Mr Matrix

Mr Matrix
Singa Padang Pasir Balas Dendam.


__ADS_3

Sepuluh orang prajurit kota itu mengepung Alex dari segala penjuru sambil menyerang dengan pedang mereka masing masing.


Namun Alex juga bergerak diluar jangkauan kekuatan penglihatan manusia, sehingga mata mereka tidak bisa menangkap kearah mana Alex bergerak.


Hingga akhirnya,pada serangan mereka yang kesekian kalinya,tiba tiba gerakan Alex kembali tidak bisa mereka lihat dengan mata mereka, hingga;


"Tras!".


"Tras!".


"Tras!".


Beberapa kali suara tebasan terdengar hampir berbarengan.


Saat itu sepuluh orang prajurit kota itu cuma melongo tidak menyadari apa yang telah terjadi.


Setelah darah mulai merembes keluar dari pinggang mereka semua,barulah mereka menyadarinya bahwa pinggang mereka telah putus semuanya terkena tebasan pedang cahaya milik Alex .


Tetapi kesadaran yang sudah sangat terlambat sekali,satu persatu tubuh mereka mulai bertumbangan ketanah.


Melihat sepuluh anak buah nya tumbang seperti batang pisang yang ditebas golok tajamnya,sang pimpinan pasukan segera melompat kebelakang dan berlari kencang menghindar.


Tiga orang pemuda penunjuk jalan tadi menatap kearah Alex dengan gemetar dan bibir yang pucat pasi.


"pergilah, kali ini aku tidak berniat mengambil nyawa kalian,tetapi entahlah nanti kalau kita bertemu lagi,dan kalian masih saja berkelakuan tidak baik,mungkin pikiran ku akan berubah, percayalah,bagiku mencabut nyawa kalian semudah menebas tunas pisang"kata Alex datar.


Ketiga pemuda itu segera pergi tanpa berkata kata lagi.


Setelah tiga orang pemuda tadi pergi,Alex segera melangkah menyusuri jalan untuk mencari rumah penginapan.


Setelah berjalan beberapa saat lamanya, akhirnya Alex menemukan sebuah penginapan yang cocok untuknya,karena ada tempat penginapan kudanya juga.


Meskipun harus membayar lebih untuk Dewa Pegasus tidur dan makan serta memandikannya,tetapi bagi Alex itu sepadan dengan kerja keras Dewa Pegasus sendiri.


Alex melangkah kedalam penginapan itu,disana ada seorang gadis cantik menyambutnya.


Setelah nampak seperti ragu ragu sejenak,akhirnya gadis cantik itu datang menghampiri Alex.


"Se selamat sore,,,,eh tu,,tuan muda apa no na muda?"sapa gadis itu.


Alex tersenyum,dia maklum dengan kebingungan para perempuan melihat dirinya,sebenarnya dirinya juga terganggu dengan penampilannya sekarang,tetapi mau apa lagi,sekarang wajahnya adalah bayangan dari wajah semua istrinya yang tersedot kedalam dirinya.


Kadang kadang justru istri istrinya sendiri yang menertawakan kelucuan yang dia terima karena wajahnya sekarang.


"Selamat sore nona,saya seorang laki laki tulen, jangan takut,saya bukannya banci,memang wajah saya seperti ini adanya nona"jawab Alex sambil tersenyum, senyuman ala Dewi muyimaeva yang sanggup membuat hati seseorang menjadi tenang.


"Eh,ah maap tuan muda saya kira tuan muda seorang gadis yang menyamar jadi seorang laki laki,maapkan saya,apa ada yang bisa saya bantu tuan muda?"tanya gadis itu ramah.


"Saya bermaksud menginap disini,apa masih ada kamar kosong nya nona?"tanya Alex.


Gadis itu mengangguk ramah, "ada tuan,tetapi tinggal yang kelas satu saja,itupun cuma tinggal satu kamar saja,biaya nya permalam setengah keping emas"jawab gadis cantik itu tersenyum malu malu,karena detak jantung nya seperti mau melompat dari sarangnya.


"Tidak apa apa,oh iya,tempat penginapan kuda yang kelas satu apa masih ada?"kembali Alex bertanya kepada gadis cantik itu.

