
Alex menatap kesekeliling nya,tidak ada sesuatu ciri ciri kehidupan disitu.
Dan yang lebih aneh lagi, Matrix tidak merespon apapun juga,seolah Matrix menyuruh Alex berusaha sendiri mencari tahu apa yang terjadi di dunia aneh itu.
"Disini tidak ada sisa sisa kehidupan apapun, apakah disini memang tidak ada kehidupan ?, lalu untuk apa kita dikirim kesini ?"tanya Alex bingung menatap ke sekelilingnya yang cuma bebatuan tandus berwarna merah dan kuning saja yang terlihat mata.
Mereka berjalan sambil melihat lihat barang kali ada tanda tanda kehidupan di tempat itu.
Namun setelah sekian lama berjalan,belum juga mereka menemukan tanda tanda ada kehidupan disitu.
"Apakah kita teruskan atau kita kembali saja ke tempat kita pergi tadi?"tanya Alex .
"Sebentar lagi kak,bila setelah kita mencari dan tidak menemukan sesuatu apapun,maka tidak salah bila kita kembali"kata Dewi Amarila memberikan pendapatnya.
"Baiklah!,kita mencari beberapa saat lagi,bila hasilnya tetap sama, maka kita harus kembali ke kuil kecil di pulau Naga itu " kata Alex.
Kembali mereka mencari kalau kalau ada kehidupan di tempat itu,kali ini mereka berpencar menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama adalah Alex dan istrinya, serta kelompok kedua Pertapa sakti dan Biksu Mata hati.
Mereka mencari kesana kemari,namun Alex dan istrinya tidak menemukan sesuatu apa jua pun yang bisa di jadikan acuan bahwa tempat itu memiliki penghuni baik manusia ataupun binatang.
"Rupanya tempat ini memang tempat kosong kak,lalu apa tujuan sang kehendak suci membawa kita hingga sampai kesini?"tanya Dewi Amarila.
Baru saja Alex mau menanggapi perkataan dari istrinya,tiba tiba terdengar teriakan dari Pertapa sakti memanggil mereka.
"Tuan ku !".
"Tuan ku!".
Terlihat pertapa sakti berlari kearah Alex dan istrinya berada.
"Ada apa pertapa sakti,kenapa berteriak teriak seperti itu?"tanya Alex.
"Maap tuan ku,tetapi disana ada sesuatu yang sebaiknya tuan ku lihat!" kata pertapa sakti setelah mendekat ke arah Alex .
Alex segera mengikuti pertapa sakti yang berjalan kesatu arah di kaki gunung batu yang sangat besar dan tinggi.
Di celah dua buah batu besar selebar dua depa, terlihat Biksu mata hati sedang meraba raba sesuatu di tebing celah batu itu.
"Ada apa Biksu Tong?" tanya Dewi Amarila kepada Biksu mata hati.
"Ada lukisan celah tebing batu ini tuan ku,dan saya juga merasakan adanya bekas energi disini tuan"kata Biksu Mata hati
Alex memperhatikan lukisan di tebing celah batu besar itu.
Lukisan itu menggambarkan pertarungan manusia melawan beberapa ekor naga hitam berekor merah,dan terlihat banyak manusia yang menjadi korbannya.
__ADS_1
Selagi asik memperhatikan lukisan itu,tiba tiba Alex melihat ada sesuatu yang aneh di atas batu lantai celah itu.
Alex kembali memperhatikan batu lantai celah tebing itu,dan benar saja seperti jejak kaki seseorang yang sehabis menginjak pasir halus lalu menginjak batu datar,maka pasir halus itu tertinggal di atas batu seperti cetakan gambar kaki orang.
"Ya benar ini jejak kaki manusia,dan jejak ini tidak terlalu lama sepertinya !"kata Alex sambil mengikuti arah jejak kaki itu memasuki celah tebing gunung batu itu.
Di ujung celah tebing itu ada sebuah ruangan besar sekitar sepuluh depa persegi luasnya.
Sampai di ruang terbuka yang dikelilingi tebing batu sangat tinggi itu,petunjuk kembali hilang.
