Mr Matrix

Mr Matrix
Akibat Dari Sifat Arogan.


__ADS_3

Mendengar ucapan Alex,tuan muda Fu Yue semakin merasa diatas angin,karena Alex dianggapnya tidak memiliki apa apa untuk bisa melawan dirinya.


"Kalau begitu baiklah,kau boleh pergi dari hadapan ku,semua wanita mu menjadi milik ku mulai sekarang,aku tidak tega menyakiti mu apa lagi sampai membunuh mu,kau yang tidak punya kepandaian apapun, pergilah sekarang" perintah tuan muda Fu Yue kepada Alex sambil tersenyum senang.


Alex hanya tersenyum ramah, "tidak bisa begitu juga tuan,saya dan istri saya lebih dahulu tiba di telaga ini,jadi tuanlah yang harusnya pergi"...


"Tidak!,mulai sekarang mereka bukanlah istri mu lagi,karena mereka sudah menjadi milik ku,kecuali kau berani melawan ku,tetapi itu mustahil orang lemah seperti diri mu berani melawan ku" kata tuan muda dengan sangat sombongnya.


"Kalau begitu baiklah tuan,saya akan mencoba melawan tuan,kalau saya kalah,maka semua istri saya akan menjadi milik tuan,tetapi bagai mana kalau tuan yang kalah?" tanya Alex.


Mendengar itu,tuan muda tertawa terbahak bahak hingga air matanya keluar,seolah apa yang Alex ucapakan cuma lawakan seorang badut saja, "ha ha ha ha,baiklah,baiklah,kau bisa meminta apapun juga bila aku kalah,mau harta benda tinggal bilang saja ha ha ha ha"...


Alex cuma tersenyum hambar, "baiklah tuan muda,saya tidak memerlukan harta,bila saya menang,saya cuma minta kedua kaki tuan saja sebagai kenang kenangan seumur hidup tuan"...


Wanita tua yang memimpin lima orang gadis perguruan itu tiba tiba melihat kilatan cahaya aneh di mata Alex,sesaat,memang cuma sesaat yang sangat singkat,tetapi cukup membuat bulu tengkuk wanita tua itu merinding karenanya.


Sedangkan keempat laki laki tua temannya,karena terlalu asik menikmati kecantikan wajah istri istri Alex,sehingga lupa waspada dan tidak memperhatikan kilatan Mata Alex tadi.


Panatua wanita dari perguruan singa emas itu akhirnya maju kedepan Alex serta menjura, "Maapkan murid kami tuan muda,hendaklah masalah ini kita selesaikan sampai disini saja,tidak usah diperpanjang lagi"...


Keempat panatua yang lainnya terkejut melihat sikap panatua wanita ini.


"Wei Lian,apa maksud mu merendahkan diri dan nama perguruan dihadapan pemuda ingusan yang baru hidup ini,sudahlah biarkan tuan muda menyelesaikan urusannya sendiri"kata Pana tua Rao Yan.


"Panatua Rao Yan,kau tidak melihat apa yang aku lihat,kau tidak merasa apa yang aku rasa,kalau terjadi sesuatu,kau harus bertanggung jawab sepenuhnya Rao Yan "kata panatua Wei Lian sambil meneruskan pekerjaannya menanak nasi bersama dengan kelima orang muridnya.


"Wei Lian ,aku akan bertanggung jawab sepenuhnya,lagi pula siapa sih yang mampu mengalahkan muridku yang sudah menjadi juara terkuat di negeri ini?, kau terlalu berlebihan mencemaskan hal yang tidak masuk akal" kata panatua Rao Yan .


Sementara itu tuan muda Fu Yue menjadi tidak senang mendengar penuturan panatua wanita itu.


"Sudahlah nenek tua,kau urus saja semua murid perempuan mu yang lembek itu,tidak usah mengurusi urusan orang lain,akan ku buktikan akulah yang terkuat di dunia ini"kata tuan muda Fu Yue geram.