__ADS_1


Secara sembunyi sembunyi gadis itu mencuri pandang ke wajah Alex,akhirnya dia minder karena merasa kalah cantik dibandingkan dengan seorang pemuda ini.


"A' ada tuan muda,biayanya setengah keping permalamnya, adapun mengenai pelayanan khusus bagi kuda nya,tuan bisa bicara dengan tukang kuda nya sediri,karena penginapan hanya mengurusi masalah tempatnya saja tetapi tidak ikut campur dalam masalah pelayanannya"kata gadis cantik itu.


"Baiklah,aku mau menginap disini bersama kuda ku,aku mau ketempat tukang kuda dahulu,tolong siapkan kamar untuk ku"kata Alex seraya berjalan keluar penginapan itu.


Alex berjalan kearah kiri halaman penginapan itu, dimana terdapat banyak kandang kuda berjejer.


Seorang pemuda sederhana menghampiri Alex, "apa tuan mau menitipkan kuda tuan?"...


"Ya,ini kuda ku,tolong beri rumput yang terbaik serta beri minum,dan tolong mandi kan,berapa biaya nya?"tanya Alex.


"Cuma dua ratus keping perak tuan!" jawab pemuda itu.


"Oke,aku setuju,tolong mandikan dan beri makan kuda ku ini!"kata Alex sambil membelai kepala dewa Pegasus.


Kuda itu cuma mengangguk angguk senang.


Tetapi tukang kuda itu yang justru bingung melihat kuda Alex tanpa tali kekang.


Alex yang mengetahui itu segera berkata, "tidak apa apa,kau bicara saja dengannya,dan dia akan menutut kata kata mu,tetapi ingat,jangan apa apakan dia,atau kau dalam bahaya olehnya!" kata Alex.


"Iya tuan,ayo kuda gagah,ikuti aku"kata tukang kuda itu ramah.


Dia melongo heran ketika kuda itu berjalan mengikutinya kedalam kandang yang paling bersih.


Setelah selesai menitipkan kudanya kepada tukang kuda penginapan, Alex segera menemui gadis penunggu penginapan itu untuk mengambil kunci kamarnya.


"Ini kamar nya tuan muda,semoga tuan muda senang,permisi tuan muda"katanya seraya berlalu kembali ketempat kerjanya.


setelah Alex masuk kamar,yang pertama dilakukan adalah mandi berendam di dalam bak mandi yang kebetulan memanjang itu.


Sebenarnya Alex ingin berlama lama berendam didalam bak mandi itu,tetapi tiba tiba pintu kamar diketok orang dari luar dengan kerasnya.


Setelah membereskan pakaian nya, Alex segera pergi keluar kamar penginapan itu.


Baru saja dia keluar dari kamar itu,diluar ada empat orang prajurit kota dengan senjata tombak ditangan.


Sementara dua orang yang paling depan, setelah Alex keluar kamar,langsung menghujamkan tombaknya ke dada Alex.


"Treng!".


"Treng!".


Terdengar seperti tombak membentur sebuah tembok terbuat dari pada baja.


Kedua mata tombak itu patah ketika mengenai dada Alex .


Sedangkan Alex, jangankan terluka, bajunya saja tidak robek.


Kedua prajurit itu pucat melihat kenyataan bahwa Alex tidak terluka sedikitpun bahkan tombak mereka patah berantakan setelah membentur kulit tubuh Alex.


Sedangkan dua orang prajurit kota yang berada di belakang kedua orang prajurit kota tadi, cuma melongo bingung, baru kali ini dia melihat manusia yang benar benar kebal dengan senjata tajam.

__ADS_1


"Keluarlah,aku akan menyusul kalian keluar, aku tidak ingin mengotori rumah penginapan ini dengan darah kalian yang sudah sangat kotor itu!" kata Alex dingin seperti dewa maut yang siap beraksi.


Ke empat orang prajurit kota itu dengan tergopoh-gopoh berlari kearah luar.


Disana telah menunggu sekitar sembilan puluh orang prajurit kota yang sudah siap siaga dengan senjata terhunus di tangan.


Disisi sebelah kiri pasukan prajurit kota itu berdiri seorang laki laki tua tinggi besar dengan kepala diikat seperti sebuah sorban dan di lehernya terlilit sebuah kain selendang berwarna kuning gading.


Berdiri Disamping laki laki tadi,ada seorang laki laki lagi dengan kepala yang licin dan telinga agak sedikit lancip, mungkin dia seorang ras (perpaduan dua genetika mahluk).


Kedua telapak kaki laki laki kedua itu agak lebar seperti kaki bebek.


Sedangkan di depan prajurit kota itu ,berdiri laki laki yang lari tadi siang.


Ke empat orang prajurit kota yang tadi masuk kedalam penginapan segera menghampirinya.


"Hei!,pemuda itu mana?" tanya kepala pasukan yang tadi lari.


"Di,,,,dia a,,akan segera keluar ketua"jawabnya gugup.


Belum lagi mereka selesai berbicara,seorang pemuda cantik keluar dari penginapan itu dengan langkah tenang.


"Ada apakah kalian mencari ku?,apakah masalah yang tadi masih berbuntut panjang lagi?" tanya Alex kepada para prajurit kota itu.


"Ya,,,aku yang mencari mu,,aku ingin mencongkel mata mu untuk ganti mata putra ku yang kau buta kan!"terdengar suara orang tua di kiri pasukan dengan suara sangat berat.


Alex menatap bapak tua itu dan mengukur tingkat kultipasi nya.


Ia berada pada tingkat Dewa langit,pantas saja tidak ada yang berani melawannya.


Kini Alex tersenyum menatap kearah bapak tua itu, "bapak tua,jangan terlalu tinggi rasa,nanti bisa bisa mata bapak tua yang tercongkel keluar, hati hati bicara bila bapak tua belum kenal dengan siapa bapak bicara,pedang itu selalu bermata dua pak tua,satu mata menghadap musuh dan satu lagi menghadap diri mu sendiri,bila mata yang menghadap musuh mu yang bicara,maka kau akan selamatkan,tetapi bila mata yang menghadap kearah diri mu sendiri yang berbicara,maka maut menantikan diri mu"kata Alex berbicara agak panjang.


Tetapi orang tua bernama Oiy Tan Hau atau Singa Padang pasir itu justru tertawa melihat Alex yang dianggapnya pecundang dihadapannya itu.


"He he he he,hei pecundang,kau sedang bicara dengan singa Padang pasir,bukan dengan siput seperti diri mu,aku bisa saja membunuh mu tanpa berkedip,tetapi aku terlebih dahulu ingin mencongkel kedua mata mu, agar kau juga merasakan bagai mana rasanya orang hidup tanpa mata,baru setelah itu,nyawa mu ku cabut" kata bapak tua bersuara berat itu.


"Baiklah pak tua,kuhargai niat mu,tetapi untuk terakhir kali kuingat kan, bila sampai tidak berhasil, maka kau sudah berjudi dengan keselamatan seluruh keluarga mu, kau mengerti kan ?,apa maksud dari kata kata ku?"Alex berbicara sambil tersenyum dingin.


Tiba tiba seluruh prajurit merasa jantung mereka berdetak kencang seketika, terasa ada ancaman mengerikan dari kata kata itu,ditambah senyuman Alex tiba tiba berubah dingin,membuat bulu kuduk mereka merinding.


"Kalian semua,cepat ringkus pemuda itu!" perintah sang kepala pasukan yang tadi lari.


Meskipun sedikit ragu ragu,namun akhirnya mereka maju juga menyerang Alex dengan senjata pedang terhunus.


Alex bergerak dengan mengandalkan jurus sembilan langkah Dewa nya.


Tentu saja karena ditambah ilmu meringankan tubuhnya sudah dalam tarap sempurna,sehingga tanpa kerepotan sama sekali,sembilan puluh orang prajurit kota yang mengepungnya itu, tumbang satu persatu, termasuk sang kepala pasukan nya sendiri tewas tanpa sempat melawan ataupun berlari lagi.


Melihat semua prajurit nya ludes dalam waktu yang sangat singkat,hati singa Padang pasir tercekat juga.


Tetapi karena memang selama ini dia belum pernah di kalah kan,maka hatinya yang semula mulai buyar,kini terhimpun kembali.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2