
Seluruh keluarga telah berkumpul di aula utama istana kerajaan, hanya sang Raja dan sang Ratu saja yang masih belum terlihat. Suasana memang agak kaku, Daddy Walt sendiri memilih untuk berdiam diri. Mereka semua berkumpul atas perintah sang Raja yang menginginkan seluruh keluarga baik Zacharias maupun Hamilton untuk hadir pada saat ini. Hadir juga dua sahabat terbaik Dean, asisten Vian dan dokter Albert juga ada di tengah tengah mereka saat itu.
Tidak berselang lama, sang raja dan ratu masuk dalam aula utama dengan perlahan. Dean menuntun langkah sang istri dengan
sangat hati hati, kehamilan Qiandra yang sudah cukup besar membuat wanita itu
sedikit kesulitan untuk bergerak. Saat tiba di meja pertemuan, pelayan segera menarik kursi untuk Dean, namun Dean malah terus menuntun sang istri, sehingga pelayan pun segera menarik kursi untuk Qiandra.
Setelah memastikan Qiandra duduk dengan nyaman, barulah Dean melangkah dan duduk di kurs kebesaran yang sudah disiapkan untuknya. Semua yang melihat perlakuan Dean kepada sang ratu hanya bisa mengulum senyum, mereka yang semuanya dalam posisi berdiri bisa melihat dengan jelas semua yang
dilakukan oleh sang raja.
Dean memberikan kode dan barulah semua yang hadir mengambil posisi untuk duduk. “Saya sengaja mengumpulkan kalian semua
disini saat ini sebagai bentuk ucapan syukur karena selesainya kasus yang selama ini terpendam dan menjadi bom waktu di dalam istana ini. Saya merasa sangat bersyukur karena semua kebenaran akhirnya terungkap, bersama ini saya beserta seluruh keluarga
kerajaan juga meminta maaf yang sebesar besarnya atas semua yang sudah terjadi
di masa lalu. Juga atas semua penderitaan yang dialami oleh keluarga Hamilton, terutama Kak Dika dan sang Ratu. Saya berharap dengan selesainya kasus ini, hubungan kekeluargaan diantara kita bisa semakin erat terjalin tanpa ada dendam dan sakit hati lagi. Biarlah apa yang terjadi di masa lalu menjadi pembelajaran untuk kita semua dalam meraih masa depan yang lebih baik” ucap Dean dengan suara tegas penuh wibawa.
Semua yang hadir menyambut kata kata Dean dengan bertepuk tangan, dan saat Dean mengangkat gelas untuk bersulang, mereka pun bersulang bersama sama. Setelah itu Dean turun dari kursi kebesarannya dan melangkah mendekati Dika, Dika yang melihat raja menghampiri dirinya segera mengambil posisi untuk menunduk. Namun, tanpa disangka, Dean justru memeluk Dika dengan erat, dan tanpa berkata apapun kedua laki laki penuh kharisma itu saling berpelukan.
Saat Dika melihat Qiandra sudah berdiri dia segera membisikkan sesuatu di telinga Dean yang membuat Dean segera melepaskan pelukannya dan berbalik menatap sang istri. Dean dengan diikuti oleh Dika segera menghampiri wanita hamil yang terlihat semakin cantik itu. “Kak, ....” ucap Qiandra saat Dika sudah berada di dekatnya.
Dika langsung memeluk sang adik dengan penuh kasih, dia menepuk bahu Qiandra dengan lembut. Baik Dika maupun Dean sangat tahu bagaimana lembutnya hati wanita itu, mereka berdua berusaha tidak membuat Qiandra tenggelam dalam rasa yang ada di hatinya. “Semua sudah selesai, Feli sayang, kita bisa mulai membuka lembaran baru sebagai putra dan putri kebanggaan Dad dan Mom. Jangan menangis lagi, jaga keponakanku hingga dia bisa lahir dan menjadi penerus bagi dua keluarga ini” ucap Dika dengan lembut.
__ADS_1
“Hei, kurasa bukan hanya aku yang bertanggung jawab atas keturunan keluarga kita Kak, tapi sekarang Kak Dika juga harus memikirkan bagaimana nama Hamilton bisa tetap bertahan. Karena jika hanya aku, maka
hanya nama Zacharias yang akan berlanjut, tidak dengan Hamilton” ucap Qiandra
berusaha mencairkan suasana.
“Janga mulai lagi, Feli, kamu sangat tahu itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat” ucap
Dika dengan wajah kesal seraya melepaskan pelukannya dari Qiandra.
“Jika kamu tidak segera mencari calon pendamping, maka Tante akan mempersiapkan calon untukmu. Jadi jangan pernah mencoba untuk berkelit lagi, karena Tante harus memastikan nama Hamilton tetap berjaya. Jika kamu tidak segera
menentukan pilihan, jangan salahkan Tante yang akan melakukan cara ekstrim untuk membuat keturunan penerus Hamilton” Bu Sum atau Clayandra ikut menimpali
pembicaraan kedua kakak beradik itu.
