Mr Matrix

Mr Matrix
Persekongkolan jahat.


__ADS_3

Sore hari di Kota Raja Negara Song,kegiatan masyarakat seperti biasa,seolah tidak ada kejadian apa pun,yang petani tetap bertani,yang pedagang sedari pagi tadi sudah menjajakan dagangannya.


Di gerbang istana keKaisaran Song,seorang dara cantik jelita sedang asik berjalan memasuki gerbang istana yang di jaga dengan sangat ketat itu.


Tapi para prajurit penjaga gerbang itu setelah melihat siapa yang melangkah masuk,jangankan berani menahan,malahan sibuk berlari ter gopoh gopoh kedalam istana melaporkan pada sang permaisuri.


Setelah bertemu dengan permaisuri yang dicarinya,petugas gerbang itu sambil tersengal sengal melaporkan.


"Hei penjaga gerbang,ada apa kamu berlari seperti dikejar setan seperti itu?"tanya sang permaisuri.


"Am,,am,ampun kan hamba permaisuri,hamba mau melaporkan di gerbang ada Gusti putri bungsu sedang menuju kesini"jawab prajurit penjaga itu.


Sang permaisuri terperanjat,sudah setahun putri bungsu kesayangannya itu pergi tak tahu rimba nya,sekarang tiba tiba datang begitu saja,rasa suka cita bergemuruh didada sang permaisuri.


"Benarkah ?,benarkah putri ku telah datang ?,apa kau tidak salah lihat penjaga ?"tanya sang ratu ragu ragu.


"Ti,tidak ratu,hamba sangat yakin bahwa itu putri Kwan si yang pergi setahun yang lalu itu"jawab penjaga itu.


Segera sang ratu berjalan ke arah depan istana,namun belumlah sampai depan istana,baru di ruang tengah terdengar teriakan nyaring suara seorang perempuan.


"Ibunda, Si kangen ibu,maapkan Si yang sudah bikin ibunda sakit hati"kata putri Kwan si sambil memeluk tubuh ibunda nya,air matanya menetes di pipi putih nya.


"Si,,Si er anak ku, sukurlah kau selamat nak,ibunda selalu memikirkan kamu,kamu kemana saja selama ini hah ?"tanya sang ratu.


Putri Kwan si menceritakan kejadian semuanya kepada Ibundanya,bagai mana ia dan dua orang temannya terjebak di dasar jurang kematian selama setahun,juga bagai mana suasana selama setahun membuat dia dan Alex yang seharusnya bermusuhan,kini jadi orang yang paling dekat dengannya.


Sang ratu memperhatikan penuturan sang putri dengan seksama tanpa menyela sedikitpun,dia merasa ada sesuatu yang terjadi antara sang putri dengan teman temannya,terutama Alex,dari cara sang putri menyebut nama Alex,sia sudah merasa.


Walau ada kepedihan yang terasa di dalam dada nya bila teringat nyawa sang putra habis ditangan Alex,tapi untuk menyakiti hati sang putri,dia lebih tidak sampai hati lagi.Baginya senyuman dan keceriaan sang putri adalah cahaya hidupnya,kemanjaan dan candaan sang putrilah yang membuatnya bahagia.


Sang ratu menyembunyikan pedih hatinya dalam dalam,dan ditutupnya rapat rapat agar tidak seorangpun yang tahu,biarlah baginya kebahagiaan sang putri diatas segala galaunya.


Sang ratu merasa selama setahun tanpa kehadiran dan berita dari sang putri,hidupnya terasa berlalu tanpa arah dan makna lagi,tengah malam bila terjaga dan teringat nasip sang putri yang tidak diketahui rimbanya itu,air matanya berderai tak bisa tertahan,cuma sang suami lah yang selama ini menguatkan hatinya dengan berjuta keyakinan bahwa putri mareka masih hidup.


"Sudahlah Si er,yang penting kau selamat dan pulang ke istana,itu yang paling penting,kau tahu ayahanda mu sudah mencari keberadaan mu di seluruh pelosok Nagri,tapi tak ada satupun yang tahu"kata Ibunda Ratu.


Sang ratu memeluk dan mencium putri bungsu nya itu,menumpahkan kerinduan yang selama ini disimpannya rapi didalam hatinya,air matanya pun berderai jatuh.


"Ibunda, ayahanda Kaisar di mana ?"tanya putri Kwan si pada ibundanya.


"Ayahanda mu sedang berada di ruan pribadi nya bersama kakak mu,cepat kau temui mareka,ibu mau menyuruh tukang masak istana untuk menyiapkan makanan yang enak enak ,ibu mau mengadakan pesta kecil menyambut kedatangan mu"kata sang ratu sambil berlalu kedapur istana.


Sedangkan putri Kwan si langsung ke ruangan pribadi ayahanda nya.


"Ayah !!" teriakan putri Kwan si mengejutkan sang Kaisar dan putra mahkota yang sedang berbincang itu.

__ADS_1


"Hah Si er,kau pulang?" kata sang Kaisar sambil memeluk putri bungsu nya itu,begitu pula sang putra mahkota,memeluk tubuh sang adik dengan erat.


"Kau kemana saja selama ini,kami sudah mencari mu kemana mana namun tak menemukan titik terang apapun"kata sang Kaisar.


Putri Kwan si kemudian menceritakan semua kejadian pada Kaisar Song,mulai dari pertarungannya dengan putri Giok Lin,pengejaran pada Alex,hingga terjatuhnya mareka ke dasar jurang kematian.


Sang Kaisar mendengarkan sambil mengangguk angguk kan kepalanya takjub.


Kemudian putri Kwan si juga menceritakan tentang mareka bertiga yang menyelidiki sekte Kelelawar dan mengetahui impormasi bahwa akan ada penghianatan dari dalam oleh orang orang yang sudah terpengaruh kekuatan hitam dari pasukan pangeran kegelapan.


"Menurut kakak Alex,kita tidak usah ribut dulu,bersikaplah seolah kita belum mengetahui rencana mareka,tapi ayahanda harus menghubungi para Menteri dan kepala padukan yang masih setia dengan kita untuk bersiap siap,kakak Alex dan kakak Giok Lin juga akan membantu kita"kata putri Kwan si menceritakan rencana yang sudah mareka susun bersama.


Sang Kaisar nampak sangat terpukul mendengar kabar buruk itu,tapi setelah berunding dengan putra mahkota, maka diputuskan untuk mengikuti skenario yang sudah dibuat Alex dan Putrinya.


"Baiklah,Kim su,kau temui menteri pertahanan Kauw Tian,dan kepala pasukan dalam Thian Thai seng secara Diam diam,dan katakan aku memanggil secara pribadi,jangan sampai ada yang tahu"titah sang Kaisar pada putra mahkota.


Putra mahkota bangkit dari duduknya,sejenak membungkukkan badannya di hadapan Kaisar,lalu secepatnya berlalu dari hadapan sang Kaisar dan putri Kwan si.


Keadaan pun kembali normal seolah tidak ada apapun yang akan terjadi.


Tapi secara diam diam,Menteri pertahanan dan kepala padukan mempersiapkan pasukan tanpa terlihat di tempat tempat strategis dan terlindung dari pandangan orang orang.


Di luar tembok istana,di keramaian kota raja Negara Song,sepasang kakek dan nenek sedang berjalan jalan ditengah keramaian orang.


Di depan sebuah rumah makan yang sangat ramai pengunjungnya, mareka berhenti sejenak.


"Ayolah,aku juga sudah sangat lapar kek,ayo kita masuk"sahut sang nenek pada suaminya.


Sepasang suami isteri yang sudah tua itu memasuki rumah makan yang lumayan banyak pengunjung nya.


Rumah makan ini terdiri dari dua lantai,untuk pengunjung umum di lantai satu sedangkan untuk pengunjung khusus di lantai dua.


Karena hari ini pengunjung biasa di tingkat satu agak penuh,maka Kakek dan nenek tua itupun naik ke lantai dua yang kebetulan agak sepi.


Setelah mencari tempat kosong beberapa saat,akhirnya kakek dan nenek itupun duduk di sebuah meja dekat dengan jendela.


Tidak jauh dari mareka,duduk pula sekelompok orang tua yang terlihat berkepandaian cukup tinggi,dan dimeja sebelahnya duduk pula sekelompok anak muda sedang bersenda gurau sambil menikmati makanan mareka.


Di meja kelompok orang tua,terdapat sekitar tujuh orang yang berkepandaian cukup tinggi dengan seorang tua gemuk dengan kepala botak nampak sebagai pemimpin nya.


Dari aura yang di pancarkan,mareka rata rata berada di tingkat Alam Brahmana tingkat akhir,dan ada beberapa yang berada di tingkat Dewa bumi tingkat satu,sedangkan lelaki tua yang berbadan gemuk dengan kepala botak itu berada di Dewa bumi tingkat dua.


Sedangkan para pemudanya itu terdiri dari lima belas orang,dengan mengisi dua buah meja.


Di meja pertama terdapat tujuh orang dengan tingkatan Alam raja tingkat enam dan meja yang kedua terdapat delapan orang dengan kepandaian di tingkat Alam raja tingkat empat.

__ADS_1


Mareka makan sambil minum arak.


Namun kelompok yang lebih tua nampak berbicara dengan suara yang direndahkan agar tidak di dengar orang lain.


"Kakak tetua Pek sui, apakah patriak sekte sudah tiba di kota raja ini?"tanya seorang lelaki tua kepada lelaki gemuk berkepala botak yang bernama Pek sui itu


"Menurut laporan anak buah ku, patriak sekte sudah tiba di rumah yang sudah disediakan oleh menteri Ong gwan "jawab orang tua berkepala botak bernama Pek sui itu.


"Apakah menurut kakak,aksi kita kali ini akan berhasil kak?"tanya lelaki satunya lagi yang beralis panjang menjuntai berwarna putih.


"Kalau tidak yakin berhasil,apakah kau kira patriak sekte mau melakukannya,dan saat patriak menggantikan Kaisar,maka sekte kita menjadi yang terkuat di Benua ini"jawab Pek sui lagi.


"Adik Pek cia,bila dibandingkan dengan keKaisaran yang lain,keKaisaran Song ini adalah Negara dengan tingkat prajurit terlemah yang ada di Benua ini,makanya sekte bermarkas di sini karena itu"jawab lelaki yang bertanya pertama.


"Adik Pek bo benar, Negara Song ini adalah Negara terlemah di Benua ini,makanya Patriak mendirikan sekte disini bukan tanpa alasan,rencananya setelah menaklukan Negara Song,maka secara bertahap kita akan menaklukan pula Negara Yuan,Negara Han dan terakhir Negara Ming di selatan,dengan demikian ambisi patriak untuk menaklukan seluruh Benua ini akan terwujud"jawab Pek sui.


"Sangat beruntung patriak mendapatkan bantuan dari pangeran kegelapan dan lima ribu prajuritnya yang sudah menyusup ke tubuh para prajurit Song"jawab Pek bo lagi sambil kembali meminum arak di depannya.


"Ya,dan itu tidak gratis,setelah menjadi Kaisar,Patriak harus menyediakan seratus duapuluh lima orang perjaka,yang darahnya diambil untuk mengaktipkan portal menuju Negri para Dewa untuk membebaskan yang mulia Raja kegelapan yang dikurung di pagoda tujuh Budha emas"jawab Pek sui lagi seraya menghirup arak miliknya.


Mareka terus mengobrol tentang persiapan penyerangan yang akan mareka lakukan nanti.


Sedangkan kedua kakek dan nenek itu,seperti tidak terganggu apapun,terus saja dengan acara mareka sendiri,sambil sesekali berbicara.


Selesai makan,kedua pasangan kakek dan nenek itu bergegas keluar dari rumah makan setelah membayar harga makanan yang mareka makan.


Keluar dari rumah makan,kakek dan nenek itu mencari sebuah penginapan yang tidak jauh dari istana Song.


Mareka memilih kamar yang jendelanya mengarah ke istana Kaisar,dan agak lumayan besar.


Tiba didalam kamar penginapan,kakek dan nenek itu mencopot topeng tipis yang menutupi wajah mareka berdua,kini nampak lah wajah seorang gadis yang cantik jelita serta seorang pemuda tampan yang usia mareka sekitar dua puluh satu tahunan.


Ya,mareka memang Alex dan putri Giok Lin yang menyusup ke kota raja sebagai sepasang suami isteri itu,sedangkan putri Kwan si,sudah masuk ke dalam istana untuk mempersiapkan pasukan istana yang setia dengan Kaisar yang masih tersisa.


"Apa yang harus kita lakukan Lex,hampir bisa dipastikan istana akan dikuasai oleh pasukan pemberontak sekte kelelawar yang di bantu pasukan kegelapan yang sudah menyusup ke tubuh prajurit Negara Song?" tanya putri Giok Lin.


"Tenanglah,aku masih memiliki kejutan untuk mareka,kita biarkan dulu pasukan sekte kelelawar memasuki wilayah istana,kemudian baru kita bertindak"jawab Alex.


"Apakah menurut mu pasukan Song bisa menang"tanya Putri Giok Lin lagi yang nampak resah memikirkan nasip putri Kwan si beserta keluarganya.


"Kalau secara wajar,susah untuk mengatakan pasukan Song bisa menang, kecuali kita bisa menyadarkan pasukan Song yang di rasuki kekuatan roh jahat itu,tapi aku masih punya cara untuk membalikan keadaan nanti,yang penting kalian berdua nanti harus bisa membereskan ketujuh tetua sekte kelelawar tadi"jawab Alex mantap.


"Kalau cuma tujuh begundal itu sih kukira aku dan adik Si pasti bisa mengatasinya,asal jangan ditambah Patriak sekte mungkin perlu kerja keras agar bisa menang"jawab Putri Giok Lin mantap.


Malam merayap pelan ,membuai mahluk dalam indahnya mimpi mimpi,meski esok belum pasti,tetapi harus tetap dihadapi dengan kesiapan diri.

__ADS_1


********


Besok disambung lagi ya,jangan lupa dukungannya.


__ADS_2