Mr Matrix

Mr Matrix
Kehancuran cinta.


__ADS_3

Bagai manapun kuatnya Oiy Tan Hau sang mantan Singa Padang pasir itu ,tetapi kini menghadapi hal ini hatinya pun hancur.


"Tetapi meme,kasihan putra kita, dia kasih sayang dan cinta kita meme,dia lagi sakit, kasihan putra kita meme!" teriak Oiy Tan Hau sedih.


Muka Ni Ang Sui tiba tiba berubah dingin, "putra mu?,sejak kapan kau bisa memberiku putra?, hei orang tua ketahuilah bahwa dia bukan putra mu,tetapi putra sang kepala pasukan prajurit kota "kata Ni Ang Sui seperti petir menyambar tubuh Oiy Tan Hau.


"Apa?,bukan putra ku,tetapi putra kepala pasukan? kau,,kau biadab Ni Ang Sui,kukira selama ini kau tulus mencintai ku, ternyata!" Oiy Tan Hau menutupi mukanya dengan kedua tangannya,menangis terisak Isak.


Pemuda Oiy Tio Yi bangkit berjalan mendatangi sang ibu.


"Amah,katakan dengan sebenarnya amah,aku ini anak siapa?"tanya nya.


"Kau memang anak kepala pasukan Prajurit kota Tio er, bukan anak Oiy Tan Hau tua itu"tegas Ni Ang Sui kembali.


Oiy Tan Hau tiba tiba bangkit berdiri,walaupun kultipasinya telah hilang,tetapi kepandaiannya sebagian masih ada.


"Sreet!".


"Sreet!".


Dua kali lesatan menghantam Ni Ang Sui dan putranya itu dari jarak dekat.


Jarum beracun menghantam dada kedua anak beranak itu.


Keduanya Pun langsung tumbang dengan wajah yang membiru karena jarum itu beracun yang sangat ganas sekali.


Setelah selesai membunuh istri dan anaknya,sebuah jarum beracun kembali ditusukannya kedada kirinya sendiri,membuat tubuh Oiy Tan Hau mantan sang Singa Padang pasir itu tumbang dengan muka membiru pula.


Alex memeriksa rumah kediaman Oiy Tan Hau, dia mengumpulkan semua keping emas dan perak serta perhiasan milik Ni Ang Sui yang hampir menggunung itu banyaknya.Sebagian dia simpan dan sebagian dia bagi untuk semua pembantu Oiy Tan Hau.


Masing masing mereka menerima sekantong berisi dua ribu keping emas serta sekantong perhiasan untuk bekal mereka pulang, sedangkan sisanya Alex simpan untuk keperluan membantu orang miskin yang sering di temui nya di jalan jalan.


Malam itu juga para pembantu Oiy Tan Hau pergi ketempat asal mereka masing masing setelah Alex suruh mengangkut semua harta yang tersisa serta membagi bagi keping perunggu yang berjumlah jutaan banyaknya.


Dengan membawa kereta kuda,ataupun berkuda saja, mereka malam itu pergi meninggalkan rumah yang tempat mereka di siksa bertahun tahun lamanya.


Bahkan ada yang sampai mengangkut empat ekor kuda,semuanya Alex biarkan saja.


Alex pun akhirnya pulang ke penginapannya dengan tenang,seakan akan tidak terjadi apapun.


Tidak banyak penduduk kota yang mengetahui kejadian di rumah kediaman ketua kota Oiy Tan Hau.


Malam itu Alex tidur dengan tenang tanpa ada gangguan apapun juga.


Ketika pagi datang menjelang,setelah selesai mandi, Alex keluar dari kamarnya menemui gadis penjaga rumah penginapan kemarin untuk membayar semua biaya menginapnya.


Di kandang kuda, dilihatnya Dewa Pegasus sudah bersih dan sudah pula makan rumput segar.

__ADS_1


Alex menyerahkan dua keping emas kepada tukang kuda itu, yang menerima dengan suka cita.


Sekarang tujuan Alex adalah rumah makan tempat dia makan kemarin.


