PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS ENAM


__ADS_3

Prok….prok…prok terdengar tepuk tangan dari daddy Walt menyambut perkenalan diri sang menantunya itu.  Semakin bertambah rasa kagumnya pada kepribadian seorang Qiandra, karena wanita itu berani mengakui keadaan dirinya.


“Kami yang sangat beruntung, Nak, bisa mendapatkan bidadari secantik dan sebaik dirimu menjadi menantu keluarga ini.  Jangan khawatir tentang keluargamu, kita akan mencari tahu bersama-sama, daddy yakin kita akan mengetahuinya dan akan menemukan mereka nanti.  Tapi malam ini, nikmatilah dahulu pesta ini, dan oh ya karena hanya aku yang menyaksikan pernikahan kalian dulu, maka mari kita saksikan kembali saat-saat indah moment kebahagiaan kalian” ucap daddy Walt.


Tepuk tangan membahana di seluruh ruangan itu menyambut keinginan daddy Walt.  Semua orang memang hanya melihat pernikahan itu melalui tayangan berita dan media sosial.  Tapi mereka juga ingin melihat secara


keseluruhan momen bahagia kedua sejoli itu.


Tidak lama berselang layar lebar di samping mereka menyala sebuah suara terdengar menggema dengan nyaring membuat Qiandra dan Dean terkejut bukan kepalang, “Nona Qiandra, aku laki-laki normal, jadi jangan


salahkan aku jika kamu menggodaku seperti ini” ucap suara itu.


Dan saat itu juga keluarlah adegan yang sangat mengejutkan semua orang dan membuat Dean panik luar biasa.  Untung saja, adegan itu tidak berlangsung lama, karena hanya beberapa saat asisten Vian sudah berhasil mematikan layar lebar itu.  Namun, semua adegan yang sempat dilihat oleh


orang banyak itu benbar-benar membuat semua tamu undangan bergumam.


“Astaga…. astaga….. apa ini, baru saja ayah mertua membangga banggakan menantu baru keluarga Zacharias, lalu tiba-tiba dia mempermalukan keluarga mertuanya sendiri.  Oh, astaga jadi seperti ini perilaku seorang  wanita yang ingin masuk dalam keluarga Zacharias.  Wanita ini ternyata adalah seorang wanita panggilan saja.  Oh iya, mungkin dia lupa juga memperkenalkan


dirinya selain yatim piatu, dia juga seorang janda.  Tapi aku sungguh tidak menyangka kalau dia juga janda plus plus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya” tiba-tiba saja Risty sudah memegang sebuah pengeras suara dan berbicara dengan nada sinis kepada Qiandra.


Qiandra memang sedikit shock melihat masa lalu kelam itu dibuka dihadapan orang banyak bahkan pada pesta perkenalan dirinya sebagai menantu keluarga Zacharias.  Namun, saat Qiandra mendengar Risty mencela dirinya dengan sinis, wanita itu segera tahu kalau semua ini sudah direncanakan.  Qiandra akhirnya kembali bisa menguasai dirinya, pelukan hangat sang


suami yang tak pernah lepas darinya juga meyakinkan Qiandra bahwa dia bisa menghadapi semua ini.


Qiandra tersenyum menatap Risty, “Luar biasa sekali kejutan yang Anda berikan malam ini, walaupun aku sudah menduganya, tapi kuakui aku cukup terkejut” ucap Qiandra sambil menatap Risty dengan tersenyum manis.


“Hah, aku hanya ingin membuka mata semua keluarga tentang kelakuan bobrok menantu yang mereka banggakan ini.  Kalau aku hanya mengatakannya, aku yakin mereka tidak akan percaya karena mereka terlalu terbuai dengan kepolosan wanita mur*han seperti dirimu” ucap Risty dengan bangga.


Risty merasa sangat bangga karena berhasil menjebak Qiandra dan membuka masa lalu kelam wanita itu.  Dia sangat senang karena bisa mempermalukan Qiandra sekaligus keluarga Zacharias yang sudah menghina dirinya.  Wanita ini terlihat sangat puas atas apa yang sudah terjadi, tanpa sadar bahwa dia sudah mengakui bahwa semua ini adalah rancangannya.


