
Setelah persiapan telah matang,dan segala perlengkapan telah beres semuanya,maka pada hari yang ditentukan, berangkatlah seribu prajurit yang dipimpin oleh dua orang jendral,dua orang pangeran dan sang kaisar sendiri sebagai panglima tertinggi dan pemimpin penyerangan itu.
Sedangkan Alex dan kedua orang istri nya bergerak terlebih dahulu ke kota raja Li Quon untuk memantau keadaan dan suasana di dalam kota.
Setelah berhari hari menempuh perjalanan yang lumayan jauhnya, berkuda turun lembah, naik gunung dan menyeberangi sungai, akhirnya selepas tengah hari,gerbang kota raja Li Quon terlihat dari kejauhan.
Tanpa kesulitan,setelah membayar biaya masuk kota Li Quon,Alex dan kedua orang istrinya itu langsung memasuki kota Li Quon setelah menitipkan kuda mereka di penitipan kuda di luar gerbang kota.
Didalam kota nampak sekali kesibukan prajurit yang mempersiapkan pengamanan kota bila satu saat ada serangan yang tidak terduga duga.
Di dekat gerbang kota sudah dipersiapkan empat ratus orang prajurit yang bersiaga penuh.
Sementara itu di dalam tembok istana telah disiagakan seribu orang prajurit dengan persenjataan yang lengkap.
Seperti biasanya bila tiba disuatu kota,yang pertama Alex cari adalah rumah makan ternikmat dikota itu.
Akhirnya atas petunjuk dari para pejalan kaki yang mereka temui di jalan,mereka akhirnya tiba juga disebuah rumah makan terkenal di kota itu.
Baru saja mereka memasuki rumah makan itu,terdengar sambutan dari gadis pelayan rumah makan itu.
"Selamat siang tuan dan nona nona,mau makan apa?"...
Alex berjalan di ikuti oleh kedua orang istrinya serta sang pelayan rumah makan itu mencari meja yang masih kosong.
Setelah mendapatkan meja kosong,Alex berpaling kepada sang pelayan itu, "tolong sediakan makanan yang terenak di rumah makan ini untuk tiga orang"...
"Minumnya apa tuan dan nona nona?"tanya sang pelayan itu lagi
'Kalau ada teh harum saja ya,untuk tiga orang"jawab Alex.
Pelayan itupun pergi kedapur rumah makan itu untuk menyampaikan pesanan Alex dan kedua orang istrinya kepada juru masak rumah makan itu.
Kebetulan meja mereka berada di dekat dinding pembatas antara ruang makan dan dapur rumah makan itu,jadi mereka menghadap langsung kearah pintu rumah makan itu,sehingga setiap tamu yang masuk kedalam rumah makan itu pasti terlihat dan melihat mereka.
Tidak lama makanan yang mereka pesan tiba,dan merekapun segera menyantap hidangan itu.
Selagi mereka menikmati hidangan itu,dari arah pintu masuk empat orang pemuda yang nampaknya para tuan muda kota Li Quon ini.
Keempat pemuda urakan itu nampak tertegun di pintu masuk rumah makan itu menatap kearah meja Alex dan kedua istrinya itu.
Setelah tertegun beberapa saat,akhirnya keempat pemuda urakan itupun mendekat kearah meja tempat Alex dan kedua istrinya makan.
"Hai aku pangeran Seng Sin Juan,aku sangat menyukai mu,laki laki mu itu boleh keluar dari sini,kalian berdua saja yang tetap tinggal disini menemani ku" kata pemuda itu dengan percaya diri penuh.
Alex tidak menghiraukan perkataan pemuda itu, terus saja menyantap makanan nya,dan begitu juga dengan kedua istrinya.
Pemuda yang kedua, mukanya sangat mirip dengan yang pertama tadi berjalan mendekati kearah putri Annchi sambil berusaha memegang tangan wanita cantik itu, "hei kau punya telinga kan?, kenapa tidak menjawab perkataan kakak kembar ku tadi?"...
Ternyata dua orang anak kembar tadi adalah Seng Sin Juan dan Seng Yu Ho yang merupakan putra Kaisar Seng Tai pho dan cucu Kaisar Dewa cahaya dari istri selirnya.
Pemuda yang ketiga adalah Lian Tio Ping putra Hakim Lian Tong Cai,sedangkan pemuda yang keempat adalah Lau Jun Shi putra jendral Lau Kai Fu.