Yang ada cuma sebuah altar selebar satu depa namun cuma dua jengkal dari dasar tanah dan menempel ke tebing batu.
"Kak lihatlah,seperti guratan bunga!"kata Dewi Amarila sambil membersihkan pasir yang menempel di dinding tebing dan terhalang tonjolan batu, sehingga tidak nampak dari pandangan mata.
Setelah melihat bentuk guratan batu di dinding tebing itu,tiba tiba Alex teringat dengan batu berbentuk bunga yang di berikan oleh seorang kakek tua di kota Sam Ju beberapa hari yang lalu.
Alex segera mengeluarkan batu berbentuk bunga berkelopak sembilan itu dan menempelkannya di dalam lubang guratan di dinding tebing yang ternyata sangat pas itu.
Setelah batu berbentuk bunga berkelopak sembilan itu di masukan ke dalam lobang guratan yang sama di tebing,tiba tiba tebing tinggi itu terasa bergetar seperti mau runtuh saja layaknya.
Terdengar suara bergemuruh nyaring, ketika sebuah lubang besar terbuka tepat diatas altar rendah tadi.
Alex berjalan memasuki lobang goa itu di ikuti oleh istri dan pertapa sakti serta Biksu mata hati.
Mula mula jalan lebar dan masih mudah untuk di lalui,tetapi semakin masuk kedalam,jalan kian menyempit dan cuma menyisakan sejengkal saja, sedangkan di sebelah kanan jalan itu terlihat jurang menganga dengan nyala lahar terlihat di dasar jurang itu.
Untungnya mereka semuanya miliki tingkat kultipasi yang tinggi,sehingga kesulitan itu tidak ada artinya bagi mereka.
Didepan mereka terlihat lorong lebar dengan deretan tonggak batu yang berdiri diantara lautan lahar di dasar nya.
Dengan Mempergunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah sempurna,mereka berlompatan dari batu ke batu.
Setelah beberapa lama berlompatan diatas tonggak batu,akhirnya mereka tiba di seberang jurang lahar itu.
Diseberang jurang lahar itu terdapat lorong besar yang ber lantai rata dan mudah untuk di lalui berupa tangga tangga menurun.
Setelah mengikuti tangga menurun yang berkelok kelok itu beberapa lamanya,akhirnya merekapun tiba di ujung lorong itu.
Ujung lorong itu adalah sebuah ruang terbuka yang sangat besar sekali,dan dari atas ruangan yang sangat tinggi itu memancar cahaya dari batu batu mineral yang bercahaya sendiri,sehingga tempat itu terang benderang seperti siang.
Di dinding ruangan itu terlihat lobang lobang besar ratusan banyaknya,sedangkan di tengah tengah ruang terbuka itu ada sebuah telaga kecil berair bening.
Baru saja mereka turun kearah ruang terbuka itu,serombongan laki laki keluar dari lobang lobang di dinding ruangan itu.
Sekitar seratus laki laki yang bersenjatakan pedang itu langsung mengepung Alex dan istrinya.
"Tunggu,kami tidak bermaksud jahat, hentikan serangan dia sia kalian"kata Dewi Amarila kepada para laki laki itu.
__ADS_1
Seorang laki laki muda dan gagah maju kedepan dengan sikap angkuhnya, "kalian berani masuk ke wilayah kami,tentu ada maksud jahat,bila kalian ingin selamat,pergilah dan tinggalkan wanita itu di sini"...
"Nak,sebaiknya kau berbicara baik baik,dari pada kau celaka nantinya" kata Pertapa sakti sambil berjalan maju kedepan berhadapan dengan pemuda itu.
"Aku tidak butuh nasihat mu,silahkan kau pergi dari sini dan tinggalkan wanita itu bila tidak",,,...
Kata kata pemuda itu terputus disitu saat satu jotosan dari Pertapa sakti mampir di rahangnya.
Tubuh pemuda itu melayang beberapa depa lalu ambruk pingsan dengan rahang yang patah.
Sangat beruntung Pertapa sakti tidak menggunakan tenaga maksimalnya,seandainya dia menggunakan tenaga maksimalnya,bisa dipastikan pemuda itu pasti tewas dengan kepala pecah berantakan.