Qiandra lagi-lagi tersenyum menatap ke arah Risty, “Tidak kusangka semudah itu membuat Anda mengakui bahwa semua ini rancangan Anda yang memang dengan sengaja ingin mempermalukan aku di depan orang banyak” ucapnya dengan santai.


“Aku hanya menunjukkan kebenaran, agar semua orang tidak terus menerus tertipu oleh sikap polosmu itu” sahut Risty yang kesal karena merasa terjebak.  Dia baru menyadari


kalau dia sudah mengakui bahwa hal itu adalah perbuatannya.  Tatapan tajam daddy Walt cukup mengejutkan wanita itu dan menyadarkan dirinya namun sudah terlambat untuknya membantah lagi.


“Dan sekarang, semua orang sudah mengetahuinya, maka kamu akan merasakan akibatnya, hanya laki-laki bodoh yang tetap bisa menerima wanita li*r yang haus kenikmatan dunia seperti dirimu.  Aku yakin saat ini Dean masih berdiri disisimu hanya karena merasa kasihan padamu” lanjut RIsty lagi dengan penuh rasa bangga.


Qiandra tersenyum kepada Risty dan sebelum dia sempat menjawab kata-kata wanita itu, Dean sudah terlebih dulu meraih pengeras suara di depan Qiandra.  “Selamat malam


undangan yang berbahagia, mohon maafkan kekacauan pesta malam ini, kami sungguh


tidak menyangka akan ada kejadian memalukan seperti ini” ucap Dean dengan


tegas.


Risty tersenyum dengan bangga, “Tidak perlu basa basi Dean, kalau kamu ingin mengusir wanita itu, usir saja, itu akan lebih baik untuk


menyelematkan wajah keluarga ini” ucapnya dengan lantang.


Dean menatap Risty dengan tajam, dia ingin memaki wanita itu, namun genggaman tangan istrinya membuatnya melemah.  Laki-laki itu meraih tangan sang istri dan menciumnya dengan lembut membuat semua tamu undangan bergemuruh dengan riuh.

__ADS_1


“Kejadian yang kalian lihat tadi memang bukanlah rekayasa, itu memang benar-benar terjadi pada istriku di masa lalu” ucap Dean dengan tegas.  Pengakuan Dean kembali disambut dengan suara gemuruh gumaman dari semua undangan yang hadir saat itu.


“Tetapi semua itu terjadi karena jebakan laki-laki yang tergila-gila padanya namun tidak bisa mendapatkan cinta istriku.  Aku sendiri pernah tertipu oleh kejadian ini, namun hal itu adalah hal yang paling aku sesali seumur hidupku.  Karena kejadian itu aku sempat menolak Qiandra dan membuatnya harus pergi menjauh dariku.  Dua tahun aku berjuang untuk menemukan dirinya dan memohon pengampunannya, dan takdir ternyata mempertemukan kami dengan cara yang luar biasa.  Oleh sebab itulah maka kami menikah di kota kecil yang sangat jauh dari sini, kota dimana Qiandra bersembunyi dariku dan juga laki-laki baji*gan itu.  Sekali lagi saya tegaskan, saat itu istriku dijebak dengan obat perangsang sehingga bertindak diluar kendali dirinya” lanjut Dean lagi dengan panjang lebar.


“Apa yang putraku sampaikan adalah kebenaran.  Dan aku juga mengetahui dengan jelas semua hal ini, karena aku sudah memerintahkan orang-orangku untuk melakukan penyelidikan.   Bukan karena aku tidak mempercayai putraku, tapi untuk berjaga-jaga jika kejadian seperti ini


terjadi.  Jadi, lihatlah bagaimana semuanya sebenarnya terjadi” ucap daddy Walt lalu memberikan kode agar layar lebar itu kembali dinyalakan.


Di layar lebar itu terlihat semua kejadian dimulai dari asisten Dika yang memasukkan obat ke dalam botol minuman sampai pada pertengkaran Qiandra dan Daniel.  Tayangan itu berakhir saat Qiandra sudah meminum minuman itu dan mulai merasa kepanasan.  Gumaman para undangan kembali memenuhi ruangan pesta itu.