__ADS_1
Mereka berempat kemana mana selalu berempat dan merupakan teman semenjak lahir.
Watak mereka tidak beda jauh dari orang tuanya, bahkan nyaris lebih brutal dari ayah mereka.
Mereka senang mabuk mabukan,berjudi,main perempuan.
Siapapun wanita yang mereka incar,niscaya akan mereka dapatkan apapun caranya.
Dengan modal wajah yang tampan dan gagah serta kedudukan yang tinggi,membuat mereka tidaklah susah untuk mendapatkan wanita, entah sudah berapa rumah tangga yang hancur cuma karena ulah mereka.
Kalau di kumpulkan anak hasil Jinah mereka, mungkin sudah sangat banyak,tetapi tidak satupun yang mereka akui.
Begitu pula dengan sang ayah mereka adalah penggemar berat wanita cantik,hampir semua wanita cantik di kota raja telah menjadi mangsa mareka,sehingga banyaklah orang orang yang eksodus keluar negeri Matahari ini, sehingga itulah alasan sang Kaisar menutup total pintu perbatasan negeri.
Tentu saja ketika melihat kedua istri Alex yang tidak ada tandingan kecantikannya di seluruh semesta,membuat otak mereka langsung mendidih,dan pikiran mereka tidak bisa lagi di kontrol.
Ketika tangan pangeran Seng Yu Ho hampir menyentuh tangan putri Annchi,tiba tiba dengan gerakan yang sangat cepat,tangan putri Annchi bergerak mengambil mangkok sup yang masih mengepulkan asap itu, lalu meletakkannya di bawah telapak tangan sang pangeran Yu Ho.
Pangeran Yu Ho yang tidak bisa melihat gerakan putri Annchi karena cepatnya, langsung memasukan tangannya sebatas lengan kedalam mangkuk sup yang masih mengepulkan asap itu.
"Wadoooow,,aduh,aduh aduh,b*n*s*t,kenapa mangkok sup itu tiba tiba berada disitu, aduh, aduh, tangan ku melepuh, aduuuh!"jeritan dari sang pangeran Yu Ho terdengar hingga keluar rumah makan itu.
Sepuluh orang pengawal para pangeran dan tuan muda yang rata rata kultipasinya berada pada tingkat Alam Brahmana menengah itu masuk kedalam rumah makan dan bengong melihat kearah sang pangeran Yu Ho yang sedang berjingkrak jingkrak sambil memegang tangan kanannya yang merah melepuh itu.
Tanpa menghiraukan sup dalam mangkok yang sudah diobok obok oleh sang pangeran Yu Ho tadi,mereka terus saja menghabiskan sisa makanan mereka.
Setelah selesai makan, putri Annchi berjalan kearah kasir untuk membayar harga makanan yang mereka makan.
"Hei kalian jangan pergi begitu saja,kalian pikir bisa lolos dari kami, karena kami menyukai kalian berdua, maka apapun resikonya, aku tidak perduli,aku akan berhenti main perempuan dan akan kuangkat kau menjadi seorang ratu,asalkan kau mau bersama ku,menjadi satu satunya istri ku"kata pangeran Sin Juan.
Tetapi Alex dan kedua istrinya itu seolah tidak mendengarkan perkataan itu,terus saja melangkah ke halaman rumah makan itu.
Bahkan kedua wanita cantik jelita itu berjalan di kiri dan kanan Alex sambil bergelayutan manja pada tangan Alex.
Hal itu justru membuat otak sang pangeran yang sudah mendidih itu seakan tidak berfungsi lagi untuk berpikir positif,yang terlintas cuma nafsu dan kelicikan saja.
"Hei kalian para pengawal tidak berguna,cepat bunuh pemuda itu,dengan begitu wanitanya pasti mau menjadi istri ku!!" perintah sang pangeran kepada para pengawal elitnya.
Para pengawal itu berlarian ke halaman rumah makan mengepung Alex dan istrinya dengan pedang terhunus.
"Berhenti kalian semua,tidak ada satupun yang boleh keluar dari halaman ini tanpa ijin dari pangeran Sin Juan" kata kepala pengawal itu kepada Alex dan kedua istrinya.
"Kenapa kalian ingin menangkap kami?,kami tidak punya salah apa apa"kata putri Annchi kepada kepala pengawal itu.
