
Sang tuan ketua kota Mu Long berjalan mondar mandir di hadapan para kepala Prajurit yang duduk di ruangan itu.
Mukanya merah padam menahan amarah yang meluap luap setelah mendengar laporan dari para prajurit nya.
Betapa tidak,sang tuan ketua kota Mu Long merasa amat terhina mendengar pengusiran oleh seorang yang tidak di ketahui berasal dari mana itu.
"Ou Tan Rao,dan kau Si Quon Lie,apa pendapat kalian berdua sekarang, apakah kita mendatangi pemuda itu,atau kita menunggu pemuda itu di tempat ini saja?"tanya tuan ketua kota kepada kedua orang kepercayaannya itu.
"Maap tuan ketua kota, menurut hemat saya, lebih baik kita menunggu di tempat ini saja sementara menunggu perkembangan yang ada, jangan jangan itu cuma ancaman bualan kosong saja tuan !"kata Ou Tan Rao memberikan pendapat nya.
"Begitukah ?,tetapi bagai mana bila pemuda itu membuktikan ancamannya ?"tanya sang tuan ketua kota lagi.
"Kita bisa mempersiapkan para prajurit kita disini tuan, seperti prajurit panah, prajurit lembing dan prajurit tombak,dahulu saja tuan Teo Tan Seng tidak berani menyerang ketempat ini begitu saja"kata Ou Tan Rao.
"Ha ha ha ha,ternyata kau cukup cerdas Tan Rao, baiklah,persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan matang, jangan sampai ada celah kelemahan yang dapat dipergunakan musuh sebagai jalan untuk menyerang kita"kata tuan ketua kota Mu Long, Miu Bi Guan sambil tersenyum senang.
Hampir di seluruh kota bergerak,rupanya kebanyakan dari toko toko yang di miliki oleh klan Teo ini hasil dari pada merampas,kalau ada satu toko yang terlihat maju dan laris, Teo Tan Seng langsung merebut toko itu, kalaupun tidak di rebut secara paksa,para pelanggan yang mereka ancam bila berbelanja di toko itu,sehingga para pelanggan tidak lagi berani berbelanja,dan ujung ujung nya,toko itu akan bangkrut,akhirnya mereka juga yang mengelola nya.
Bukan cuma toko,rumah makan dan penginapan juga sudah di ambil alih kembali oleh pemilik sah nya.
Kini setelah semua sumber pemasukan mereka habis,klan Teo ini tidak ubahnya hanya sekumpulan para penganggur yang malas saja.
Menjelang tengah hari, Alex dan semua istrinya serta para pengawal pribadi nya segera mendatangi tempat kediaman tuan ketua kota.
Ketika mereka sampai setempat kediaman tuan ketua kota,pintu gerbang nampak sudah terbuka lebar,seolah memang bermaksud menantikan kedatangan Alex disitu.
Kedua orang kepercayaan tuan ketua kota, Ou Tan Rao dan Si Quon Lie berdiri dengan gagahnya di depan kediaman tuan ketua kota Miu Bi Guan.
"Sungguh besar nyali mu anak muda,berani datang ke sarang macan,ku hargai keberanian mu, tetapi sayang kau b*d*h mengantar nyawa busuk mu kesini, menjadikan janda para istri mu yang cantik cantik itu,tetapi jangan khawatir,kami berdua bersedia menampung para istri mu semuanya,kau bisa mati dengan tenang!" kata kedua orang kepercayaan tuan ketua kota sambil tertawa tawa.
"Kalian tertawa tawa karena menganggap semua kata kata ku lelucon belaka,tetapi kalian belum tahu sedang berhadapan dengan siapa,se umur hidup ku tidak pernah bergurau dengan ancaman apa lagi dengan maut,karena kalau aku pergi dari kota ini dan urusan dengan kalian belum selesai, maka pasti setelah aku tidak ada di kota ini,hak masyarakat banyak akan kembali kalian rebut, karena kalian bejadnya sama saja dengan tuan besar klan Teo itu!"kata Alex.
