PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS DELAPAN PULUH DELAPAN


__ADS_3

Dean terkejut saat mendengar ucapan Dika yang seketikamenyadarkan dirinya, “Jangan pedulikan laki laki itu, Feli, sepertinya dia


tidak benar benar ingin bertemu denganmu.  Aku akan menyuruh sopir untuk mengantarnya mencari taksi” ucap Dika


dengan suara nyaring sambil melangkah membawa seorang Wanita yang sangat


dirindukan oleh Dean.


Dean bergegas keluar dari mobil, “Honey ……” serunya seraya berlari kecil menaiki tangga mansion.  Saat tiba di belakang Qiandra, Dean langsung merengkuh tubuh sang istri,


tanpa memperdulikan tangan Dika yang masih merengkuh bahu Qiandra.


“Astaga, hei Bung, kamu benar benar tidak tahu etika rupanya” seru Dika seolah bersikap sangat jengkel dengan Dean, padahal dalam


hatinya, Dika merasa bahagia melihat senyum sang adik yang seketika merekah.


“Kakak, ichhhh ……” seru Qiandra seraya melepas tangan Dika dari bahunya.


“Hei, adik kecil, bisa bisanya kamu melepaskan tangan kakakmu demi laki laki lain” ucap Dika terus menggoda Qiandra.  Sayangnya, godaan itu sama sekali tidak didengar oleh kedua sejoli yang sudah tenggelam dalam pelukan penuh kerinduan.


Dika hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami istri itu, “Sebaiknya kamu bawa laki laki ini segera masuk kamar, sebelum aku berubah pikiran dan mengusirnya” ucap Dika sebelum melangkah pergi.


“Terima kasih sudah mengijinkan aku bertemu istriku, Kakak Ipar, dan terima kasih sudah menjaganya untukku” terdengar suara Dean sesaat sebelum Dika benar benar meninggalkan keduanya.  Dika hanya tersenyum simpul, lalu masuk ke dalam kamarnya sendiri.


“Kok kamu tidak segera keluar tadi, Love” tanya Qiandra seraya melepaskan pelukannya, “Apa kamu benar tidak merindukan aku” tanyanya lagi dengan wajah sedikit cemberut.


“Hei, jangan bicara seperti itu, kamu sangat tahu bagaimana rinduku padamu, Honey.  Aku tadi hanya sedikit terkejut dan terpesona melihat mewahnya mansion ini” sahut Dean.


“Ya kan siapa tahu” sungut Qiandra.


“Honey, kamu tahu sebesar apa aku merindukanmu, jadi tolong kondisikan bibirmu, sebelum aku tidak mampu menahan diri lagi” bisik Dean di telinga Qiandra yang sontak membuat rona merah menghias wajah wanita cantik itu, apalagi saat itu Clayandra dan Chris keluar dari kamar mereka.


“Ehmmmm, Dean kenalkan ini tanteku yang selama ini kamu kenal sebagai Bu Sum, ternyata beliau adalah Tanteku, Tante Clayandra, adik kandung mommyku, dan di sebelahnya, aku rasa kamu sudah mengenalnya” ucap Qiandra sambil berusaha menetralkan wajahnya.


“Selamat bertemu lagi, Nak” ucap Clayandra, “Maafkan jika aku terpaksa menyembunyikan identitas asliku beberapa waktu yang lalu”

__ADS_1


lanjutnya lagi.


Walau kembali diterpa rasa penasaran, tapi Dean tetap tersenyum menyapa Clayandra, “Selamat bertemu, Bu, siapapun diri anda, bagiku, anda tetaplah ibu dari istriku” ucapnya dengan penuh hormat.


“Terima kasih, Nak, aku harap kalian berdua bisa menemukan jalan keluar terbaik untuk masalah kalian” ucap Clayandra.


“Baiklah, Tante, kalau begitu kami masuk ke dalam dulu” ucap Qiandra dengan sedikit gelisah.  Bagaimana tidak, Qiandra bisa merasakan sentuhan lembut Dean di


punggungnya.


“Silahkan, Sayang” ucap Clayandra tanpa niat menahan kedua sejoli itu lagi, Clayandra sangat memahami Bahasa tubuh Qiandra ditambah lagi tatapan Dean yang seperti ingin menerkam istrinya saat itu juga.


Qiandra segera membawa suaminya masuk ke dalam kamarnya, “Jadi, ini kamarmu, Honey” tanya Dean saat Qiandra membawanya masuk ke dalam kamar itu.


“Kamar masa kecilku, yah, setidaknya dulu seperti ini, sebelum ……..” sahut Qiandra, namun belum sempat dia menyelesaikan kata katanya, Dean sudah membungkam bibir Qiandra dengan bibirnya.


“Love, ……” seru Qiandra saat merasakan tubuhnya tiba tiba melayang dan tidak lama kemudian dia diletakkan dengan lembut diatas kasurnya.