Ternyata meskipun masih pagi,pelanggan yang datang sudah cukup banyak,umumnya yang makan disitu adalah para pendatang dari berbagai kota.


Rata rata yang di bicarakan adalah tentang fenomena cuaca sekarang yang tidak lagi panas,bahkan sekarang bisa dibilang paling dingin sepanjang sejarah, dimana rumput rumput kini terlihat mulai tumbuh subur menghijau.


Alex segera memesan makanannya untuk sarapan pagi itu sebelum melanjutkan perjalanan nya.


Tidaklah menunggu terlalu lama,pesanan Alex segera tiba ke meja nya.


Alex segera menyantap makanan pesanan nya itu.


Belum lagi selesai menyantap makanan nya, dari arah pintu,masuk seorang laki laki tua berperawakan tinggi besar serta berotot besar pula.


Sedari awal memasuki rumah makan,laki laki itu sudah memperhatikan Alex terus menerus.


Hingga laki laki tua itu duduk,dia terus memperhatikan Alex terus menerus,bahkan memesan makanan pun tidak.


Gadis pelayan rumah makan itu datang menghampiri laki laki itu, dengan senyum ramah dia menyapa, "tuan mau pesan apa?"...


Laki laki tua itu berpaling kearah gadis pelayan itu, matanya berkilat merah menyala,membuat gadis itu menggigil ketakutan.


"Brak!!".


Melihat itu, gadis pelayan rumah makan itu menjadi gemetar ketakutan sekali.


Dia bermaksud mau pergi, tetapi rambutnya yang panjang di pegang dan ditarik oleh orang tua itu hingga sang gadis pelayan itu terjengkang kelantai.


"Ampun tuan, jangan sakiti saya, lepaskan saya tuan, kasihani saya tuan"ratap gadis itu sambil menangis tersedu sedu.


"Ha ha ha ha,kau kira aku perduli kepada mu heh, katakan kepada ku siapa diantara kalian yang sudah membunuh si kaki katak,bicaralah atau gadis ini ku buat mampus, setelah itu baru seluruh pengunjung rumah makan ini kubuat mati semuanya" terdengar suara laki laki tua itu menggelegar nyaring.


Tidak ada satupun yang menyahut,karena memang saat peristiwa itu terjadi,tidak ada satupun orang yang melihatnya .


Alex terus saja menghabiskan makanannya,setelah semua habis,barulah dia berpaling menoleh kearah laki laki tua itu.


Seorang laki laki tua bertubuh tinggi besar, dengan rambut, kumis dan jenggot yang juga panjang dan sudah berwarna putih semua.


"Seorang tua renta dengan kultipasi tingkat dewa langit sempurna, sedang menganiaya seorang gadis lemah tidak berdaya,tidak memiliki kepandaian apa apa,sungguh menggelikan sekali!" walau berbicara secara pelan saja,tetapi suara Alex terdengar menggelegar seperti suara Sambaran petir.


Laki laki tua itu tercekat ketika matanya dan mata Alex bertemu,entah mengapa jantung nya berdegup kencang, mata itu sangat dingin seperti salju abadi di kutub Utara,yang membuat bulu kuduknya tiba tiba merinding.


Tetapi karena seseorang yang kultipasi nya berada pada tingkat alam dewa,sudah mengganggap dirinya lah yang paling hebat,karena memang sangat jarang manusia bisa mencapai tingkatan itu,meski harus berlatih dan berkultipasi Beratus ratus tahun lamanya.


"Apakah kau yang sudah membunuh si kaki katak,anak muda?"tanya laki laki tua itu sambil balas menatap taj kearah Alex .

__ADS_1


"He he he he,orang tua, jangan kau permalukan diri mu sendiri dengan menganiaya gadis lemah,takutnya ketika bertemu lawan kuat,kau justru keok dibawah kaki lawan mu!"bentak Alex sambil menertawakan laki laki tua itu.


Merasa malu dengan tindakannya,laki laki tua itu melepaskan cengkeramannya pada rambut panjang gadis itu.