“Jadi, itulah kenyataan yang sebenarnya terjadi pada menantu kami di masa lalu.  Tapi mulai sekarang kami akan melindungi dia dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya lagi” ucap daddy Walt sambil menatap Risty dengan tajam.


Risty merasa sangat marah, bagaimana bisa daddy Walt bahkan sudah mengetahui hal itu dan bahkan mempersiapkan video yang juga tidak diketahui olehnya.  Namun, bukan Risty namanya jika bisa menyerah dengan sangat mudah.


“Tetapi apakah tidak memalukan jika pewaris tahta sekaligus putra mahkota kerajaan


mendapatkan barang sisa dari laki-laki lain, yah dan tidak hanya satu tetapi lebih dari satu, seperti tidak ada lagi yang lebih baik di luar sana” sahut Risty masih dengan angkuh.


“Maafkan jika masa lalu saya mengganggu kehormatan Anda, tapi semuanya itu adalah masa lalu yang tidak akan saya tutupi karena merupakan jejak kehidupan yang pernah saya lalui.  Dari situ saya belajar untuk tidak mudah percaya pada mulut manis penuh bisa.  Lagi pula semua itu ada di masa lalu yang terjadi karena sebuah konspirasi, asalkan aku tidak menjadi wanita yang sudah bersuami namun tetap mengkhianati suaminya sendiri demi kenikmatan sesaat.  Apakah menurut Anda sikap seperti itu lebih baik dari masa lalu saya” Qiandra berbicara dengan tenang


namun matanya tertuju ke arah Risty.


“Kamu ……, apa kamu ingin menuduhku telah mengkhianati suamiku dan berselingkuh, hah” seru Risty dengan kemarahan yang tidak bisa


dikendalikannya lagi.  Dia sungguh tidak


menyangka kalau Qiandra bisa bersikap tenang dan bahkan membalik keadaan.


Risty menggertakkan rahangnya, lalu dia berbalik menatap daddy Walt dengan tatapan menghiba, “Dad, lihatlah, bagaimana bisa menantu kita menuduhku seperti itu, dia sungguh lancang terhadap aku yang adalah ibu mertuanya juga” rengeknya dengan wajah memelas menatap daddy Walt mengharapkan


pria paruh baya itu mengasihani dirinya.


“Cukup, Risty, hentikan sandiwaramu, dan tutup mulutmu sekarang juga, atau aku harus memerintahkan pengawal untuk menyeretmu keluar dari ruangan ini” desis daddy Walt menahan kemarahannya pada istrinya itu.


“Dad….,” seru Risty yang terkejut karena suaminya justru memarahi dirinya dan bukannya membela dia.   “Hmmm, baiklah jika kalian terlalu mempercayai wanita ini, sekarang kita akan buktikan kebenaran yang


sebenarnya.  Kita akan lihat apakah wanita ini akan benar-benar menjaga kesetiaannya kepada suaminya atau malah sebaliknya” ucap Risty dengan senyum smirk.


Dean yang mendengar nada ancaman dari mulut Risty segera mendekati istrinya dan merengkuh bahu wanita itu.  Saat itu, seorang


laki-laki dengan jas putih nan mewah keluar dari kegelapan di pojok ruangan.  Laki-laki itu melangkah dengan tegap dan langsung naik ke atas panggung.


“Daniel” desis Dean dan Qiandra secara bersamaan.


Di tempat terpisah, asisten Vian dan dokter Albert juga terkejut saat meilihat kehadiran


laki-laki yang memang sejak tadi mereka cari itu.   “Vian....” desis dokter Albert dengan


sedikit penekanan pada kata-katanya.  Dokter Albert benar-benar kesal karena asisten Vian terlambat menemukan keberadaan Daniel.


Dan saat ini, dengan begitu mudahnya laki-laki itu telah berdiri di atas panggung dengan jarak tak lebih dari dua meter dari Dean dan Qiandra.  Laki-laki itu terlihat penuh kepercayaan diri, mata birunya memancar

__ADS_1


dengan indahnya dan memukau semua wanita yang menatap ke arahnya.


“Al, segera dekati Dean dan Qiqi sekarang juga” seru asisten Vian dengan panik.  Seandainya bisa dia ingin segera berlari dan


melindungi Dean dan Qiandra saat itu juga.  Tapi dia juga punya kewajiban untuk terus memantau seluruh keadaan dalam ruangan pesta.


