
Hari yang ditunggu tunggu itupun tiba, hari penobatan Dean dan Qiandra. Semua tamu undangan sudah memenuhi ballroom
istana, tidak hanya dari kalangan keluarga besar istana tapi juga dari pejabat pemerintah serta bangsawan juga memenuhi ruangan yang sudah dihiasi dengan sangat mewah. Pengawalan juga dibuat ekstra ketat untuk menghindari hal hal yang tidak dingginkan.
Dean melangkah perlahan dengan jubah kebesaran yang sudah melekat pas di tubuh tinggi dan kekar itu. Semua orang yang dilewati langsung membungkukkan badan, termasuk kedua sahabat Dean, dokter Albert dan asisten Vian.
Dari arah berlawanan, terlihat seorang wanita yang sangat anggun dengan kecantikan
paripurna juga melangkah perlahan. Wanita yang tak lain dari Qiandra itu melangkah dengan di gandeng oleh sang kakak. Dibelakangnya beberapa orang pelayan melangkah sambil menunduk untuk membantu merapikan jubah panjang yang
dipakai oleh wanita cantik itu.
Dean dan Qiandra yang bertemu tepat di tengah sebuah lorong mewah sejenak saling tatap dan sama sama terpesona menatap pujaan hati masing masing. Qiandra sejenak sedikit menekukkan kaki, sementara Dika berlutut dengan sebelah kaki di lantai seraya menyerahkan tangan Qiandra yang digenggamnya.
Dean tersenyum lalu meraih dengan lembut tangan wanita yang terbalut dengan sarung tangan itu. “Mari, Ratuku” ucapnya sambil
mengecup lembut jemari sang istri, “Jangan pernah ragu mengatakan bila kamu lelah, Honey, kesehatan dan kenyamanan kamu dan bayi kita adalah yang utama” ucap Dean sambil meletakkan tangan sang istri di lengannya.
Qiandra tersenyum mendengar kata kata sang suami, dalam keadaan seperti itupun Dean tetap mengutamakan dirinya dan bayi mereka. Dia tidak menjawab kata kata sang suami, hanya merespon dengan menganggukkan kepalanya sedikit. Setelah
itu, keduanya berjalan beriringan di atas karpet merah menuju ke ballroom dimana semua sudah menunggu.
Di panggung utama terlihat Daddy Walt sudah duduk di singgasana utama sendirian, kursi di
sampingnya memang selalu dibiarkan kosong sejak kepergian ibunda Dean. Dean dan Qiandra melangkah dengan perlahan
namun terlihat penuh dengan wibawa dan tetap anggun. Saat tiba di hadapan Daddy Walt, keduanya segera bersimpuh.
Daddy Walt segera berdiri dan meraih tangan keduanya untuk segera berdiri, dan membawa mereka untuk menghadap ke arah para tamu undangan. Saat itulah pembawa acara langsung membuka acara dan mempersilahkan salah satu paman Dean membawa lambang kerajaan dan cincin serta mahkota ratu.
Daddy Walt mengambil lambang kerajaan, “Bersama ini aku menyerahkan tampuk kekuasaan kerajaan ini beserta segala hak, kewajiban serta tanggung jawab yang
__ADS_1
menyertainya kepada putra tunggalku, Dean Walt Zacharias. Maka sejak saat ini, semua keputusan yang diambil olehnya adalah keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat termasuk olehku” ucapnya dengan suara nyaring dan tegas.
Daddy Walt menyerahkan lambang kerajaan beserta melepaskan mahkota yang ada di kepalanya dan meletakkan di atas kepala Dean. Mahkota besar yang dihiasi dengan tujuh berlian merah yang melambangkan kekuasaan dan kejayaan. Mahkota itu bertengger dengan anggun di atas kepala Dean membuat wajah laki laki yang sudah tampan itu semakin bersinar.
Setelah itu, Daddy Walt mengambil cincin Ratu dan menyematkan di jari tengah Qiandra, “Bersama dengan itu, aku juga mengangkat Qiandra Zwetta Aldrich atau Felicia Kenrich Hamilton sebagai Ratu yang akan mendampingi Raja Dean dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam memimpin kerajaan ini” ucapnya dengan suara lantang seraya meletakkan mahkota kecil diatas kepala Qiandra.
Mahkota itu dihiasi tiga berlian merah dengan ukuran sedikit lebih kecil dibanding berlian
yang ada di mahkota raja. Keindahan
mahkota itu membuat wajah cantik Qiandra semakin terlihat sempurna. Walaupun sempat ada sedikit gumaman di antara
hadirin saat mendengar nama Felicia Kenrich Hamilton, namun sesaat kemudian ballroom itu dipenuhi dengan tepuk tangan dari seluruh hadirin yang hadir.
