PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS SEMBILAN PULUH TIGA


__ADS_3

Setelah memastikan Qiandra kembali beristirahat, Dika memberikan kode pada Dean untuk mengikuti dirinya meninggalkan kamar Qiandra.  Dean mengangguik sekilas, dan setelah dia memperbaiki selimut Qiandra


dan memberikan kecupan lembut di kening wanita itu barulah dia melangkah mengikuti


Dika.


Mereka berdua duduk di ruang kerja Dika, “jangan khawatir, aku sudah meletakkan alarm di kamar Felicia, jika dia terbangun dan memerlukan sesuatu, dia bisa langsung


menekan bell” ucap Dika yang melihat kegelisahan di wajah Dean.


“Ah, baiklah, Kak, maafkan aku, aku hanya merasa khawatir meninggalkannya sendirian” ucap Dean.


“Bisakah kamu tidak memanggilku kak, aku merasa menjadi terlalu tua” desis Dika.


Dean menatap Dika dengan kening berkerut, namun sesaat kemudian dia mengangguk kecil, “Baiklah, Kak, eh baiklah Dika, apa seperti itu lebih baik” tanya Dean.


“Hmmmm” sahut Dika, “Jadi bagaimana, apa kamu sudah membuat rencana” tanya Dika lagi.


“Sudah, tapi aku harap ini semua bisa dirahasiakan dari Qiqi, aku tidak ingin membebani pikirannya” sahut Dean.


“Tentu, kita tidak akan memberitahukannya pada felicia” sahut Dika.


“Aku akan mengatur supaya kamu bisa masuk ke dalam istana, tapi tentunya bukan sebagai orangku agar orang orang disana tidak merasa curiga.  Tapi yang menjadi pemikiranku sekarang adalah, bagaimana denga Qiqi, jika kamu masuk ke dalam istana, kamu tidak akan bisa dengan mudah keluar masuk, harus melewati prosedur.  Jadi kalau Qiqi tinggal disini, siapa yang akan menjaganya” tanya Dean.


“Kamu tenang saja, disini ada Tante Clay dan Paman Chris yang akan selalu bersama dengannya.  Selain itu, kamu juga bisa kesini dan menemaninya” sahut Dika.


“Tapi aku tidak mungkin terlalu sering kesini, orang orang akan curiga jika aku selalu


menghilang” sahut Dean lagi.


“Dean, aku mengerti kamu ingin membawa Feli ke mansionmu, tapi apa kamu bisa menjamin keselamatannya disana, sementara saat ini kita tidak tahu mana yang menjadi


kawan dan mana orang yang ingin menghancurkan keluarga kami.  Deangan peristiwa ini, aku sangat yakin kalau orang orang itu sudah mulai waspada, apalagi saat mereka tahu Feli mempunyai saudara” Dika berusaha memberi pengertian pada Dean.


“Tapi aku yakin di mansionku juga akan aman, orang orang yang disana adalah orang orangku, mereka tidak akan berkhianat.  Disamping itu aku juga bisa mengawasi Qiqi, seperti hari hari yang lalu, aku hanya akan


meninggalkan dia jika yakin dia benar benar aman” ucap Dean masih bersikeras


mempertahankan keinginannya.

__ADS_1


“Aku hanya mengingatkanmu, jika dulu aku tidak perduli, tapi sekarang, nyawa Feli bahkan lebih berharga dari nyawaku.  Jangan


lupa, bahwa kamu telah dua kali kehilangan Feli, dan kekuatanmu ternyata belum mampu melindungi Feli.  Tidakkah kamu belajar dari kedua kejadian itu” ucap Dika.


Dika sangat mengerti jika Dean selalu ingin tinggal bersama dengan Qiandra.  Akan tetapi, Dika juga tidak bisa membiarkan


sang adik berada dalam bahaya karena kelalaian Dean.  “Apa maksudmu?” tanya Dean.


“Tidakkah kamu berpikir, bahwa semua yang terjadi adalah karena suatu kesengajaan yang


terselubung.  Mulai dari penculikan hingga selalu gagalnya usahamu untuk bisa menemukan Feli dengan lebih cepat.  Padahal dengan teknologi yang kalian punya, aku tidak percaya kalau kalian tidak mampu meretas keamanan pelindung milikku juga milik Daniel dulu” sahut Dika menjelaskan alasan


kekhawatirannya pada Dean.


Dean menatap Dika dengan intens dengan mengernyitkan keningnya, “Jangan katakan bahwa kamu juga mencurigai kedua sahabatku, itu adalah hal yang sangat mustahil” desis Dean.  Dean tidak perduli jika Dika mencurigai orang lain, tapi jika mencurigai asisten Vian dan dokter Albert,


Dean merasa keberatan.  Bagi Dean, kedua


sahabatnya itu sudah seperti saudaranya sendiri dan merekalah yang selalu ada


di sisi dirinya dalam berbagai keadaan.


menuduh sembarangan.  Aku hanya ingin


kamu berpikir realistis saja dengan semua yang sudah terjadi, demi keselamatan


Feli” sahut Dika lagi.