Sambil menangis,gadis itu berlari keruangan dalam rumah makan itu .


"Sekarang katakan kepada ku,kau kah orangnya yang telah membunuh si kaki katak murid ku?"tanya laki laki tua itu.


"He he he he,memang akulah penyebab si kaki katak itu mampus,tetapi bukan aku membunuh nya,itu Karana dia sendiri yang salah memilih makanan, dia tidak mampu memakan tubuh ku,akhirnya dia mati sendiri sebelum tuntas memakan tubuh ku" jawab Alex sambil terus tertawa tawa.


"Kalau begitu baguslah agar aku tidak salah tangan membunuh orang lain"kata laki laki tua itu.


"He he he he,kau sangat yakin bisa membunuh ku orang tua,takutnya kau cuma mengukur diri sendiri, tetapi lupa mengukur diri orang lain, kau melihat air yang tidak beriak lalu kau kira dangkal,padahal air yang tidak beriak,belum tentu surut"kata Alex sambil berjalan kearah kasir.


Setelah membayar harga makanan yang dimakan nya,Alex melangkah keluar sambil berkata kepada laki laki tua itu, "kalau kau mau menuntut balas atas kematian murid mu,jangan disini,tetapi diluar yang lebih luas!"...


"Ha ha ha ha,kau baru tahu rasa nya takut anak muda?, tetapi terlambat, ajal mu sudah di depan mata,bagi ku membunuh mu disini atau di luar sama saja !" kata lelaki tua itu sambil melangkah keluar dari rumah makan itu .


Setelah sampai diluar,ditempat yang agak jauh dari rumah makan itu ,Alex berpaling menghadap kearah laki laki tua itu, "bapak tua,sekarang kau kuberi kesempatan sebanyak lima jurus untuk membunuh ku,jika dalam lima jurus kau tidak mampu membunuh ku, maka aku yang akan membunuh mu dalam dua jurus berikutnya" tantang Alex kepada laki laki tua itu.


Dengan rasa jengkel dan marah luar biasa,laki laki tua itu berteriak, "kau terlalu meremehkan aku bocah,jangankan lima jurus,tiga jurus pun aku bisa menewaskan mu,aku tidak perlu lima jurus cukup tiga jurus untuk menumbang kan diri mu!"...


"Baiklah orang tua,permainan kita tetap lima jurus,yaitu dalam tiga jurus kau harus bisa menewaskan aku,bila tidak bisa maka dua jurus terakhir aku yang akan menewaskan diri mu"kata Alex dengan mantap.


Laki laki tua itu segera mempersiapkan serangannya,jurus katak api yang dilengkapi dengan jurus api tingkat ke lima.


Kini tubuh nya berubah berwarna hijau dengan kaki yang membesar mirip kaki katak.


Dari dalam tubuhnya memancar api berwarna hijau yang menyala terang benderang.


Katak besar jelmaan laki laki tua itu melompat kearah Alex dengan kecepatan yang luarbiasa cepat nya.


Tetapi bagi Alex ,secepat apapun itu,masih terasa sangat lambat dan meninggalkan lobang terbuka dimana mana yang bisa digunakan tempat mendaratkan serangan.


Alex segera berkelit dengan kecepatan paling cepat nya,sehingga bagi mata yang memandang nya,Alex sebenarnya bisa mempergunakan ilmu ruang dan waktu.


Padahal itu bukan ilmu ruang dan waktu,tetapi hanya kecepatan Alex saja yang lebih cepat dari pada daya tangkap mata manusia.


"Satu!".terdengar suara dari mulut Alex menggema nyaring.


Laki laki tua itu kini mulai meningkatkan kembali kecepatannya hingga ke batas maksimalnya.


Kembali dia menyerang Alex dengan lompatan maut yang berkecepatan luar biasa cepat.


Tetapi tentu saja itu belum cukup cepat untuk bisa membuat Alex kerepotan.


Sekali lagi,saat tubuh laki laki tua itu hampir menimpa tubuh nya,tiba tiba tubuh Alex menghilang dan muncul di tempat lain nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2