"Apa?,tidak salah?, ketahuilah dia adalah pangeran Sin Juan sang calon putra mahkota, siapapun yang dia inginkan,maka tidak boleh menolak ataupun melarangnya,karena hukuman bagi yang menolak nya adalah kematian"jawab kepala pengawal itu.
"Aku tidak perduli siapa kalian,aku cuma bicara sekali saja,menyingkirlah dari hadapan ku,jangan ganggu perjalanan ku"tegas Alex sambil terus melangkah.
"Kau boleh terus berjalan,tetapi tinggalkan dulu kepalamu,dan serahkan istrimu untuk pangeran Sin Juan"kata kepala pengawal itu sambil menerjang kearah Alex.
"Kau yang meminta maka akan kuberikan kepada mu,kau terlalu memaksa ku!"bentak Alex sambil melayangkan tendangan kearah tubuh bawah sang kepala pengawal itu
__ADS_1
"Bug!!".
Suara berdebug terdengar mengiringi terbangnya tubuh sang kepala pengawal itu mencelat keudara,terus membumbung tinggi dan terus membumbung tinggi hingga tubuhnya lenyap menghilang di balik awan kelabu.
Sembilan pengawal yang tersisa tersentak kaget melihat kenyataan itu.
Setelah beberapa lama,tubuh kepala pengawal itupun terlihat di ketinggian meluncur kebawah dengan pakaian yang dipakainya hangus terbakar karena bergesekan dengan udara.
Tidak ada suara benda jatuh,karena tubuh sang kepala pengawal itu sudah hancur sebelum menyentuh tanah.
Sembilan orang pengawal yang tersisa itu sebenarnya sudah ciut nyalinya melihat kenyataan yang terjadi dengan ketua mereka, pilihannya kini cuma maju untuk mati,atau mundur untuk menikmati hukuman mati.
"Dasar pengawal tidak berguna,kalian digaji untuk melaksanakan perintah ku,cepat maju kalian semua,dan bunuh pemuda itu supaya kedua wanitanya itu bisa ku miliki,cepaaat,atau seluruh keluarga kalian ku hukum pancung bersama kalian juga!"perintah sang pangeran kepada sembilan orang pengawalnya.
Mendengar teriakan sang pangeran,nyali mereka yang semula ciut kini terpaksa di gelorakan kembali demi keluarga mereka dirumah.
Kesembilan orang pengawal itu bergerak mengepung Alex dan kedua istrinya dengan pedang terhunus.
"Kalau kau menginginkan kematian dari pengawal mu ini,maka akan kukabulkan permintaan mu,sekaligus bonusnya adalah dirimu sendiri" Alex bergerak cepat menyongsong serangan kesembilan orang pengawal itu.
"Prak!".
Seorang pengawal terjungkal dengan muka yang hancur terkena pukulan tangan kosong dari Alex.
Para pengawal yang tinggal delapan itu seperti tidak lagi kenal rasa takut,terus saja maju menyerang Alex.
"Prak!".
"Prak!".
Dua kali terdengar suara seperti ranting dipatahkan,dan terlihat dua orang pengawal sudah tumbang dengan muka yang hancur pecah terkena serangan tangan kosong Alex.
Enam orang pengawal yang tersisa memang tidak ada pilihan,bagi mereka lebih baik mati sendiri dari pada dipancung bersama dengan anak istri mereka.
Keenam orang yang tersisa seperti kerbau gila,maju mengamuk tanpa menghiraukan dirinya sendiri,bagi mereka sekarang adalah membunuh atau terbunuh.
"Prak!".
"Prak!".
Kembali dua kali suara derakan seperti ranting yang dipatahkan,dan dua tubuh pengawal juga tumbang dengan muka yang juga hancur terkena pukulan tangan kosong Alex.
Tetapi para pengawal ini sepertinya pilihannya cuma mati ditangan Alex dari pada mati dipancung bersama keluarga mereka,maka mereka maju terus tidak perduli dengan keselamatan diri mereka sendiri.
"Prak!".
"Prak!".
Kembali dua orang pengawal elite itu tumbang ketanah terkena pukulan tangan kosong dari Alex dengan muka yang sudah pecah hancur.
Kedua orang pengawal yang tersisa seperti sudah di cuci otaknya,maju terus meski mereka sudah tahu bahwa kekuatan mereka tidaklah seimbang.
__ADS_1
*********