"Ha ha ha ha,tentu saja kau melawak tuan muda paling hebat,kau mungkin lupa ini di tempat siapa ?, lihatlah di sekeliling mu tuan muda hebat,ha ha ha ha,kau memang tuan muda yang hebat!"kata kedua orang kepercayaan tuan ketua kota itu sambil tertawa tawa merasa menang.
Alex melihat ke kiri dan kekanan,ternyata ada banyak prajurit panah yang sudah dalam kondisi siaga penuh,serta prajurit lembing dan tombak yang sudah bersiaga penuh.
Terdengar suara derai tawa kedua orang kepercayaan tuan ketua kota itu menggema.
"Ah!, mainan anak kecil seperti ini kalian bangga kan,kasihan, bagi kalian mungkin berbahaya, tetapi bagiku ini cuma permainan anak anak saja,buktikanlah sendiri, apakan omongan ku benar atau sekedar omong kosong!"kata Alex.
"Baiklah tuan muda hebat,selamat tinggal tuan muda hebat,,, panah!!" teriak orang kepercayaan tuan ketua kota itu.
__ADS_1
Serentak lusinan anak panah melesat kearah Alex dengan kecepatan tinggi.
Namun baru separo jalan, anak panah itu tiba tiba berbalik mengejar kearah si pemanahnya sendiri.
Cuma dengan sekali mengibaskan tangannya,anak panah itu kembali ke pemanahnya sendiri dan memanggang mereka satu persatu.
Begitu juga dengan lembing dan tombak,tiba tiba berbalik kepada pelemparnya, dan memanggang tuan nya sendiri.
Serentak tawa dari kedua orang kepercayaan tuan ketua kota itu terhenti seketika setelah melihat seluruh prajurit panah mereka tewas seketika, ditambah dengan prajurit tombak dan lembing mereka juga tewas.
"Ha ha ha ha,tawa kalian mengandung hawa kematian,lihatlah sekarang, kalian menertawai diri kalian sendiri, kalian kira aku pembual,sekarang lihatlah, siapa menertawai siapa, permainan anak kecil kalian tampilkan di hadapan ku,kalian sudah ku beri waktu hingga matahari tegak diatas kepala untuk keluar dari kota ini,tetapi kalian malah memilih menjebak ku disini,aku tidak pernah memberi kesempatan dua kali,dan aku tidak pernah mengampuni orang orang yang tidak menghargai kehidupan orang lain"kata Alex sambil menatap kedua orang itu dengan tatapan marah.
"Kau kira kami takut dengan ancaman kosong mu heh,kau salah anak muda,kami tidak takut akan ancaman mu itu!"kata kedua kepercayaan tuan ketua kota itu.
Alex mengibaskan tangan kanannya kearah kedua orang kepercayaan tuan ketua kota itu,dan serangkaian angin sangat dahsyat menghantam keduanya.
Meski dengan sekuat daya keduanya bertahan, namun akhirnya tubuh keduanya terbang juga terbawa angin dari pukulan Alex.
Tubuh keduanya baru berhenti terbang setelah menabrak pohon Tao yang tumbuh tinggi di pinggir tembok rumah kediaman ketua kota.
Keduanya pun jatuh ketanah dengan kepala yang pecah terkena batang pohon Tao.
Alex masuk kedalam rumah kediaman ketua kota itu,di ruang depan terlihat tuan ketua kota berdiri sambil memegang sebilah pedang di tangan.
Seketika tubuh putri Xiu Ying melesat kearah tuan ketua kota dengan kecepatan yang sangat dahsyat.
Tanpa berhasil mengelak ataupun menghindar, tubuh sang ketua kota putus terbabat pedang dari putri Xiu Ying.
Setelah mengumpulkan mayat mayat di satu tempat terbuka,Alex lalu menyerahkan pukulan api illahi tingkat la nya kearah mayat mayat itu,sehingga mayat mayat itu hangus seketika menjadi abu lalu tercerai di tiup angin tanpa bekas.
Setelah membersihkan tempat itu, mereka malam itu tidur di rumah kediaman tuan ketua kota itu.