"Terserahlah tuan muda,yang penting saya sudah memperingatkan kalian,lagi pula langit akan marah melihat kelakuan mu itu, bertindaklah sesuai dengan ambisi mu,tetapi hadapilah resikonya sendiri"panatua Wei Lian berucap sambil terus dengan kesibukannya sendiri.

__ADS_1


Tuan muda Fu Yue menatap kearah Alex dengan tatapan mata yang merendahkan.


"Baiklah bila kau nekat seperti itu,tetapi mendengar pertaruhan mu yang berat,aku terpaksa menaikan taruhan ku,tidak saja semua wanita mu yang aku rampas,tetapi juga nyawa mu yang akan aku ambil,nah kuberi kau kesempatan tiga jurus mendahului aku,sesudah itu baru giliran ku mengambil nyawa mu"kata Fu Yue dengan keyakinan yang sangat kuat,kalau sebelum tiga jurus dia sudah bisa menewaskan lawannya.


"Baiklah tuan muda,tuan muda memang sangat bermurah hati,mengalah tiga jurus kepada hamba, bersiaplah tuan muda"suara Alex terdengar datar dan dingin.


Tuan muda Fu Yue bersiap dengan pedangnya,sebenarnya dia tidak benar benar ingin mengalah dal tiga jurus,dia sudah punya rencana lain,pura pura tidak siap,padahal dia sudah sangat siap dan sebelum tiga jurus,dia akan memanfaatkan kelengahan musuh yang menganggap dirinya mengalah dalam tiga jurus untuk menyerang ke titik mematikan musuhnya.


Tetapi dimana kesombongan dan merasa diri paling kuat,disitulah letak awalnya kelemahannya.


Awalnya gerakan Alex terlihat sangat biasa saja dan mudah di tebak,tetapi beberapa saat kemudian,tubuh Alex menghilang dari pandangan tuan muda Fu Yue,dan tahu tahu tubuhnya 'sudah terhempas ketanah dengan kedua kakinya putus sebatas paha.


Dengan senyum yang sangat dingin Alex melangkah, "aku cuma mengambil taruhan kita tuan muda,bukankah itu persetujuan tuan muda sendiri,kenang kenangan agar seumur hidup tuan muda tetap ingat dengan hamba si sampah yang tidak berguna ini"...


Jeritan tuan muda Fu Yue melengking nyaring seolah merobek langit.


Empat orang orang panatua perguruan singa emas cuma bengong melihat kejadian yang begitu cepat terjadi itu,semuanya berjalan seperti di luar nalar manusia saja.


"Tuan muda,kenalkan nama saya Alexander atau tuan Alexander agung,saya akan melewati kota Rembulan juga,kalau tuan muda menginginkannya,maka dengan senang hati nanti hamba akan memusnahkan klan Gong diseluruh tanah Nirwana ini,saya tidak keberatan memusnahkan seluruh anggota klan yang tidak mengindahkan aturan langit"terdengar suara Alex bergema dengan nada sangat dingin.


Para panatua perguruan menotok di beberapa bagian kaki tuan muda Fu Yue,kemudian memberikan pil penyembuh luka kepada nya.


Setelah selesai mengobati tuan muda, keempat orang panatua itu menatap kearah Alex dengan tatapan sangat murka.


"Kau,kau telah membuat cacat salah satu murid perguruan singa emas,kau harus membayarnya dengan nyawa mu dan tubuh semua wanita mu"kata salah seorang panatua perguruan dengan mata memerah.


"Ha ha ha ha,ternyata kau juga sama dengan tuan muda mu itu kakek tua, ujung ujungnya menginginkan istri orang lain,padahal umur sudah tua,majulah kalian berempat sekaligus,biar kubuat kaki kalian semua sama seperti kaki tuan muda mu itu,bilamana perlu,aku juga tidak keberatan meng hapuskan perguruan singa emas dari peta negeri ini,aku berjanji bila tiba di kota Rembulan, aku pasti berkunjung ke perguruan kalian"Kata Alex masih dengan nada sangat dingin.


Wanita tua bersama lima orang muridnya duduk berdiam diri,mereka merasakan hawa dingin luar biasa dari ucapan pemuda di depannya itu.