“Memang kekuasaan dan tanggung jawab kerajaan ini tidak lagi sebesar dulu, karena tanggung jawab terhadap pemerintahan sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak pemerintah. Namun, ada banyak tugas dan tanggung jawab yang masih harus dilaksanakan oleh raja dan ratu. Oleh sebab itu, aku harap kalian berdua dapat
melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab yang diserahkan pada kalian dengan
Setelah itu daddy Walt menundukkan kepala ke arah keduanya, lalu mengulurkan tangan untuk mempersilahkan keduanya duduk di atas singgasana mewah yang terbuat dari emas murni. Kilau ketampanan dan kecantikan sang raja dan ratu saat itu membuat kemilau kemewahan tahta kerajaan
teredam. Dean membawa Qiandra untuk
duduk di kursi khusus ratu, setelah membantu wanita itu untuk duduk, barulah Dean melangkah ke arah podium.
“Selamat pagi para tamu undangan yang kami hormati, pagi ini adalah pagi yang luar biasa bagi kerajaan ini, teristimewa bagi saya dan istri. Terima kasih kepada ayahanda yang sudah berkenan menyerahkan tanggung
jawab besar ini pada kami. Pada saya,
untuk meneruskan kepemimpinan beliau dan untuk istriku yang mengisi kursi ratu
yang sudah cukup lama kosong sejak kepergian ibunda” Dean menjeda sebentar
__ADS_1
meresapi rasa rindu yang tiba tiba merasuk ke relung hatinya.
“Saya tidak akan merubah semua aturan yang sudah berlaku, dan juga saya tidak akan merombak tatanan yang ada. Tentu saja jika semuanya, berdasarkan hasil evaluasi intern, jika masih bisa berjalan baik dan sesuai dengan perkembangan situasi saat ini. Oleh
sebab itu, mungkin nanti akan ada sedikit perubahan hanya untuk menyesuaikan
dengan keadaan saat ini” lanjut Dean lagi.
“Sebagai kebijakan pertama saya sebagai raja .....” Dean menjeda sebentar sambil melihat sikap para hadirin yang memang terlihat sedikit tegang menunggu lanjutan
perkatan raja baru itu.
“Kebijakan pertama saya, saya akan membuka kasus yang terjadi saat perubahan sistem pemerintahan kita, yang mana saat itu almarhum kakek saya Yang Mulia King Zac
masih memegang tampuk kepemimpinan. Ada peristiwa tragis yang terjadi saat itu, yang menimbulkan korban jiwa yang
saharusnya tidak terjadi. Kasus ini lama
disimpan karena tidak ada yang mencoba membuka atau mengajukan gugatan. Karena saat ini sudah ada yang mengajukan gugatan, maka kasus ini akan resmi saya buka. Saya mempersiapkan tim kuasa hukum kerajaan, saya juga meminta pihak pemerintah untuk ikut terlibat dalam menangani kasus ini. Untuk keluarga yang terlibat, saya juga
mempersilahkan untuk mempersiapkan kuasa hukum masing masing. Semua bukti yang ada di pihak kerajaan akan dibuka dan bisa dipelajari oleh semua kuasa hukum yang terlibat. Pihak kerajaan tidak akan menutupi apapun, saya berharap dengan cara ini keadilan benar benar bisa terungkap” ucap Dean dengan panjang lebar.
Kata kata Dean menimbulkan gemuruh di dalam ballroom mewah itu, banyak spekulasi dan opini yang dilempar oleh setiap orang. Dean memberikan kesempatan untuk semua orang bergumam, setelah beberapa saat, Dean mengangkat tangannya dan membuat semua orang seketika terdiam. “Untuk konsekuensi dari diangkatnya kasus ini, baik hukuman maupun hal lainnya, saya serahkan sepenuhnya pada keputusan pihak pengadilan. Saya siap menanggung segala resiko dari semua ini, dan semua biaya akan ditanggung sepenuhnya oleh kerajaan” lanjutnya lagi yang ternyata mengundang tepuk tangan bergemuruh di ruangan itu.
“Baiklah, saya rasa itu saja yang harus saya sampaikan, sekali lagi terima kasih untuk
kehadiran hadirin semuanya, dan silahkan menikmati pesta ini” ucap Dean mengakhiri pidatonya. Hadirin yang memenuhi ballroom seketika berdiri dan memberikan tepuk tangan yang begitu meriah. Sementara Dean kembali menuju ke singgasananya, namun sebelum itu dia menghampiri Qiandra.
“Honey, apa kamu baik baik saja” tanya Dean seraya meraih jemari Qiandra.
Wanita itu tersenyum, merasa begitu tersanjung dengan perhatian luar biasa yang diberikan sang suami, “Aku baik baik saja, Yang Mulia, terima kasih atas perhatian Anda” ucap Qiandra dengan senyum manis dan sedikit menundukkan kepala, membuat senyum di wajah Dean segera merekah.
__ADS_1