“Yakinlah, aku juga tidak ingin istri dan anakku celaka, aku jauh lebih mengkhawatirkan dirinya” sahut Dean yang juga tetap pada keinginannya.


“Hah, baiklah, tapi setidaknya bicarakanlah dengan Feli, dan tolong jangan memaksa dirinya jika dia merasa keberatan.  Apapun


keadaannya keselamatan dan kebahagiaan Feli adalah hal yang utama, jangan mementingkan ego dan keinginan kita, tapi keinginan Feli yang harus diprioritaskan tentunya dengan pertimbangan yang masuk akal” ucap Dika pada akhirnya.


Dika mengalah karena dia tahu Dean jauh lebih berhak atas diri adiknya, Felicia, dibanding Dika yang hanya sebagai kakaknya.  Bahkan orang tua sekalipun tetap harus menyerahkan keputusan kepada suami dari seorang wanita yang sudah bersuami.  Karena itulah Dika memilih mengalah, walaupun dalam hatinya dia masih merasa khawatir.


“Aku akan membicarakannya dengan Qiqi” sahut Dean.


“Biarkan juga tante Clay tetap bersama Feli dan tetap dalam statusnya sebagai Bu Sum” lagi Dika berpesan kepada Dean, yang dijawab Dean dengan anggukan kepala.  “Dan satu hal lagi, aku harapa kamu bisa

__ADS_1


membiarkan Daniel bebas agar dia bisa kembali mengambil alih PT.Mahardika,


karena aku ingin fokus pada masalah ini.  Kamu sendiri tahu jabatanku saat ini, jika Daniel tidak bebas maka aku tidak akan bisa fokus” lanjut Dika lagi.


Dean sesaat menatap Dika dengan tajam, walau bagaimanapun, dia tidak akan bisa memaafkan Daniel begitu saja.  Selain itu, Dean juga tidak yakin Daniel akan benar benar membiarkan Qiandra hidup tenang.  “Kamu tahu jawabanku” desis Dean.


Dika menghembuskan nafas berat, “Aku mohon kepadamu, bukan aku menarik keuntungan dari masalah ini, tapi seperti itulah keadaannya, aku yakin kamu juga


mengerti.  Masalah Felicia, aku sendiri


yang akan menjamin bahwa Daniel tidak akan pernah lagi mengganggu istrimu, dia sendiri yang sudah mengatakan kepadaku” ucap Dika.


“Dika, kamu tahu sebesar apa kesalahan laki laki itu, bagaimana bisa kamu mengharapkan aku bisa memaafkannya dengan mudah” desis Dean berusaha menahan amarahnya.


“Daniel memang menculik Feli, tapi itu karena rasa cintanya yang begitu besar, dan dia juga


tidak mencelakai istrimu.  Ambillah hikmahnya, setidaknya dari peristiwa itu Daniel sadar bahwa memang tidak ada peluang untuknya di hati Qiandra” ucap Dika lagi.


“Tapi dia juga menyebabkan Daddy Walt masih terbaring koma hingga saat ini” desis Dean.


Dika menghembuskan nafas berat, “Hah baiklah, aku tidak akan memaksa, tapi aku juga berharap kamu bisa mengerti kalau penyamaranku tidak bisa maksimal, karena aku juga tidak bisa meninggalkan PT.Mahardika terlalu lama” sahut Dika pada


akhirnya.


“Biarkan saja perusahaan itu, mengapa kamu begitu perduli, bukankah kamu juga sudah punya perusahaan sendiri” kembali Dean berargumen.


“Aku punya hutang nyawa pada Mahardika, jika Feli sudah menceritakan semuanya padamu, aku rasa kamu tahu karena siapa aku berhutang nyawa pada Mahardika” ucap Dika lagi.


Dean terkejut mendengar jawaban Dika, karena orang suruhan keluarganyalah yang telah menghancurkan keluarga Dika dan membuat Dika harus mengabdi pada


Mahardika.  Karena Mahardika yang telah


menyelamatkan nyawanya sekaligus melindungi Dika selama puluhan tahun.


“Shit!!!” desis Dean dalam hatinya, dia tidak punya pilihan lain.  Kata kata Dika seolah menohok dirinya sehingga Dean tidak punya pilihan lain lagi.  “Baiklah, aku harap laki laki itu bisa dipegang kata katanya” ucap Dean


pada akhirnya, yang dijawab Dika dengan anggukan kepala singkat.


“Terima kasih, aku janji Daniel akan memegang kata katanya” sahut Dika.  Dean hanya diam saja, dan segera berdiri lalu

__ADS_1


melangkah meninggalkan ruang kerja itu.


__ADS_2