Pemuda itu tidak sekedar jual omongan,tetapi ancaman nya terasa begitu nyata dan mengerikan.


"Anak muda,lagak mu seolah kau adalah Dewa langit saja,kau pikir kami gentar dengan ancaman mu,memangnya kamu siapa?,jangan sebut aku Rao Yan bila hari ini tidak memberikan hukuman yang setimpal kepada mu,ancaman mu cuma bualan belaka bagi ku"kata panatua Rao Yan dengan mata merah karena amarahnya.

__ADS_1


"Kakek majulah kalian berempat,agar tahu omongan ku ancaman kosong atau kenyataan, tetapi janganlah menyesal, karena penyesalan selalu datang belakangan kek"kata Alex sambil tersenyum dingin.


Tetapi bagi orang yang memandangnya,itu bukan senyuman tetapi sebuah seringaian seperti seekor serigala yang sedang melihat mangsanya.


Sementara itu, kesembilan orang pemuda tadi sedang mencoba menenangkan sang tuan muda yang tampak histeris melihat kedua kakinya yang tinggal sebatas paha saja.


Dunianya kini terasa hancur seketika,dia yang selalu membanggakan ketampanan dan kesempurnaan pisiknya, kini tiba tiba menjadi pesakitan.


Berapa banyak para pemuda yang dia buat cacat kakinya,atau lumpuh karena pukulan nya,dan tidak ada seorangpun yang berani bertindak,kalaupun ada yang berani,maka tukang pukul sang ayah yang ratusan banyaknya itu akan mengeroyok tanpa ampun.


Biasanya dia cuma tertawa tawa menyaksikan orang yang tidak dia sukai meratap karena kami patah,tulang belakang patah,sekarang dia sendiri yang merasakan penderitaan orang orang yang dia aniaya dulu,bagai mana rasanya hidup tidak berguna tanpa kaki lagi.


Panatua perguruan singa emas bernama Rao Yan itu segera bangkit dan berjalan menghampiri Alex, "anak muda,hari ini aku Rao Yan,penatua perguruan singa emas,akan memberikan hukuman kepada mu yang telah membuat cacat seorang murid perguruan singa emas,bersedia atau tidak bersedia,kedua kaki mu akan tetap ku potong seperti kau memotong kedua kaki murid ku"...


Selesai berucap,tubuh panatua itupun segera bergerak sangat cepat,gerakan yang didasari dari kultipasi tingkat Dewa laut memang bukan main hebatnya.


Walaupun demikian,bagi Alex yang sudah mencapai tingkat dewa paripurna itu,gerakan sang panatua itu tidak ada apa apanya bagi nya, jarak mereka sangat jauh bagaikan langit dan bumi saja.


Pada pertarungan awal, Alex cuma berusaha mengimbangi gerakan dari panatua perguruan Rao Yan dengan menerapkan jurus sembilan langkah Dewa dan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa nya, sehingga tubuh Alex seolah olah bisa berpindah pindah tempat dengan begitu saja.


Hingga berlangsung beberapa puluh jurus berlalu,jangankan untuk mendaratkan pukulan,menyentuh tubuh Alex saja belum bisa.


Tubuh Alex seperti timbul dan menghilang dalam sekejap mata saja.


Hingga jurus ke enam puluh,Alex masih saja terus menghindar dan berkelit,tanpa berusaha membalas serangan itu.


Panatua Rao Yan menjadi sangat geram serta bingung menghadapi Alex,dari awal sangat bernafsu ingin merobohkan Alex di awal awal jurus,kini dia frustasi sendiri karena tidak berhasil menyentuh tubuh lawannya.


"Kakek tua,bagai mana kau ingin menghukum aku bila menyentuh tubuhku saja kau tidak mampu"suara Alex terdengar bergema di sekitaran situ.


Panatua perguruan, Rao Yan sangat murka sekali,tetapi juga tidak berdaya melawan Alex, jangankan untuk menyarangkan pukulannya,menyentuh tubuh Alex saja dia tidak bisa.


*********

__ADS_1


__ADS_2