Seratus orang laki laki yang tadi maju bersama sama dengan pemuda itu kini terlihat mulai ragu ragu,karena cuma dengan satu gebrakan saja,teman mereka langsung pingsan.
Sebelum mereka mengambil sikap maju ataukah mundur,tiba tiba terdengar suara lembut, "kalian mundurlah!"...
Serentak para laki laki tadi semuanya mundur teratur.
Dari salah satu lobang di dinding ruangan itu melayang tubuh seorang gadis cantik jelita bertubuh tinggi semampai memakai pakaian serba putih dengan sebuah Tiara cantik menghiasi kepalanya.
Sedangkan di belakangnya berjalan seorang kakek tua yang wajahnya membuat Alex terperanjat saking terkejutnya.
"Ka,, kakek tua,kenapa kakek tua berada di sini juga ?"tanya Alex terkejut.
"Salam hormat yang mulia, sebenarnya hamba sudah tahu siapa tuan ku sesungguhnya, hamba sengaja melakukan hal itu sekedar agar tuan ku yang mulia menjadi penasaran,ini adalah Ratu Pramestiya, junjungan kami tuan ku" kata kakek tua itu lagi.
Gadis cantik itu menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada, "tuan, marilah kita masuk ke tempat saya,tidak elok berbicara disini"...
Seperti tanpa beban,tubuh gadis itupun melayang masuk kedalam salah satu lobang yang paling besar di tebing ruangan itu,di ikuti oleh kakek tua tadi.
Alex dan istrinya serta pertapa sakti dan Biksu mata hati mengikuti mereka dari belakang.
Ternyata di dal ruangan itu seperti sebuah ruangan istana seorang raja saja layaknya, dengan dekorasi dan hiasan yang mewah dan indah.
Di satu ruangan yang sangat mewah,mereka duduk di kursi yang terbuat dari batu berukir cantik berhiaskan naga berhadap hadapan.
Tiba tiba Biksu mata hati berbisik di telinga Alex , "tuan ku,hamba merasa sang ratu ini ada hubungannya dengan salah satu permata yang tuanku cari!"...
"Iya kah?,semoga saja kau benar Biksu mata hati "kata Alex sambil kembali menatap kearah sang Ratu.
Kebetulan sang Ratu juga menatap kearah nya, sehingga pandangan mereka bertemu sesaat,sebelum sang ratu dengan cepat mengalihkan tatapan matanya ke arah lain.
"Kakek Su Lung,apakah benar ini orang nya yang kau katakan itu?"tanya sang Ratu kepada kakek tua yang dia panggil Su Lung itu.
"Benar tuan ku Ratu, hamba sudah melihat semua ciri ciri nya tuan ku Ratu,dialah yang dimaksud oleh para Dewa dahulu kala yang ditulis oleh para leluhur di serat suci itu tuan ku Ratu "jawab kakek Su Lung itu.
"Apakah maksud dari semua ini kek?,dan ini berada dimana kah?"tanya Alex minta penjelasan dari kakek tua itu.
__ADS_1
"Maapkan saya yang mulia,kami semua ini adalah suku Naga yang terakhir tuan ku,rakyat kami tinggal sekitar seribu orang saja lagi tuan ku,ada juga sebagian yang kami antar kedunia luar,tentu saja setelah daya ingatnya kami hapus sehingga dia tidak mengingat apapun juga, dahulu kala dunia kami sama seperti dunia pada umumnya,hingga suatu ketika terjadi pertempuran besar antara dua klan suku naga,yaitu suku naga hijau dan suku naga hitam, karena memperebutkan siapa yang lebih berhak menyimpan angin suci kehidupan,akhirnya suku kami suku naga hijau kalah,sang raja dan seluruh keluarganya tewas terbunuh,yang tersisa cuma Gusti Ratu Pramestiya yang sekarang, ketika itu beliau masih sangat kecil,dan angin suci kehidupan pun akhirnya dikuasai oleh suku naga hitam,dan kami lari mengungsi ke tempat ini"kata kakek Su Lung memulai ceritanya.
...****************...