“Aku sangat sangat merindukanmu, Honey, aku merasa hampir gila selama beberapa hari ini” ucap Dean seraya mulai melepas semua pakaian yang menempel di tubuh sang istri.


“Berapa lama menurutmu waktu yang mereka perlukan untuk berbicara, Sayang” tanya Chris dengan lirikan jenaka pada Clayandra.


“Jangan coba menggodaku, kamu tahu itu tidak akan berhasil” sungut Clayandra yang sangat tahu maksud pertanyaan sang suami.


“Hei, Sayang, aku cuma bertanya, apa aku salah” protes Chris.


“Kamu tahu apa jawabannya, buat apa nanya” kesal Clayandra karena suaminya terus menggodanya.


Chris tersenyum menatap istrinya, dia tahu Clayandra memang selalu malu jika mulai membahas urusan ranjang.  “Aku kan mau tahu pendapatmu, hmmmm” bisik Chris di telinga Cl;ayandra membuat wanita itu segera membalik tubuhnya dan melotot menatap sang suami.


Namun, tatapan horor Clayandra justru dibalas Chris dengan sebuah kecupan di bibir wanita yang masih terlihat cantik di usia yang tak muda lagi.  “Pah, …………., ishhhhh apaan sich, kalau ada yang lihat gimana coba” serunya dengan kesal.  Belum sempat Clayandra mendengar jawaban Chris, dia sudah merasa kalau tubuhnya sudah diangkat oleh sang suami dan di bawa masuk ke dalam kamar pribadi mereka.


Tak jauh dari tempat itu, Dika yang melihat semua adegan mesra kedua orang paruh baya itu hanya bisa terdiam.  “Nasib diri yang tak punya teman hidup, hahhhh, ……” desah laki laki tampan itu.  “Apa aku harus mulai mencari pendamping, ah entahlah, aku harus


menyelesaikan masalah Feli dan Daniel dulu.  Mungkin setelah itu aku baru bisa memikirkan kehidupanku sendiri” lanjutnya lalu melangkah menuju ruang kerjanya.  Seperti hari hari biasanya Dika kembali menenggelamkan diri dalam pekerjaan kantor yang seolah tidak ada habisnya.

__ADS_1


Dean menatap wajah Qiandra yang masih setia menutup matanya dengan hati yang sangat bahagia, dia tidak perduli masalah apa yang akan di hadapi.  Tapi dalam hati, Dean sangat yakin bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan wanita yang sangat dicintainya


ini.  Dean juga bisa merasakan bagaimana


besarnya cinta Qiandra kepadanya, walaupun dia juga tahu kalau wanita itu masih


menyimpan keraguan dalam hatinya.


“Ughhhh, …..” keluh bibir seksi itu saat dia sedikit menggeliat, lalu perlahan mata indah yang dihiasi bulu mata lentik itu terbuka


dan mengerjab sesaat.


“Selamat pagi, Honey” sapa Dean yang masih setia menatap wajah sang istri sambil bertopang pada salah satu tangannya.


“Hmmmm, kamu benar benar gila, Love, seluruh tubuhku terasa rontok ini” keluh Qiandra tanpa membalas sapaan sang suami.


“Oh ya, aku kira kamu malah minta tambahan lagi pagi ini” bisik Dean dengan wajah sensual di depan wajah Qiandra.


“Ish, ini aja aku sudah hampir nggak bisa bangun, kamu benar benar kaya orang kesurupan dech” seru Qiandra.


“Tapi kamu suka kan, Honey” bisik Dean yang sontak membuat kedua pipi Qiandra merah merona.


“Apaan sich, awas aku mau membersihkan diri dulu” ucap Qiandra seraya mendorong tubuh sang suami.


“Hei, katanya mau bicara, ayo kita bicara dulu” sahut Dean masih menahan tubuh polos istrinya, tangan laki laki itu mulai bergerak


menyentuh bagian sensitive di tubuh sang istri.


“Astaga, Love, kalau kita bicara dalam keadaan tubuh seperti ini, aku yakin lain pembicaraan yang akan kita lakukan, awas ichhh, ……aaaaa” seru Qiandra saat lagi lagi sang suami mengangkat tubuhnya dan langsung membawanya ke kamar mandi.  “Apaan sich, Love, aku bisa jalan sendiri” serunya.


“Katanya cape, aku tidak akan membiarkan bidadari cantikku ini sampai kelelahan” sahut Dean dengan santai sambil terus melangkah.  Sementara Qiandra tidak tahu harus berkata


apa lagi, wajahnya merah padam saat mereka melintasi cermin dan Qiandra sempat


menangkap bayangan tubuh polos keduanya.

__ADS_1


Dan seperti sudah Qiandra duga, saat mereka berdua di kamar mandi, mereka tidak akan bisa langsung mandi.  Sehingga perlu waktu lebih dari satu jam untuk keduanya menyelesaikan rutinitas mandi yang benar benar melelahkan.


__ADS_2