Ke esokan paginya,setelah membeli semua perlengkapan untuk bekal mereka di jalan, Alex segera mengajak para istrinya dan pengawal pribadi nya untuk melanjutkan perjalanan ke barat.
Lima belas ekor kuda termasuk Dewa Pegasus berjalan di jalan setapak menuju ke sebelah barat.
Maklum ke sebelah barat jalan besar harus lewat Utara,sedangkan yang langsung ke barat hanya sebuah jalan setapak saja.
Jarak satu hari perjalanan,masih belum ada hutan,hanya ladang dan kebun masyarakat saja yang di dapatkan, setelah dua hari perjalanan,barulah mereka tiba di pinggir sebuah hutan.
Desa di pinggir hutan itu,ada sebuah desa bernama desa Kun sui atau air panas.
__ADS_1
Desa ini di namakan desa Kun sui karena di sebelah barat desa ini,di dalam sebuah hutan ada satu sumber air panas alami, karena itulah maka desa isi di namakan desa Kun sui atau air panas.
Desa Kun sui tidaklah besar,cuma ada empat puluh buah rumah saja yang berdiri di desa ini.
Ketika mereka memasuki desa itu,suasana nampak mencekam,suasana desa sangat hening,seakan tidak ada manusia nya.
Namun Kokok ayam dan embik kan kambing menandakan masih ada penduduk yang menghuni desa itu.
Telinga Alex yang tajam, masih mendengar suara desah nafas dibalik dinding rumah penduduk.
Mendekati ujung kampung,Alex melihat ada sepasang suami istri tua sedang mencabut singkong di sebelah rumah mereka.
Alex mendekati pasutri tua itu, "selamat sore kakek,nenek,bolehkah kami numpang istirahat barang sejenak disini ?"...
Dengan tersentak, kedua pasutri itu menatap kearah rombongan Alex satu persatu,kemudian menatap kearah muka Alex agak lama.
Setelah menatap muka Alex beberapa saat lamanya,kedua pasutri tua itu bangkit berdiri, "selamat sore nak,ada apa ya,pendengaran kakek agak terganggu, maklum sudah tua!"...
Alex kembali mengulangi pertanyaannya tadi, "kami bermaksud menumpang untuk beristirahat sejenak disini kek,apa boleh?"...
"Memang anak semua dari mana dan mau kemana?"kakek itu balas bertanya.
"Kami dari kota Mu Long dan bermaksud untuk mencari kuil Dewa Api di sebelah barat kek,tetapi kami tidak tahu pastinya kuil Dewa Api itu di mana letaknya,semoga saja kami bisa menemukan kuil itu kek!"jawaban Alex sebenarnya adal saja.
Tetapi mendengar jawaban Alex tadi,sang kakek justru yang terperanjat sekali.
"Ooh,boleh boleh nak, beristirahat lah didalam, kasihan istri mu kelelahan, dan kalau boleh tolong cabut kan batang singkong ini nak,tenaga kakek sudah hampir habis nak !"kata kakek itu.
Tanpa menunggu perintah dari Alex, pertapa sakti segera mencabut batang singkong itu dengan sebelah tangannya saja.
Sedangkan sang nenek segera mengajak para istri Alex untuk masuk kedalam rumah tua yang tidak seberapa besar dan nampak sudah agak lapuk di sana sini itu.
Pertapa sakti dengan menggotong pohon singkong yang penuh dengan ubinya besar besar itu, berjalan mengikuti kakek ke arah sumur di belakang rumah.
Alex, Biksu mata hati, kakek Su Lung, Dewa Samudra,dan Dewa Lonceng Kematian mengikuti para wanita masuk ke dalam rumah itu.
Rumah itu,meskipun sudah tua dan usang, tetapi masih terawat dengan baik serta bersih.
Setelah duduk di berada depan rumah kakek dan nenek itu beberapa saat lamanya,akhirnya Dewi Amarila dan Ratu Pramestiya berjalan keluar dari dapur dengan membawa teko teh panas dan beberapa gelas keramik.
...****************...
__ADS_1
Mohon maap,kemarin tidak up date,karena ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan.