah ini sejauh mata memandang, cuma pasir aneka warna yang panas saja yang tampak.
Berhari hari berjalan cuma pasir yang tampak di depan mata,seolah olah Padang pasir ini tidak memiliki ujung sama sekali.
Sebenarnya Alex bisa saja melewatinya dengan terbang bersama Dewa Pegasus,tetapi nalurinya mengatakan bahwa panas Padang pasir ini tidak sewajar nya,dan dia ingin mengetahui kenapa Padang pasir ini sedemikian panas nya, seperti ada sebuah lahar panas siap meledak dibawah Padang pasir ini.
Ditempat ini tidak ada satupun binatang yang dapat hidup karena panasnya
Menjelang hari yang ke lima,Alex sampai disebuah bukit pasir yang besar dan tinggi menjulang keudara, seolah olah bukit ini adalah puncak dari Padang pasir ini.
Yang sangat mengherankan,semenjak awal memasuki Padang pasir ini,hingga tiba di bukit pasir,tidak pernah sekalipun ada angin yang bertiup,seakan akan tempat ini adalah tempat yang terkutuk.
Menjelang sore hari,Alex segera mencari tempat yang teduh untuk tempat beristirahat.
Kebetulan tempat teduh itu berada di sebelah timur bukit pasir itu, karena cahaya matahari sore terhalang oleh bukit pasir yang tinggi ini.
Kebetulan di sisi timur bukit pasir ini terdapat sebuah lembah yang cukup panjang, sedangkan jalan besar ada di sebelah barat bukit pasir ini,jadi keberadaan lembah ini tidak diketahui oleh siapapun juga karena tersembunyi di belakang bukit pasir.
Sisi lembah dan bukit pasir terhalang oleh gugusan bebatuan menjulang membentuk sebuah tebing yang menjulang tinggi,seakan akan tebing batu itu adalah batas timur dari gunung pasir ini.
Sebenarnya tebing batu ini tidaklah terlalu tinggi bila diukur dari dasar ke sisi bukit pasir,tetapi karena tebing ini menjulang keatas melewati sisi bukit pasir, seolah olah menjadi tanggul agar pasir tidak turun menggenangi lembah,maka terlihat sangat tinggi.
Alex berjalan perlahan bersama kudanya menuruni lembah menuju kesisi bukit yang dipagari Dengan tebing batu.
Didasar lembah ini tidak ada air sedikit pun juga,cuma bebatuan besar besar berserakan.
Dengan mempergunakan energi dari air suci kehidupan,Alex mencoba memancarkan air dari dalam tanah,tetapi belum lagi sampai dipermukaan,air itu sudah habis kering menguap.
Itulah rupanya mengapa tempat ini semakin hari semakin panas dan semakin kering saja.
Di sisi sebuah tebing yang menjulang tinggi, Alex berhenti untuk beristirahat sejenak sambil mencari tempat yang pas.
Ternyata di sisi tebing batu yang paling tinggi, ada semacam tangga batu menuju ke dasar jurang.
Memang sebenarnya jurang ini tidak terlalu dalam, tetapi tepat di sisi yang terdapat tangga batu itu,terlihat seperti menjorok kedalam mirip seperti sebuah sumur yang sangat besar.
Seperti sudah diatur alam,tebing tinggi itu sebagai tanggul untuk menahan supaya pasir tidak turun memenuhi lembah.
Setelah menyuruh dewa Pegasus menunggunya diatas,Alex segera menuruni tangga batu itu.
Mungkin karena usia tangga itu yang sudah sangat tua,sehingga berlobang dan bentuknya tidak jelas,membuat siapapun mengira itu bukan tangga yang sengaja di bikin manusia, tetapi bikinan alam yang tidak disengaja.
Setelah menuruni tangga hingga sampai kedasar lobang,ternyata disitu terdapat dinding batu dengan dasar yang rata.
Di dinding lobang batu bagian barat,yaitu bagian yang menghadap ke arah perut bukit pasir,terdapat guratan menggunakan hurup Monolik dari bangsa Muria jutaan tahun yang lalu.
"Jiwa yang suci,terkubur di dasar bumi,menanti sang Dewa suci,memberi berkah,untuk bermurah hati".
Lalu di bawah tulisan itu,tertulis lagi, "Bila Dewa berkenan, tempelkan tangan dan kasih sayang dewa akan membuka pintu,menuju pusara sang Dewa naga api ".
__ADS_1
Tepat dibawah tulisan itu, terdapat sebuah gambar telapak tangan.
Iseng iseng,Alex menempelkan telapak tangannya tepat di gambar tangan itu.
Dan sebuah energi sangat besar menarik energinya masuk kedalam gambar telapak tangan itu.
Untunglah,cadangan energi Alex sangat besar seperti samudra tidak berdasar.
Setelah beberapa saat,banyak energinya yang tersedot kedalam gambar telapak tangan itu,tarikan energi kuat pun berhenti.
Dan mekanis didalam di tebing batu itupun berbunyi berderak seperti sedang bergerak.
"Kriek!,kriek!,kriek!," terdengar suara berderak nyaring,dan dinding di sebelah barat mulai bergerak naik.
Sebuah lubang persegi panjang seperti pintu, nampak terbuka lebar.
Di balik pintu itu,sebuah lorong gelap terbentang didepan Alex.
Karena gelapnya lorong itu,Alex terpaksa mengaktifkan mata dewa nya agar bisa melihat di kegelapan malam yang paling gelap sekali pun.
Walaupun lorong itu gelap gulita,tetapi Alex dengan mata Dewa nya bisa melihat dengan jelas sejelas melihat di siang hari.
Alex terus melangkah kedalam lorong itu seperti menembus batu menuju perut bukit pasir diatas.
Semakin masuk kedalam lorong itu,hawa panas semakin meningkat berkali kali lipat.
Setelah berjalan di lorong yang menyala pijar seperti besi di panaskan, akhirnya Alex tiba disebuah ruangan yang sangat luas tetapi sangat panas.
Di tengah tengah ruangan ada sebuah batu persegi empat seperti altar,tetapi lebih tinggi lagi dari altar.
Batu itu sepenuhnya menyala warna kuning sangat terang,yang menandakan panasnya sudah melebihi panasnya api biasa.
Nyala kuning di batu itu seperti berdenyut, sebentar merah dan sebentar berwarna kuning kembali.
Alex mengeluarkan pedang suci Inti semesta miliknya.
Pedang sebesar daun pisang dengan warna putih kebiruan itu ia hantamkan kepada batu persegi empat yang menyala berdenyut itu.
"Prang!!".
Batu persegi empat itu hancur berkeping keping,dan didalam batu itu terdapat sebuah cawan terbuat dari berlian.
Alex bergembira sesaat,karena memikirkan dia sudah berhasil menemukan api suci kehidupan.
Tetapi Alex akhirnya kecewa karena tidak menemukan yang dia cari.
Dari dalam cawan itu setelah tutupnya dibuka,keluar cahaya putih berbentuk seekor naga yang sekujur tubuhnya terbuat dari api putih.
Naga itu tidaklah besar,hanya sebesar pergelangan tangan Alex.
__ADS_1
Hanya saja naga itu terbang diudara dan mengeluarkan suara cukup nyaring.
"Terima kasih tuan ku, tuan ku telah membebaskan hamba dari kurungan ini,hamba terkurung disini berpuluh puluh ribu tahun lamanya"kata naga putih itu berputar putar diudara,membuat suhu menjadi semakin panas saja.
"Siapakah kau,mengapa terkurung di dalam cawan di dasar bukit pasir ini?"tanya Alex bingung.
"Hamba adalah Dewa Nagar api,teman dari Dewi Merak,karena kecantikan Dewi Merak yang luar biasa, Dewa Aray bermaksud untuk mempersunting nya, tetapi Dewi Merak tidak bersedia,hal itu membuat Dewa Aray sangat murka,dia menyerang Dewi Merak hingga terjadi pertarungan sengit,akhirnya Dewi Merak berhasil dikalahkan oleh dewa Aray dengan tipu daya liciknya,melihat itu,hamba marah dan menyerang dewa Aray dan pertarungan pun tidak bisa di hindarkan lagi.
Pertarungan itu berlangsung selama seratus tahun lamanya tuan ku,tidak ada yang kalah ataupun yang menang.
Akibat pertarungan itu, banyak alam yang hancur tumbuh tumbuhan yang mati dan binatang serta manusia yang binasa sudah tidak terhitung lagi.
Seorang Dewa suci datang menengahi perselisihan itu.
Tetapi kami masih saling menyalahkan .
Dewa suci karena sangat jengkelnya,dia memukul kepala hamba dan kepala Dewa Aray sehingga kami berdua mati seketika,jiwa hamba yang liar dimasukan kedalam cawan berlian agar bisa menahan jiwa hamba yang sangat panas dan di letakan di dasar pusara dewa naga ini,tetapi jiwa hamba yang memang panas, sehingga merembes keluar dan mematikan semua kehidupan disekitar pusara ini.
Sedangkan jiwa dewa Aray dimasukan kedalam sebuah guci,lalu diletakan disebuah perut gunung juga,dengan wanti wanti Dewa,kelak jika Dewa arai bangkit, jika yang menemukan pusaranya seorang perempuan, maka dia akan bangkit menjadi seorang laki laki dan harus mengawini sang perempuan itu,tetapi jika yang menemukannya seorang laki laki,maka dia akan bangkit menjadi seorang wanita dan dia harus mengawini laki laki itu bagai manapun keadaannya.
Adapun hamba,tuan ku,hamba akan bangkit mendampingi orang yang membangkitkan hamba menjadi sebuah senjata pusaka Dewa "kata Dewa Naga api mengakhiri kisahnya.
Lalu kau akan menjadi senjata apa dewa Naga?" tanya Alex.
"Mohon maap tuan ku,hamba lihat pedang tuan ku itu pedang dewa,saya bisa masuk kedalam pedang itu untuk menjadi jiwa pedang itu tuan,dengan begitu saya akan mendampingi tuan pergi kemana saja tanpa terpisahkan"jawab Dewa Naga api.
"Baiklah bila itu kemauan mu,lakukanlah saja"kata Alex.
Tiba tiba Naga yang terbuat dari cahaya itu melesat masuk kedalam pedang suci Inti semesta milik Alex.
Untuk sesaat pedang itu memancarkan cahaya berkedip kedip lalu diam dan memijar berwarna putih terang semakin terang dan semakin terang.
Kini pedang suci Inti semesta ketajamannya bertambah sepuluh kali lipat dari semula,dan kekerasan bajanya juga menjadi sepuluh kali lipat dari semula.
"Tuanku,tempat ini sangat nyaman,inilah pedang Mustika Dewa tertinggi di semesta tuan ku,belum pernah diciptakan pedang seperti ini sebelumnya dan sesudahnya tuan ku,inilah pedang satu satu nya yang terkeras, tertajam dan terkuat disemesta ini,hamba bisa tidur disini tuan, terimakasih atas tempat tinggal sebagai pengganti batang tubuh hamba yang sudah lama hancur"kata Dewa Naga,lalu cahaya putih tadi perlahan mulai meredup pertanda sang Dewa Naga sudah tertidur karena puluhan ribu tahun tahun tidak bisa tidur.
Ketika Alex memasukan pedang suci Inti semesta kedalam warangkanya, secara perlahan panas disekeliling pun menurun dan semakin menurun.
Akhirnya setelah beberapa saat,alam disekitarnya pun menjadi dingin sekali.
Untuk pertama kalinya dalam puluhan ribu tahun, Padang pasir itu dingin sekali.Alex melangkah keluar dari tempat itu.
Setelah berada di luar,sekali lagi Alex menempelkan tangannya ke gambar tangan itu,dan kejadian seperti tadipun terulang kembali.
Setelah tarikan energi selesai, terdengar suara, "kriek!,kriek!,kriek!".dan pintu batu itupun Ter tutup kembali.
Bersamaan dengan tertutupnya lobang pintu itu,dari sekeliling lobang mirip sumur besar itupun keluar mata air yang banyak,sehingga dalan waktu yang tidak terlalu lama,air sudah memenuhi sumur besar itu dan terus naik hingga memenuhi lembah.
...****************...
__ADS_1