“Aku juga bisa membantu untuk mencarikan pasangan untukmu, Nak Dika” ucap daddy Walt yang sontak membuat semua wajah berpaling pada laki laki paruh baya itu. “Ah, mulai sekarang, aku ingin menjadi daddymu juga, Nak, walau mungkin aku tidak sebaik Kenrich, tapi ijinkan orang tua ini sedikit mengurangi rasa bersalah keluarga ini dengan menjadi daddy untuk kalian berdua” lanjut laki laki paruh baya itu.
Dika tersenyum bahagia, dia segera melangkah mendekati daddy Walt dan langsung memeluk laki laki itu. “Tentu saja, Dad, dan terima kasih mau menerima kami sebagai anak anakmu, tentu saja kami sangat bahagia dan bangga boleh memiliki daddy sehebat dirimu” ucap Dika, membuat semua yang mendengarnya tersentuh dan terharu.
“Jika begitu, maka kita bisa mulai bekerja sama untuk menemukan tulang rusuk anakmu ini, Tuan” ucap Clayandra dengan wajah bahagia. Kata kata Clayandra disambut dengan gelak tawa semua orang membuat Dika benar benar kehilangan kata kata.
“Ah, Love, aku sungguh sungguh tidak sabar ingin segera mempersiapkan sebuah pesta pernikahan yang megah untuk kakak terkasih ku ini” ucap Qiandra membuat semua orang
kembali tergelak. Sementara Dean hanya tersenyum mendengar kata kata sang istri.
__ADS_1
“Oh, ayolah, Feli, jangan terus menerus membully aku, jangan lupa aku adalah kakakmu” seru Dika dengan kesal, namun malah semakin mengundang gelak tawa semua orang. Suasana ceria memenuhi aula utama kerajaan saat itu, canda dan tawa mengalir membuat kebahagiaan memenuhi seluruh ruangan itu.
Namun, tiba tiba semua terdiam saat pintu utama ruangan itu terbuka, dan semua mata terbelalak saat melihat siapa yang berdiri dengan gagah di pintu utama. Dean sebagai raja terlihat cukup terkejut namun dia bisa menguasai dirinya, Dean mendekati Qiandra yang tersenyum dan menganggukkan kepala kepadanya. Sikap Qiandra membuat Dean mengerti kalau sang istri lah yang telah mengundang tamu yang kehadirannya begitu mengejutkan semua orang.
“Da, ..... Daniel, ada apa” tanya Dika yang dengan cepat menghampiri sahabatnya itu. Dika sangat tahu bagaimana kebencian Dean
terhadap laki laki itu, jadi Dika sungguh terkejut melihat kehadiran Daniel
secara tiba tiba di ruangan itu.
“Maafkan saya karena datang terlambat, dan terima kasih atas undangannya, Yang Mulia Ratu” ucap Daniel tanpa memperdulikan pertanyaan Dika. Mendengar kata kata Daniel, semua mata sontak beralih pada Qiandra, wanita yang saat itu tangannya digenggam erat oleh sang raja.
“Feli, ..... apa maksud semua ini” tanya Dika dengan kening berkerut penuh tanda tanya. Qiandra hanya tersenyum, lalu menatap ke arah sang suami seolah meminta persetujuan laki laki itu. Meski berat dan itu terlihat jelas di wajah Dean, namun dia tetap menganggukkan kepalanya sebagai bentuk ijin untuk sang istri.
“Terima kasih anda bersedia menerima undangan saya Tuan Daniel, dan silahkan duduk” ucap Qiandra yang dijawab Daniel dengan anggukan kepala. Lalu Daniel mengambil tempat duduk yang sudah
disiapkan oleh pelayan untuknya di samping Dika, membuat semua mata kembali menatap penuh tanya.
“Baiklah, mohon perhatian semuanya, dan Yang Mulia, saat ini saya sengaja mengundang Daniel ke acara privat ini bukan tanpa alasan. Semua kasus yang menimpa keluarga kami, hari ini sudah selesai, nama
baik orang tua kami sudah dipulihkan. Oleh sebab itu, saat ini saya juga tidak lupa untuk berterima kasih pada semua orang yang telah mendukung kami dalam masa masa sulit yang kami lalui, aku dan kak Dika. Salah satu orang yang punya peranan besar dalam kehidupan kami adalah Tuan Daniel, terlepas dari semua yang sudah terjadi antara kami berdua, saya dan kak Dika berhutang nyawa
dan berhutang budi pada Tuan Daniel. Malam ini, saat kita semua merayakan perdamaian dengan masa lalu, saya berinisiatif untuk berdamai juga dengan semua masa lalu saya, dan menerima semua yang sudah terjadi sebagai bagian dari takdir dan jalan yang harus saya lalui untuk bisa berada di titik ini, titik dimana saya bisa bersama dengan
orang orang yang mengasihi dan mencintai saya, terutama Yang Mulia Raja” ucap
__ADS_1
Qiandra.
Dean tersenyum menatap sang istri dengan penuh cinta, “Baiklah, terima kasih Ratuku, karena semua sudah hadir, saya rasa sekarang sudah waktunya untuk kita menikmati makan malam bersama” ucap Dean. Segera setelah itu puluhan pelayan terlihat sibuk mempersiapkan makanan di meja utama dan semua yang hadir menikmati semua hidangan dengan khidmat.