Sebenarnya ada banyak orang yang bisa asisten Vian perintahkan, tapi begitu sulit bagi mereka untuk mempercayai siapa yang benar-benar berada di pihak mereka.  Karena orang-orang mereka, bisa jadi berada di pihak Risty juga, hal itulah yang membuat mereka semua kesulitan untuk mempercayai siapa pun.


“Alex, segera lindungi Yang Mulia Putra Mahkota dan permaisuri” seru asisten Vian dengan panik melalui alat komonikasi setelah dia berpikir sejenak.


“Saya sudah berada di atas panggung, Tuan, saya juga harus menjaga Yang Mulia Raja saat ini, saya mengkhawatirkan kudeta Tuan” sahut Alex membuat asisten Vian semakin


panik.


Asisten Vian baru menyadari bahwa apa yang dikatakan Alex, kepala keamanan kerajaan itu ada benarnya juga.  Karena jika Walt


Zacharias celaka, maka secara otomatis tampuk kerajaan beralih pada Risty karena biar bagaimana pun dia adalah istri sah dari Walt Zacharias.


Saat asisten Vian kebingungan dan dipenuhi dengan rasa khawatir, dokter Albert justru menghadapi masalah yang lebih pelik lagi.  Saat dokter Albert mendengar seruan asisten Vian agar dia segera mendekati Dean dan


Qiandra, dokter tampan itu segera melangkah setengah berlari ke arah panggung.


Sayagnya, karena terburu-buru, entah sengaja atau tidak, dokter Albert justru menabrak salah satu palayan yang sedang membawa nampan penuh dengan aneka jus buah-buahan.  Akibatnya, semua jus itu tumpah ke arah dokter Albert tanpa bisa dihindarinya lagi.


Sebenarnya dokter Albert tidak perduli jika wajah dan pakaiannya dipenuhi dengan jus buah buahan itu.  Baginya yang terpenting saat ini adalah segera mendekati Dean dan Qiandra untuk melindungi keduanya.  Namun, dokter Albert tidak bisa melanjutkan langkahnya, karena pelayan yang ditabraknya tadi memohon maaf di hadapannya.


“Maafkan saya, Tuan, saya akan bantu membersihkannya” ucap pelayan itu.  Dan tanpa sempat dokter Albert menjawab,


pelayan itu sudah menyapukan kain yang ada di tangannya ke wajah dokter Albert seolah ingin membersihkan wajah dokter tampan itu.


Namun ternyata kain itu langsung menutup hidung dokter Albert yang benar-benar tidak


menyangka.  Saat menghirup aroma dari


kain itu, dokter Albert menyadari bahwa pelayan itu sedang berusaha membius dirinya.  Saat dia akan mendorong pelayan


itu, dokter Albert terkejut karena sebuah benda tajam telah melekat di lehernya.  Dokter Albert sadar itu adalah pistol.


“Jangan melawan, atau nyawamu akan melayang lebih dulu dari tuanmu” desis sang pelayan.


Dokter Albert berfikir dengan cepat, sementara kesadarannya perlahan mulai berkurang.  Walaupun dia sudah berusaha menahan nafas, namun aroma obat bius itu tetap saja masuk ke dalam saluran pernafasannya.


Dengan satu gerakan yang sangat cepat, dokter Albert memutar tubuhnya dan memelintir tangan sang pelayan.  Lalu, dia membanting tubuh pelayan itu dengan sekuat tenaga dan kesadaran yang masih dimilikinya.


Bantingan yang dilakukan oleh dokter Albert ternyata sangat kuat, membuat pelayan yang tidak menyangka pada serangan balik itu, langsung tersungkur tidak sadarkan


diri.  Sementara dokter Albert yang semakin kehilangan kesadarannya juga jatuh dalam posisi masih duduk dan bersandar pada salah satu kaki meja.


Posisi dokter Albert yang memang sedikit tersembunyi membuat para tamu tidak menyadari keributan yang sempat terjadi tadi.  Ditambah lagi fokus semua tamu undangan memang sedang terarah ke atas


panggung pelaminan dimana ketegangan sedang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2