PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
TIGA PULUH TIGA


__ADS_3

Berbeda dengan Daniel yang segera mengetahui kepergian Qiandra, Dean baru mengetahui kalau Qiandra telah pergi saat menerima email dari wanita itu.  Dengan kening berkerut Dean membuka email dari Qiandra.


Tuan Dean yang terhormat


Saat Anda membaca pesan ini mungkin saya telah pergi jauh dari kota ini, maafkan saya tidak sempat berpamitan secara langsung dengan Anda.  Banyak hutang budi saya pada Anda yang tidak mungkin saya balas, Anda  telah menyelamatkan saya dalam saat-saat berat dimana saya hampir menyerah dengan hidup saya.  Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bertemu seorang pria hebat seperti Anda.


Saya bersungguh sungguh saat mengatakan hanya wanita bodoh yang menolak Anda, dan saya tidak mau termasuk dalam golongan itu, heee.  Saya menyukai Anda, ya, itu tidak bisa saya pungkiri semua kelembutan yang Anda lakukan pada saya benar-benar mampu membuat hati saya bergetar.


Bahkan setelah Anda memaki-maki saya, saya tetap tidak sanggup membenci Anda, saya sudah terlanjur membiarkan rasa itu tumbuh dalam hati saya.  Namun saya menyadari siapa saya, saya hanyalah seorang janda yang sangat  tidak pantas bersanding dengan Anda.  Saya tidak akan memanfaatkan perasaan Anda untuk mempermalukan Anda dengan mempersunting saya.


Jadi, saya memutuskan untuk pergi jauh dari kota ini, melupakan semua kenangan pahit kehidupan saya di kota ini.  Terima kasih telah memberi warna dalam hidup saya, terima kasih telah membuat saya menyadari bahwa saya


berharga, terima kasih mau menerima wanita kotor seperti saya.  Tapi sekarang, ijinkan saya memulai hidup yang baru lepas dari semua masa lalu itu, tolong jangan mencari saya.  Jika kita berjodoh, saya percaya kita akan


dipertemukan di lain waktu.


Namun, saya menyarankan carilah wanita lain yang jauh lebih baik dan lebih pantas  bersanding dengan laki-laki tampan dan hebat seperti Anda, dan lupakan semua yang pernah terjadi diantara kita.  Ingatlah, saya hanya wanita sisa laki-laki lain, sementara Anda layak mendapatkan wanita yang jauh lebih berkualitas.


Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya, dan maafkan saya.


Hormat saya, Qiandra Zwetta Aldrich.


Berulang kali Dean membaca email dari Qiandra dengan rasa tidak percaya, “Tidak Qi, tidak mungkin kamu melakukan ini padaku, aku mencintaimu dan aku tahu kamu pun mencintai  aku.  Lalu mengapa kamu lari,  mengapa kamu selalu berpikir kamu tidak pantas untukku” Dean mendesah.

__ADS_1


Ada perih yang sangat dalam dirasakan oleh laki-laki itu, dia termenung menatap layar phonselnya memperhatikan setiap kata yang dituliskan oleh Qiandra.  Hingga akhirnya  dia meraih phonselnya dan menghubungi asisten Vian, “Vian, segera masuk ke  ruanganku” ucapnya dengan suara lemah.


Asisten Vian terkejut mendengar suara lemah Dean, dia bergegas menuju ke ruangan tuan sekaligus sahabatnya itu.  “Ada apa, Tuan” tanya asisten Vian, dia semakin terkejut melihata wajah Dean yang tampak begitu frustasi.


Dean melemparkan phonselnya pada asisten Vian, membuat laki-laki itu dengan sigap menangkap phonsel mahal itu.  Asisten Vian melihat apa yang terpampang di layar phonsel Dean, lalu dia mengernyitkan keningnya.


“Apa itu benar dia, Vian” tanya Dean lagi masih dengan suara lemah.


Asisten Vian mengotak atik phonsel Dean, kemudian dia mendesah pelan, saat melihat kalau akun Qiandra semuanya sudah ditutup oleh wanita itu.  “Maaf, Tuan, sepertinya ini  memang Nona Qiandra” ucapnya dengan perlahan.


“Tapi kenapa, Vian, kenapa dia harus pergi, apa kesalahanku benar-benar tidak termaafkan olehnya” seru Dean dengan mengacak rambutnya.


“Tuan, mungkin Nona Qiandra memang membutuhkan suasana baru untuk memulai kehidupannya, apa yang sudah dijalaninya selama ini cukup berat baginya, ditambah lagi perbuatan Daniel yang sudah menjebaknya, dan…..” asisten Vian tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


“Dan aku yang sudah mencaci maki dirinya” sambung Dean dengan sendu.


“Tapi, dia bisa datang padaku dan aku akan melindunginya, tidak akan ada seorangpun yang bisa menyentuhnya dalam perlindunganku” sahut Dean, dia masih tidak bisa menerima alasan Qiandra meninggalkan dirinya.


“Nona Qiandra, sama seperti aku dan juga Albert, kami hanya orang biasa, Tuan, walaupun Nona Qiandra punya begitu banyak kelebihan bahkan nyaris sempurna, namun dia juga pasti menyadari statusnya sebagai seorang janda, yang pasti akan menjadi hal yang memberatkan saat dia memutuskan  melangkah bersama Anda” ucap asisten Vian.


“Shit, aku tidak pernah memperdulikan statusnya, Vian, aku mencintai dia apa adanya” sarkas Dean dengan wajah kesal.


“Tuan memang tidak memperdulikannya, karena Tuan sangat mencintai Nona Qiandra, tapi bagaimana dengan keluarga besar Tuan, ayah dan juga …… ibu Tuan” ucap asisten Vian dengan sedikit terbata di akhir kalimanya.

__ADS_1


“Dia bukan ibuku, Vian, BUKAN, kamu ingat itu, jangan pernah menyebut ular itu ibuku” desis Dean dengan suara tajam, tangannya bahkan  mencengkram krah kemeja asisten Vian.


“Ma-Maaf, Tuan” desis asisten Vian.


“Wanita ular itu tidak akan pernah bisa mempengaruhi apapun dalam hidupku, sekalipun dia berada di posisi itu” sarkas Dean seraya menghempaskan tubuh asisten Vian.


“Tapi dia bisa mempengaruhi keluarga besar Anda, Tuan” sahut asisten Vian meski sedikit takut tapi asisten Vian tahu ini saatnya dia  menyadarkan Dean.


Dean berbalik dengan tiba-tiba dan tangannya dengan cepat kembali meraih kerah kemeja asisten Vian dan tangan satunya terkepal ingin menampar wajah asisten Vian.  Asisten  Vian hanya berdiam diri dan tidak berusaha melawan ataupun menghindar untuk membela diri.  Saat kepalan tangan Dean hampir mendarat di wajah tampan asisten Vian, tiba-tiba Dean menghentikan tangannya dan mendorong tubuh asisten Vian.


Dean mendaratkan pukulannya tepat di dinding ruangan itu, yang menyebabkan tangannya berdarah.  Wajahnya terlihat sangat marah, matanya memerah, “Akan kubunuh wanita itu dengan tanganku sendiri jika dia berani mengganggu kehidupanku” sarkasnya, lalu dia kembali duduk di sofa.


Asisten Vian hanya menghembuskan nafas berat, dia memperbaiki bajunya yang kusut karena cengkraman Dean.  “Aku akan mencoba mencari tahu keberadaan Nona Qiandra” ucapnya pelan dan berjalan meninggalkan ruangan itu.


“Vian, maaf” seru Dean yang merasa tidak nyaman karena sudah memarahi asisten juga sahabatnya.


“Saat kita bisa menemukan Nona Qiandra, aku hanya berharap, kamu bisa memastikan bahwa wanita itu tidak berulah lagi dan melukai Nona  Qiandra” sahut asisten Vian sebelum menutup pintu ruangan Dean.


Dean hanya mendengus berat, dia tahu apa yang dikatakan oleh asisten Vian itu benar adanya, wanita ular yang saat ini menjadi istri ayahnya memang punya kemampuan untuk mempengaruhi keluarga besar Zacharias.  Suara wanita itu bahkan lebih sering  didengarkan daripada suara menantu yang lain dalam keluarga besar mereka.


Entah karena dia adalah istri dari ayahnya yang merupakan anak tertua dalam keluarga Zacharias, atau memang karena dia sangat licik dan cerdas.  Yah, tak bisa Dean pungkiri  kalau wanita itu memang cerdas, dia mampu berpikir lebih cepat dari orang lain.  Sehingga saat orang lain sedang berpikir, dia sudah bisa memberi pertimbangan dengan alasan-alasan masuk akal yang tentunya menguntungkan dirinya.


Masih jelas diingatan Dean, saat wanita itu masuk dengan mudah diantara ayah dan ibunya.  Dan dengan kata-kata manis yang begitu meyakinkan, wanita itu berhasil membuat seluruh keluarga besar Zacharias menerima dirinya menggantikan ibu Dean, tepat di hari pemakaman ibu Dean.

__ADS_1


Sakit hati dan rasa bersalah yang sangat besar tumbuh dalam hati Dean kepada ibunya.  Walau bagaimanapun, Dean lah yang telah membawa wanita itu ke dalam keluarga besarnya dengan maksud yang lain.  Namun, wanita itu dengan begitu liciknya, berhasil membalikkan keadaan, sehingga sekarang, dia menjadi penguasa di mansion utama.


Kebencian dan kemarahan yang begitu dalam membuat Dean memilih tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di mansion utama, sejak hari pemakaman ibunya.  Tepatnya sejak wanita itu melepas tangannya dan meraih tangan sang ayah, Walt Zacharias.  Dean tidak pernah lagi memperdulikan keadaan mansion utama, hanya adiknya yang selalu setia mengabari kondisi mansion utama padanya, walau Dean tidak pernah perduli.


__ADS_2